Sabtu, 29 Maret 2025

Rawatlah Keluarga Rohani Anda

30 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
1 Timotius 5: 1-2 "Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian."
-------------------
Jika Anda adalah murid Yesus, maka Anda tidak boleh hanya peduli pada keluarga Anda saja. Anda juga harus peduli dengan keluarga Allah — keluarga rohani Anda.

Siapakah keluarga rohani Anda? Mereka adalah saudara saudari Anda di dalam keluarga Allah.

Yesus berkata, "Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku" (Matius 12:50). Itu artinya jika Anda ikut Yesus, maka Anda dan saya saling bersaudara! Kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus mempersatukan kita sebagai sebuah keluarga. Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan lama ini, "Darah lebih kental daripada air." Itu benar! Namun, kasih karunia Allah lebih kental daripada ikatan darah.

Surat dari Paulus kepada jemaat Kristen mula-mula berbunyi, "Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian" (1 Timotius 5: 1-2). Tuhan ingin Anda menganggap orang-orang di dalam tubuh Kristus (gereja) sebagai ayah, ibu, saudara, dan saudari rohani Anda.

Alkitab memberi tahu kita bahwa Yesus memiliki keluarga biologis, termasuk anak-anak Maria dan Yusuf lainnya. Mereka muncul berkali-kali dalam Kitab Suci, menyaksikan Yesus melakukan mukjizat. Salah satu saudara Yesus, Yakobus, menulis kitab Yakobus dalam Perjanjian Baru.

Akan tetapi, ketika Yesus sekarat, Dia tidak menyerahkan ibu-Nya kepada saudara saudari-Nya. Melainkan, Dia memercayakan Maria kepada Yohanes, murid-Nya yang Ia kasihi. Mengapa demikian? Yohanes 7: 5 mengatakan bahwa pada saat itu, belum ada satu pun dari saudara dan saudari Yesus yang menjadi orang percaya. Mereka termasuk di antara banyak orang yang tidak mengakui Yesus sebagai Anak Allah hingga setelah Kebangkitan-Nya. Barulah kemudian, setelah Yakobus menjadi salah satu pemimpin gereja di Yerusalem.

Yesus menyerahkan ibu-Nya untuk dirawat oleh Yohanes karena Yohanes sudah menjadi orang percaya dewasa. Yohanes ialah keluarga rohani-Nya yang memiliki ikatan yang lebih dekat di dalam ikatan kasih karunia, dibandingkan ikatan darah dengan keluarga biologis-Nya.

Sama halnya, Allah sudah merancang agar Anda menjadi keluarga rohani-Nya. Anda bisa memiliki ikatan yang lebih dekat dengan saudara-saudari Kristen Anda ketimbang, mungkin, dengan keluarga Anda sendiri. Dan hubungan yang erat ini akan menuntun Anda untuk merawat keluarga rohani Anda dengan baik.

Galatia 6:10 mengatakan, "Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."

Renungkan hal ini:

- Apa yang seandainya bisa berubah dari cara Anda memperlakukan dan berinteraksi dengan orang percaya lainnya jika saja Anda menganggap mereka bagian dari keluarga Anda?

- Siapa saja dalam keluarga rohani Anda yang membutuhkan bantuan atau perhatian Anda sekarang? Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk merawat mereka?

- Jika Anda belum menjadi bagian dari keluarga Kristus, apa yang sedang menghalangi Anda untuk memercayakan hidup Anda kepada Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16
_________
Selalu lakukan apa pun yang Anda bisa untuk membantu mereka yang membutuhkan. Namun, berikan perhatian khusus kepada mereka yang ada di dalam keluarga rohani Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Take Care of Your Spiritual Family
By Rick Warren

"Do not rebuke an older man harshly, but exhort him as if he were your father. Treat younger men as brothers, older women as mothers, and younger women as sisters, with absolute purity." 1 Timothy 5:1-2 (NIV)
--------------------
If you follow Jesus, you can't just care about your own family. You must also care about God's family—your spiritual family.

Jesus said, "Whoever does the will of my Father in heaven is my brother and sister and mother" (Matthew 12:50 NIV). That means that, if you follow Jesus, you and I are related! God's grace through Jesus Christ bonds us together as family.

A letter to some of the first Christians says, "Do not rebuke an older man harshly, but exhort him as if he were your father. Treat younger men as brothers, older women as mothers, and younger women as sisters, with absolute purity" (1 Timothy 5:1-2 NIV). God wants you to see other people in the body of Christ as your spiritual fathers, mothers, brothers, and sisters.

The Bible tells us Jesus had a biological family, including Mary and Joseph's other children. They show up many times in Scripture, watching Jesus do miracles and trying to talk him out of doing certain things. One of Jesus' half brothers, James, actually wrote the New Testament book of James.

But, as Jesus was dying, he did not entrust the care of his mother to any of his siblings. He entrusted her to John, his beloved disciple. Why is that? John 7:5 says that none of Jesus' brothers had become believers yet. They were among the many people who didn't recognize Jesus as the Son of God until after the resurrection. It wasn't until later that James became a leader of the church in Jerusalem.

Jesus entrusted his mom to John because John was already a mature believer. John was his spiritual family, with closer ties through the bonds of grace than even his biological family.

God designed his family of faith to be the same for you. You can have closer bonds with fellow Christians than you might even have with your own family. And those close bonds should lead you to take particularly good care of your spiritual family.

Galatians 6:10 says, "Whenever we have the opportunity, we should do good to everyone—especially to those in the family of faith" (NLT).

Always do whatever you can to help people in need. But pay special attention to those within your own spiritual family.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar