Kamis, 06 November 2025

Siapa yang Akan Berada di Surga karena Anda?

07 November 2025

Bacaan Hari ini:
Matius 4:19 "Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia"
-----------------
Apakah Anda sudah mendengar dan menerima Kabar Baik tentang Yesus Kristus? Jika sudah, maka sekarang saatnya Anda memberitakannya kepada orang lain!

Dalam Matius 4:19–20, Yesus memanggil beberapa nelayan dan berkata:
"Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia" Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia

Apa maksud Yesus dengan "menjala manusia?"

Ia sebenarnya sedang berkata kepada mereka:
"Aku akan mengajar kamu bagaimana mengubah hidup seseorang. Aku akan menunjukkan cara membawa orang lain ke surga. Aku akan mengajar kamu bagaimana membawa mereka kepada-Ku dan membagikan Kabar Baik"

Sekarang, pikirkanlah ini: Adakah seseorang yang akan berada di surga karena hidup Anda? Jika Anda tidak "menjala manusia," itu berarti Anda belum benar-benar mengikuti Yesus. Dengan kata lain, jika Anda tidak membagikan Kabar Baik kepada orang lain, Anda belum hidup sebagai murid sejati. Allah mengharapkan Anda untuk membagikan Kabar Baik-Nya.

Bayangkan seperti ini:
Jika saya tahu obat untuk menyembuhkan kanker, tetapi saya menyimpannya sendiri tanpa memberitahu siapa pun, itu akan menjadi tindakan yang sangat egois dan salah.

Namun kenyataannya, saya tahu sesuatu yang lebih besar dari itu—saya tahu bagaimana seseorang dapat diampuni dosanya, menemukan tujuan hidup dan menerima rumah kekal di surga.

Dan Allah memanggil saya—dan juga Anda—untuk membagikan Kabar Baik itu. Anda akan berada di surga karena seseorang pernah menceritakan tentang Yesus kepada Anda. Dan seseorang itu juga mendengar tentang Yesus dari orang lain sebelumnya.

Rantai kasih karunia ini telah berlangsung selama dua ribu tahun—dan Anda tidak ingin rantai itu berhenti di diri Anda.

Yesus berkata kepada para pengikut-Nya:
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19–20)

Anda sudah mengenal Kabar Baik itu.
Sekarang waktunya untuk menceritakannya kepada orang lain.

Renungkan :

- Siapa orang pertama yang memberitahu Anda tentang Kabar Baik Yesus?

- Setelah Anda mulai mengikuti Yesus, siapa orang pertama yang Anda ceritakan tentang Dia?

- Siapa orang yang perlu Anda bagikan Kabar Baik minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 35 - 39; II Timotius 4: 1-8
____________
Anda sudah mengenal Kabar Baik itu. Sekarang waktunya untuk menceritakannya kepada orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
Who Will Be in Heaven Because of You? - Daily Hope with Rick Warren - November 07, 2025

"'Come, follow me,' he said, 'and I'll show you how to fish for people.'" Matthew 4:19 (CEB)
---------------------
Have you heard and accepted the Good News of Jesus? If you have, you need to tell somebody else about it!

In Matthew 4:20, Jesus called out to some fisherman: "'Come, follow me,' he said, 'and I'll show you how to fish for people.' Right away, they left their nets and followed him" (Matthew 4:19-20 CEB).

What did he mean by that? He was basically telling the men, "I'll show you how to change lives. I'll show you how to get people into heaven. I'll show you how to bring people to me. I'll show you how to share the Good News."

What about you? Is anybody going to be in heaven because of you? If you're not fishing, you're not following. In other words, if you're not telling the Good News to somebody else, you're not being a disciple. God expects you to share his Good News.

Think of it this way: If I knew the cure for cancer and kept it a secret, that would be unthinkably wrong! But the truth is that I know something better than that. I know how you can have your past forgiven, a purpose for living, and a home in heaven. And God calls me—and you—to share that Good News.

You're going to heaven because somebody told you about Jesus. And somebody told that person about Jesus and so on. You don't want that chain to break with you.

Jesus told his followers, "Therefore, go and make disciples of all the nations, baptizing them in the name of the Father and the Son and the Holy Spirit. Teach these new disciples to obey all the commands I have given you. And be sure of this: I am with you always, even to the end of the age" (Matthew 28:19-20 NLT).

You know the Good News. Now it's time to go tell someone else about it!


Rabu, 05 November 2025

Di Mana Arti Kehidupan yang Sejati Ditemukan

06 November 2025

Bacaan Hari ini:
Matius 20:28 "sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang"
---------------
Orang-orang yang paling berbahagia adalah mereka yang mengabdikan hidupnya bagi orang lain. Hal ini karena nilai-nilai dalam Kerajaan Allah sangat berbeda dari nilai-nilai dunia.

Dalam Kerajaan Allah, orang yang paling penting justru adalah yang mau menjadi yang terakhir dan melayani orang lain. Alkitab berkata, "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu" (Matius 20:26)

Itulah sebabnya, untuk bertumbuh secara rohani sebagai murid Yesus, Anda harus belajar melayani orang lain. Hidup bukan tentang "mengambil," tetapi tentang memberikan kembali.

Izinkan saya memberi sedikit nasihat:
Kunci kebahagiaan sejati adalah menemukan makna hidup (significance).

Namun masalahnya adalah, banyak orang mencari makna di tempat yang salah. Kesuksesan tidak akan memberi makna sejati, karena akan selalu ada seseorang yang lebih sukses dari Anda. Gaji tidak memberi makna sejati, begitu juga status sosial atau kenikmatan dunia.

Jadi, di mana makna sejati dapat ditemukan?
Makna sejati ditemukan melalui pelayanan.

Allah ingin Anda belajar melayani supaya Anda dapat menjadi serupa dengan-Nya. Orang-orang yang paling tidak bahagia adalah mereka yang hidup berpusat pada diri sendiri—hanya mengejar kesenangan, kebutuhan dan kenyamanan pribadi.

Namun orang-orang yang paling bahagia, entah mereka kaya atau miskin, adalah mereka yang menyerahkan hidupnya untuk melayani orang lain. Teladan tertinggi kita adalah Yesus Kristus.

Ia berkata:
"sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Matius 20:28)

Yesus datang untuk melayani dan memberi. Inilah dua kata yang mendefinisikan kehidupan Kristen. Semakin Anda belajar untuk melayani dan memberi, semakin besar pula kebahagiaan yang akan Anda rasakan. Pelayanan dapat diibaratkan sebagai latihan rohani.

Seperti halnya olahraga yang membuat tubuh menjadi kuat, melayani orang lain akan membuat iman dan kedewasaan rohani Anda bertumbuh.

Yesus berkata:
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius 16:24)

Ketika Anda menaati perintah ini, Anda akan menemukan kebahagiaan, makna sejati dan yang terpenting—Anda akan menjadi lebih serupa dengan Yesus.

Renungkan :

- Siapa pemimpin Kristen yang Anda kenal yang hidupnya mencerminkan pelayanan sejati?

- Kapan Anda pernah merasakan kebahagiaan karena menyerahkan hidup Anda untuk melayani orang lain?

- Apa satu tindakan nyata yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 31 - 34; II Timotius 3: 10-17
_____________
Anda tidak bisa hanya terus-menerus mempelajari Alkitab dan mendengarkan khotbah tanpa mempraktikkannya. Anda harus menerapkan apa yang Anda pelajari dengan melayani sesama.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Where Real Significance Is Found - Daily Hope with Rick Warren - November 06, 2025

"For even the Son of Man came not to be served but to serve others and to give his life as a ransom for many." Matthew 20:28 (NLT)
-------------------
The happiest people are those who give their lives away.

That's because the values of God's kingdom are opposite of the world's values. In God's kingdom, the most important person takes last place and serves everyone else. The Bible says it like this: "Whoever wants to be a leader among you must be your servant" (Matthew 20:26 NLT).

That's why, to grow spiritually as a disciple of Jesus, you've got to learn to serve others. Life isn't about taking; it's about giving back.

Let me give you a little advice: The key to happiness is to find significance.

But the problem is, we look for significance in all the wrong places. Success doesn't give significance because you can always find somebody who is more successful than you. Salary doesn't give you significance, and neither does status or sex.

So where can you find real significance? Through service.

God wants you to learn to serve so you can be like him. The most miserable people are self-centered—living for their own pleasures, needs, and comfort. The happiest people, whether they are rich or poor, are those who give their lives away in service to others.

Our model for this is Jesus. He said, "For even the Son of Man came not to be served but to serve others and to give his life as a ransom for many" (Matthew 20:28 NLT). He came to "serve" and to "give." That defines the Christian life. The more you learn to serve and give, the happier you're going to be.  

In a way, service is like spiritual exercise. Just like physical exercise helps you grow strong physically, serving others helps you grow spiritually. You can't spend all your time studying the Bible and listening to sermons. You have to put what you're learning into practice by serving others.

Jesus said it like this: "Whoever wants to be my disciple must deny themselves and take up their cross and follow me" (Matthew 16:24 NIV). 

When you follow that command, you'll find happiness and significance. And, most importantly, you'll become more like Jesus.

Selasa, 04 November 2025

Murid Yesus Mengasihi Dia dan Gereja-Nya

05 November 2025

Bacaan Hari ini:
Yohanes 13:35 "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku , yaitu jikalau kamu saling mengasihi"
--------------------
Jika Anda adalah murid Yesus, maka Anda tidak bisa hanya mengasihi Dia; Anda juga harus mengasihi semua orang yang menjadi bagian dari keluarga-Nya.

Yesus berkata, "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku , yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Yohanes 13:35)

Tanda seorang pengikut Yesus yang sejati bukanlah stiker di mobil, kaus bertuliskan ayat, atau simbol keagamaan lainnya yang Anda kenakan. Bukti nyata bahwa Anda adalah murid Yesus adalah kasih Anda kepada murid-murid lainnya, kasih Anda kepada Gereja Allah.

Seolah-olah Yesus berkata, "Jika kamu mau menjadi murid-Ku, kamu tidak bisa hanya mengasihi Aku; kamu juga harus mengasihi semua orang yang menjadi milik-Ku."

Mungkin Anda pernah mendengar seseorang berkata, "Saya mengasihi Yesus, tapi saya tidak suka gereja."

Itu bukanlah sesuatu yang seharusnya keluar dari mulut seorang murid Kristus. Kristus mati untuk gereja-Nya. Faktanya, gereja adalah satu-satunya hal di dunia ini yang akan bertahan hingga kekekalan. Surga akan dipenuhi oleh keluarga Allah, jadi belajar mengasihi gereja sekarang adalah bagian dari persiapan kita untuk kekekalan.

Alkitab dengan tegas menyatakan kewajiban kita untuk mengasihi sesama orang percaya:
"Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya" (1 Yohanes 4:20)

Mengasihi orang-orang dalam keluarga Allah disebut persekutuan (fellowship). Melalui persekutuan inilah pertumbuhan rohani terjadi; Anda tidak bisa mencapai kedewasaan rohani sendirian.

Dalam Alkitab, ada satu frasa yang sering diulang, yaitu "saling."
Kita diajarkan untuk saling mengasihi, saling peduli, saling menolong, saling melayani, saling menyapa dan saling mendoakan.

Salah satu tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk saling menopang satu sama lain sebagai bagian dari keluarga Allah.

Anda mungkin mendengarkan podcast Kristen atau membaca buku rohani setiap hari—tetapi itu tidak secara otomatis membuat Anda bertumbuh; itu hanya menambah pengetahuan. Pertumbuhan sejati terjadi ketika Anda belajar mengasihi Allah dan mengasihi sesama seperti diri Anda sendiri.

Inilah yang membedakan hubungan dengan Yesus dari sekadar agama. Agama sering kali mengajarkan seseorang untuk menjauh dari dunia agar menjadi lebih suci. Tetapi Yesus mengajarkan hal yang sebaliknya. Ia datang ke pasar, menghadiri pesta pernikahan, makan bersama orang berdosa dan hadir di tengah kehidupan sehari-hari. Ia tahu bahwa mengasihi Allah dan sesama adalah kunci pertumbuhan rohani—dan Anda tidak bisa mengasihi orang lain jika Anda tidak hadir di tengah mereka.

Alkitab berkata:
"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita" (1 Yohanes 3:16)

Renungkan :

- Buatlah daftar semua cara Anda terhubung dengan tubuh Kristus—baik di gereja, tempat kerja, lingkungan, atau keluarga. Jika hubungan Anda masih sedikit, bagaimana Anda bisa memperluasnya minggu ini?

- Kapan Anda pernah menyaksikan orang-orang Kristen menunjukkan kasih yang rela berkorban satu sama lain?

- Siapa satu orang dalam keluarga Allah yang sulit Anda kasihi? Apa satu cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan kasih kepadanya minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 27 - 30; II Timotius 3: 1-9
________________
Allah menilai kasih kita dari seberapa besar kita rela berkorban bagi sesama orang percaya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Jesus' Disciples Love Him and the Church - Daily Hope with Rick Warren - November 05, 2025

"If you have love for one another, then everyone will know that you are my disciples." John 13:35 (GNT)
---------------------
If you're Jesus' disciple, you can't love just him; you have to love everyone in his family.

Jesus said, "If you have love for one another, then everyone will know that you are my disciples" (John 13:35 GNT).

The hallmark of being a follower of Jesus isn't a bumper sticker, or a t-shirt, or some other symbol you wear. The proof that you are Jesus' disciple is that you love every other disciple—that you love God's church. It's like Jesus is saying, "If you're going to be my disciple, you can't just love me; you have to love everyone who belongs to me."

Maybe you've heard someone say, "I love Jesus; I just don't like the church." That's not something you should ever hear from a disciple of Jesus. Christ died for the church. In fact, it's the only thing on this planet that will last for eternity. Heaven is going to be filled with God's family, so learning to love the church today helps us get ready for what's to come.

The Bible is clear about our obligation to love other Christians: "If someone says, 'I love God,' but hates a fellow believer, that person is a liar; for if we don't love people we can see, how can we love God, whom we cannot see?" (1 John 4:20 NLT).

Loving the people in God's family is called fellowship. And it's through fellowship that spiritual growth happens; you can't grow to spiritual maturity on your own.

There's a phrase you see over and over in the Bible: "one another." The Bible tells us to love one another, care for one another, help one another, serve one another, greet one another, and pray for one another. Part of what we're on this planet to do is to help out one another in the family of God.

You might listen to Christian podcasts or read Christian books every day, but that doesn't make you grow—it just gives you more knowledge. You grow as you learn to love God and to love your neighbor as yourself.

That's what makes a relationship with Jesus different than religion. Religion often tells you to isolate yourself from humanity to become more holy. But that's the opposite of what Jesus taught. Jesus went to the marketplace, to weddings, to parties. He knew that loving God and others is key to growth—and you can't love people unless you're around them.

God measures our love by how much we're willing to sacrifice for other believers in his family. The Bible says it like this in 1 John 3:16: "This is how we know what love is: Jesus Christ laid down his life for us. And we ought to lay down our lives for our brothers and sisters" (NIV).


Senin, 03 November 2025

Ketika Anda Membagikan Kabar Baik, Tunjukkan Kasih

04 November 2025

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 2:8 "Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. "
------------------
Sebagai pengikut Yesus, Anda adalah duta Kristus di bumi ini. Tugas Anda adalah membagikan Kabar Baik tentang keselamatan yang Ia tawarkan kepada seluruh dunia. Namun, tugas Anda tidak berhenti sampai di sana. Saat Anda membagikan Kabar Baik, Anda juga harus menunjukkan kasih—kepada setiap orang.

Mengapa seorang duta Kristus harus menunjukkan kasih kepada semua orang?

Karena Allah adalah kasih. Jadi, jika Anda menampilkan sikap yang bertentangan dengan kasih, Anda tidak sedang mewakili Yesus dengan benar.

Ada tiga cara utama untuk menunjukkan kasih:

1. Gunakan hidup Anda untuk memenuhi kebutuhan orang lain.

Anda dapat menunjukkan kasih dengan tindakan nyata—menolong orang lain secara praktis.

Alkitab berkata:
"Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi." (1 Tesalonika 2:8)
Tolonglah dengan cara sederhana namun berarti—misalnya, membawa makanan bagi seseorang yang sedang berduka, membantu anak muda mengerjakan proyek atau menawarkan tumpangan bagi tetangga lanjut usia. Anda juga bisa terlibat dalam pelayanan yang lebih luas, seperti membantu bank makanan, pelayanan sosial atau penanggulangan bencana.

Pikirkan seperti ini:
Seorang duta besar tidak hanya duduk di dalam gedung kedutaan; ia keluar dan berinteraksi dengan masyarakat.
Demikian pula, jika seluruh kehidupan Kristen Anda hanya dihabiskan di dalam gedung gereja, Anda belum benar-benar menjadi duta Kristus. Anda harus keluar ke tempat-tempat di mana orang sedang terluka dan membutuhkan pertolongan.

2. Berikan penghormatan kepada semua orang.

Sebagai duta Kristus, Anda tidak diizinkan untuk tidak menghormati siapa pun.
Tidak peduli siapa mereka atau apa yang telah mereka lakukan, setiap orang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Alkitab berkata:
"Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!" (1 Petrus 2:17)

Seorang duta sering berhadapan dengan orang-orang dari budaya yang berbeda, bahkan dengan mereka yang memiliki pandangan yang berlawanan. Tetapi mereka tetap harus bersikap diplomatis dan penuh hormat.

Bagi duta Kristus, hal ini berarti:
"Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat" (1 Petrus 3:15–16)

3. Bangun jembatan hubungan.

Rasul Paulus menjelaskannya seperti ini:
"Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. " (1 Korintus 9:22)

Ketika Anda menemukan titik kesamaan dengan orang lain, Anda membangun jembatan kasih dan saling menghormati. Dan di atas jembatan itulah Yesus dapat bertemu dengan mereka yang belum percaya.

Alkitab berkata:
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23–24)

Renungkan :

- Apakah ada seseorang dalam hidup Anda yang sedang membutuhkan pertolongan? Bagaimana cara praktis Anda dapat menolong mereka minggu ini?

- Siapa orang yang sulit Anda perlakukan dengan hormat? Berdoalah agar Allah menolong Anda melihat mereka sebagai pribadi yang diciptakan menurut gambar-Nya.

- Pikirkan seseorang yang membutuhkan Kabar Baik tentang Yesus. Apa kesamaan yang Anda miliki dengannya yang dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan mereka kepada Kristus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 23 - 26; II Timotius 2: 14-26
____________
Ketika Anda menjalani hidup sebagai duta Kristus yang penuh kasih, Yesus menjanjikan bahwa Anda akan menerima upah di surga.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
When You Share the Good News, Show Love- Daily Hope with Rick Warren - November 04, 2025

"We loved you so much that we shared with you not only God's Good News but our own lives, too." 1 Thessalonians 2:8 (NLT)
------------------------
As a follower of Jesus, you're his ambassador here on earth. Your job is to share the Good News of the salvation he offers to the whole world! But your job doesn't stop there. As you share the Good News, you have to show love—to everyone.

Why must an ambassador of Jesus show love to everyone? Because God is love. So if you show anything but love to other people, you're not representing Jesus. 

There are three main ways you can show love.

1. Use your life to meet the needs of others. That's right—you can show love simply by offering practical help to the people around you.

The Bible says, "We loved you so much that we shared with you not only God's Good News but our own lives, too" (1 Thessalonians 2:8 NLT).

You can give simple but meaningful help, like taking a meal to someone who's grieving, helping a young person with a project, or offering a ride to an elderly neighbor. And you can help on a larger scale too—things like helping with a food bank or disaster relief.

Think of it this way: Ambassadors don't always stay inside the walls of the embassy; they go out and spend time with people. In the same way, if your whole Christian life is spent inside the walls of the church, you're not much of an ambassador. You've got to get out to places where people are hurting and need help.

2. Give respect to everyone. In other words, as an ambassador of Jesus, you're not allowed to be disrespectful to anyone. No matter who they are or what they've done, everyone is created in the image of God. And the Bible is clear on what that means for you. The Message paraphrase says, "Treat everyone you meet with dignity" (1 Peter 2:17).

Oftentimes, ambassadors interact with people from different cultures, as well as people they may not see eye to eye with. But they have to be diplomatic in all these situations. Here's what that looks like for Jesus' ambassadors: "Be ready at all times to answer anyone who asks you to explain the hope you have in you, but do it with gentleness and respect" (1 Peter 3:15-16 GNT).

3. Build bridges. Here's what that meant to the apostle Paul: "Whatever a person is like, I try to find common ground with him so that he will let me tell him about Christ and let Christ save him." (1 Corinthians 9:22 TLB).

When you find common ground with people, you build bridges of respect and love. And it's on those bridges that Jesus and unbelievers can meet each other.

When you spend your life as Jesus' loving ambassador, he promises you'll be rewarded in heaven: "Whatever you do, work at it with all your heart, as though you were working for the Lord and not for people. Remember that the Lord will give you as a reward what he has kept for his people. For Christ is the real Master you serve" (Colossians 3:23-24 GNT).


Minggu, 02 November 2025

Apa Peran Anda di Dunia Ini?

03 November 2025

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 1:17 "Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini."
--------------------
Dunia ini bukan rumah Anda yang sesungguhnya. Mungkin Anda sudah sering mendengar kalimat itu, tetapi pernahkah Anda benar-benar memikirkannya?

Jika Anda adalah pengikut Yesus, maka rumah sejati Anda bukan di bumi ini. Tanah air Anda adalah surga dan identitas Anda berakar dalam kekekalan.

Sebagian besar manusia hanya hidup sekitar 70, 80 atau mungkin 100 tahun di bumi ini—tetapi Anda akan berada di kekekalan selamanya.

Selama Anda hidup di bumi, Anda hanyalah seorang duta besar Allah dalam penugasan jangka pendek.

Bayangkan seorang duta besar politik. Ia tinggal di negara asing sebagai perwakilan dari negaranya sendiri. Namun, negara asing itu bukan rumahnya. Karena itu, ia tidak menetap di sana; ia hidup sebagai penduduk sementara yang berfokus pada misinya.

Demikian pula dengan Anda. Di bumi ini, Anda hidup sebagai duta Kristus. Dunia ini bukan tempat tinggal Anda yang kekal—Anda hanya melaluinya dalam perjalanan menuju kehidupan kekal di surga.

Alkitab menyatakannya dengan jelas:
"Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini."(1 Petrus 1:17)

Ayat ini pada dasarnya berkata:
"Jangan terlalu nyaman hidup di dunia ini. Anda hanyalah seorang duta di sini. Peran Anda adalah mewakili Yesus dan memberitakan Kabar Baik kepada semua orang di sekitar Anda."

Dalam Filipi 3, Alkitab membandingkan orang yang tidak percaya dengan orang percaya:
"Pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat" (Filipi 3:19–20)

Sangat mudah bagi kita untuk terjebak dalam urusan dunia saat ini—mencari kekayaan, kekuasaan, atau popularitas. Namun, para pengikut Yesus seharusnya memiliki prioritas yang berbeda: prioritas yang bersifat kekal.

Prioritas itu adalah memberitakan Kabar Baik tentang Yesus kepada mereka yang belum percaya.

2 Korintus 5:20 menegaskan dengan jelas:
"Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah"

Renungkan :

- Dalam hal apa Anda hidup seolah-olah dunia ini adalah rumah permanen Anda?

- Dalam hal apa Anda hidup seolah-olah surga adalah rumah Anda, dan Anda hanya sementara tinggal di bumi ini?

- Kepada siapa Anda perlu membagikan Kabar Baik tentang Yesus hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 19 - 22; II Timotius 2:1-13
____________
Allah menempatkan Anda di dunia ini untuk menjadi duta-Nya, karena itu pergilah dan ceritakan tentang Dia kepada seseorang hari ini!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=============

What's Your Role on Earth? - Daily Hope with Rick Warren - November 03, 2025

"If you call God your Father, live your time as temporary residents on earth." 1 Peter 1:17 (GW)
------------------
This world isn't your home. You've probably heard that idea before, but have you really thought about it? If you're a follower of Jesus, your home is not on earth. Your homeland is in heaven, and your identity is rooted in eternity.

Most people will only be spending 70, 80, maybe 100 years here on earth—but you'll be in eternity for the rest of time. While you're on earth, you're simply an ambassador on a short-term assignment.

Think of political ambassadors. They live in a foreign country as a representative of their home country. But that foreign country isn't their home. So they don't settle in there. They live as temporary residents, focused on their mission.

The same is true for you. Here on earth, you're living as an ambassador for Jesus. But you're just passing through this world; you were made for eternity in heaven.

The Bible says it this way: "If you call God your Father, live your time as temporary residents on earth" (1 Peter 1:17 GW). Here, the Bible is basically saying, "Don't get too comfortable living in this world. You're just an ambassador here. Your role is to represent Jesus and to share the Good News with everyone around you."

In Philippians 3, the Bible compares unbelievers to believers: "They think only about this life here on earth. But we are citizens of heaven, where the Lord Jesus Christ lives" (Philippians 3:19-20 NLT). 

It's easy to get caught up in the here and now—to work to accumulate wealth or power or prestige. But Jesus' followers should have a different priority, an eternal priority.

That priority is to tell unbelievers the Good News about Jesus.

Second Corinthians 5:20 says it clearly: "So we have been sent to speak for Christ. It is as if God is calling to you through us. We speak for Christ when we beg you to be at peace with God" (NCV).

God has left you here on earth to be his ambassador. Go tell someone else about him today!


Sabtu, 01 November 2025

Trs: Bryna




----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: "Petrus Kurniadi" <tan_petrus@yahoo.com>
Kepada: "Petrus Kurniadi" <tan_petrus@yahoo.com>
Cc:
Terkirim: Jum, 31 Okt 2025 pada 18:19
Judul: Bryna

*Kisah Mengharukan*

Namanya adalah Bryna, dan ia berasal dari sebuah desa kecil di wilayah Mogilev, Kekaisaran Rusia, yang kini menjadi bagian dari Belarus.

Di masa mudanya, ia bertunangan dengan seorang pria bernama Herschel, yang pergi ke Amerika dengan membawa janji dan impian. Setahun kemudian, ia mengirimkan uang untuk biaya perjalanan Bryna. Pada masa itu, sebelum ada persyaratan visa, Bryna naik kapal untuk menyusulnya, membawa satu-satunya hal yang ia miliki: harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Mereka menikah dan menetap di Amsterdam, New York—bukan kota besar yang glamor, melainkan kota kecil dengan pabrik-pabrik pemintalan. Bryna melahirkan tujuh anak untuk Herschel: enam perempuan dan akhirnya seorang anak laki-laki. Mereka menamainya Issur, meski semua orang memanggilnya Izzy.

Namun mimpi Amerika berubah menjadi mimpi buruk.
Herschel, yang dulunya seorang pedagang kuda di Rusia, menjadi pengumpul barang rongsokan di Amerika—mengumpulkan sampah dan potongan logam untuk dijual. Uang sedikit yang ia hasilkan dihabiskan untuk alkohol dan berjudi bersama teman-temannya. Di lingkungan sekitar, ia dikenal sebagai pembuat onar dan pengganggu. Lebih buruk lagi, ia kejam di rumah—begitu dingin hingga tidak pernah memanggil istrinya dengan namanya sendiri. Ia hanya menyapanya dengan, "Hei, kau!"

Keluarga itu hidup dalam kemiskinan yang mencekik. Bryna, yang tidak bisa membaca maupun menulis, bekerja keras hingga tangannya luka, mencuci pakaian orang lain dan melakukan pekerjaan apa pun yang bisa ia temukan. Tapi itu tak pernah cukup. Anak-anak mereka sering kelaparan.
Ia sering menyuruh Izzy kecil pergi ke tukang daging Yahudi dengan permintaan sederhana: "Tolong, beri aku tulang-tulang yang tak kau butuhkan lagi." Bryna akan membawa pulang tulang-tulang buangan itu dan merebusnya berjam-jam, membuat sup encer yang menjaga keluarganya tetap hidup selama berhari-hari.

Bertahun-tahun kemudian, putranya—yang kini dikenal sebagai Kirk Douglas—mengenang masa itu: "Ketika hari baik, kami makan omelet yang dibuat dengan air. Ketika hari buruk, kami tidak makan sama sekali."

Namun Bryna tak pernah menyerah. Ia menjaga keluarganya tetap utuh dengan kekuatan tekad semata. Dan ia percaya pada putranya dengan keyakinan yang melampaui keadaan mereka. Ketika Izzy berbicara tentang menjadi seorang aktor—impian konyol bagi anak miskin dari keluarga pemulung—Bryna mendukungnya sepenuh hati.

Issur Demsky meninggalkan kota kecil itu dan menjadi Kirk Douglas. Ia menjadi legenda Hollywood, membintangi film-film klasik seperti Spartacus, Paths of Glory, dan Lust for Life. Namun ia tak pernah lupa asal-usulnya. Dan ia tak pernah lupa siapa yang membuat semua itu mungkin.

Pada tahun 1949, ketika Kirk mendirikan perusahaan filmnya sendiri, ia memberi nama: Bryna Productions. Bukan dari namanya sendiri, tapi dari nama ibunya.

Tahun 1958, Bryna Productions merilis The Vikings, film epik yang dibintangi Kirk Douglas dan Tony Curtis. Itu menjadi salah satu film terbesar tahun itu. Dan Kirk memutuskan ibunya harus melihat sesuatu.
Ia menggandeng tangan ibunya dan membawanya ke Times Square di New York City. Di antara lampu-lampu yang berkelap-kelip dan papan iklan raksasa, ia menunjukkan sebuah poster besar:

"BRYNA PRESENTS THE VIKINGS"

Namanya. Wanita yang tak bisa membaca. Wanita yang merebus tulang untuk dijadikan sup. Wanita yang dipanggil "Hei, kau!" oleh suaminya sendiri. Namanya kini terpampang di papan reklame Times Square.
Bryna Demsky menangis tersedu. Mungkin itu adalah air mata kebahagiaan murni pertama yang pernah ia rasakan dalam hidupnya yang sulit.

Bulan Desember tahun itu, hanya beberapa bulan setelah melihat namanya bersinar di lampu kota, Bryna meninggal pada usia 74 tahun. Kirk menemaninya hingga akhir. Kata-kata terakhir ibunya sederhana dan penuh kasih:
"Izzy, Nak, jangan takut. Ini terjadi pada semua orang."
Bahkan dalam kematian, ia masih berusaha menenangkan putranya.

Kirk Douglas hidup hingga usia 103 tahun. Ia menjadi salah satu bintang terbesar Hollywood, produser, dermawan, dan ayah dari aktor Michael Douglas. Namun hingga kematiannya pada tahun 2020, ia selalu mengatakan hal yang sama: semua yang ia capai adalah berkat ibunya.

Wanita yang tak bisa menulis namanya sendiri memberi dunia seorang legenda. Wanita yang tak memiliki apa-apa memberikan segalanya kepada putranya. Dan putra yang menjadi bintang memastikan dunia tak akan melupakan namanya.
Setiap film yang memuat tulisan "A Bryna Production" adalah surat cinta dari seorang anak yang berterima kasih kepada ibunya—wanita yang percaya padanya ketika ia hanya memiliki mimpi.

Ia pantas melihat namanya bersinar. Dan putranya memastikan hal itu terjadi.

Diterjemahkan dari Sumber  : unsolved misteries

👧🏼 *betty tiar*
_Nangis aku baca ceritanya.  Selalu ada Hal terbaik dari orang yg dianggap bukan apa2, selalu ada harapan bagi orang yg tidak dihiraukan_❤️

🧑🏼‍🦱 *nuna nuna*
_Wanita yg katanya mahkluk lemah.. ternyata dlm banyak hal jauh lebih perkasa dari para pria ... Thanks for the story... It's very inspiring ..._ 👍🥰

👩🏿‍🦰 *cahaya bj*
_Kasih ibu tak lekang oleh waktu cuaca dan kesulitan. Hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Itulah sebabnya perempuan  dijuluki ras terkuat di muka bumi. Betul ya_ ❤️😃

Anda adalah Duta Kristus

02 November 2025

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:20 "kami ini adalah utusan-utusan Kristus"
--------------------
Jika Anda adalah pengikut Yesus, maka Anda adalah duta Kristus. Alkitab menjelaskannya dengan sangat jelas: "kami ini adalah utusan-utusan Kristus" (2 Korintus 5:20).
Apa sebenarnya seorang duta itu? Secara sederhana, duta adalah seorang perwakilan yang diutus untuk menjalankan misi dan membangun hubungan. Ada berbagai jenis duta—politik, ekonomi, budaya, bisnis, hingga duta niat baik. Dan Alkitab mengatakan, ada juga duta rohani—itulah Anda dan saya!

Sebagai duta Kristus, Anda memiliki tiga peran utama:

1. Anda mewakili Yesus di dunia ini.

Hal ini seharusnya memengaruhi setiap aspek kehidupan Anda. Filipi 1:27 berkata:
"Hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus"

Bertahun-tahun yang lalu, saya pernah terpilih sebagai salah satu dari delapan siswa sekolah menengah di California untuk menjadi duta dalam sebuah kongres internasional tentang sains dan lingkungan. Saat saya hendak berangkat, ayah saya berkata, "Nak, ingatlah siapa yang kamu wakili."
Saya tidak hanya mewakili negara bagian California, tetapi juga nama keluarga saya, Warren—dan lebih dari itu, saya mewakili Yesus Kristus.
Saat Anda menjalani hari Anda, ingatlah siapa yang Anda wakili. Ketika Anda berada di tempat kerja, dalam pertandingan olahraga, atau bahkan terjebak di kemacetan lalu lintas—ingatlah bahwa Anda membawa nama Kristus.
Efesus 4:1 menegaskan:
"supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. "

2. Anda telah diberi misi.

Dalam Alkitab, Yesus berdoa kepada Bapa:
"Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia" (Yohanes 17:18)
Ketika Anda sedang dalam misi, itulah satu-satunya hal yang penting. Anda tidak berada di dunia ini untuk berlibur—Anda berada di sini untuk menyelesaikan pekerjaan yang Allah berikan.
Dan dari semua misi yang ada di dunia, misi terpenting adalah membantu orang lain mengenal Allah dan memastikan tujuan kekekalan mereka.
Rasul Paulus berkata:
"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." (Kisah Para Rasul 20:24)

3. Anda telah diberi kuasa untuk berbicara.

Terkadang Anda mungkin merasa tidak percaya diri untuk berbicara tentang Allah kepada orang lain. Namun Yesus sendiri telah memberi kuasa dan otoritas kepada Anda untuk melakukannya:
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19–20)

Renungkan :

- Dalam kehidupan sehari-hari Anda, kapan Anda merasa telah mewakili Yesus dengan baik? Kapan hal itu menjadi tantangan?

- Apakah Anda sudah hidup seperti seseorang yang sedang menjalankan misi dari Tuhan? Perubahan apa yang perlu Anda lakukan untuk lebih fokus pada misi tersebut?

- Apakah mudah atau sulit bagi Anda untuk membagikan Kabar Baik kepada orang lain? Bagaimana mengingat bahwa Yesus telah memberi Anda otoritas dapat membantu Anda lebih berani berbicara tentang-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 16 - 18; II Timotius 1
_____________
Ingatlah: Jika Anda adalah pengikut Kristus, Anda adalah duta-Nya. Itu berarti Anda mewakili-Nya, Anda memiliki misi dari-Nya dan Anda diberi otoritas untuk memberitakan Kabar Baik tentang Dia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
You are Jesus' Ambassador - Daily Hope with Rick Warren - November 02, 2025

If you're a follower of Jesus, you're an ambassador for him. The Bible says it very clearly: "We are Christ's ambassadors" (2 Corinthians 5:20 NLT).
-------------------
What is an ambassador? Simply put, an ambassador is a representative sent out on a mission to build relationships. There are all kinds of ambassadors—political, economic, cultural, business, and goodwill ambassadors. And the Bible says there are spiritual ambassadors—that's you and me!

As an ambassador of Jesus, you have three roles.

First, you represent Jesus in the world. That should affect everything about how you live. Philippians 1:27 says, "Be sure that you live in a way that brings honor to the Good News of Christ" (NCV).

Many years ago, I was selected as one of eight high school students in California to be an ambassador to an international congress on science and the environment. As I walked out the door, my dad said to me, "Son, remember who you represent." I didn't just represent California; I represented the Warren name. And I didn't just represent the Warren name; I represented Jesus Christ.

As you go about your day, it's a good phrase to keep in mind: Remember who you represent. When you're at work, playing a sport, or stuck in traffic—remember who you represent. And, as Ephesians 4:1 says, "Live a life worthy of the calling you have received" (NIV).

Second, you've been given a mission. In the Message paraphrase, Jesus prays, "In the same way that you gave me a mission in the world, I give them a mission in the world" (John 17:18).

When you're on a mission, that's all that matters. You're there to get the job done—not to take a vacation. You have a mission to accomplish. And of all the missions in the world, the most important mission of all is helping people get to know God and settle their eternal destiny.

The apostle Paul said this, "I don't care about my own life. The most important thing is that I complete my mission, the work that the Lord Jesus gave me— to tell people the Good News about God's grace" (Acts 20:24 NCV).

Third, you have been given authority to speak. Sometimes you may not feel confident talking about God to other people. But Jesus has authorized you to speak about him: "Go, then, to all peoples everywhere and make them my disciples: baptize them in the name of the Father, the Son, and the Holy Spirit, and teach them to obey everything I have commanded you" (Matthew 28:19-20 GNT).

Remember: If you're a follower of Jesus, you're his ambassador. That means you represent him, you have a mission from him, and you're authorized to tell the Good News about him!