Semua akan setuju klo diajak ngopi di istana bukan diwarkop ================================ Sama seperti MUI dan ormas-ormas Islam besar yg awalnya menolak keras BoP (Board of Peace) bentukan Donald Trump, sekarang giliran si Dino Patti Djalal dan prof Alwi Shihab (pamannya Najwa Shihab sekaligus mantan menlu Indonesia di jaman Gusdur dulu) Akhirnya setuju dan mendukung penuh keputusan Prabowo Subianto untuk bergabung di BoP dan nyumbang 1 Miliar dollar (16 Triliun rupiah). --------------------------------------------------- Padahal beberapa hari lalu Dino Patti Djalal masih ngotot menolak dan mengecam Prabowo beserta kementrian luar negri karena dianggap gak becus diplomasi luar negri karena mau tunduk dengan Donald Trump dan tidak berpihak kepada Palestina. Tapi begitu diajak Prabowo ngopi-ngopi di istana negara, sama seperti MUI kmrn juga yg diajak cangkruk di istana negara, pernyataan di Dino Patti Djalal berubah 180 derajat. Sekarang Dino malah memuji setinggi langit keputusan Prabowo ini, dengan mengatakan : "Saya surprise karena suasana totally open, diskusi ini tidak ada batasannya, tidak ada dibilang kita tidak boleh nanya ini, tidak boleh nanya itu, dan diskusi ini dua arah, jadi bukan satu arah" "Kesan saya adalah Beliau, Presiden Prabowo itu, mempunyai pendekatan yang realistis; sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace, tidak ada formula lain, tidak ada solusi lain, tidak ada jalur lain." "Yang saya paling suka, dan ini align juga dengan posisi core policy luar negeri Indonesia, adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita." --------------------------------------------------- Tapi selain si Dino, pro Alwi Shihab yg juga awalnya menolak keputusan Prabowo ini walaupun tidak sekencang si Dino juga akhirnya setuju dengan keputusan Prabowo dan kementrian luar negri, dengan mengatakan : "Pertemuan tadi ini membuka cakrawala kita sebenarnya dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kita ingin ketahui tadi oleh Bapak Presiden dijelaskan sejelas-jelasnya." "Yang paling penting dalam hal penjelasan beliau itu bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution, itu 'harga mati." --------------------------------------------------- Lihatkan semua akan cincai pada waktunya klo sudah diajakin ngopi di Istana, gak MUI, gak NU, gak Muhamadiyah, gak Dino, semua sama aja. Yg masih ribut gak setuju cuman netizen rakyat jelata yg ngopinya sachetan diwarkop pula bukan di Istana wkwkwkwkw *Agungbaster Perjuangan*
Minggu, 08 Februari 2026
NGOPI DIISTANA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar