Sabtu, 28 Februari 2026

Rencana Tuhan bagi Gereja-Nya

01 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Efesus 1:4–5 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya"
-----------------
Alasan utama Tuhan menciptakan alam semesta adalah karena Ia menginginkan sebuah keluarga—dan keluarga itu adalah gereja. Gereja adalah bagian dari rencana kekal Tuhan.

Tahukah Anda bahwa sebelum Tuhan menciptakan dunia, Ia sudah memikirkan Anda? Ini menunjukkan betapa berharganya Anda di hadapan Tuhan dan betapa besar kasih-Nya kepada Anda.

Bagaimana kita mengetahui bahwa sesuatu sangat berharga bagi seseorang? Kita dapat melihatnya dari harga yang bersedia ia bayar. Yesus Kristus menyerahkan nyawa-Nya bagi gereja. Ketika seseorang rela memberikan hidupnya, itu menunjukkan nilai yang sangat besar.

Sejak semula, rencana Tuhan yang tidak berubah adalah menggenapi tujuan-Nya melalui gereja—bukan melalui bangsa, pemerintahan atau organisasi dunia. Semua lembaga dunia bersifat sementara, tetapi gereja memiliki tujuan kekal. Gereja adalah bagian dari rencana Tuhan yang akan berlangsung selamanya.

Saat ini, ada miliaran orang percaya di seluruh dunia. Ini menunjukkan bahwa gereja adalah keluarga besar yang dipersatukan oleh kasih Tuhan. Alkitab berkata, "Kita mengasihi karena Tuhan lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yohanes 4:19).

Sungguh merupakan suatu kehormatan besar untuk menjadi bagian dari keluarga Tuhan. Anda dipanggil untuk hidup dalam kasih-Nya dan mengambil bagian dalam rencana-Nya melalui gereja.

Renungkan :

- Bagaimana perasaan Anda mengetahui bahwa Tuhan telah memikirkan Anda bahkan sebelum dunia diciptakan?

- Dalam hal apa Tuhan sedang memakai hidup Anda untuk menggenapi rencana-Nya melalui gereja?

- Bagaimana kasih Tuhan mendorong Anda untuk melayani dan mengasihi orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 20-22; Markus 7:1-13
____________
Yesus Kristus menyerahkan nyawa-Nya bagi gereja. Ketika seseorang rela memberikan hidupnya, itu menunjukkan nilai yang sangat besar.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========

God's Plans for His Church  - Daily Hope with Rick Warren - March 01, 2026

"Long ago, even before he made the world, God chose us to be his very own through what Christ would do for us. . . . His unchanging plan has always been to adopt us into his own family by sending Jesus Christ to die for us." Ephesians 1:4-5 (TLB)
-------------------
The whole reason God created the universe is because he wanted a family—and that family is the church. His church is the only reason the universe exists.

Did you know that before God thought of the universe, he thought of you? That's how valuable you are; that's how much you matter to God.

How can you tell something is really valuable to someone? By looking at what they're willing to pay for it. Christ died for the church. When someone's willing to give their life for something, it has incredible value.

The Living Bible paraphrase says, "Long ago, even before he made the world, God chose us to be his very own through what Christ would do for us. . . . His unchanging plan has always been to adopt us into his own family by sending Jesus Christ to die for us" (Ephesians 1:4-5).

Long before God made the world, his unchanging plan has been to accomplish his purposes through the church—not through nations, governments, or corporations. Earthly institutions are temporary, and they're not big enough to tackle all the global problems. Only the church is big enough. And only the church will last forever.

Let's put this in perspective. It's estimated there are about 2.6 billion Christians in the world today. That's more people than live in China, the world's most populous country.

So, not only does the church have the greatest participation on the planet, but it also has the highest motivation: God's love. 1 John 4:19 says, "We love because he first loved us" (NIV).

Isn't it incredible to know that the church, the whole reason God created the universe, is motivated by God's love? That's just another reason why there is no greater privilege than to be part of God's family.


Jumat, 27 Februari 2026

MEMIKUL=====> APA.....?


Beban apa yg  ada dalam pundak anda saat ini ? Apakah  beban *Memikul Salib* atau beban *Memikul mencintai diri sendiri* ?. Atau.....beban mana yg lebih berat menurut anda, dari gambar diatas itu ☝️ Mencintai diri sendiri itu , ciri2nya adalah : * Takut Kehilangan * Kuatir masa depan * Cemas terhadap berita2 negatif * Tidak bisa berdamai dgn diri sendiri * Selalu iri dan cemburu thd keberhasilan orang lain * Membandingkan dirinya dgn orang lain * Mengejar pencapaian diri * Selalu fokus kpd diri sendiri baik kekurangan atau kelebihannya * Selalu ber orientasi kpd diri sendiri Ciri2 pikul Salib: * Menyenangkan Hati Tuhan * Fokus dan ber orientasi thd Misi Bapa * Mengejar perkenanan Tuhan * Melakukan pekerjaan baik utk tubuh Kristus * Melayani Tuhan dgn  karunia dan talenta yg Tuhan beri Jadi, silahkan di jawab dan direnungkan dengan jujur ya, saat ini beban apa yg sedang anda pikul / gendong setiap hari itu...❓ Jangan salah pikul beban ya...😉

Misi Tuhan bagi Hidup Anda

28 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 17:18 "Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia"
----------------
Jika Anda adalah pengikut Yesus Kristus, Tuhan telah memberikan sebuah misi bagi hidup Anda. Anda tidak hidup hanya untuk menjalani rutinitas, mengejar tujuan pribadi, atau sekadar menjalani kehidupan. Anda memiliki panggilan khusus dari Tuhan.

Ketika Anda menjadi bagian dari keluarga Tuhan, tujuan hidup Anda berubah. Hidup Anda tidak lagi berpusat pada diri sendiri, tetapi pada rencana dan kehendak Tuhan. Anda dipanggil untuk mengambil bagian dalam misi-Nya di dunia ini.

Sejak awal, Tuhan memiliki rencana untuk membangun keluarga-Nya. Ia menciptakan dunia dan manusia karena Ia mengasihi manusia dan ingin mereka mengenal serta hidup bersama-Nya. Misi yang dahulu diberikan kepada Yesus, sekarang juga dipercayakan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Tuhan ingin Anda menjadi alat-Nya untuk menyatakan kasih dan kebenaran-Nya kepada orang lain. Misi ini dimulai dari orang-orang terdekat Anda—keluarga, teman dan lingkungan sekitar—dan juga menjangkau dunia yang lebih luas.

Alkitab berkata, "Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi" (Yesaya 49:6). Ini menunjukkan bahwa Tuhan ingin memakai hidup Anda untuk membawa terang dan harapan bagi orang lain.

Panggilan ini bukan hanya untuk pendeta atau misionaris, tetapi untuk setiap orang yang menjadi bagian dari keluarga Tuhan. Tuhan ingin memakai hidup Anda, di mana pun Anda berada.

Renungkan :

- Dalam hal apa Anda dapat mulai menjalankan misi Tuhan dalam kehidupan sehari-hari?

- Siapa saja di sekitar Anda yang dapat Anda jangkau dengan kasih dan kebenaran Tuhan?

- Apa yang perlu Anda serahkan kepada Tuhan agar Anda dapat lebih siap menjalankan misi-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 17-19; Markus 6:30-56
___________
Ketika Anda bersedia hidup sesuai dengan misi Tuhan, hidup Anda akan memiliki makna yang lebih dalam dan tujuan yang kekal.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
God's Mission for You - Daily Hope with Rick Warren - February 28, 2026

"In the same way that you gave me a mission in the world, I give them a mission in the world." John 17:18 (MSG)
-------------------
If you are a follower of Jesus Christ, God has given you a mission in this world. You're not here just to take up space; you're not here just to strive after your own personal goals.

You have an assignment from God himself. Once you're in God's family, your life changes. You have a new reason for living. Your life isn't about you anymore; it's about God's mission.

God's mission for you fits into his mission for all of history. God created everything in the universe because he wanted a family. He didn't need earth. He didn't need the other planets. He didn't need the stars. He created all of it because he knew some of the people he created would willingly choose to be part of his family.

The mission that God first gave Jesus he now gives to the body of Christ—the church. Once you know Jesus, you have to go tell your friends and family about him! But you can't stop there. God has never made anyone he doesn't want saved. He loves everyone—across the entire globe.

God wants you to live out his mission everywhere: in your family, your community, and the world. His mission for your life is both global and local. The Bible says, "Now the Lord says to me, 'It isn't enough for you to be merely my servant. You must do more than lead back survivors from the tribes of Israel. I have placed you here as a light for other nations; you must take my saving power to everyone on earth'" (Isaiah 49:6 CEV).

That's God's plan for the world. That's his mission for you. He wants everyone on earth to know him. And he wants to use you to make that happen.

God's words in Isaiah aren't just for missionaries or pastors. If you're in his family, he gave his mission to you!

"SEMAKIN MERUNDUK"

Manusia sering merasa bangga dengan segala hal yang dimilikinya. 

Pekerjaan dan karier yg bagus.., 
harta dan kekayaan yang melimpah.., pangkat dan kedudukan yang tinggi.., 
prestasi dan gelar kesarjanaan yang dapat dibanggakan..., dlsbnya.

Semua itu seakan-akan membuat manusia jadi " terbang tinggi " dan enggan menginjakkan kakinya di bumi, 
dan semuanya  itu membuat orang jadi " lupa diri ".  

T a p i apakah bermegah dengan cara yang demikian, yang Tuhan inginkan? 

H e n d a k nya dengan segala berkat jasmani yg sudah kita peroleh diikuti juga dengan kekayaan Rohani , sehingga dengan hal itu kekayaan batiniahlah yang  kita miliki.

Kekayaan batiniah seperti itu akan membuat kita semakin rendah hati dan mawas diri, sehingga semua keberhasilan dan kesuksesan yang kita capai, akan kita kembalikan kepada-Nya.

Belajarlah seperti Padi ; semakin berisi.. Semakin merunduk...

     BE HUMBLE !


 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 
Have a Nice Day !
Selamat Pagi. Selamat Berakhir pekan bersama keluarga tercinta. Sehat dan Sukses selalu. GBU🙏🙏🙏

Kamis, 26 Februari 2026

Motivasi di Balik Ketaatan kepada Tuhan

27 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 15:14 "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."
--------------
Yesus berkata bahwa Anda adalah sahabat-Nya jika Anda melakukan apa yang Ia perintahkan. Ini menunjukkan bahwa ketaatan adalah bagian penting dari hubungan dengan Tuhan.

Anda tidak dapat mengatakan bahwa Anda mengasihi Tuhan, tetapi menjalani hidup tanpa memperhatikan kehendak-Nya. Ketaatan bukan sekadar tindakan luar, tetapi merupakan bukti dari kasih dan kepercayaan kepada Tuhan.

Banyak orang berpikir bahwa orang percaya menaati Tuhan karena takut atau terpaksa. Namun, alasan yang sesungguhnya berbeda. Orang percaya menaati Tuhan karena mereka menyadari bahwa Tuhan mengasihi mereka dan menghendaki yang terbaik bagi hidup mereka.

Tuhan tidak pernah memerintahkan sesuatu untuk membatasi Anda, tetapi untuk melindungi dan menuntun Anda. Ketika Anda memahami kasih Tuhan, ketaatan tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai respons kasih kepada-Nya.

Seiring Anda semakin mengenal Tuhan, Ia juga mengubah hati dan keinginan Anda. Hal-hal yang dahulu tampak menarik mungkin tidak lagi menjadi prioritas. Tuhan menolong Anda menginginkan apa yang benar dan baik.

Yesus berkata, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh." (Yohanes 15:9–11).

Ketaatan kepada Tuhan bukanlah jalan menuju kehilangan sukacita, tetapi justru jalan menuju sukacita yang sejati. Tuhan tidak menginginkan Anda menaati-Nya karena takut, tetapi karena kasih.

Renungkan :

- Apa yang memotivasi Anda untuk menaati Tuhan saat ini?

- Dalam hal apa Tuhan sedang mengubah hati dan keinginan Anda?

- Bagaimana Anda dapat menunjukkan kasih kepada Tuhan melalui ketaatan hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 15-16; Markus 6:1-29
____________
Ketika Anda hidup dalam kasih dan ketaatan kepada Tuhan, Anda akan mengalami damai sejahtera dan sukacita yang berasal dari-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Motivation Behind Obedience to God

February 27, 2026

Today's Reading:
John 15:14 "You are My friends, if you do what I command you."
--------------
Jesus said that you are His friend if you do what He commands. This shows that obedience is an important part of a relationship with God.

You cannot say that you love God, but live your life without regard for His will. Obedience is not just an outward act, but is evidence of love and trust in God.

Many people think that believers obey God because they are afraid or forced. However, the real reason is different. Believers obey God because they realize that God loves them and wants the best for their lives.

God never commands anything to limit you, but to protect and guide you. When you understand God's love, obedience no longer feels like a burden, but rather a loving response to Him.

As you get to know God better, He also changes your heart and desires. Things that once seemed interesting may no longer be a priority. God help you desire what is right and good.

Jesus said, "As the Father has loved Me, so I have loved you; abide in My love. If you keep My commandments, you will abide in My love, as I have kept My Father's commandments and abide in His love. I have spoken these things to you, so that My joy may be in you and your joy may be full." (John 15:9–11).

Obedience to God is not a path to loss of joy, but rather a path to true joy. God does not want you to obey Him out of fear, but out of love.

Think about it:

- What motivates you to obey God right now?

- In what ways is God changing your heart and desires?

-How can you show love for God through obedience today?

Bible Reading a Year:
Numbers 15-16; Mark 6:1-29
____________
When you live in love and obedience to God, you will ==> experience the peace and *joy that comes from Him

.(Translated from Daily Devotional by Rick Warren)


Rabu, 25 Februari 2026

Ciri Kepribadian Orang yang Miliki Tulisan Tangan Sangat Rapi

https://www.beautynesia.id/life/5-ciri-kepribadian-orang-yang-miliki-tulisan-tangan-sangat-rapi/b-315980

Lapor SPT Pakai Coretax Form, WP Orang Pribadi Harus Penuhi 3 Kriteria

https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1817576/lapor-spt-pakai-coretax-form-wp-orang-pribadi-harus-penuhi-3-kriteria

Apakah Anda Mengasihi Apa yang Tuhan Kasihi?

26 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
1 Timotius 6:21 "karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman."
----------------
Kunci untuk memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan adalah menentukan siapa yang paling Anda utamakan dalam hidup Anda.

Anda tidak dapat menjadikan semua orang sebagai sahabat terdekat. Anda harus memilih siapa yang paling Anda ingin dekati. Demikian juga, jika Anda ingin menjadi sahabat Tuhan, Anda perlu menjadikan hubungan dengan-Nya sebagai prioritas utama.

Banyak orang mengetahui banyak hal tentang dunia ini. Mereka mengetahui berita terbaru, hiburan, dan berbagai informasi lainnya. Namun, mereka tidak mengenal Tuhan. Padahal, mengenal Tuhan adalah hal yang paling penting dalam hidup.

Alkitab mengingatkan bahwa ketika seseorang lebih mengasihi nilai-nilai dunia daripada Tuhan, ia menjauh dari hubungan dengan Tuhan (Yakobus 4:4). Mengasihi dunia di sini berarti mengutamakan hal-hal seperti materi, popularitas, kedudukan, dan kesenangan, melebihi hubungan dengan Tuhan.

Dunia sering mengajarkan untuk mengejar penampilan, keberhasilan, dan pengakuan. Namun Tuhan melihat sesuatu yang berbeda. Tuhan tidak terutama melihat penampilan atau status Anda. Tuhan melihat hati dan karakter Anda.

Tuhan mengasihi manusia, dan Ia ingin Anda juga mengasihi manusia. Jika Anda ingin menjadi sahabat Tuhan, Anda perlu belajar mengasihi apa yang Tuhan kasihi dan menghargai apa yang Tuhan hargai.

Semakin Anda menyelaraskan hati Anda dengan hati Tuhan, semakin dekat hubungan Anda dengan-Nya.

Renungkan

- Bagaimana Anda menggambarkan hubungan Anda dengan Tuhan saat ini?

- Apa yang selama ini lebih Anda utamakan daripada hubungan Anda dengan Tuhan?

- Nilai-nilai apa yang Tuhan anggap penting, dan bagaimana Anda dapat mulai menjalaninya dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 12-14; Markus 5:21-43
_____________
Hari ini, Anda dapat mengambil langkah sederhana: pilih untuk menghargai apa yang Tuhan anggap penting.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Do You Love What God Loves? - Daily Hope with Rick Warren - February 26, 2026

"Some of these people have missed the most important thing in life—they don't know God." 1 Timothy 6:21 (TLB)
------------------
The key to a friendship with God is deciding whose friendship you want most.

You don't have time for everyone to be your best friend. You've got to decide who you most want to be your closest friend.

The Living Bible paraphrase says, "Some of these people have missed the most important thing in life—they don't know God" (1 Timothy 6:21).

They know all the baseball scores. They know the stock market quotes. They know the top 10 songs. They know who's in and who's out in every soap opera. But they don't know God. They've missed the most important thing in life!

If you're not a friend of God, it means you care about something else more. James 4:4 says, "You should know that loving the world is the same as hating God. Anyone who wants to be a friend of the world becomes God's enemy" (NCV).

When James writes "loving the world," he means loving the value system of the world. God wants you to love people, but that doesn't mean you have to love the world's value system.

It's so easy to get caught up in the distractions of life. And when you're distracted by loving the world's value system, there's not much room to love people. Instead, you love materialism. You love pleasure. You love popularity. You love prestige. You love passion, possessions, and position.

But God loves people. And he wants you to love them too. One way to show your love of others is by taking an interest in their interests. In other words, what is important to you becomes important to me (always within the context of biblical truth).

That's how you show your love of God too. If you're going to be a friend of God, then you've got to care about what he cares about and stop caring about the things he doesn't care about. God doesn't care about your image. He's not interested in your status. He's interested in your character—not how you look but who you are.

Are you ready to take a practical step toward friendship with God? Choose to value what he values.


Selasa, 24 Februari 2026

TAHUN BARU IMLEK JADI HARI LIBUR DUNIA

Perserikatan Bangsa-Bangsa Resmi Mengumumkan: Tahun Baru Imlek Menjadi Hari Libur Global!
"Ekspor budaya" Tiongkok yang paling luar biasa

Dari Tahun Baru versi Tiongkok, kini menjadi perayaan Tahun Baru bersama dunia.
Disahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, disetujui secara bulat oleh 193 negara—inilah wujud sejati kepercayaan diri budaya.

Pada hari pertama Tahun Baru Imlek, sebuah kabar yang benar-benar membanggakan bangsa Tiongkok menyebar ke seluruh dunia:
Tahun Baru Imlek resmi ditetapkan sebagai hari libur terapung PBB.

Bukan sekadar perayaan yang ditiru oleh segelintir negara,
bukan pula sekadar hiburan komunitas Tionghoa di luar negeri.
Ini adalah keputusan yang disetujui oleh 193 negara anggota tanpa satu pun penolakan.
Ini berarti kantor pusat PBB tidak menjadwalkan rapat, dan staf berhak mengambil cuti.
Bahkan Sekretaris Jenderal António Guterres secara langsung menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek Tahun Kuda.

Dalam semalam,
Tahun Baru Tiongkok berubah menjadi Tahun Baru Dunia.

Banyak orang belum sepenuhnya menyadari bobot peristiwa ini.
Ini bukan sekadar soal "libur",
melainkan pengakuan tertinggi dunia terhadap budaya Tiongkok.

Dulu, Imlek hanyalah kerinduan kampung halaman bagi masyarakat Tionghoa;
kini, Imlek adalah hari raya internasional yang diakui PBB.
Dulu, kita mengagumi bagaimana perayaan negara lain mendunia;
kini, tradisi kita sendiri diterima dunia dengan penuh penghormatan.

Di balik semua ini, terdapat tiga kenyataan yang menusuk sekaligus membangkitkan semangat:

1. Bukan ikut-ikutan, dunia memang membutuhkan "Tahun Baru Tiongkok"

Imlek berbicara tentang kebersamaan, keharmonisan, harapan, dan awal yang baru.
Ini bukan sekadar sentimen satu bangsa, melainkan resonansi seluruh umat manusia.
Dalam resolusi PBB dinyatakan secara tegas:
Imlek mencerminkan nilai-nilai universal umat manusia.

Di saat dunia dilanda kelelahan, konflik berkepanjangan, dan kegelisahan batin,
kehangatan, inklusivitas, dan doa-doa baik dalam Imlek
justru menjadi hal yang paling langka dan paling dibutuhkan di zaman ini.

Bukan karena kita memaksakan pengaruh,
melainkan karena dunia dengan sendirinya memilih untuk merangkulnya.

2. Hampir 20 negara menetapkan libur resmi—Imlek telah benar-benar "mengglobal"

Hingga tahun 2026,
hampir 20 negara di dunia telah menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional.
New York, London, Sydney, Tokyo…
lebih dari 50 kota di dunia bersinar dengan warna merah Tiongkok.
Tarian naga dan barongsai, lampion, amplop merah—
bahkan orang asing pun merayakannya dengan penuh antusias.

Dulu, kita "berlibur ke luar negeri saat Imlek";
kini, di dalam negeri kita merayakan Imlek bersama seluruh dunia.

3. Kekuatan tertinggi adalah ketika budaya dihormati

Kepercayaan diri sebuah negara besar
bukan terletak pada seberapa keras suaranya,
melainkan pada apakah tradisi, hari raya, dan estetikanya
dihormati, diteladani, dan diakui secara sukarela oleh dunia.

Masuknya Imlek ke dalam daftar hari libur PBB
jauh lebih meyakinkan daripada tren apa pun di media sosial:
budaya Tiongkok sedang menaklukkan dunia dengan cara yang lembut.

Tahun ini, kita dapat dengan bangga mengatakan:
yang kita rayakan bukan sekadar Tahun Baru Tiongkok,
melainkan hari raya global yang diakui PBB dan dirayakan serentak oleh dunia.

Dari kebersamaan satu keluarga,
menjadi cahaya ribuan rumah,
hingga perayaan bersama seluruh dunia—
inilah kisah Tiongkok yang paling romantis sekaligus paling kuat.

Bagaimana Bertumbuh dalam Hubungan engan Tuhan


25 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 25:14 "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."
--------------------
Jika Anda ingin memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, Anda perlu belajar untuk memperlambat langkah dan menyediakan waktu khusus bersama-Nya.

Hubungan dengan Tuhan sama seperti hubungan persahabatan lainnya. Persahabatan membutuhkan waktu. Jika Anda tidak pernah meluangkan waktu untuk seseorang, hubungan itu tidak akan bertumbuh. Demikian juga, jika Anda ingin Tuhan menjadi sahabat terdekat Anda, Anda perlu memberikan waktu terbaik Anda kepada-Nya.

Alkitab berkata, "Diamlah dan ketahuilah bahwa Aku adalah Allah" (Mazmur 46:10). Untuk mengenal Tuhan lebih dalam, Anda perlu belajar untuk diam di hadapan-Nya.

Salah satu cara praktis untuk melakukannya adalah dengan memiliki waktu khusus setiap hari bersama Tuhan. Dalam waktu itu, Anda dapat membaca firman-Nya, berdoa dan membuka hati Anda kepada-Nya.

Mazmur 25:14 mengatakan bahwa Tuhan menyatakan diri-Nya kepada orang-orang yang menghormati Dia. Ini berarti Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari dan meluangkan waktu bersama-Nya.

Anda tidak akan mengenal Tuhan secara mendalam hanya dengan menghadiri ibadah. Hubungan yang dekat dengan Tuhan bertumbuh ketika Anda berbicara kepada-Nya secara pribadi dan mendengarkan suara-Nya melalui Firman-Nya.

Anda tidak perlu menggunakan kata-kata yang sulit. Anda dapat berbicara kepada Tuhan dengan sederhana dan jujur. Sampaikan isi hati Anda, lalu belajarlah untuk diam dan mendengarkan.

Ketika Anda meluangkan waktu bersama Tuhan, Anda akan mulai merasakan kasih, damai sejahtera dan tuntunan-Nya dalam hidup Anda.

Renungkan :

- Apa saja hal yang sering mengalihkan perhatian Anda dari waktu bersama Tuhan?

- Apa yang dapat Anda lakukan untuk menyediakan waktu khusus bersama Tuhan setiap hari?

- Bagaimana hidup Anda dapat berubah jika Anda semakin dekat dengan Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 9-11; Markus 5:1-20
___________
Mulailah hari ini. Perlambat langkah Anda, datang kepada Tuhan dan berikan waktu Anda kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How to Grow Your Relationship with God - Daily Hope with Rick Warren - February 25, 2026

"Friendship with God is reserved for those who reverence him. With them alone he shares the secrets of his promises." Psalm 25:14 (TLB)
----------------
If you want to build a deep relationship with God, you have to slow down and be quiet.

Friendship with God is like any other friendship—you have to make time for it. If you don't make time for your human friends, they're not really your friends. You make time for your friends. If God is going to be your best friend, you've got to give him your best time.

The Bible says, "Be still, and know that I am God" (Psalm 46:10 NIV).

To know God better, you have to be still. And a great way to be still with God is by having a daily quiet time with him.

The Living Bible paraphrase says, "Friendship with God is reserved for those who reverence him. With them alone he shares the secrets of his promises" (Psalm 25:14).

Many people don't know God. They haven't experienced his love. They don't know why he does what he does. Yet the Bible says that friendship with God is reserved for those who reverence him—in other words, those who slow down and spend time with him.

What would a friendship be like if you never invested your time in it? Friendships need attention. You will never know God intimately if you only go to church services.

You've got to read God's Word and ask him, "God, is there anything you want to say to me?" You don't have to use any fancy phrases or words. Just talk to him authentically. And then listen!

The Message paraphrase says it like this: "When you come before God, don't turn that into a theatrical production. . . . Find a quiet, secluded place so you won't be tempted to role-play before God. Just be there as simply and honestly as you can manage. The focus will shift from you to God, and you will begin to sense his grace" (Matthew 6:5-6).

Slow down today, focus on God, and listen as he speaks to you about his grace.


Senin, 23 Februari 2026

Menjadikan Tuhan Prioritas Utama

24 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus"
----------------
Anda tidak akan bertumbuh dekat dengan Tuhan secara kebetulan. Kedekatan dengan Tuhan terjadi ketika Anda menjadikan Dia prioritas utama dalam hidup Anda.

Rasul Paulus berkata bahwa tidak ada yang lebih berharga daripada mengenal Kristus. Ia bahkan rela melepaskan segala sesuatu, karena ia menyadari bahwa hubungan dengan Tuhan jauh lebih berharga daripada apa pun di dunia ini.

Pertanyaannya adalah: apakah Anda juga menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama setiap hari?

Kedekatan Anda dengan Tuhan bergantung pada pilihan Anda sendiri. Anda sedekat dengan Tuhan sejauh Anda memilih untuk mendekat kepada-Nya. Jika Anda merasa jauh dari Tuhan, bukan Tuhan yang menjauh. Tuhan tetap dekat. Anda hanya perlu kembali menjadikan Dia prioritas dalam hidup Anda.

Mengenal dan mengasihi Tuhan adalah kehormatan terbesar dalam hidup manusia. Dan mengetahui bahwa Tuhan mengenal dan mengasihi Anda adalah sumber sukacita dan kekuatan yang sejati.

Sering kali, apa yang paling penting bagi seseorang terlihat dari apa yang paling sering ia bicarakan. Jika seseorang paling menghargai pekerjaannya, ia akan sering membicarakan pekerjaannya. Jika seseorang paling menghargai harta atau pengalaman, itulah yang akan menjadi fokus pembicaraannya.

Firman Tuhan berkata dalam Yeremia 9:23–24 bahwa yang patut dibanggakan bukanlah kekuatan, kekayaan atau hikmat manusia, melainkan bahwa seseorang mengenal Tuhan.
Inilah yang paling penting dalam hidup: mengenal Tuhan.

Tuhan yang menciptakan Anda mengasihi Anda dan rindu memiliki hubungan yang dekat dengan Anda.

Renungkan :

- Apa yang perlu Anda ubah agar Tuhan benar-benar menjadi prioritas utama dalam hidup Anda?

- Jika orang lain melihat hidup Anda, apa yang mereka anggap paling penting bagi Anda?

- Langkah apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk semakin mendekat kepada Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 7-8; Markus 4:21-41
__________
Ketika Anda menjadikan Tuhan prioritas utama, Anda akan menemukan damai sejahtera, arah hidup dan kekuatan yang sejati.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
"Making God Your Priority* - Daily Hope with Rick Warren - February 25, 2026

"Everything else is worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord. For his sake I have discarded everything else, counting it all as garbage, so that I could gain Christ." Philippians 3:8 (NLT)
-------------------
You're never going to become a friend of God in your spare time. To become his friend, you have to make knowing him your number one priority.

Paul says it like this: "Everything else is worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord. For his sake I have discarded everything else, counting it all as garbage, so that I could gain Christ" (Philippians 3:8 NLT).

So let me ask you: Are you doing that? Are you seeking God with all your heart each day?

Remember: You are as close to God as you choose to be. Becoming a friend of God starts when you decide that's what you want.

If you feel far from God, think about who moved. It wasn't God. And you can't blame anyone else, not your spouse, your parents, or your kids. It's simply that you didn't make him your number one priority.

Knowing and loving God is humanity's greatest privilege. And being known and being loved by God is our greatest pleasure.

I've noticed that you can tell what's important to people by what they brag about. If their kids are most important, they brag about their kids. If their job is the most important thing in their life, they brag about their job. If travel and having experiences are most important, that's what they talk about. If partying or buying new clothes is what you talk about most, guess what you value most? You brag about what you value most.

God says in Jeremiah 9:23-24, "The wise should not boast of their wisdom, nor the strong of their strength, nor the rich of their wealth. If any want to boast, they should boast that they know and understand me" (GNT).

Knowing God is what matters most—it's what life is all about. The God of the universe loves you and wants to have a relationship with you. And getting close to him will give you peace and perspective. That's good news!


Minggu, 22 Februari 2026

Dampak Ketakutan dalam Hubungan

23 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 4:18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."
--------------------
Apakah hubungan Anda dipenuhi oleh rasa aman atau oleh rasa takut?

Banyak orang mengalami pergumulan yang sama: mereka ingin memiliki hubungan yang dekat dengan orang lain, tetapi pada saat yang sama mereka takut untuk membuka diri. Mereka merindukan kedekatan, tetapi takut ditolak, disakiti atau tidak diterima.

Ketakutan sering kali menciptakan keinginan untuk mengendalikan dalam hubungan. Ketika seseorang merasa tidak aman, ia berusaha mengontrol keadaan atau orang lain. Namun pada saat yang sama, ia juga tidak ingin dikendalikan. Akibatnya, hubungan dipenuhi ketegangan dan kedekatan menjadi sulit terbangun.

Jika ketakutan merusak hubungan, maka kasihlah yang membangunnya.

Alkitab berkata bahwa kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Kasih memindahkan fokus dari diri sendiri kepada orang lain. Ketika Anda lebih fokus mengasihi daripada melindungi diri sendiri, ketakutan mulai kehilangan kuasanya.

Sering kali ketakutan muncul karena seseorang merasa harus membuktikan dirinya atau takut dinilai oleh orang lain. Namun ketika Anda memahami bahwa Tuhan mengasihi Anda sepenuhnya, Anda tidak lagi perlu hidup dalam ketakutan atau berusaha mendapatkan penerimaan manusia.

Kasih Tuhan memberi rasa aman. Ketika Anda yakin akan kasih-Nya, Anda menjadi bebas untuk mengasihi orang lain tanpa rasa takut. Anda tidak lagi bergantung pada penilaian orang lain, karena identitas dan nilai diri Anda sudah aman di dalam Tuhan.

Renungkan :

- Ketakutan apa yang selama ini menghalangi Anda untuk membuka hati kepada orang lain?

- Dalam hubungan apa Anda pernah merasakan rasa aman dan penerimaan yang tulus?

- Bagaimana pemahaman tentang kasih Tuhan dapat menolong Anda membangun hubungan yang lebih sehat?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 4-6; Markus 4:1-20
____________
Kasih Allah membebaskan Anda untuk membangun hubungan yang sehat, terbuka dan penuh damai.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
*l"Love has no fear, because perfect love expels all fear. If we are afraid . . . this shows that we have not fully experienced his perfect love." 1 John 4:18 (NLT)
--------------
Are your relationships characterized by freedom or by fear?

If you're like most people, you find yourself in a dilemma: You long to be close to other people, but you also fear being close. You want the freedom of intimacy with others, but you're also scared to death of it.

Fear often causes a battle for control in relationships. When you're afraid, you're insecure. And insecurity makes you try to control others—and resist efforts to be controlled! As a result, you can't get close to other people because you're just battling back and forth for control. So insecurity prevents intimacy and destroys your relationships.

If insecurity destroys relationships, then what builds them? Love! Love builds relationships.

The Bible says in 1 John 4:18, "Love has no fear, because perfect love expels all fear. If we are afraid . . . this shows that we have not fully experienced his perfect love" (NLT).

Love expels fear by taking the focus off of you and putting it on others. People often ask me, "Do you ever get nervous when you're talking to a lot of people?" The answer is, "Of course!"

But here's what makes the difference: I take the focus off of myself and focus on the people in front of me instead. If I stood there thinking about what they thought of my hairstyle or my way of speaking, I would be afraid. But the minute I start thinking about how much I love the people I'm with, the fear leaves.

It's the same in any relationship. Focusing on the other person gives you the power to throw fear out of your life.

How do you find that power to focus on other people? You start by realizing how much God loves you. The moment you begin to understand how much God loves you, you don't have to prove yourself anymore. Because you're secure in God's love, you don't have to spend your life trying to impress other people.

Do you know how freeing and enjoyable it is to live life that way? When you're secure in your relationship with Christ, you're no longer pressured by everyone else's expectations. Your identity and self-worth are in Christ—not in what others might think of you.

God's love frees you to love others fearlessly.

Sabtu, 21 Februari 2026

Apakah Anda Bersedia Dipakai oleh Tuhan?

22 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
2 Tawarikh 16:9 "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia"
------------------
Sebagian besar orang hanya menyaksikan apa yang terjadi dalam hidup, tetapi sedikit orang memilih untuk menjalani hidup dengan tujuan yang berarti. Tuhan memanggil Anda bukan hanya untuk menjalani hidup, tetapi untuk hidup dengan tujuan yang telah Ia tetapkan.

Jauh sebelum Anda lahir, Tuhan sudah mengetahui keberadaan Anda hari ini. Tidak ada bagian dari hidup Anda yang terjadi secara kebetulan. Pengalaman, kesempatan dan perjalanan hidup Anda adalah bagian dari rencana Tuhan untuk membawa dampak yang berarti.

Apa pun masa lalu Anda, apa pun ketakutan Anda dan apa pun kelemahan Anda, Tuhan tetap dapat memakai hidup Anda. Yang Tuhan cari bukanlah kemampuan yang luar biasa, tetapi hati yang bersedia dan berkomitmen kepada-Nya.

Tuhan tidak terutama melihat seberapa besar kemampuan Anda. Ia melihat apakah Anda bersedia dipakai oleh-Nya.

Ketika seseorang berkata kepada Tuhan, "Saya bersedia melakukan apa pun yang Engkau kehendaki," di situlah perjalanan iman yang sesungguhnya dimulai. Tuhan mencari orang-orang yang bersedia menyerahkan hidupnya kepada-Nya, sehingga Ia dapat menguatkan dan memakai mereka untuk tujuan-Nya.

Alkitab berkata bahwa mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk menguatkan orang-orang yang sungguh-sungguh setia kepada-Nya. Ini berarti Tuhan melihat hati Anda. Ia siap menguatkan dan menuntun Anda ketika Anda bersedia mempercayakan hidup Anda kepada-Nya.

Semua itu dimulai dengan hati yang bersedia. Anda dapat memulainya hari ini dengan berkata,
"Tuhan, saya bersedia. Pakailah hidup saya sesuai dengan kehendak-Mu."

Renungkan :

- Apakah Anda pernah merasa tidak cukup mampu untuk dipakai oleh Tuhan?

- Apa yang mungkin menghalangi Anda untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya?

- Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk menunjukkan bahwa Anda bersedia mengikuti kehendak Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 1-3; Markus 3
______________
Ketika Anda membuka hati dan bersedia dipakai oleh-Nya, Tuhan akan menuntun langkah Anda dan memakai hidup Anda untuk tujuan yang indah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Are You Available to God? - Daily Hope with Rick Warren - February 22, 2026

"For the eyes of the Lord range throughout the earth to strengthen those whose hearts are fully committed to him." 2 Chronicles 16:9 (NIV)
-------------------
Most people get to watch history; very few choose to make it.

But I believe you can be a history-maker.

A thousand years before you were born, God knew you'd be right where you are today. He knew you'd be reading this devotional. I believe it's because God has something special, something unique in store for you.

You're not sitting where you're sitting by accident. You haven't had the experiences in your life by chance. God designed your life to make a difference in the world.

No matter where you've been, what you're afraid of, or what sin is in your rearview mirror, God can still use you to make a difference in this world. What he needs from you is a total commitment to him. God wants you to be all in on his plan for you.

God is less interested in your ability; he cares about your availability.

At an early age I told God, "I'm all in! I don't care what you ask me to do or how tough it is, I'll say yes—anytime, anywhere, anyplace." Since then, it has been a wild and amazing adventure doing what God has asked me to do.

You can make that same decision, too. God is looking for people to use to change the world.

The Bible says, "For the eyes of the Lord range throughout the earth to strengthen those whose hearts are fully committed to him." 2 Chronicles 16:9 (NIV). God is looking for you—yes, you—so he can strengthen you and use you to make an impact.

And it all starts with a committed and available heart. You can start today. Let God know that you're committed to doing whatever he wants with your life. Tell him you're available for him to use you, and then watch how he answers your prayer.


Jumat, 20 Februari 2026

Kerendahan Hati: Penawar Kesombongan

21 Februari 2026

Bacaan Hari ini:

Filipi 2:3 "dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri"
------------------
Kesombongan merusak hubungan. Ia dapat muncul dalam berbagai bentuk: suka mengkritik, ingin menang sendiri, keras kepala atau hanya peduli pada penampilan luar.

Masalahnya, kesombongan sering tidak disadari oleh orang yang memilikinya. Orang lain dapat melihatnya dengan jelas, tetapi diri sendiri sulit menyadarinya.

Amsal 16:18 berkata, "Kesombongan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan." Semakin besar ego seseorang, semakin besar pula risiko kejatuhannya.

Jika kesombongan merusak hubungan, maka kerendahan hati adalah penawarnya. Kerendahan hati membangun kembali apa yang dirusak oleh kesombongan. Filipi 2:3 mengajarkan untuk rendah hati dan memberi hormat kepada orang lain lebih daripada kepada diri sendiri.

1 Petrus 3:8 menambahkan bahwa kita dipanggil untuk hidup rukun, penuh simpati, saling mengasihi, berbelas kasihan, dan rendah hati.

Lalu, bagaimana seseorang dapat bertumbuh dalam kerendahan hati? Caranya adalah dengan membiarkan Kristus mengubah cara berpikir, sikap hati, dan reaksi Anda. Efesus 4:23–24 berkata bahwa Roh Allah akan memperbarui pikiran dan menjadikan Anda pribadi yang baru.

Ada satu prinsip penting dalam hubungan: Anda cenderung menjadi seperti orang-orang yang paling sering bersama Anda. Jika Anda banyak bergaul dengan orang yang mudah marah, Anda pun mudah marah. Jika Anda sering bersama orang yang penuh sukacita, Anda pun menjadi lebih bersukacita.

Karena itu, jika Anda ingin menjadi pribadi yang lebih rendah hati, dekatlah dengan Yesus. Ia adalah teladan kerendahan hati yang sempurna. Ia datang dari surga, menjadi manusia, hidup untuk melayani dan menyerahkan hidup-Nya bagi manusia.

Filipi 2:5–6 berkata, "Hendaklah kamu menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."

Renungkan :

- Ciri apa yang Anda lihat pada orang-orang yang rendah hati di sekitar Anda?

- Dalam hal apa Anda dapat lebih menghormati orang lain daripada diri sendiri?

- Sikap atau pola pikir apa yang perlu Tuhan ubah dalam diri Anda agar semakin serupa dengan Kristus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 26-27; Markus 2
____________
Semakin Anda mengenal Dia melalui doa dan firman-Nya, semakin hati Anda dibentuk menjadi rendah hati. Dan ketika kerendahan hati tumbuh, hubungan Anda pun akan semakin kuat.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Humility: The Antidote to Pride - Daily Hope with Rick Warren - February 20, 2026

"Be humble and give more honor to others than to yourselves." Philippians 2:3 (NCV)
---------------------
Pride destroys relationships. It shows up in a lot of different forms, like criticism, competition, stubbornness, and superficiality.

The problem with pride is that it's self-deceiving. When you have too much pride, you don't see it in your life—but everyone else does!

Proverbs 16:18 says, "Pride leads to destruction; a proud attitude brings ruin" (NCV). I love that same verse in The Message paraphrase: "First pride, then the crash—the bigger the ego, the harder the fall."

While pride destroys relationships, humility serves as its antidote, and relationships are built instead. Philippians 2:3 tells you how to combat pride by choosing humility: "Be humble and give more honor to others than to yourselves" (NCV). 1 Peter 3:8 gives more details: "Everyone must live in harmony, be sympathetic, love each other, have compassion, and be humble" (GW).

How do you grow in humility? You let Jesus Christ begin to control your thoughts, heart, attitude, and reactions. Ephesians 4:23-24 says, "Let the Spirit change your way of thinking and make you into a new person" (CEV).

The basic law of relationships is this: You tend to become like the people you spend time with. If you spend time with grumpy people, you get grumpier. If you spend time with happy people, you get happier.

If you want to become a new, humbler person, you need to spend time with Jesus Christ, because he is humble. By building a relationship with him through prayer and reading his Word, you'll get to know him and become more like him.

Philippians 2:5-6 says it like this: "You must have the same attitude that Christ Jesus had. Though he was God, he did not think of equality with God as something to cling to" (NLT).

Jesus is the ultimate example of humility. He came from heaven to earth to become a man, live for you, give his life for you, and be resurrected for you. When you spend time with him, it makes you humble. That humility, in turn, builds your relationships.


Kamis, 19 Februari 2026

Sikap Tidak Egois Menguatkan Hubungan

20 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Galatia 6:7–8 "Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."
-------------------
Sikap mementingkan diri sendiri adalah salah satu penyebab utama rusaknya hubungan. Dari pertengkaran kecil hingga konflik besar, banyak masalah berawal dari keinginan untuk menang sendiri dan mengutamakan diri sendiri.

Yakobus 4:1 mengingatkan bahwa pertengkaran muncul dari keinginan-keinginan dalam diri kita. Ketika setiap orang ingin didahulukan, didengar, dan dimengerti tanpa mau melakukan hal yang sama bagi orang lain, hubungan menjadi tegang.

Sikap egois sering masuk secara perlahan. Pada awal sebuah hubungan, biasanya seseorang berusaha bersikap perhatian dan rela berkorban. Namun seiring waktu, perhatian itu bisa berkurang. Energi lebih banyak dicurahkan untuk memulai hubungan daripada merawatnya.

Karena itu, jika sikap egois merusak hubungan, maka sikap tidak egoislah yang menguatkannya. Tidak egois berarti belajar lebih sedikit memikirkan diri sendiri dan lebih banyak memikirkan orang lain. Artinya memperhatikan kebutuhan pasangan, keluarga, atau sahabat, bukan hanya kepentingan pribadi.

Filipi 2:4 berkata, "Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."

Ketika Anda mulai bersikap tidak egois, suasana hubungan berubah. Sikap yang tulus membangun kepercayaan. Bahkan orang yang sulit sekalipun dapat berubah ketika diperlakukan dengan kebaikan dan pengertian.

Alkitab mengajarkan prinsip menabur dan menuai: apa yang Anda tanam, itulah yang akan Anda tuai. Jika Anda menanam keegoisan, Anda akan menuai jarak dan konflik. Tetapi jika Anda menanam ketulusan dan pengorbanan, Anda akan menuai kedamaian dan berkat.

Allah sendiri adalah Pribadi yang tidak mementingkan diri. Semua yang Anda miliki adalah pemberian dari-Nya. Karena itu, hidup yang paling bermakna adalah hidup yang mau memberi, bukan hanya menerima.

Yesus berkata, "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya." (Markus 8:35).

Renungkan :

- Dalam hubungan apa Anda perlu mengurangi sikap egois?

- Apa satu tindakan kecil yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk lebih mengutamakan orang lain?

- Bagaimana Anda pernah melihat hubungan membaik ketika Anda memilih untuk tidak mementingkan diri sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 25; Markus1:23-45
_____________
Hubungan akan menjadi kuat ketika setiap orang belajar untuk tidak lagi berpusat pada diri sendiri.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Selflessness Brings Out the Best in Relationships - Daily Hope with Rick Warren - February 20, 2026

"The person who plants selfishness, ignoring the needs of others—ignoring God!—harvests a crop of weeds. All he'll have to show for his life is weeds! But the one who plants in response to God, letting God's Spirit do the growth work in him, harvests a crop of real life, eternal life." Galatians 6:7-8 (MSG)
-------------------
Selfishness destroys relationships. It is the number one cause of conflict, arguments, divorce, and even war.

James 4:1 says, "What causes fights and quarrels among you? Don't they come from your desires that battle within you?"(NIV). Every trouble starts because of self-centeredness.

It's very easy for selfishness to enter relationships. When you first start a relationship, you work hard at being unselfish. But as time goes on, selfishness begins to creep in. People often put more energy into starting and building relationships than they do in maintaining them.

If selfishness destroys relationships, then selflessness is what makes them grow. What does selflessness mean? It means less of "me" and more of "you." It means thinking of others more than you think of yourself and putting other people's needs before your own. As Philippians 2:4 says, "Everyone should look not to his own interests, but rather to the interests of others (CSB).

Selflessness brings out the best in people. It builds trust in relationships. In fact, if you start acting selflessly in a relationship, the other person changes too; when you're selfless, you're not the same person anymore, so they have to relate to you in a different way.

I've seen it many times. Some of the most unlovable people, those who no one wants to be around, are often transformed when someone is kind and selfless toward them. When someone is given what they need—not what they deserve—they change in beautiful ways.

The Bible says in the Message paraphrase, "The person who plants selfishness, ignoring the needs of others—ignoring God!—harvests a crop of weeds. All he'll have to show for his life is weeds! But the one who plants in response to God, letting God's Spirit do the growth work in him, harvests a crop of real life, eternal life" (Galatians 6:7-8).

This is the biblical principle of sowing and reaping. What you sow, you're going to reap. When you sow selflessness, you reap God's blessing. This is how he's wired the universe: The more unselfish you are, the more he blesses you. He wants you to become like him, and he is unselfish. Everything you have is a gift from God, a result of his unselfishness toward you.

So while you're here on this earth, you'll be most fulfilled when you give yourself away. Jesus said, "If you try to hang on to your life, you will lose it. But if you give up your life for my sake and for the sake of the Good News, you will save it"(Mark 8:35 NLT).


Rabu, 18 Februari 2026

Keterampilan yang Membangun Relasi

19 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 15:2 "Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya"
-------------------
Mendengarkan adalah salah satu keterampilan terpenting dalam membangun persahabatan dan relasi yang sehat. Anda tidak dapat sungguh-sungguh mengasihi seseorang tanpa bersedia mendengarkannya.

Namun, banyak orang mengalami masalah dalam relasi karena mengira bahwa mendengar dan mendengarkan adalah hal yang sama. Padahal keduanya berbeda. Anda bisa saja mendengar kata-kata seseorang, tetapi tidak benar-benar mendengarkan isi hatinya.

Sering kali pertengkaran terjadi bukan karena kata-kata yang diucapkan, melainkan karena perasaan yang tidak dipahami. Seseorang mungkin berkata, "Saya baik-baik saja," tetapi nada suaranya menunjukkan sebaliknya. Mendengarkan yang sejati berarti menangkap bukan hanya kata-kata, tetapi juga emosi yang tersembunyi di baliknya.

Mendengarkan seperti ini disebut empati. Empati berarti berusaha menempatkan diri pada posisi orang lain dan melihat keadaan dari sudut pandangnya. Anda bertanya dalam hati, "Bagaimana perasaan saya jika berada dalam situasi itu?"

Mendengarkan  dengan empati berarti:

- Tidak memotong pembicaraan.

- Tidak langsung memberi nasihat.

- Tidak buru-buru memperbaiki keadaan.

- Memberi perhatian penuh tanpa gangguan.

Roma 15:2 mengajarkan bahwa kita perlu menanggung beban orang lain—termasuk keraguan dan ketakutan mereka. Artinya, ketika seseorang sedang begitu terluka hingga bingung dengan apa yang ia rasakan atau percayai, ia membutuhkan seorang sahabat yang setia. Ia membutuhkan seseorang yang mau hadir dan mendengarkan dengan penuh perhatian.
Maukah Anda menjadi sahabat seperti itu hari ini?

Renungkan :

- Bagaimana bahasa tubuh Anda menunjukkan bahwa Anda sungguh-sungguh mendengarkan?

- Apa manfaatnya bertanya, "Bagaimana jika saya berada dalam situasi itu?"

- Langkah apa yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gangguan saat seseorang berbicara kepada Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 23-24; Markus 1:1-22
_____________
Sering kali, penyembuhan terjadi bukan karena solusi yang diberikan, melainkan karena seseorang merasa didengarkan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Skill That Builds Relationships - Daily Hope with Rick Warren - February 19, 2026

"We must bear the 'burden' of being considerate of the doubts and fears of others." Romans 15:2 (TLB)
-----------------------
Listening is probably the most important skill in building friendships and relationships. You can't love people without listening to them.

But sometimes people run into trouble in their relationships when they think hearing and listening are the same thing. The truth is that there's a big difference between hearing someone and listening to them.

You can hear something and not really be listening. I can't tell you how many arguments I've had with my kids or my wife because I was hearing the words but not really listening to the emotions. Sometimes the words don't even matter. Someone can say to you, "I'm fine," but the way they say it tells you that they're not fine. Listening means you also hear what the person isn't saying.

When you listen that way, you're showing empathy. Empathy means to put yourself in the other person's shoes and learn their point of view. You ask yourself, "How would I feel if I were in that situation?"

Listening with empathy means you listen without interruption and you listen for what's not being said—the feelings and fears behind the words. And you don't need to try to fix the situation. In fact, sometimes healing comes just from someone listening!

Romans 15:2 says, "We must bear the 'burden' of being considerate of the doubts and fears of others" (TLB).

What does it mean to be considerate or to bear the burden of someone else's doubts? It means that, when people are in so much pain that they don't even know what they believe, they need the devotion of a loyal friend. They need someone who will be present and listen with empathy.

Will you be that friend today?


Selasa, 17 Februari 2026

Di Mana Anda Menemukan Keberanian untuk Membangun Relasi

18 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
2 Timotius 1:7 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."
-----------------
Ketika hati Anda dipenuhi ketakutan dan kecemasan, Anda cenderung menjauh dari orang lain. Anda takut ditolak, disakiti, dimanfaatkan atau tidak diterima apa adanya. Ketakutan-ketakutan ini membuat Anda menarik diri dan membatasi kedekatan dengan orang di sekitar Anda.

Ketakutan seperti ini sudah ada sejak awal manusia. Ketika Adam dan Hawa berbuat dosa, mereka bersembunyi. Adam berkata, "Aku menjadi takut… sebab itu aku bersembunyi" (Kejadian 3:10). Sejak saat itu, manusia terus belajar bersembunyi.

Mungkin Anda tidak bersembunyi secara fisik, tetapi Anda menyembunyikan diri yang sebenarnya. Anda tidak menunjukkan isi hati Anda yang sesungguhnya. Anda takut jika orang lain melihat kelemahan Anda dan tidak menyukainya. Akibatnya, Anda mencoba menjadi pribadi yang berbeda dari diri Anda yang sebenarnya.

Ketakutan ini dapat merusak relasi dalam tiga cara:

Pertama, ketakutan membuat Anda defensif.
Ketika kelemahan Anda terlihat, Anda segera membela diri atau menyerang balik.

Kedua, ketakutan membuat Anda menjaga jarak.
Anda sulit terbuka dan jujur. Anda menarik diri dan menahan perasaan.

Ketiga, ketakutan membuat Anda ingin mengendalikan.
Semakin Anda merasa tidak aman, semakin Anda ingin memegang kendali—misalnya dengan selalu ingin menjadi pihak terakhir yang berbicara atau menentukan segalanya.

Jelaslah bahwa ketakutan hanya merusak hubungan. Lalu, dari mana Anda memperoleh keberanian untuk mengambil langkah pertama dan membangun kedekatan yang sehat?

Jawabannya adalah dari Roh Allah yang bekerja di dalam hidup Anda. Firman Tuhan berkata bahwa Roh Kudus tidak membuat Anda menjadi penakut, melainkan memberi kekuatan untuk mengasihi dan menikmati kebersamaan dengan orang lain.

Bagaimana Anda tahu bahwa Roh Allah bekerja dalam hidup Anda? Salah satu tandanya adalah Anda semakin berani dalam relasi. Anda tidak lagi dikuasai rasa takut, tetapi semakin bebas untuk mengasihi.

Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah kasih dan kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Langkah pertama untuk membangun relasi yang lebih dalam sangat sederhana: berhenti sejenak, berdoa dan berkata : "Tuhan, berikan saya keberanian untuk mengambil langkah pertama."

Maukah Anda memanjatkan doa itu hari ini untuk salah satu relasi dalam hidup Anda?

Renungkan :

- Dalam hal apa ketakutan memengaruhi hubungan Anda saat ini?

- Kapan Anda pernah merasakan keberanian yang Tuhan berikan dalam sebuah relasi?

- Dalam relasi mana Anda perlu meminta pertolongan Tuhan untuk memulai langkah pertama menuju kedekatan yang lebih sehat?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 21-22; Matius 28
______________
Semakin Anda hidup dekat dengan Tuhan, semakin berkurang ketakutan dalam diri Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Where to Find the Courage to Connect - Daily Hope with Rick Warren - February 19, 2026

"For the Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them." 2 Timothy 1:7 (TLB)
---------------------
When you're full of fear and anxiety, you don't get close to other people. Instead, you back off. You fear being rejected, manipulated, vulnerable, hurt, or used, and these fears cause you to disconnect from the people around you.

This fear is as old as humanity. When Adam and Eve sinned, God came looking for them. Then Adam said, "I was afraid . . . and I hid myself" (Genesis 3:10 ESV). People have been hiding ever since.

You may not physically hide, but you hide your true self. You don't let people know what you're really like. You don't let them see inside you. Why? Because you believe that if you show people your true self and they don't like it, you'll be up a creek without a paddle. Instead, you pretend to be someone you're not.

Fear leads to three things that will damage your relationships:

Fear makes you defensive. You're afraid to reveal yourself, but people inevitably spot some of your weaknesses. And when they point out those weaknesses, you defend yourself and retaliate.

Fear keeps you distant. You're afraid to be open and honest—to let people get close to you. Instead, you withdraw and pull back, hide your emotions, and become defensive and distant.

Fear makes you demanding. The more insecure you are, the more you try to control and dominate. For you, it might look like always having to get in the last word in a conversation. Being demanding is always a symptom of fear and insecurity.

Clearly, fear only damages your relationships. But where do you get the courage to take the first step to connect with someone and move toward deeper intimacy?

You get it from God's Spirit in your life. Paul says in the Living Bible paraphrase, "For the Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them" (2 Timothy 1:7).

How do you know you're filled with God's Spirit? You're filled with God's Spirit when you've become more courageous in your relationships. Rather than fearing people, you're free to love them and enjoy being with them.

The Bible says that "God is love" (1 John 4:8 TLB) and that "perfect love drives out all fear" (1 John 4:18 GNT). The more of God you have in your life, the less fear you're going to have in your life.

The starting point in connecting with anyone is to pause, pray, and say, "God, give me the courage to take the first step." Are you ready to pray that for one of your relationships today?

Keluarga yang Sehat adalah Keluarga yang Penuh Sukacita

17 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 11:8 "Oleh sebab itu jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya"
------------------
Berikut satu ciri penting keluarga yang sehat: keluarga yang sehat tahu bagaimana menikmati kebersamaan. Mereka tidak hanya menjalani hidup bersama, tetapi juga menikmati hidup itu bersama. Dengan kata lain, mereka tahu bagaimana bersukacita dan bersenang-senang.

Sayangnya, inilah yang sering hilang dalam banyak keluarga saat ini. Banyak keluarga terlalu sibuk, terlalu lelah, terlalu tertekan, terlalu negatif dan terlalu serius. Padahal, siapa yang ingin pulang ke rumah yang dipenuhi suasana seperti itu? Keluarga seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan.

Alkitab bahkan menasihatkan hal ini secara jelas. Pengkhotbah 11:8 mengatakan bahwa manusia seharusnya menikmati hidup yang diberikan Allah kepadanya. Mengapa hal ini penting? Karena tidak seorang pun tahu berapa lama ia akan hidup. Anda tidak tahu apakah masih memiliki minggu depan, bulan depan atau bahkan hari esok. Karena itu, waktu untuk menikmati hidup adalah sekarang.

Kebersamaan yang penuh sukacita tidak hanya terbatas pada keluarga biologis atau keluarga adopsi. Jika Anda tinggal jauh dari keluarga, Anda tetap dapat membangun kebersamaan seperti ini di dalam keluarga gereja. Kelas Sekolah Minggu atau kelompok kecil dapat menjadi tempat yang baik untuk menikmati hidup bersama orang-orang dari berbagai usia.

Ketika anak-anak saya masih kecil, saya menetapkan satu tujuan penting: saya tidak ingin mereka hanya mengenal keluarga kami sebagai keluarga yang baik atau pintar, tetapi sebagai keluarga yang penuh kasih dan penuh sukacita. Karena itu, saya sengaja menciptakan berbagai kegiatan hanya untuk bersenang-senang bersama.

Salah satunya adalah kegiatan yang kami sebut "Petualangan Misterius Ayah." Anak-anak sangat menyukainya. Hingga kini, kegiatan itu menjadi kenangan berharga dan saya bahkan melakukannya bersama cucu-cucu saya. Saat anak-anak masih kecil, saya akan membangunkan mereka dan berkata, "Bangun! Hari ini kita akan berpetualang!" Mereka langsung bersemangat karena tahu hari itu akan diisi dengan hal-hal menyenangkan, entah itu pergi ke tempat berenang atau sekadar menikmati es krim bersama.

Ada satu hal penting yang perlu Anda ingat: orang mungkin lupa apa yang Anda katakan, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana perasaan yang Anda tinggalkan dalam hati mereka. Nasihat ini berlaku bagi siapa pun—orang tua, pasangan, pemimpin, maupun sahabat.

Anak-anak saya tidak mengingat sebagian besar nasihat yang saya ucapkan ketika mereka masih kecil. Namun, mereka mengingat bagaimana perasaan mereka ketika bersama saya. Mereka mengingat bahwa kami menikmati kebersamaan itu.

Alkitab juga berkata, "Oleh sebab itu aku memuji kesukaan, karena tak ada kebahagiaan lain bagi manusia di bawah matahari, kecuali makan dan minum dan bersukaria. Itu yang menyertainya di dalam jerih payahnya seumur hidupnya yang diberikan Allah kepadanya di bawah matahari." (Pengkhotbah 8:15).

Renungkan :

- Kesibukan atau gangguan apa yang selama ini menghalangi keluarga Anda untuk menikmati kebersamaan?

- Apakah Anda lebih sering fokus pada apa yang Anda katakan kepada anak-anak atau orang terdekat, atau pada perasaan yang Anda ciptakan bagi mereka?

- Apa satu hal sederhana yang dapat Anda lakukan hari ini untuk menciptakan suasana yang lebih ceria dan menyenangkan di dalam keluarga atau kelompok kecil Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 19-20; Matius 27:51-66
___________
Keluarga yang sehat tahu bagaimana bersukacita bersama.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Awesome Families Are Fun Families - Daily Hope with Rick Warren - February 17, 2026

"People ought to enjoy every day of their lives, no matter how long they live." Ecclesiastes 11:8 (NCV)
-------------------
Here's the first common denominator of great families: Awesome families are playful. They know how to have fun. They enjoy life together. In other words, they know how to play.

This is the missing ingredient in so many families today. These days, many families are too busy, too tired, too negative, too worn out, and too serious. Who wants to come home from school to that? Families should be fun.

The Bible talks about this and actually commands it. Ecclesiastes 11:8 says, "People ought to enjoy every day of their lives, no matter how long they live" (NCV).

Why is it important for you to enjoy every day? Because you don't know how long you're going to live. You don't know if you've got the next week or the next month. You don't even know if you've got tomorrow. Whatever living you're going to do, you better do it now.

You can think beyond your biological or adoptive family for this kind of fun too. If you don't live near your family, learn to have this kind of fun in your church family. Being part of a Sunday School class or small group can give you a great opportunity to find people of all ages to enjoy life with.

When my kids were growing up, I determined that the number one thing I wanted them to know about our family was not that we were good or smart—I wanted them to know that they were loved and that we had fun together. And I created all kinds of things to do just to have fun.

One of them was called Daddy's Magical Mystery Tour. The kids loved it. It's a hallowed tradition in our family. Now I do it with our grandkids. When the kids were in preschool and grade school, I'd wake them up and yell, "Get out of bed! It's time for Daddy's Magical Mystery Tour!" And they'd get excited because they knew that meant they didn't have to go to school and we were about to do something really fun, whether it was driving to a hotel with a pool or making an ice cream run.

You need to keep this in mind: People don't remember what you say, but they will remember how you make them feel. That's important advice for a boss, boyfriend or girlfriend, parent, or spouse.

My kids don't remember most of what I said in the early years of their lives. But they do remember how Daddy made them feel. They remember that we had a lot of fun.

Awesome families are playful.

"I recommend having fun. . . . That way [you] will experience some happiness along with all the hard work God gives [you]" (Ecclesiastes 8:15 NLT).


Minggu, 15 Februari 2026

Meninggalkan Warisan Kasih dan Pelayanan

16 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Ibrani 10:24 "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik"
--------------------
Keluarga yang sehat mengajarkan kepada anak-anaknya bahwa mereka bukan pusat dari segalanya. Keluarga seperti ini menolong setiap anggotanya memahami bahwa Allah menciptakan mereka dengan tujuan dan panggilan. Mereka memberi teladan dalam kesetiaan, pelayanan, kemurahan hati, dan doa.

Keluarga yang biasa-biasa saja jarang melakukan hal-hal tersebut. Namun keluarga yang sungguh-sungguh membangun iman akan melakukannya dengan konsisten.

Saya menjadi pribadi seperti sekarang ini karena didikan orang tua saya. Mereka menanamkan nilai penting untuk peduli kepada orang lain.

Orang tua saya tidak memiliki banyak uang, tetapi mereka memiliki hati yang murah dan terbuka. Mereka senang memberi, meskipun hidup dalam keterbatasan. Kami tinggal di daerah pedesaan dan ayah saya menanam kebun yang sangat luas dengan berbagai jenis sayuran. Hasilnya jauh lebih banyak daripada yang kami butuhkan. Tujuannya bukan untuk disimpan, melainkan untuk dibagikan—karena ia tidak memiliki kelebihan uang, tetapi ingin tetap menolong orang lain.

Rumah kami hampir selalu dipenuhi tamu. Orang-orang yang sedang terluka datang ke rumah kami. Mereka yang sedang dalam perjalanan singgah di rumah kami. Mereka yang sedang mengalami konflik atau pergumulan juga datang ke rumah kami. Bahkan para pemimpin rohani yang lewat di daerah kami sering menginap di rumah kami.

Suatu hari, ayah saya menghitung berapa banyak makanan yang dimasak ibu saya untuk para tamu dalam satu tahun. Jumlahnya lebih dari seribu porsi! Saya dibesarkan dengan sikap hidup yang sederhana: hidup bukan tentang diri sendiri, melainkan tentang melayani orang lain.

Itulah yang dilakukan keluarga yang membangun iman. Mereka saling mengajar untuk mengasihi dan melakukan perbuatan baik—melayani dan menolong sesama.

Alkitab memberikan contoh melalui keluarga Kornelius: "Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. " (Kisah Para Rasul 10:2)

Itu adalah warisan yang indah. Bukankah Anda juga ingin suatu hari nanti orang-orang mengingat Anda dan keluarga Anda dengan cara seperti itu?

Renungkan :

- Warisan seperti apa yang ingin Anda tinggalkan melalui hidup Anda? Apa langkah nyata yang dapat Anda lakukan untuk mewujudkannya?

- Jika Anda tidak memiliki anak, siapa generasi muda di sekitar Anda yang dapat Anda bimbing dan dorong untuk hidup sesuai tujuan Allah?

- Bagaimana Anda dapat menggunakan rumah Anda—baik rumah besar maupun tempat tinggal sederhana—sebagai sarana untuk melayani orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 17-18; Matius 27:27-50
____________
Baik Anda memiliki anak atau tidak, Allah tetap memanggil Anda untuk meninggalkan warisan kasih dan pelayanan. Di sekitar Anda selalu ada orang yang lebih muda—baik dalam usia maupun dalam iman. Maukah Anda meluangkan waktu untuk menolong mereka belajar melayani dan mengasihi sesama?

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
Leave a Legacy of Love and Service - Daily Hope with Rick Warren - February 16, 2026

"Let us think about each other and help each other to show love and do good deeds." Hebrews 10:24 (NCV)
------------------
Awesome families teach their kids that they're not the center of the universe. They help their kids understand that God made them and shaped them for a mission. They model dedication, service, generosity, and prayer. Average families don't do those things. Awesome families do.

I am the man that I am today because of my parents. They instilled in me the value of caring about other people.

My parents didn't have much money, but they both had the gifts of hospitality and generosity. They loved to give to others even though they didn't have much. We lived out in the country, and my dad would plant an acre garden with all kinds of vegetables. There was no way our family could eat all that food, but he did it just so he could give it away—because he didn't have any extra money to give. So we always planted more than we needed and then gave it away to help people in need.

Our home was constantly filled with visitors. If people were in pain, they were at our house. If they were on the road, they were at our house. If they were going through a conflict, they were at our house. If they were a Christian leader coming through town, they were at our house. One day my dad added up how many meals my mom had cooked for guests in our home in one year. It was over a thousand meals! I grew up learning a "give your life away" attitude. My parents taught me that life's not about me; it's about helping other people.

That's what awesome families do. They teach each other to show love and to do good deeds—to minister and to serve.  

A good example of this is Cornelius' family in the book of Acts: "He and all his family were devout and God-fearing; he gave generously to those in need and prayed to God regularly" (Acts 10:2 NIV).

What a great legacy! Wouldn't you like to have people writing that about you and your family one day?

Whether you have children or not, God wants you to leave a legacy like that. You'll find people younger in age—or younger in the faith—all around you. Will you take the time to help them learn to serve the people around them?


Sabtu, 14 Februari 2026

Mengasihi dengan Kasih yang Tak Berkesudahan

15 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:7 "Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku"
--------------
Ada satu kenyataan sederhana dalam hidup: orang yang tidak kita tempatkan di hati, sering kali justru terasa mengganggu. Jika pasangan, anak, sahabat atau rekan kerja tidak kita kasihi dari hati, hubungan dengan mereka mudah berubah menjadi sumber kejengkelan.

Banyak pernikahan mengalami masalah karena suami dan istri saling bereaksi dari pikiran, bukan dari hati. Ketika istri berkata, "Saya merasa sedih atau tertekan," perasaan itu perlu didengarkan dan dihargai. Ketika suami berkata, "aya merasa ini bukan keputusan yang tepat," pendapat itu juga perlu didengarkan.

Mengasihi dari hati berarti berusaha memahami perasaan orang lain, bukan langsung membantah atau menghakimi. Ajukan pertanyaan, lalu dengarkan dengan sungguh-sungguh. Cobalah melihat persoalan dari sudut pandang mereka. Perhatikan luka yang mungkin tersembunyi di balik kata-kata atau sikap mereka.

Namun, mengasihi orang-orang terdekat tidak selalu mudah. Bahkan ketika Anda sudah berusaha memahami, rasa lelah dan kecewa tetap bisa muncul. Di sinilah Anda membutuhkan kasih yang lebih besar daripada kasih manusia biasa.

Rasul Paulus berkata, "Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian." (Filipi 1:8). Kasih yang ia maksud bukanlah kasih yang berasal dari kekuatan manusia, melainkan kasih yang berasal dari Yesus sendiri.

Kasih manusia bisa habis. Ia dapat melemah ketika menghadapi masalah, luka batin atau keadaan yang sulit. Tetapi kasih Allah tidak pernah habis. Kasih inilah yang sanggup membuat seseorang tetap mengasihi, bahkan ketika keadaan tidak menyenangkan.

Bagaimana Anda bisa memiliki kasih seperti itu? Alkitab menjelaskan: "Kasih Allah telah dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus" (Roma 5:5).

Renungkan :

- Kapan terakhir kali Anda tetap memilih mengasihi seseorang meskipun perasaan Anda tidak mendukung?

- Apa yang dapat Anda lakukan agar lebih mau mendengarkan dan memahami perasaan orang-orang terdekat Anda?

- Dalam hal apa Anda perlu meminta Tuhan menolong Anda mengasihi dengan kasih-Nya yang tidak pernah habis?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 15-16; Matius 27:1-26
____________
Kasih ini bukan sesuatu yang Anda hasilkan sendiri. Kasih ini adalah pemberian Allah, yang bekerja di dalam hidup Anda ketika Anda menyerahkan diri kepada-Nya setiap hari.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Love with a Lasting Love - Daily Hope with Rick Warren - February 15, 2026

"It is right for me to feel this way about all of you, since I have you in my heart." Philippians 1:7 (NIV)
--------------------
I've discovered that if people are not on my heart, they're likely on my nerves. If you don't have your spouse, kids, friends, or coworkers on your heart, they can start to get on your nerves too.

The reason so many marriages struggle is that spouses often react to each other from their minds rather than their hearts. When your wife says, "I feel depressed," listen to her; it's legitimate. When your husband says, "I don't feel this is the right thing to do; we ought to do it this other way," listen to him.

Heart love begins with understanding why someone feels the way they do. Ask questions and then listen. Hear the hurt, look at the problems from their point of view, and work to know what makes your them tick. Try to understand the temperaments of the people in your life and why they act the way they do. If you care, you'll be aware.

Sometimes it's a struggle to love the people closest to you, even when you're working hard to understand them. So how does one do it? "God can testify how I long for all of you with the affection of Christ Jesus" (Philippians 1:8 NIV). In Greek, the word affection is the word for intestines. The Greeks thought that the seat of emotion was in your stomach, your liver, your internal organs.

Paul was saying, "My love for you comes from a gut feeling." That is not a natural kind of love. It is supernatural. That's why Paul said it's not from himself, but it's the affection of Christ Jesus.

Human love wears out. It dries up and dies on the vine. The only kind of love that lasts in spite of heartache and difficulty and tough circumstances is God's love—the affection of Jesus.

So how do you get this kind of gut love? "God has poured out his love into our hearts by means of the Holy Spirit, who is God's gift to us" (Romans 5:5 GNT). God's love is not something you work to build up. It is something that is poured into you by the Holy Spirit as you let him live in you day by day.