31 Maret 2025
Bacaan Hari ini:
1 Petrus 4:1 "Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah."
--------------
Ketika Anda menderita, siapa seseorang yang paling Anda pikirkan? Diri Anda!
Mementingkan diri sendiri adalah sifat dasar manusia. Ketika Anda menderita, Anda ingin dihibur. Ketika Anda sakit, Anda ingin dipedulikan. Ketika Anda sedih, Anda ingin dipeluk. Rasa sakit membuat Anda mementingkan diri sendiri.
Namun, Allah berfirman bahwa, jika Anda ingin belajar mengasihi sebagaimana Dia mengasihi, maka Anda harus memerhatikan penderitaan orang lain, bahkan ketika Anda sedang menderita sekalipun.
Yesus adalah teladan terbaik kita dalam hal ini. Saat Ia berada di kayu salib, Ia mengalami penderitaan fisik, emosional, dan spiritual yang luar biasa. Ia menanggung semua dosa dunia! Namun, di saat-saat terakhir-Nya sekalipun, Ia peduli dengan penderitaan orang lain.
Yesus berdoa, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lihat Lukas 23:34). Dan Ia berkata kepada penjahat di sebelah-Nya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43). Ia juga memastikan bahwa ibu-Nya akan dirawat setelah Ia tiada. Ia tidak memikirkan diri-Nya sendiri, bahkan saat Ia sedang sekarat.
Firman Tuhan mengatakan bahwa Anda harus memiliki sikap yang sama seperti Yesus (Filipi 2:5). Itu artinya, ketika Anda sengsara, Anda tetap harus melihat sekeliling Anda dan melihat siapa yang sedang menderita. Anda harus memikirkan orang lain, bahkan ketika Anda memedulikan diri Anda sendiri.
Ini sebuah pertanyaan yang sulit: Bagaimana Anda memandang penderitaan orang lain saat Anda sendiri juga sedang menderita?
Dikatakan dalam 1 Petrus 4:1-2: "Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah."
Dengan kasih karunia Allah, Anda akan mampu mengesampingkan penderitaan Anda sendiri. Ketika Anda melakukannya, dosa akan kehilangan kuasanya dan Anda menjadi semakin seperti Yesus.
Ini terjadi kepada keluarga saya. Berkat kasih karunia Allah, kami mampu membantu orang lain yang sedang menderita, bahkan saat kami sendiri sedang menanggung luka yang dalam. Allah memberi kami tujuan di tengah penderitaan kami dan memampukan kami untuk membantu banyak orang.
Renungkan hal ini:
- Menurut Anda, pengalaman menyakitkan apa dalam hidup Anda yang dapat Tuhan gunakan untuk membantu orang lain yang mengalami hal yang sama?
- Apa saja cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat diri Anda sendiri yang akan membantu Anda untuk lebih peduli kepada orang lain?
- Menurut Anda, mengapa membantu orang lain dapat menyembuhkan Anda?
Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 9-10; Lukas 5:17-39
___________
Tuhan juga dapat menggunakan penderitaan Anda untuk membantu orang lain yang tengah berjuang melawan penderitaan mereka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You Heal from Pain by Helping Others
By Rick Warren
"Since Christ suffered and underwent pain, you must have the same attitude he did; you must be ready to suffer, too. For remember, when your body suffers, sin loses its power." 1 Peter 4:1 (TLB)
-----------------
When you're in pain, who's the person you're thinking of the most? You!
It's your nature to be self-centered—because you're human. When you're suffering, you want to be comforted. When you're sick, you want to be cared for. When you're sad, you want to be held. Pain makes you self-centered.
But God says that, if you're going to learn how to love like he does, you've got to try to see other people's pain, even when you're in pain.
Jesus is our greatest example of this. When he was hanging on the cross, he was in enormous physical, emotional, and spiritual pain. He was carrying all the sin of the world! But in his dying moments, he noticed the pain of others.
He prayed, "Father, forgive them. They don't know what they're doing" (Luke 23:34 GW). And he said to the guy next to him, "Today you will be with me in paradise" (Luke 23:43 GW). He also made sure his mother would be cared for. He wasn't thinking about himself, even when he was in agony.
God's Word says you should have the same attitude as Jesus (Philippians 2:5). That means, when you're in pain, you should look around and see who else is in pain. You should think of others, even as you care for yourself.
That's a hard one. How do you look at the pain of others while you're in pain?
The Living Bible paraphrase teaches, "Since Christ suffered and underwent pain, you must have the same attitude he did; you must be ready to suffer, too. For remember, when your body suffers, sin loses its power" (1 Peter 4:1).
With God's grace, you can look past your own pain. And when you do, sin loses its power and you become more like Jesus.
This has been true for my family. With God's grace, we've been able to help others who are in pain, even as we carry our own deep hurt. Because of this, God has given us purpose in our pain and helped many people to move forward in healing.
God can use your pain, too, to help others struggling with theirs.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar