Jumat, 13 Februari 2026

Relasi Seperti Jas Hujan di Tengah Badai Kehidupan

14 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 4:9–10 "Berdua lebih baik dari pada seorang diri,... kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!"
---------------
Relasi ibarat jas hujan di tengah badai kehidupan. Ketika sahabat atau anggota keluarga menghadapi badai, Anda saling melindungi. Orang-orang yang berkomitmen satu sama lain akan saling menjaga ketika badai datang.

Pengkhotbah 4:9–10 mengingatkan: "Berdua lebih baik dari pada seorang diri,... kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!"

Hidup membawa berbagai macam badai. Terkadang badai itu berupa masa-masa perubahan; di lain waktu, badai hadir sebagai pengaruh yang merugikan. Dalam semua situasi itu, Anda dipanggil untuk melindungi orang-orang yang Anda kasihi.

Namun, badai yang paling menyakitkan adalah penolakan. Ketika seorang sahabat, anak atau pasangan merasa ditolak, Anda—bersama orang-orang terdekat lainnya—perlu berdiri di sekeliling mereka dan menjadi jas hujan yang melindungi di tengah badai tersebut.

Bertahun-tahun yang lalu, anak sulung saya, Amy, masih duduk di bangku SMA. Ia mengikuti seleksi pemandu sorak dan berlatih dengan sungguh-sungguh. Pada akhirnya, teman-temannya diterima, tetapi ia tidak. Penolakan itu sangat melukai hatinya.

Ketika pulang ke rumah, ia berlari ke kamarnya, masuk ke dalam lemari, duduk di lantai dan menangis tersedu-sedu. Semua anggota keluarga mendengar tangisannya. Satu per satu, tanpa direncanakan, kami masuk ke kamarnya, duduk di lantai di dalam lemari itu, dan menangis bersamanya.

Kami tidak memberinya nasihat—ia tidak membutuhkannya. Kami tidak berkata, "Jangan khawatir, itu bukan masalah besar." Bagi Amy, itu adalah masalah besar. Kami juga tidak berkata, "Jangan menangis." Itu bukan respons yang penuh empati bagi seseorang yang sedang berduka. Sebaliknya, selama sekitar tiga puluh menit, kami hanya duduk di sana dan menangis bersamanya.

Keluarga kami tidak pernah melupakan pengalaman itu. Mengapa? Karena pada saat itu, kami menjadi jas hujan bagi Amy. Kami melindunginya di tengah badai. Ketika salah satu dari kami terluka, kami tidak meremehkannya, tidak mencoba mengalihkannya, dan tidak memaksanya untuk segera merasa lebih baik. Kami hanya hadir dan berbagi air mata.

Renungkan :

- Mengapa seseorang seharusnya merasakan dukungan terbesar justru dari keluarganya?

- Ketika seorang anak atau orang terdekat Anda mengalami penolakan, apa reaksi Anda biasanya? Menurut Anda, apa respons yang penuh kasih dan sesuai dengan Alkitab?

- Dalam hal apa Anda terkadang mencoba "membujuk" orang lain agar tidak merasa terluka atau ditolak? Mengapa sikap ini justru dapat melukai mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 14; Matius 26:51-75
___________
Keluarga yang sehat—baik keluarga biologis, keluarga adopsi, maupun keluarga rohani—saling melindungi di tengah badai kehidupan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Relationships Are like a Raincoat in Life's Storms - Daily Hope with Rick Warren - February 15, 2026

"Two are better off than one. . . . If one of them falls down, the other can help him up. But if someone is alone and falls, it's just too bad, because there is no one to help him." Ecclesiastes 4:9-10 (GNT)
---------------------
Relationships are like a raincoat during the storms of life. When friends or family members go through a storm, you help each other. People committed to one another protect each other in the storm.

Ecclesiastes 4:9-10 says, "Two are better off than one. . . . If one of them falls down, the other can help him up. But if someone is alone and falls, it's just too bad, because there is no one to help him" (GNT).

Life brings all kinds of storms, and you'll need to protect your loved ones through them. Sometimes those storms are seasons of change; other times they come as harmful influences.

But the most painful storm of all is rejection. When your friend, your child, or your spouse feels rejected, you—and others close to them—need to rally around them and act as a raincoat in the storm.

Many years ago, my oldest child, Amy, was in high school. She tried out to be a cheerleader. She went to practice after practice for the tryouts. Eventually, her friends got accepted, but she was rejected—and it broke her heart. When she came home, she ran into her room, went into her closet, sat down on the floor, and burst into tears.

Everyone in our family could hear Amy crying. And one by one, all on our own, we ended up walking into her room, sitting down on the floor in her closet, and crying with her.

We didn't give her any advice; she didn't need advice. We didn't say, "Don't worry. It's not a big deal." It was a big deal! We didn't say, "Don't cry!" That's an insensitive thing to say to somebody who's grieving. Instead, we all sat there for about 30 minutes and just cried with her.

Our family will never forget that experience. Why? Because, at that point, we were being a raincoat for Amy. We were being storm catchers. We were being protectors. Somebody in our family had been hurt, and we weren't demeaning it. We weren't trying to talk her out of it. We weren't trying to cheer her up. We just wept with her.

Awesome families—biological, adoptive, and spiritual—protect each other in the storm.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar