Kamis, 19 Februari 2026

Sikap Tidak Egois Menguatkan Hubungan

20 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Galatia 6:7–8 "Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."
-------------------
Sikap mementingkan diri sendiri adalah salah satu penyebab utama rusaknya hubungan. Dari pertengkaran kecil hingga konflik besar, banyak masalah berawal dari keinginan untuk menang sendiri dan mengutamakan diri sendiri.

Yakobus 4:1 mengingatkan bahwa pertengkaran muncul dari keinginan-keinginan dalam diri kita. Ketika setiap orang ingin didahulukan, didengar, dan dimengerti tanpa mau melakukan hal yang sama bagi orang lain, hubungan menjadi tegang.

Sikap egois sering masuk secara perlahan. Pada awal sebuah hubungan, biasanya seseorang berusaha bersikap perhatian dan rela berkorban. Namun seiring waktu, perhatian itu bisa berkurang. Energi lebih banyak dicurahkan untuk memulai hubungan daripada merawatnya.

Karena itu, jika sikap egois merusak hubungan, maka sikap tidak egoislah yang menguatkannya. Tidak egois berarti belajar lebih sedikit memikirkan diri sendiri dan lebih banyak memikirkan orang lain. Artinya memperhatikan kebutuhan pasangan, keluarga, atau sahabat, bukan hanya kepentingan pribadi.

Filipi 2:4 berkata, "Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."

Ketika Anda mulai bersikap tidak egois, suasana hubungan berubah. Sikap yang tulus membangun kepercayaan. Bahkan orang yang sulit sekalipun dapat berubah ketika diperlakukan dengan kebaikan dan pengertian.

Alkitab mengajarkan prinsip menabur dan menuai: apa yang Anda tanam, itulah yang akan Anda tuai. Jika Anda menanam keegoisan, Anda akan menuai jarak dan konflik. Tetapi jika Anda menanam ketulusan dan pengorbanan, Anda akan menuai kedamaian dan berkat.

Allah sendiri adalah Pribadi yang tidak mementingkan diri. Semua yang Anda miliki adalah pemberian dari-Nya. Karena itu, hidup yang paling bermakna adalah hidup yang mau memberi, bukan hanya menerima.

Yesus berkata, "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya." (Markus 8:35).

Renungkan :

- Dalam hubungan apa Anda perlu mengurangi sikap egois?

- Apa satu tindakan kecil yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk lebih mengutamakan orang lain?

- Bagaimana Anda pernah melihat hubungan membaik ketika Anda memilih untuk tidak mementingkan diri sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 25; Markus1:23-45
_____________
Hubungan akan menjadi kuat ketika setiap orang belajar untuk tidak lagi berpusat pada diri sendiri.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Selflessness Brings Out the Best in Relationships - Daily Hope with Rick Warren - February 20, 2026

"The person who plants selfishness, ignoring the needs of others—ignoring God!—harvests a crop of weeds. All he'll have to show for his life is weeds! But the one who plants in response to God, letting God's Spirit do the growth work in him, harvests a crop of real life, eternal life." Galatians 6:7-8 (MSG)
-------------------
Selfishness destroys relationships. It is the number one cause of conflict, arguments, divorce, and even war.

James 4:1 says, "What causes fights and quarrels among you? Don't they come from your desires that battle within you?"(NIV). Every trouble starts because of self-centeredness.

It's very easy for selfishness to enter relationships. When you first start a relationship, you work hard at being unselfish. But as time goes on, selfishness begins to creep in. People often put more energy into starting and building relationships than they do in maintaining them.

If selfishness destroys relationships, then selflessness is what makes them grow. What does selflessness mean? It means less of "me" and more of "you." It means thinking of others more than you think of yourself and putting other people's needs before your own. As Philippians 2:4 says, "Everyone should look not to his own interests, but rather to the interests of others (CSB).

Selflessness brings out the best in people. It builds trust in relationships. In fact, if you start acting selflessly in a relationship, the other person changes too; when you're selfless, you're not the same person anymore, so they have to relate to you in a different way.

I've seen it many times. Some of the most unlovable people, those who no one wants to be around, are often transformed when someone is kind and selfless toward them. When someone is given what they need—not what they deserve—they change in beautiful ways.

The Bible says in the Message paraphrase, "The person who plants selfishness, ignoring the needs of others—ignoring God!—harvests a crop of weeds. All he'll have to show for his life is weeds! But the one who plants in response to God, letting God's Spirit do the growth work in him, harvests a crop of real life, eternal life" (Galatians 6:7-8).

This is the biblical principle of sowing and reaping. What you sow, you're going to reap. When you sow selflessness, you reap God's blessing. This is how he's wired the universe: The more unselfish you are, the more he blesses you. He wants you to become like him, and he is unselfish. Everything you have is a gift from God, a result of his unselfishness toward you.

So while you're here on this earth, you'll be most fulfilled when you give yourself away. Jesus said, "If you try to hang on to your life, you will lose it. But if you give up your life for my sake and for the sake of the Good News, you will save it"(Mark 8:35 NLT).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar