11 Februari 2026
Bacaan Hari ini:
Roma 12:9–10 "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."
----------------
Pernikahan yang kuat membawa kebaikan bagi semua orang. Pernikahan seperti ini tidak hanya memberkati mereka yang menjalaninya, tetapi juga membantu menguatkan komunitas dan masyarakat di sekitarnya.
Sepanjang sejarah, pernikahan telah menjadi fondasi utama setiap masyarakat dan kebudayaan. Ketika pernikahan-pernikahan kuat, bangsa-bangsa pun menjadi kuat. Sebaliknya, ketika pernikahan dan keluarga melemah, budaya dan masyarakat ikut merosot.
Pernikahan yang sehat juga memberi dampak bagi orang-orang di sekitarnya. Melalui hubungan ini, Allah membentuk karakter Anda—mengajar Anda untuk hidup tidak mementingkan diri sendiri dan belajar mengasihi dengan sungguh. Jika Anda menikah, tidak ada relasi lain yang memiliki pengaruh sebesar pernikahan terhadap pembentukan hidup Anda.
Namun jika Anda belum menikah, Allah tetap sedang bekerja membentuk karakter Anda melalui relasi-relasi lain. Anda tidak dikecualikan. Pribadi lajang yang hidup benar dan berfokus pada sesama memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang sehat. Bahkan, dalam beberapa hal, mereka dapat menjalankan peran yang tidak selalu dapat dilakukan oleh pasangan menikah.
Hidup ini adalah ruang pembelajaran untuk mengasihi. Belajar mengasihi adalah hal terpenting yang dapat Anda lakukan, karena Allah adalah kasih dan Ia rindu Anda menjadi serupa dengan-Nya—menjadi semakin seperti Yesus Kristus. Allah ingin membangun karakter Anda, baik Anda menikah maupun tidak.
Jika Anda menikah, salah satu alat utama yang Allah gunakan untuk membentuk karakter Kristus dalam diri Anda adalah pasangan Anda. Setiap hari, Allah memberi Anda banyak kesempatan untuk memikirkan kebutuhan orang lain lebih dahulu daripada kebutuhan diri sendiri.
Alkitab menasihatkan: "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat." (Roma 12:9–10).
Apakah prinsip ini Anda hidupi dalam pernikahan Anda? Sebelum menikah, seseorang mungkin merasa sudah memahami arti kasih. Namun seiring waktu, kasih itu nyata dalam hal-hal sederhana: melakukan tugas rumah, memperhatikan hal kecil, dan menempatkan pasangan lebih dahulu. Kasih sejati diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Karena itu, "kasihilah dengan tulus dan saling mendahului dalam memberi hormat." Ketika Anda hidup dengan cara ini, Anda akan bertumbuh semakin serupa dengan Kristus. Hasilnya bukan hanya pernikahan yang lebih kuat, tetapi juga masyarakat yang lebih sehat bagi semua orang.
Renungkan :
- Dalam hal apa Anda pernah melihat pernikahan yang kuat membawa dampak positif bagi lingkungan atau masyarakat sekitar?
- Baik Anda menikah maupun tidak, relasi apa yang saat ini Allah pakai untuk membentuk karakter Anda? Apa yang sedang Anda pelajari tentang mengasihi dan menghormati sesama?
- Hari ini, cobalah untuk lebih dahulu menunjukkan kasih dan hormat kepada pasangan Anda. (Jika Anda belum menikah, terapkan prinsip yang sama kepada anggota keluarga, teman serumah, atau rekan kerja.) Apa dampaknya?
Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 8-10; Matius 25:31-46
_______________
Pernikahan yang sehat memberi dampak bagi orang-orang di sekitarnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Strong Marriages Benefit Everyone - Daily Hope with Rick Warren - February 11, 2026
"Love sincerely. . . . Hold on to what is good. Be devoted to each other like a loving family. Excel in showing respect for each other." Romans 12:9-10 (GW)
------------------
Strong marriages are good for everyone. They benefit those who are part of those relationships and even help strengthen whole communities.
Throughout history, marriage has been the fundamental building block of every society and culture. When marriages have been strong, nations have been strong. When marriages and families weaken, cultures decline.
Healthy marriages also benefit the people around them. God uses these relationships to shape your character, helping you learn how to be unselfish and loving. And if you get married, no other relationship will have a greater impact on your life.
If you're not married, God can still use and will use other people to build your character. You're not off the hook! Single people who are godly and others-focused play a critical role in flourishing cultures. In fact, sometimes they play roles that married couples can't.
Life is a laboratory for learning how to love. Learning to love is the most important thing you can do because God is love, and he wants you to become like him. He wants to make you like Jesus Christ. He wants to build your character—and he wants to do that whether or not you're married.
If you're married, one tool God uses in your life to build Christ-like character is your spouse. Every day, he gives you hundreds of opportunities to think about the other person's needs instead of your own.
The Bible says, "Love sincerely. . . . Hold on to what is good. Be devoted to each other like a loving family. Excel in showing respect for each other" (Romans 12:9-10 GW).
Do you do that in your marriage? Before I got married so many years ago, I really thought I knew how to love a woman. But I knew nothing about love! Now, after 50 years of marriage, I know that love washes the dishes. I know that love takes out the garbage. I know that love puts the other person first.
So, "Love sincerely. . . . Excel in showing respect for each other" so that you grow to be more like Christ. It will lead to a stronger relationship for you and a stronger society for everyone.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar