Jumat, 09 Oktober 2026

Empat Alasan untuk Tidak Pernah Menyerah

10 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal"
--------------------
Jika fokus Anda hanya tertuju pada hal-hal yang terlihat dalam jangka pendek dan Anda hanya memikirkan kesulitan atau rasa sakit yang sedang Anda alami, wajar jika Anda ingin menyerah.

Namun, jika Anda memandang segala sesuatu dari perspektif kekekalan, Anda akan mampu terus melangkah, apa pun yang terjadi.

"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:16-18).

Bagian ini memberikan empat alasan bagi kita untuk tetap kuat secara emosional dan tidak pernah menyerah.

Kita tidak pernah menyerah karena "roh kita diperbarui setiap hari." Kita tidak akan pernah membayangkan melewati satu minggu penuh tanpa makan, tetapi ada orang yang tidak membuka Alkitab selama satu minggu penuh. Itu berarti Anda menghalangi jiwa Anda untuk mendapatkan asupan yang paling penting yang dibutuhkannya! Jika Anda ingin roh Anda diperbarui setiap hari, bacalah Firman Allah.

Kita tidak pernah menyerah karena "kesulitan yang kita alami sekarang hanya sebentar dan tidak akan berlangsung lama." Masalah tidak datang untuk menetap; masalah datang untuk berlalu. Sekalipun kita menghadapi masalah sepanjang hidup kita, masalah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan triliunan tahun yang akan kita habiskan di surga. Ketahuilah hal ini: Masalah di bumi hanya sementara dan Allah memiliki rencana jangka panjang bagi Anda.

Kita tidak pernah menyerah karena kita tahu bahwa masalah kita akan "menghasilkan bagi kita kemuliaan yang jauh lebih besar daripada semua kesulitan tersebut dan yang akan bertahan selamanya!" Allah menggunakan segala sesuatu dalam hidup Anda—bahkan hal-hal yang sulit—untuk membentuk karakter Anda bagi kekekalan. Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Kita tidak pernah menyerah karena kita "mengarahkan pandangan kita pada hal-hal yang tidak dapat dilihat." Ketika Anda berfokus pada hal-hal yang bertahan selamanya, Anda mampu menyelesaikan perlombaan karena Anda berpikir dalam jangka panjang. Perhatian Anda tertuju pada kekekalan.

Renungkan :

- Ceritakan bagaimana perasaan Anda ketika membandingkan kesulitan yang sedang Anda alami dengan triliunan tahun yang akan Anda habiskan dalam kekekalan.

- Apa saja disiplin rohani lainnya, selain mempelajari Alkitab, yang dapat membantu Anda tetap berfokus pada kekekalan?

- Ibrani 12:2 mengatakan, “Karena sukacita yang menanti-Nya, Dia menanggung salib dan tidak memedulikan kehinaannya. Sekarang Dia duduk di tempat terhormat di samping takhta Allah” (NLT). Sukacita apakah yang terbentang di hadapan Yesus sehingga Dia mampu bertahan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 44-47; Filipi 4 : 10-23
_______________
Jadi, apa yang menjadi fokus Anda hari ini? Alih-alih terus melihat masalah Anda, mulailah kembali memandang Yesus. Dan jangan menyerah!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Four Reasons to Never Give Up
By Rick Warren

“We don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen.” 2 Corinthians 4:18 (NLT)
-------------------
If your focus is shortsighted and you’re only thinking about your current difficulties or pain, then it’s only natural to want to give up.

But if you look at things from an eternal perspective, then you’ll be able to keep going, no matter what happens.

“That is why we never give up. Though our bodies are dying, our spirits are being renewed every day. For our present troubles are small and won’t last very long. Yet they produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever! So we don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen” (2 Corinthians 4:16-18 NLT

This passage gives us four reasons to stay strong emotionally and never give up.

We never give up, because “our spirits are being renewed every day.” We wouldn't dream of going a whole week without food, but some people don't open their Bibles for an entire week. That's depriving your soul of the most essential nourishment it needs! If you want to renew your spirit every day, then get into God's Word.

We never give up, because “our present troubles are small and won’t last very long.” Problems don’t come to stay; they come to pass. Even if we have problems that last our entire lives, they would be miniscule compared to the trillions of years we're going to spend in heaven. Know this: Problems on earth are temporary, and God has long-range plans for you.

We never give up, because we know our problems will “produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever!” God is using everything in your life—even the hard stuff—to build your character for eternity. Romans 8:28 says, “We know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose” (NIV).

We never give up, because we “fix our gaze on things that cannot be seen.” When you focus on things that last forever, you’re able to finish the race because you have long-term thinking. Your attention is fixed on eternity.

So, what are you focused on today? Instead of looking at your problems, start looking at Jesus again. And don’t give up!


*Empat Alasan untuk Tidak Pernah Menyerah*Empat Alasan untuk Tidak Pernah Menyerah 10 Oktober 2026 Bacaan Hari ini: 2 Korintus 4:18 *"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal"* -------------------- Jika fokus Anda hanya tertuju pada hal-hal yang terlihat dalam jangka pendek dan Anda hanya memikirkan kesulitan atau rasa sakit yang sedang Anda alami, wajar jika Anda ingin menyerah. Namun, jika Anda memandang segala sesuatu dari perspektif kekekalan, Anda akan mampu terus melangkah, apa pun yang terjadi. "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:16-18). Bagian ini memberikan empat alasan bagi kita untuk tetap kuat secara emosional dan tidak pernah menyerah. Kita tidak pernah menyerah karena "roh kita diperbarui setiap hari." Kita tidak akan pernah membayangkan melewati satu minggu penuh tanpa makan, tetapi ada orang yang tidak membuka Alkitab selama satu minggu penuh. Itu berarti Anda menghalangi jiwa Anda untuk mendapatkan asupan yang paling penting yang dibutuhkannya! Jika Anda ingin roh Anda diperbarui setiap hari, bacalah Firman Allah. Kita tidak pernah menyerah karena "kesulitan yang kita alami sekarang hanya sebentar dan tidak akan berlangsung lama." Masalah tidak datang untuk menetap; masalah datang untuk berlalu. Sekalipun kita menghadapi masalah sepanjang hidup kita, masalah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan triliunan tahun yang akan kita habiskan di surga. Ketahuilah hal ini: Masalah di bumi hanya sementara dan Allah memiliki rencana jangka panjang bagi Anda. Kita tidak pernah menyerah karena kita tahu bahwa masalah kita akan "menghasilkan bagi kita kemuliaan yang jauh lebih besar daripada semua kesulitan tersebut dan yang akan bertahan selamanya!" Allah menggunakan segala sesuatu dalam hidup Anda—bahkan hal-hal yang sulit—untuk membentuk karakter Anda bagi kekekalan. Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Kita tidak pernah menyerah karena kita "mengarahkan pandangan kita pada hal-hal yang tidak dapat dilihat." Ketika Anda berfokus pada hal-hal yang bertahan selamanya, Anda mampu menyelesaikan perlombaan karena Anda berpikir dalam jangka panjang. Perhatian Anda tertuju pada kekekalan. Renungkan : - Ceritakan bagaimana perasaan Anda ketika membandingkan kesulitan yang sedang Anda alami dengan triliunan tahun yang akan Anda habiskan dalam kekekalan. - Apa saja disiplin rohani lainnya, selain mempelajari Alkitab, yang dapat membantu Anda tetap berfokus pada kekekalan? - Ibrani 12:2 mengatakan, “Karena sukacita yang menanti-Nya, Dia menanggung salib dan tidak memedulikan kehinaannya. Sekarang Dia duduk di tempat terhormat di samping takhta Allah” (NLT). Sukacita apakah yang terbentang di hadapan Yesus sehingga Dia mampu bertahan? Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 44-47; Filipi 4 : 10-23 _______________ Jadi, apa yang menjadi fokus Anda hari ini? Alih-alih terus melihat masalah Anda, mulailah kembali memandang Yesus. Dan jangan menyerah! (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) ======== *Four Reasons to Never Give Up* By Rick Warren *“We don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen.”* 2 Corinthians 4:18 (NLT) ------------------- If your focus is shortsighted and you’re only thinking about your current difficulties or pain, then it’s only natural to want to give up. But if you look at things from an eternal perspective, then you’ll be able to keep going, no matter what happens. “That is why we never give up. Though our bodies are dying, our spirits are being renewed every day. For our present troubles are small and won’t last very long. Yet they produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever! So we don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen” (2 Corinthians 4:16-18 NLT This passage gives us four reasons to stay strong emotionally and never give up. We never give up, because “our spirits are being renewed every day.” We wouldn't dream of going a whole week without food, but some people don't open their Bibles for an entire week. That's depriving your soul of the most essential nourishment it needs! If you want to renew your spirit every day, then get into God's Word. We never give up, because “our present troubles are small and won’t last very long.” Problems don’t come to stay; they come to pass. Even if we have problems that last our entire lives, they would be miniscule compared to the trillions of years we're going to spend in heaven. Know this: Problems on earth are temporary, and God has long-range plans for you. We never give up, because we know our problems will “produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever!” God is using everything in your life—even the hard stuff—to build your character for eternity. Romans 8:28 says, “We know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose” (NIV). We never give up, because we “fix our gaze on things that cannot be seen.” When you focus on things that last forever, you’re able to finish the race because you have long-term thinking. Your attention is fixed on eternity. So, what are you focused on today? Instead of looking at your problems, start looking at Jesus again. And don’t give up!

10 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal"
--------------------
Jika fokus Anda hanya tertuju pada hal-hal yang terlihat dalam jangka pendek dan Anda hanya memikirkan kesulitan atau rasa sakit yang sedang Anda alami, wajar jika Anda ingin menyerah.

Namun, jika Anda memandang segala sesuatu dari perspektif kekekalan, Anda akan mampu terus melangkah, apa pun yang terjadi.

"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:16-18).

Bagian ini memberikan empat alasan bagi kita untuk tetap kuat secara emosional dan tidak pernah menyerah.

Kita tidak pernah menyerah karena "roh kita diperbarui setiap hari." Kita tidak akan pernah membayangkan melewati satu minggu penuh tanpa makan, tetapi ada orang yang tidak membuka Alkitab selama satu minggu penuh. Itu berarti Anda menghalangi jiwa Anda untuk mendapatkan asupan yang paling penting yang dibutuhkannya! Jika Anda ingin roh Anda diperbarui setiap hari, bacalah Firman Allah.

Kita tidak pernah menyerah karena "kesulitan yang kita alami sekarang hanya sebentar dan tidak akan berlangsung lama." Masalah tidak datang untuk menetap; masalah datang untuk berlalu. Sekalipun kita menghadapi masalah sepanjang hidup kita, masalah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan triliunan tahun yang akan kita habiskan di surga. Ketahuilah hal ini: Masalah di bumi hanya sementara dan Allah memiliki rencana jangka panjang bagi Anda.

Kita tidak pernah menyerah karena kita tahu bahwa masalah kita akan "menghasilkan bagi kita kemuliaan yang jauh lebih besar daripada semua kesulitan tersebut dan yang akan bertahan selamanya!" Allah menggunakan segala sesuatu dalam hidup Anda—bahkan hal-hal yang sulit—untuk membentuk karakter Anda bagi kekekalan. Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Kita tidak pernah menyerah karena kita "mengarahkan pandangan kita pada hal-hal yang tidak dapat dilihat." Ketika Anda berfokus pada hal-hal yang bertahan selamanya, Anda mampu menyelesaikan perlombaan karena Anda berpikir dalam jangka panjang. Perhatian Anda tertuju pada kekekalan.

Renungkan :

- Ceritakan bagaimana perasaan Anda ketika membandingkan kesulitan yang sedang Anda alami dengan triliunan tahun yang akan Anda habiskan dalam kekekalan.

- Apa saja disiplin rohani lainnya, selain mempelajari Alkitab, yang dapat membantu Anda tetap berfokus pada kekekalan?

- Ibrani 12:2 mengatakan, “Karena sukacita yang menanti-Nya, Dia menanggung salib dan tidak memedulikan kehinaannya. Sekarang Dia duduk di tempat terhormat di samping takhta Allah” (NLT). Sukacita apakah yang terbentang di hadapan Yesus sehingga Dia mampu bertahan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 44-47; Filipi 4 : 10-23
_______________
Jadi, apa yang menjadi fokus Anda hari ini? Alih-alih terus melihat masalah Anda, mulailah kembali memandang Yesus. Dan jangan menyerah!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Four Reasons to Never Give Up
By Rick Warren

“We don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen.” 2 Corinthians 4:18 (NLT)
-------------------
If your focus is shortsighted and you’re only thinking about your current difficulties or pain, then it’s only natural to want to give up.

But if you look at things from an eternal perspective, then you’ll be able to keep going, no matter what happens.

“That is why we never give up. Though our bodies are dying, our spirits are being renewed every day. For our present troubles are small and won’t last very long. Yet they produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever! So we don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen” (2 Corinthians 4:16-18 NLT

This passage gives us four reasons to stay strong emotionally and never give up.

We never give up, because “our spirits are being renewed every day.” We wouldn't dream of going a whole week without food, but some people don't open their Bibles for an entire week. That's depriving your soul of the most essential nourishment it needs! If you want to renew your spirit every day, then get into God's Word.

We never give up, because “our present troubles are small and won’t last very long.” Problems don’t come to stay; they come to pass. Even if we have problems that last our entire lives, they would be miniscule compared to the trillions of years we're going to spend in heaven. Know this: Problems on earth are temporary, and God has long-range plans for you.

We never give up, because we know our problems will “produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever!” God is using everything in your life—even the hard stuff—to build your character for eternity. Romans 8:28 says, “We know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose” (NIV).

We never give up, because we “fix our gaze on things that cannot be seen.” When you focus on things that last forever, you’re able to finish the race because you have long-term thinking. Your attention is fixed on eternity.

So, what are you focused on today? Instead of looking at your problems, start looking at Jesus again. And don’t give up!


Kamis, 08 Oktober 2026

Kebiasaan yang Menghasilkan Sukacita

09 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 5:18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."
----------------------
Ketika Anda sedang melewati masa yang penuh dengan perubahan besar dan tekanan, bagaimana Anda mempertahankan sukacita? Anda melakukannya dengan mengembangkan kebiasaan untuk bersyukur kepada Allah atas segala sesuatu yang baik, terlepas dari semua hal yang buruk.

Prinsip ini terdapat dalam 1 Tesalonika 5:18: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.". Ini berarti kita harus mengembangkan sikap penuh rasa syukur dalam setiap keadaan. Bukan berarti kita harus bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi pada kita, terutama hal-hal buruk seperti kanker atau kecelakaan mobil. Kita tidak harus bersyukur atas semua kejahatan yang ada di dunia.

Namun, setiap kali Anda meluangkan waktu sejenak untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas sesuatu—entah itu musik favorit Anda, suatu tempat di alam yang Anda sukai atau ayat-ayat Alkitab—hal itu membantu mengisi kembali tangki emosi Anda yang kosong sehingga Anda dapat terus menjalani hidup. Memilih untuk bersyukur adalah demi kebaikan Anda sendiri; hal itu mencegah Anda menjadi pahit dan membantu Anda menyelesaikan perjalanan hidup dengan kuat.

Bersyukur itu mudah ketika tangki emosi Anda penuh dan segala sesuatu berjalan dengan baik. Jauh lebih sulit menemukan sesuatu untuk disyukuri ketika Anda sedang menghadapi krisis atau tekanan berkepanjangan yang terus-menerus. Namun, justru pada saat itulah Anda paling perlu mengungkapkan rasa syukur.

Kisah Ayub merupakan contoh yang sangat baik tentang rasa syukur di masa-masa sulit. Ia adalah seorang pria kaya dan sukses, tetapi kehilangan segalanya dalam satu hari. Ia tidak tahu mengapa semua itu terjadi kepadanya, dan ia memiliki banyak alasan untuk marah dan menjadi pahit. Meskipun demikian, ia tetap percaya kepada Allah. Bahkan pada saat tergelap dalam hidupnya, ia tersungkur ke tanah dan menyembah Allah sambil berkata, "Terpujilah nama TUHAN" (Ayub 1:21).

Salah satu kebiasaan paling praktis sekaligus paling ampuh yang dapat Anda kembangkan adalah membuat daftar hal-hal yang Anda syukuri setiap hari. Luangkan waktu lima menit setiap hari untuk duduk dan bertanya kepada diri sendiri, "Apa yang saya syukuri?" Kebiasaan ini akan menguatkan jiwa Anda dan membantu Anda terus melangkah ketika Anda merasa ingin menyerah.

Renungkan :

- Apa yang diungkapkan oleh sikap penuh rasa syukur tentang kepercayaan Anda kepada Allah yang baik?

- Apa saja hal yang selama ini Anda anggap biasa, tetapi mulai hari ini dapat Anda syukuri kepada Allah?

- Kapan sikap penuh rasa syukur memberi Anda kekuatan untuk melewati masa sulit?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 41-43; Filipi 4 : 1-9
_____________
Bahkan pada saat-saat tergelap dalam hidup kita, kita dapat mengikuti teladan Ayub dan menyembah Allah dengan penuh rasa syukur, karena kita tahu bahwa kehendak-Nya bagi kita adalah untuk bersyukur dalam segala keadaan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
The Habit That Produces Joy
By Rick Warren

"Be thankful in all circumstances, for this is God’s will for you who belong to Christ Jesus.” 1 Thessalonians 5:18 (NLT)
------------------
When you’re going through a season of great change and stress, how do you maintain joy? You do it by developing the habit of thanking God for all that’s good, despite all that’s bad.

This principle is found in 1 Thessalonians 5:18: “Be thankful in all circumstances, for this is God’s will for you who belong to Christ Jesus” (NLT). This means that we should develop an attitude of gratitude in every situation. It doesn't mean that we have to be thankful for everything that happens to us, especially the bad things like cancer or car accidents. We don’t have to be thankful for all the evil in the world.

But every time you take a minute to express gratitude to God about anything—it could be your favorite music, a spot in nature, or Scripture—it helps refill your empty emotional tank so you can move forward in life. Choosing to be thankful is for your own good; it keeps you from becoming bitter and helps you to finish strong.

Being grateful is easy when your emotional tank is full and things are going great. It’s much harder to find something to be thankful for when you're facing a crisis or prolonged chronic stress. But that’s when you need to express gratitude the most.

The story of Job is a great example of gratitude during hard times. He was a wealthy and successful man, but he lost everything in a single day. He didn't know why it all happened to him, and he had every reason to be angry and bitter. Despite this, he continued to trust God. Even in his darkest moment, he fell to the ground and worshiped God, saying, “May the name of the LORD be praised” (Job 1:21 NIV).

One of the most practical yet powerful habits you can develop is to make a daily gratitude list. Just sit down for five minutes each day and ask yourself, "What am I grateful for?” It’s a habit that will strengthen your soul and keep you going when you feel like giving up.

Even in our darkest moments, we can follow Job's example and gratefully worship God, knowing that his will for us is to give thanks in all circumstances.


Rabu, 07 Oktober 2026

Anda Bisa Bersikap Jujur kepada Allah

08 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 5:7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu"
--------------------
Pernahkah Anda berdoa seperti ini? "Allah, tolonglah saya. Saya merasa kewalahan dan putus asa. Saya tidak tahu apakah saya sanggup terus melangkah." Jika pernah, berarti Anda sedang bersikap jujur kepada Allah—dan itulah tepatnya jenis doa yang ingin Dia dengar dari Anda.

Apakah Anda merasa sedang diserang? Katakan kepada Allah. Apakah Anda merasa tidak memiliki tenaga lagi? Katakan kepada Allah. Apakah Anda merasa ditolak atau kesepian? Katakan kepada Allah. Anda diizinkan untuk mencurahkan segala sesuatu yang sedang Anda rasakan saat ini kepada Tuhan karena Alkitab berkata, "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5:7).

Namun, terkadang bersikap jujur kepada Allah bisa terasa menakutkan. Anda mungkin berpikir bahwa Dia belum mengetahui segala sesuatu tentang hidup Anda, tetapi sebenarnya Dia tahu. Itulah sebabnya penting untuk mengingat tiga fakta tentang Allah ketika Anda berdoa.

Allah mengetahui setiap emosi yang Anda rasakan. Alkitab berkata, "Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka." (Mazmur 33:15)

Ketika Anda memberi tahu Allah tentang perasaan Anda, Dia tidak akan pernah berkata, "Itu mengejutkan-Ku." Mengapa? Karena Dia menciptakan pikiran Anda, sama seperti Dia menciptakan segala sesuatu yang lain. Anda dapat berbicara dengan bebas kepada-Nya. Tidak ada satu pun yang Anda katakan yang akan membuat-Nya terkejut.

Ketika Anda mengungkapkan perasaan kepada Allah, hal itu bermanfaat bagi Anda, bukan bagi Dia. Allah tahu bahwa ketika Anda "menyerahkan semua kekhawatiran kepada-Nya", hal itu dapat mengurangi banyak ketegangan yang tidak Anda sadari dan konflik batin dalam hidup Anda.

Allah memahami perasaan Anda lebih baik daripada Anda sendiri. Alkitab berkata, "TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita" (1 Tawarikh 28:9).

Saya ragu Anda memahami segala sesuatu yang Anda pikirkan. Saya sendiri tentu tidak memahami segala sesuatu yang saya pikirkan. Terkadang Anda merasakan suatu emosi yang membuat Anda bertanya-tanya, "Dari mana perasaan ini berasal?" Namun, karena Allah memberi Anda emosi, Dia selalu memahaminya.

Satu-satunya alasan Anda memiliki emosi adalah karena Anda diciptakan menurut gambar Allah—dan Allah adalah Allah yang memiliki emosi. Alkitab mengatakan bahwa Allah merasa sedih dan marah, bahkan Dia juga tertawa. Setiap emosi yang Anda miliki berasal dari Allah.

Allah senang mendengarkan Anda. Alkitab berkata, "Aku mengasihi TUHAN sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya." (Mazmur 116:1-2).

Allah adalah Allah yang mendengarkan. Anda mungkin terlalu sibuk untuk berbicara dengan-Nya, tetapi Dia tidak pernah terlalu sibuk untuk berbicara dengan Anda. Dia juga tidak mudah kehilangan perhatian; Dia tidak akan berkata, "Apa yang tadi Anda katakan? Bisakah Anda mengatakannya sekali lagi?" Allah selalu memberikan perhatian penuh.

Jadi, setiap kali Anda merasa tertekan dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, berdoalah dengan jujur dan "Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan" (Ratapan 2:19).

Renungkan :

- Meskipun Allah ingin Anda “menyerahkan semua kekhawatiran kepada-Nya”, apakah masih ada sesuatu yang membuat Anda tidak bisa sepenuhnya jujur kepada-Nya?

- Apa yang akan Anda katakan kepada Allah saat ini jika Anda benar-benar jujur tentang perasaan Anda?

- Mazmur 55:17 berkata, "Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku." Menurut ayat ini, kapan waktu yang tepat untuk berseru kepada Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 37-40; Filipi 3
____________
Allah memahami perasaan Anda lebih baik daripada Anda sendiri. Allah sanggup menanggungnya dan Dia siap mendengarkan doa-doa Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
You Can Be Honest with God
By Rick Warren

“Throw all your worry on [God], because he cares for you.” 1 Peter 5:7 (ISV)
-----------------
Have you ever prayed a prayer like this? “God, help me. I’m overwhelmed and discouraged. I don't know if I can keep going.” If so, you were being honest with God—and that’s exactly the kind of prayer he wants to hear from you.

Do you feel under attack? Tell God. Do you feel like you have no energy? Tell God. Do you feel rejected or lonely? Tell God. You have permission to dump everything you’re feeling right now onto the Lord because the Bible says: “Throw all your worry on [God], because he cares for you” (1 Peter 5:7 ISV).

But sometimes being honest with God can be intimidating. You might think he doesn’t already know everything about your life, but he does. That’s why it’s important to remember three facts about God when you pray.

God knows every emotion you feel. The Bible says, “The LORD gave each of us a mind, and nothing we do can be hidden from him” (Psalm 33:15 CEV).

When you tell God how you feel, he will never say, “That’s a surprise to me.” Why? Because he created your mind along with everything else. You can speak freely to him. Nothing you say will ever catch him off guard.

And when you do share your feelings with God, it’s for your benefit, not his. God knows that when you “throw all your worries on him,” it relieves a lot of unconscious tension and internal conflict in your life.

God understands your feelings better than you do. The Bible says, “The LORD knows what is in everyone's mind. He understands everything you think” (1 Chronicles 28:9 NCV).

I doubt you understand everything you think. I certainly don’t understand everything I think. And sometimes you’ll have an emotion that makes you wonder, “Where did that come from?” But because God gave you your emotions, he always understands them.

The only reason you have emotions is because you’re made in God’s image—and God is an emotional God. The Bible says God gets sad and angry, and he even laughs. Every emotion you have comes from God.

God loves to listen to you. The Bible says, “I love the LORD, because he hears me. . . . He listens to me every time I call to him” (Psalm 116:1-2 GNT).

God is a listening God. You may get too busy for a conversation with him, but he is never too busy for a conversation with you. And he doesn't have a short attention span; he won’t say, “What were you talking about? Can you say that again?" God is always attentive.

So whenever you're distressed and at the end of your rope, pray honestly and “cry out in the night . . . pour out your heart like water in the presence of the Lord” (Lamentations 2:19 NIV). God can handle it, and he’s ready to hear your prayers.

Selasa, 06 Oktober 2026

Pengharapan yang Tidak Mengecewakan

Selama lebih dari lima tahun, Maya bergumul dengan kegagalan usaha yang membawanya ke puncak titik terendah. Di tengah beban hutang yang menumpuk dan rasa malu yang mendalam, ia hampir kehilangan harapan dan merasa doa-doanya hanya berhenti di langit-langit kamar. Namun, di saat ia akhirnya belajar untuk menyerahkan seluruh kendali hidupnya dan tidak lagi mengandalkan kekuatannya sendiri, pintu-pintu pertolongan yang tidak pernah ia duga justru terbuka satu per satu secara ajaib.

​Kisah kesaksian ini mengingatkan kita akan kebenaran firman Tuhan dalam Surat Roma 5:5, yang menyatakan bahwa "pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikurniakan kepada kita." Ketika situasi di sekitar kita tampaknya tidak memberikan kepastian, iman mengajar kita untuk tetap percaya bahwa Tuhan sedang bekerja di balik layar. Penderitaan dan proses yang kita alami sering kali menjadi sarana yang membentuk ketekunan, karakter, dan keteguhan iman yang murni.

​Saudaraku, mungkin saat ini Anda sedang berada di tengah badai kehidupan yang membuat Anda mempertanyakan kehadiran-Nya. Percayalah bahwa tidak ada air mata yang terbuang sia-sia di hadapan Tuhan, dan setiap janji-Nya adalah ya dan amin. Tetaplah setia melangkah, sebab Ia tidak pernah terlambat untuk menolong dan memulihkan setiap orang yang berharap kepada-Nya.
​Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)
​Bacaan: Galatia 1:13-24
​(Gbu!)


Uploaded Image

Kuasa untuk Terus Melangkah

07 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:9 "kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa."
------------------
Jika Anda pernah menyaksikan perlombaan, Anda mungkin pernah mendengar para penonton berteriak, "Teruslah melangkah!" untuk menyemangati para atlet. Nasihat ini juga sangat baik bagi siapa pun yang merasa lelah secara emosional, mental, atau rohani karena menjalani maraton kehidupan: Teruslah melangkah!

Alkitab memuat banyak contoh orang yang memiliki tekad untuk terus melangkah ketika menghadapi perlawanan, termasuk Yesus dan Paulus.

Yesus terus-menerus menghadapi perlawanan. Para pemimpin agama dan politik berusaha mengintimidasi-Nya. Mereka berulang kali mencoba menghentikan-Nya mengajar dan menolong orang-orang. Pada suatu saat, mereka bahkan memperingatkan-Nya bahwa Raja Herodes ingin membunuh-Nya.

Namun, Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku" (Lukas 13:32-33).

Tidak ada yang dapat menghentikan Yesus untuk menyelesaikan tujuan-Nya—bukan rasa takut, perlawanan, ataupun kritik. Dia tangguh dan memiliki daya tahan untuk terus melangkah tanpa menyerah.

Paulus juga menghadapi berbagai rintangan yang mengancam untuk memperlambat langkahnya. Dalam Alkitab, ia berkata, "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa." (2 Korintus 4:8-9).

Mungkin kata-kata itu terasa akrab bagi Anda karena Anda merasa berbagai masalah datang dari segala arah. Anda lelah dan kehabisan tenaga dan Anda merasa tidak akan mampu mencapai garis akhir.

Bagaimana Anda dapat terus melangkah? Anda mendapatkan kuasa untuk terus melangkah dari sumber yang sama dengan Yesus dan Paulus: Allah.

Alkitab mengatakan, "Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus" (2 Timotius 1:8-9).

Allah tidak mengharapkan Anda memenuhi tujuan hidup Anda dan melakukan kehendak-Nya dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Pertama, Dia menyelamatkan Anda, lalu Dia memberikan kuasa kepada Anda untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Renungkan :

- Rasa takut, perlawanan, atau kritik seperti apa yang membuat Anda tergoda untuk mundur dari melakukan hal-hal yang telah Allah panggil untuk Anda lakukan?

- Dalam hal apa Anda merasa "terdesak dari segala sisi oleh berbagai masalah" saat ini?

- Kemana orang-orang berpaling selain kepada Allah untuk mencari kekuatan agar dapat bertahan menghadapi kesulitan? Kapan Anda pernah melihat kuasa Allah menopang Anda melewati masa sulit?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 33-36; Filipi 2 : 19-30
_____________
Allah akan memberikan segala sesuatu yang Anda perlukan untuk terus melangkah dan menyelesaikan apa yang telah Dia panggil untuk Anda lakukan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Power to Keep Going
By Rick Warren

“We get knocked down, but we get up again and keep going.” 2 Corinthians 4:9 (TLB)
--------------------
If you’ve ever been at a race, you’ve probably heard spectators shout, “Keep going!” to motivate the athletes. That’s also great advice for anyone who feels emotionally, mentally, or spiritually exhausted from running the marathon of life: Keep going!

Scripture includes many examples of people who had determination to keep going in the face of opposition, including Jesus and Paul.

Jesus faced constant opposition. Religious and political leaders tried to intimidate him. They repeatedly tried to stop him from teaching and helping people. At one point, they even warned him that King Herod wanted to kill him.

But Jesus said to them, “Go tell that fox that I will keep on casting out demons and healing people today and tomorrow; and the third day I will accomplish my purpose. Yes, today, tomorrow, and the next day I must proceed on my way” (Luke 13:32-33 NLT).

Nothing was going to stop Jesus from accomplishing his purposes—not fear, opposition, or criticism. He was resilient and had the endurance to keep on keeping on. 

Paul also faced obstacles that threatened to slow him down. In the Living Bible paraphrase, he said, “We are pressed on every side by troubles, but not crushed and broken. We are perplexed because we don't know why things happen as they do, but we don't give up and quit. We are hunted down, but God never abandons us. We get knocked down, but we get up again and keep going” (2 Corinthians 4:8-9).

Maybe that sounds familiar, because you feel like troubles are coming at you from every direction. You’re tired and worn out, and you don’t think you’ll make it to the finish line.

How do you keep going? You get the power to keep going from the same place Jesus and Paul did: God.

The Message paraphrase says, “We can only keep on going, after all, by the power of God, who first saved us and then called us to this holy work” (2 Timothy 1:8-9).

God doesn’t expect you to fulfill your purpose and do his will in your own power. First, he saves you, and then he gives you the power for daily living. He will give you everything you need to keep going and finish what he has called you to do.


Senin, 05 Oktober 2026

DETIK-DETIK MUJIZAT DI ATAS LANGIT YORDANIA



Tragedi pesawat Flydubai FZ1073 

Ketika Penjaga Israel Tidak Pernah Terlelap

Pada tanggal 30 September 2026, pesawat Flydubai FZ1073 lepas landas dari Dubai menuju Tel Aviv. 

Di dalamnya ada 174 jiwa, 166 di antaranya adalah warga Israel yang ingin pulang ke rumah. 

Tidak ada yang tahu, bahwa di ketinggian 36.000 kaki, maut sedang mengintai.

Di dalam kokpit, tanpa peringatan, kopilot m3nyer@n9 kapten pilot, Smit Machchhar, seorang pilot asal India.

Dengan p|5@u, ia m3n1£@am berkali-kali di kepala dan tangan pilot. 

D4r@h membasahi lantai kokpit. 

Pesawat Boeing 737 itu kemudian menukik tajam, kehilangan ketinggian 4.300 meter dalam 30 detik. 

Alarm meraung. 

Di menara pengawas, transponder pesawat berubah menjadi kode 7500, kode internasional untuk P3MB4J@K4N.

Di kabin anak-anak menjerit  menangis. 

Banyak yang sudah mengucapkan doa terakhir, mengira pesawat akan h@ncur di padang gurun Arab.

Namun di saat manusia tidak berdaya, Tuhan yang tidak pernah terlelap itu sedang bekerja.

Kata Alkitab 
Mazmur 121:4
"Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel."

Dengan sisa tenaga terakhir, Kapten Machchhar yang bersimbah d4r*h berhasil menekan tombol pembuka pintu kokpit.

Itu adalah mujizat pertama. 

Pintu yang seharusnya terkunci rapat, terbuka.

Mendengar kegaduhan, seorang pramugari memberi isyarat kepada suaminya, Tzvika Manes, yang duduk di baris depan. 

Ia melihat sang kapten terjatuh, Tanpa pikir panjang, Tzvika berlari.

Tuhan telah menyiapkan 3 orang biasa dengan hati luar biasa di pesawat itu:

1. Yaniv Hayoun, seorang tukang ledeng.

Ia bukan pilot, bukan tentara. 

Ia menerobos masuk dan melihat kekacauan. 

Dengan insting yang Tuhan berikan, ia meraih yoke atau kemudi pesawat dan menariknya kembali. 

Ia berkata, "Saya belajar dari menonton film dokumenter pesawat." 

Tuhan memakai apa yang ia tonton untuk menyelamatkan 174 nyawa.

2. Asaf Rajuan, seorang ayah.

Ia tidak memikirkan keselamatannya sendiri. 

Ia berkata, "Anda hanya berlari untuk menyelamatkan nyawa putri Anda, nyawa keluarga Anda." 

Bersama Yaniv, ia bergulat dengan kopilot selama hampir 25 menit, hingga akhirnya mereka berhasil m3ng1k4tnya dengan kabel headphone.

3. Dr. Shota Musaev, seorang dokter gigi.

Satu-satunya dokter di pesawat itu.

Di tengah guncangan hebat, ia merawat kepala Kapten yang terluka parah, menghentikan pendarahan, dan menjaga agar sang kapten tetap selamat sampai mendarat.

Di kokpit itu juga ada dua pilot Flydubai yang sedang off-duty sebagai penumpang. 

Mereka mengambil alih kendali dan menerbangkan pesawat yang rusak, bahkan bagian kemudinya hilang karena menukik terlalu kencang, menuju pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi.

Puji Tuhan, pesawat mendarat dengan selamat dan semua penumpang hidup.

Saudaraku, kisah ini bukan kebetulan. 

Di pesawat itu ada 174 orang, tetapi Tuhan tempatkan tukang ledeng, seorang ayah yang berani, dan seorang dokter duduk di baris depan untuk tujuan ilahi. 

Ketika iblis merencanakan kejatuhan, Tuhan sudah merencanakan penyelamatan.

Hari ini, jika hidupmu seperti pesawat yang  menukik tajam, ingatlah: Penjaga Israel tidak pernah terlelap. 

Ia melihat, Ia membuka pintu, dan Ia mengirim pertolongan tepat pada waktunya.

Jangan takut, sebab Ia yang memegang tangan kananmu dan mengendalikan hidupmu.

Tuhan Yesus memberkati 🙏

Uploaded Image

Kasih yang Bertahan Mengharapkan yang Terbaik dan Bertahan Menghadapi yang Terburuk

06 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 13:7 *l"Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."
---------------------
Kita telah melihat pilihan-pilihan yang membantu pernikahan bertahan dalam ujian waktu. Kemarin kita membahas tentang memilih untuk memberikan kasih karunia. Hari ini saya ingin membagikan dua pilihan terakhir yang akan membantu Anda membangun kasih yang bertahan.

Kasih yang bertahan mengharapkan yang terbaik. Kasih itu penuh harapan, memandang ke depan, dan optimistis. Kasih itu tidak terjebak di masa lalu. 1 Korintus 13:7 mengatakan, "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Inilah masalahnya: Semakin lama Anda berada dalam suatu hubungan dengan orang yang tidak sempurna, semakin besar kecenderungan Anda untuk mengharapkan yang terburuk karena Anda mengetahui kesalahan dan kelemahan mereka lebih baik daripada siapa pun. Namun, ketika Anda mengharapkan yang terburuk, Anda membuat diri Anda sendiri mengalami apa yang Anda harapkan.

Anda tidak dapat mengubah perilaku buruk menjadi perilaku baik dengan mengatakan kepada seseorang bahwa mereka buruk. Anda mengubah perilaku buruk dengan membantu mereka melihat gambaran tentang seperti apa mereka dapat menjadi. Jangan mengatakan apa adanya. Katakan seperti apa yang mungkin terjadi. Perlakukan orang seperti yang Anda ingin mereka menjadi.

Alkitab mengatakan, "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." (1 Korintus 13:7).

Pilihan keempat untuk menumbuhkan kasih yang bertahan adalah ini: Kasih yang bertahan bertahan menghadapi yang terburuk.

Sebagian dari Anda sedang berada dalam pernikahan yang tidak bahagia saat ini, dan Anda siap untuk menyerah. Atas nama Allah, saya mengatakan ini: Jangan. Jangan lakukan itu. Anda tidak tahu apa yang akan Anda lewatkan. Selalu lebih memuaskan untuk memulihkan sebuah hubungan daripada melarikan diri darinya.

Saya tahu bahwa sebagian dari Anda telah menanggung begitu banyak rasa sakit. Jangan sia-siakan itu. Setidaknya, dapatkan sesuatu dari pengalaman itu.

Sebagian dari Anda merasa bahwa Anda tidak dapat mempercayai pasangan Anda lagi. Jika demikian, inilah yang harus Anda lakukan: Percayalah kepada Allah. Katakan, "Allah, Engkau lebih besar daripada pasangan saya dan saya akan mempercayai-Mu untuk bekerja dalam hidupnya dan menjaga saya." Sebelum Anda menyerah pada hubungan tersebut, berikan kesempatan kepada Allah.

Mazmur 62:8 mengatakan, "Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita." Pasangan Anda bukanlah perlindungan Anda. Allah adalah perlindungan Anda.

Sebagian dari Anda memiliki pasangan yang telah meninggalkan Allah, dan mereka bahkan tidak lagi percaya kepada-Nya. Tetapi coba pikirkan ini: Allah tidak ingin Anda meninggalkan mereka. Mereka membutuhkan Anda sekarang lebih dari sebelumnya.

Alkitab mengatakan, "Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa." (Ayub 6:14).

Saya ingin Anda memperhatikan sesuatu tentang pilihan-pilihan yang menumbuhkan kasih yang bertahan: memberikan kasih karunia, mengharapkan yang terbaik dan bertahan menghadapi yang terburuk. Itulah cara yang sama seperti Yesus mengasihi Anda.

Renungkan :

- Apakah Anda mengharapkan yang terbaik atau yang terburuk dari pasangan Anda? Apa satu hal yang dapat Anda lakukan untuk mulai mengatakan kepada mereka tentang seperti apa mereka bisa menjadi, bukan hanya seperti apa mereka sekarang?

- Jika pasangan Anda telah mengkhianati kepercayaan Anda, bagaimana Anda dapat tetap berada dalam pernikahan sambil mempercayai Allah? Bagaimana perubahan cara pandang dapat mengubah pandangan Anda tentang masa depan pernikahan Anda?

- Jika pasangan Anda telah meninggalkan Allah, jangan tinggalkan mereka! Bagaimana Anda dapat terus mengasihi pasangan Anda bahkan di tengah krisis iman yang sedang mereka alami?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 29-32; Filipi 2 : 1-18
_____________
Jika Anda ingin belajar mengasihi orang dengan cara Yesus mengasihi, inilah rahasianya: Milikilah Yesus di dalam diri Anda. Hanya dengan Dia dalam hidup Anda, Anda akan mampu mengasihi pasangan Anda dengan kasih Allah yang kekal.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Lasting Love Expects the Best and Endures the Worst
By Rick Warren

“Love . . . never stops hoping, never gives up.” 1 Corinthians 13:7 (GW)
--------------------
We’ve been looking at the choices that help a marriage stand the test of time. Yesterday we talked about choosing to extend grace. Today I want to share the final two choices that will help you build a love that lasts.

Lasting love expects the best. It’s hopeful and forward-looking and optimistic. It’s not stuck in the past.   First Corinthians 13:7 says, “Love . . . never stops hoping”(GW) and “always expects the best” (MSG). 

Here’s the problem: The longer you’re in a relationship with an imperfect person, the more you tend to expect the worst because you know their faults and weaknesses better than anybody else. But when you expect the worst, you set yourself up for a self-fulfilling prophecy.

You can’t change bad behavior into good behavior by telling somebody they’re bad. You change bad behavior by helping them see a picture of what they could become. Don’t tell it like it is. Tell it like it could be. Treat people the way you want them to become. 

The Living Bible paraphrase says, “If you love someone, you will be loyal to him no matter what the cost. You will always believe in him, always expect the best of him, and always stand your ground in defending him” (1 Corinthians 13:7).

The fourth choice for growing a love that lasts is this: Lasting love endures the worst.

Some of you are in an unhappy marriage right now, and you’re ready to give up. On behalf of God, I say this: Don’t. Don’t you do it. You have no idea what you’ll miss. It’s always more rewarding to restore a relationship than to run from it. 

I know that some of you have endured so much pain. Don’t waste it. At least get something from it.

Some of you feel like you can’t trust your spouse anymore. If that’s the case, here’s what you do: You trust God. Say, “God you’re greater than my spouse, and I’m going to trust you to work in their life and to take care of me.” Before you give up on the relationship, give God a chance. 

Psalm 62:8 says, “Trust God all the time. Tell him all your problems, because God is our protection” (NCV). Your spouse is not your protection. God is your protection.

Some of you have a spouse who’s walked away from God, and they don’t even believe in him anymore. But guess what? God does not want you walking away from them. They need you now more than ever.

The Bible says, "A despairing man should have the kindness of his friend, even if he forsakes the fear of the Almighty” (Job 6:14 BSB).

I want you to notice something about the choices that grow a lasting love: extending grace, expecting the best, and enduring the worst. They are the same ways Jesus loves you. 

If you want to learn to love people the way Jesus loves, here’s the secret: Get Jesus in you. Only with him in your life will you ever be able to love your spouse with God’s everlasting love.


Minggu, 04 Oktober 2026

Kasih yang Bertahan Selalu Memberikan Kasih Karunia

05 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 13:7 "Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."
------------------
Jika Anda ingin pernikahan Anda bertahan dalam jangka panjang, Anda perlu membuat pilihan-pilihan sulit untuk tetap mengasihi—dan terus membuat pilihan-pilihan itu berulang kali. Salah satu pilihan tersebut adalah memberikan kasih karunia, bahkan ketika hidup terasa sulit.

Semakin lama Anda menikah, semakin mudah bagi Anda untuk menjadi kurang berbelas kasih. Tidak ada pernikahan yang dapat bertahan tanpa kasih karunia, pengampunan, penerimaan dan banyak kesabaran. Anda harus memilih untuk memberikan kelonggaran kepada pasangan Anda.

Mudah untuk menunjukkan kasih karunia satu kali. Itu bukan masalah besar. Yang sulit adalah ketika seseorang berulang kali menyakiti atau mengganggu Anda. 1 Korintus 13:7 berkata, "Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." Alkitab mengatakannya seperti ini: "Kasih...sabar menanggung segala sesuatu.."

Berikut tiga situasi yang akan terus-menerus membutuhkan kasih karunia dalam pernikahan Anda:

Anda perlu memberikan kasih karunia ketika kekurangan dan kesalahan mereka mengganggu Anda.

Semakin lama Anda mengasihi seseorang, semakin Anda mengetahui kekurangan mereka. Anda dapat memilih untuk menjadi kritis atau penuh kasih karunia, suka mencari-cari kesalahan atau baik hati, perfeksionis atau penuh belas kasihan. Alkitab berkata dalam Amsal 17:9, "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih"

Suatu kali dua orang wanita sedang berbicara setelah kebaktian di gereja dan salah satu dari mereka berkata kepada yang lain, "Apakah Anda ingat ketika suami Anda melakukan hal itu?" Dia sedang berbicara tentang sesuatu yang buruk yang pernah terjadi. Saya menyukai jawaban wanita yang lain: "Saya ingat dengan jelas bahwa saya sudah melupakannya."

Sahabat, itu adalah sebuah pilihan. Sungguh tidak bijaksana untuk berpikir bahwa dua orang yang tidak sempurna dapat memiliki hubungan yang sempurna. Anda harus memberikan kasih karunia. Kasih mengabaikan kesalahan orang lain. Kasih melupakan kesalahan. Efesus 4:2 berkata, "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu"

Anda perlu memberikan kasih karunia ketika perkataan atau tindakan mereka menyakiti Anda.

Kenyataannya adalah kita manusia dan kita saling menyakiti, terkadang dengan sengaja tetapi sering kali tanpa sengaja. Kita mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak kita maksudkan. Kita tidak mempertimbangkan perasaan orang lain dan kita egois. Kita ceroboh dalam perkataan dan tindakan kita.

Suatu hari saya sedang berbicara dengan seorang pria. Dia berkata, "Saya melakukan sesuatu yang salah, dan istri saya menjadi historical."
Saya berkata, "Maksud Anda hysterical!" Kemudian dia berkata, "Tidak, historical. Dia menceritakan kepada saya semua kesalahan yang pernah saya lakukan."

Alkitab berkata bahwa kasih "tidak menyimpan kesalahan" (1 Korintus 13:5). Anda harus melepaskannya jika Anda menginginkan kasih yang bertahan.

Anda perlu memberikan kasih karunia ketika mereka berdosa.

Pasangan Anda akan berdosa, terkadang terhadap Anda, terkadang terhadap Allah, dan terkadang terhadap orang lain. Kolose 3:13 berkata, "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." Kasih mengampuni.

Besok kita akan belajar dua pilihan lagi untuk menumbuhkan kasih yang bertahan.

Renungkan :

- Apakah Anda mudah memberikan kasih karunia ketika kesalahan pasangan Anda mengganggu Anda? Bagaimana Anda dapat "dengan jelas melupakan" hal-hal yang mungkin dilakukan pasangan Anda yang menyakiti atau mengganggu Anda?


- Apakah Anda cenderung menjadi "historical" ketika pasangan Anda menyakiti Anda? Bagaimana Anda dapat mulai melepaskan kesalahan daripada menyimpannya seperti amunisi?


- Bagaimana Anda dapat menjadikan pernikahan Anda sebagai penyatuan dua orang yang hebat dalam mengampuni ketika Anda dan pasangan jatuh dalam dosa dan melakukan kesalahan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 25-28; Filipi 1 : 12-30
____________
Pernikahan yang hebat pada dasarnya adalah penyatuan dua orang yang hebat dalam mengampuni.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
*Lasting Love Extends Grace*
By Rick Warren

*“Love never stops being patient . . .”* 1 Corinthians 13:7 (GW)
------------------
If you want your marriage to last for the long haul, you’re going to need to make tough choices to stay in love—and keep making those choices again and again. One of those choices is to extend grace, even when life is hard.

The longer you’re married, the easier it is to become ungracious. No marriage will last without grace, forgiveness, acceptance, and a lot of patience. You have to choose to cut your spouse slack.  

It’s easy to show grace one time. That’s no big deal. What’s hard is when someone repeatedly hurts or irritates you. First Corinthians 13:7 says, “Love never stops being patient . . .” (GW). The Message paraphrase says it like this: “Love . . . puts up with anything.”

Here are three situations that will continually call for grace in your marriage:

You need to extend grace when their flaws and faults irritate you. 

The longer you love somebody, the more you know their flaws. You can choose to be either critical or gracious, picky or kind, perfectionistic or merciful. The Living Bible paraphrase says in Proverb 17:9, “Love forgets mistakes.”

One time two women were talking after church and one said to the other, “Do you remember when your husband did that?” She was talking about a bad thing that had happened. I love what the other woman said: “I distinctly remember forgetting that.” 

Friend, it’s a choice. It’s foolish to think that two imperfect people could have a perfect relationship. You must extend grace. Love disregards another person’s faults. Love forgets mistakes. Ephesians 4:2 says, “Always be humble and gentle. Be patient with each other, making allowance for each other’s faults because of your love” (NLT).

You need to extend grace when their words or actions hurt you.

The truth is, we’re human and we hurt each other, sometimes intentionally but many times unintentionally. We say things we don’t mean. We’re inconsiderate and selfish. We’re careless with our words and actions.

I was talking to a man one day. He said, “I did something wrong, and my wife got historical.” 

I said, “You mean hysterical!” He then said, “No, historical. She told me everything I’d ever done wrong.” 

The Bible says that love “keeps no record of wrongs” (1 Corinthians 13:5 NIV). You’ve got to let it go if you want a love that lasts.

You need to extend grace when they sin.

Your spouse is going to sin, sometimes against you, sometimes against God, and sometimes against others. Colossians 3:13 says, “Put up with each other, and forgive each other. . . . Forgive as the Lord forgave you” (GW). Love forgives. 

A great marriage is simply the union of two great forgivers. 

Tomorrow we’ll learn two more choices for growing a love that lasts.


Sabtu, 03 Oktober 2026

Perekat yang Menyatukan Pernikahan Anda

04 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Kolose 2:7 "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."
-------------------
Jika Anda ingin menjaga agar pernikahan Anda terus bertumbuh, hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah ini: Teruslah mengikuti Yesus.

Ketika pernikahan Anda terasa seperti akan berantakan, Dialah perekat yang akan menyatukan Anda. Dan ketika Anda bertanya-tanya apakah pernikahan Anda sudah mati, Dia memiliki kuasa untuk menghidupkannya kembali.

Alkitab berkata, "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia" (Kolose 2:6). Anda mungkin telah menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan Anda puluhan tahun yang lalu, tetapi Anda harus memilih untuk terus mengikuti-Nya, hari demi hari.

Dan Kolose 2:7 berkata demikian: "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.". Bagaimana Anda melakukannya dalam pernikahan Anda? Izinkan saya memberikan beberapa saran praktis.

Pertama, sebagai pasangan, berkomitmenlah untuk menjadikan Yesus sebagai pusat pernikahan Anda. Kemudian carilah kelompok pasangan Kristen lainnya yang dapat membantu Anda bertumbuh. Itu bisa berupa kelompok kecil di gereja, kelas sekolah minggu atau sekadar teman-teman Kristen yang Anda undang untuk makan malam.

Selanjutnya, berdoalah untuk pasangan Anda dan bersama pasangan Anda. Alkitab berkata, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16). Apakah Anda ingin hidup bersama dalam keutuhan dan pemulihan? Tentu saja Anda mau. Dan ayat ini memberi tahu Anda caranya. Pertama, akuilah ketika Anda salah dan kedua, berdoalah untuk satu sama lain dan berdoalah bersama.

Terakhir, ikutilah Firman Allah. Amsal 3:6 berkata, "Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu". Ketika Anda semakin dekat dengan Allah dan pasangan Anda semakin dekat dengan Allah, Dia secara alami menyatukan Anda.

Saya memiliki sebuah pohon redwood di halaman belakang rumah yang saya tanam bertahun-tahun yang lalu. Selama lebih dari satu dekade, pohon itu tumbuh dengan sangat baik. Tetapi suatu tahun pohon itu mengalami tekanan dan hampir mati. Semua daunnya berguguran. Pertama, warnanya menjadi kuning, lalu mulai berubah menjadi merah. Pohon itu terlihat seperti pohon Natal Charlie Brown. Akhirnya saya menyadari bahwa alat penyiramnya tersumbat dan pohon itu tidak mendapatkan air sepanjang musim. Jadi saya menyiram dan memberinya pupuk serta meluangkan waktu untuk merawatnya. Dan akhirnya, pohon itu mulai menumbuhkan tunas-tunas baru. Pohon yang hampir mati itu mulai tumbuh kembali.

Pernikahan Anda mungkin sedang berada dalam masa penuh tekanan. Mungkin pernikahan Anda sedang seperti mengalami masa hibernasi atau kekeringan. Dan Anda memiliki pernikahan seperti pohon Natal Charlie Brown. Tetapi pernikahan itu dapat hidup kembali.

Renungkan :

- Apakah Anda memilih untuk mengikuti Yesus, hari demi hari? Jika belum, perubahan praktis apa yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk berfokus kepada Yesus setiap hari?

- Siapa yang memberikan dorongan kepada Anda dalam pernikahan Anda? Jika Anda belum menikah, siapa yang memberikan dorongan kepada Anda sebagai pribadi? Jika tidak ada seorang pun, hubungilah seorang teman Kristen untuk mendapatkan dorongan hari ini.

- Bagian mana dalam hidup Anda yang membutuhkan kehidupan baru? Mungkin pernikahan Anda, hubungan lain, atau sudut tersembunyi dalam hati Anda. Berhentilah sejenak sekarang dan mintalah Yesus memberikan kehidupan baru kepada Anda saat Anda membangun hidup Anda di atas-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11

Berkomitmenlah untuk menjaga akar Anda tetap dalam di dalam Yesus dan membangun hidup Anda di atas-Nya. Dia dapat menghidupkan kembali pernikahan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
The Glue That Holds Your Marriage Together
By Rick Warren

“Keep your roots deep in him, build your lives on him, and become stranger in your faith.” Colossians 2:7 (GNT)
---------------------
If you want to keep your marriage growing, the most important thing you can do is this: Keep on following Jesus.

When it feels like your marriage is threatening to come undone, he is the glue that will hold you together. And when you wonder if your marriage is dead, he has the power to bring it back to life.

The Bible says, “You have accepted Christ Jesus as your Lord. Now keep on following him” (Colossians 2:6 CEV). You may have accepted Jesus as your Savior and Lord decades ago, but you have to choose to keep following him, day after day.

And Colossians 2:7 says this: “Keep your roots deep in him, build your lives on him, and become stranger in your faith” (GNT). How in the world do you do that in your marriage? Let me give you some practical suggestions.

First, commit as a couple to making Jesus the center of your marriage. Then find a group of other Christian couples who can help you grow. That might be a church small group, Sunday school class, or just Christian friends you invite to dinner.

Next, pray for your spouse and with your spouse. The Message paraphrase says, “Make this your common practice: Confess your sins to each other and pray for each other so that you can live together whole and healed” (James 5:16). Would you like to live together whole and healed? Of course you would. And this verse tells you how. First, admit it when you’re wrong, and second, pray for each other and pray with each other.

Finally, follow God’s Word. Proverbs 3:6 says, “Remember the LORD in everything you do, and he will show you the right way” (GNT). When you’re growing closer to God and your spouse is growing closer to God, he naturally brings you together.

I’ve got a redwood tree in my backyard that I planted years ago. For more than a decade, it grew really well. But one year it came under stress and nearly died. All the needles fell off. First, it turned yellow, and then it actually started turning red. It looked like a Charlie Brown Christmas tree. I finally figured out that the sprinkler had been plugged up and it wasn’t getting any water all season. So I watered and fertilized it and spent time nurturing it. And eventually, it started sprouting new growth. The tree that was almost dead started growing again.

Your marriage may be in a stress season. Maybe it’s been in hibernation or experiencing drought. And you’ve got a Charlie Brown Christmas tree marriage. But it can come back to life.

Commit to keeping your roots deep in Jesus and building your life on him. He can bring your marriage back to life.


Jumat, 02 Oktober 2026

FOLLOW GOD'S LEADING

Mungkin anda bertanya - tanya, .....
* Sudah berdoa, tetap saja masih gagal
* Sudah deklarasi Firman, tetap saja tidak berhasil
* Sudah habis habisan melayani, malah tambah buruk
* Sudah ikut seminar macam - macam, masih saja tidak ada terobosan 

Salahnya dimana  ???apanya yang salah ???

Cuma satu hal yang terjadi : *BUKAN TUHAN YANG MEMIMPIN ANDA*

Jika Tuhan memimpin anda , maka yang *PASTI* akan terjadi adalah :
* Tuhan akan membawa anda kepada kemenangan 
* Tuhan akan membawa anda kepada Keberhasilan
* Tuhan akan membawa anda kepada Promosi yg Tuhan siapkan
* Tuhan akan membawa anda kepada orang yg tepat, waktu yg tepat dan bisnis yg tepat
* Tuhan akan membawa anda naik dan tidak turun
* Tuhan akan membawa anda menjadi kepala dan bukan ekor
* Tuhan akan memberi ide & hikmat 
* Tuhan akan membawa anda kepada jalan yang aman dan benar
* Tuhan *TIDAK AKAN* membawa anda kepada kegagalan , kepada kemunduran,
     kepada penurunan

Jadi , jika anda selalu dan terus gagal, mungkin bukan Tuhan yg sedang memimpin anda, tapi : 
* Ego
* Hawa napsu 
* Kesombongan
* Keangkuhan
* Percaya diri 

Jadi, please , evaluasi dirilah 🙏


Uploaded Image

Video dari deka

🚨 BARU SAJA: NETANYAHU BERTEMU PAHLAWAN ISRAEL YANG MEMBANTU MENGAMBIL ALIH KENDALI PESAWAT

“Kamu bukan hanya menyelamatkan seluruh penumpang di pesawat. Kamu bahkan tidak tahu apa yang bisa saja terjadi pada pesawat itu.”

Penumpang tersebut, seorang pilot pesawat tempur Israel, mengatakan kepada Netanyahu bahwa saat itu mereka masih sekitar satu jam sepuluh menit sebelum mendarat. Mereka khawatir tentang apa yang bisa terjadi jika pesawat memasuki wilayah udara Israel.

Jadilah Pendukung Terbesar bagi Pasangan Anda

03 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Ibrani 3:13 "Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari ,selama masih dapat dikatakan "hari ini""
---------------------
Kita semua membutuhkan penguatan. Memang begitulah Allah menciptakan kita. Bahkan, jika Anda sudah menikah, salah satu alasan Anda jatuh cinta kepada pasangan Anda adalah karena mereka memberikan penguatan kepada Anda. Anda masih membutuhkan penguatan dari pasangan Anda—dan mereka juga membutuhkan penguatan dari Anda. Salah satu peran yang Allah berikan kepada Anda sebagai suami atau istri adalah menjadi pendukung terbesar bagi pasangan Anda!

Mengapa penguatan begitu penting? Karena kita hidup di dunia yang memiliki banyak orang yang suka mengkritik. Sangat mudah menemukan seseorang yang akan merendahkan Anda. Jadi, salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah mengangkat pasangan Anda melalui penguatan yang Anda berikan.

Seberapa sering kita seharusnya melakukan hal ini? Alkitab berkata,"Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari ,selama masih dapat dikatakan "hari ini"" (Ibrani 3:13). Ini adalah kebiasaan setiap hari.

Berikut tiga hal yang dapat Anda dan pasangan saling teguhkan:

Teguhkan nilai diri satu sama lain. Ketika sebuah rumah "mengalami kenaikan nilai", nilainya meningkat. Ketika Anda menghargai pasangan Anda, itu seperti Anda meningkatkan nilai diri mereka dan nilai pernikahan Anda. Alkitab berkata, "Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia." (Amsal 12:25).

Terkadang sulit untuk memikirkan sesuatu yang dapat Anda hargai dari pasangan Anda. Jika tidak ada hal lain, setidaknya Anda dapat menghargai bahwa mereka tetap bersama Anda dan tidak menyerah pada pernikahan Anda.

Teguhkan kekuatan satu sama lain. Kita berkembang ketika mendapatkan penguatan. Ketika Anda memuji kekuatan pasangan Anda, Anda membantu mereka bertumbuh. Salah satu contoh terbesar mengenai hal ini adalah rasul Paulus. Pada zamannya, gereja di Korintus memiliki banyak masalah. Tetapi ketika dia menulis kepada mereka, dia berkata, "Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu." (2 Korintus 7:4). Dia meneguhkan kekuatan mereka, hal-hal baik yang ada dalam diri mereka.

Adalah tugas Anda untuk mengeluarkan yang terbaik dari pasangan Anda. Dan Anda tidak dapat mengeluarkan yang terbaik dengan menunjukkan yang terburuk. Anda mengeluarkan yang terbaik dalam diri seseorang dengan menunjukkan yang terbaik. Jadi putuskanlah untuk menjadi pembangun impian dan bukan penghancur impian; putuskan untuk memuji, bukan mengomel. Buatlah keputusan itu dan lihatlah perbedaan yang dihasilkannya.

Teguhkan pelayanan satu sama lain. Teguhkan apa yang dilakukan pasangan Anda bagi Allah di dunia saat ini. Roma 1:12 berkata, "yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku."

Renungkan :

- Apa satu kata penyemangat yang dapat Anda berikan kepada pasangan Anda (atau seseorang yang dekat dengan Anda) hari ini?

- Pikirkan satu kekuatan yang dimiliki pasangan Anda (atau anak, sahabat dekat dan sebagainya). Luangkan waktu hari ini untuk memuji mereka.

- Apa yang sedang Allah kerjakan melalui pasangan Anda atau orang penting lainnya dalam hidup Anda? Sampaikan kepada orang tersebut bagaimana Anda melihat Allah bekerja dalam hidup mereka.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 16-19; Efesus 6
______________
Ketika Anda dan pasangan saling meneguhkan nilai diri, kekuatan dan pelayanan satu sama lain, Anda akan menjadi pendukung terbesar bagi satu sama lain dan melihat hubungan Anda bertumbuh.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Be Your Spouse’s Biggest Fan
By Rick Warren

“Encourage each other every day while it is ‘today.’” Hebrews 3:13 (NCV)
------------------
We all need affirmation. That’s how God wired us. In fact, if you’re married, one reason you fell in love with your spouse is that they affirmed you. You still need that affirmation from your spouse—and they need affirmation from you too. One of your God-given roles as a husband or wife is to be your spouse’s biggest fan!

Why is affirmation so important? Because we live in a world where there are a lot of critics. It’s easy to find someone who will put you down. So one of the most important things that you can do is to lift up your spouse by your affirmation.

How often are we supposed to do this? The Bible says, “Encourage each other every day while it is ‘today’” (Hebrews 3:13 NCV). It’s a daily habit.
gv

Here are three things you and your spouse can affirm in each other:

Affirm each other’s value. When a house “appreciates,” it goes up in value. When you appreciate your spouse, it’s like you’re raising their value and the value of your marriage. The Living Bible paraphrase says, “A word of encouragement does wonders!” (Proverbs 12:25).

Sometimes it can be hard to think of something to appreciate in your spouse. If nothing else, you can at least appreciate that they’ve stuck with you and not given up on your marriage.

Affirm each other’s strengths. We blossom with affirmation. When you praise your spouse’s strengths, you help them grow. One of the greatest models of this is the apostle Paul. In his day, the church in Corinth had a lot of problems. But when he wrote to them, he said, “I have great confidence in you, and I have a lot of reasons to be proud of you” (2 Corinthians 7:4 GW). He affirmed their strengths, the good things about them.

It’s your job to bring out the best in your spouse. And you can’t bring out the best by pointing out the worst. You bring out the best in someone by pointing out the best. So decide to be a dream builder and not a dream buster; decide to brag, not nag. Make that decision, and watch the difference it makes.

Affirm each other’s ministry. Affirm what your spouse is doing for God’s sake in the world today. Romans 1:12 says, “I want us to help each other with the faith we have. Your faith will help me, and my faith will help you” (NCV).

As you and your spouse affirm each other’s value, strengths, and ministry, you’ll become each other’s biggest fans and see your relationship grow.

Kamis, 01 Oktober 2026

Cara Menyalakan Kembali Kasih yang Telah Pudar

02 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 12:10 "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."
------------------------
Jatuh cinta lebih mudah daripada mempertahankan cinta. Jadi, apa yang Anda lakukan ketika percikan cinta telah padam, ketika perasaan itu sudah tidak ada? Bagaimana Anda menyalakan kembali kasih yang telah pudar?

Anda melakukan apa yang Yesus katakan kepada gereja di Laodikia dalam kitab Wahyu. Dia berkata kepada mereka, "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula" (Wahyu 2:4). Kemudian Dia melanjutkan dengan memberi tahu mereka bagaimana mendapatkan kembali kasih itu: "Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan." (Wahyu 2:5).

Dia memberi tahu mereka untuk mengingat, kembali, bertobat dan mengulangi. Dan itulah cara Anda juga dapat menyalakan kembali kasih dalam pernikahan Anda.

Pertama, Anda perlu mengingat. Untuk mendapatkan kembali kasih, Anda perlu memulainya dengan mengingat mengapa Anda jatuh cinta sejak awal. Allah memberi Anda kemampuan untuk mengingat. Gunakanlah untuk memikirkan betapa indahnya masa-masa awal dan perasaan ketika sedang jatuh cinta.

Kedua, Anda perlu kembali. Anda perlu mengingat kasih Anda—tetapi kemudian Anda perlu kembali kepada Yesus. Sangat mudah untuk mengalihkan fokus Anda kepada masalah dan tekanan yang Anda hadapi. Tetapi Yesus ingin Anda mengembalikan fokus Anda kepada-Nya.

Ketiga, Anda perlu bertobat. Dengan kata lain, ubahlah cara Anda berpikir dan bertindak. Kasih bukanlah perasaan; kasih adalah pilihan. Kasih adalah komitmen yang berkata, "Saya akan menempatkan kepentingan Anda di atas kepentingan saya sendiri." Memang benar bahwa Anda tidak dapat memaksakan suatu perasaan. Tetapi Anda dapat memilih untuk mengasihi. Jadi bertobatlah dari cara-cara Anda tidak memilih untuk mengasihi dan ubahlah cara Anda berpikir dan bertindak.

Keempat, ulangi. Yesus berkata, "Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" (Wahyu 2:5). Dengan kata lain, bertindaklah seperti dahulu Anda bertindak. Lakukan hal-hal yang Anda lakukan ketika pertama kali jatuh cinta. Perasaan mengikuti tindakan. Jadi ketika Anda memilih untuk bertindak dengan kasih, kemungkinan besar perasaan itu akan kembali.

Musuh terbesar dari hubungan romantis bukanlah perselingkuhan, kemarahan atau kepahitan. Musuh terbesarnya adalah kesibukan. Tidak ada seorang pun yang akan menyediakan waktu untuk pernikahan Anda selain Anda sendiri. Atasan Anda tidak akan berkata, "Pulanglah dan habiskan lebih banyak waktu bersama pasangan Anda." Tidak, Anda harus menyediakan waktu untuk mereka. Tidak ada orang lain yang akan melakukannya. Pernikahan Anda akan menjadi seperti apa yang Anda upayakan.

Jadi mulailah hari ini melakukan apa yang dikatakan Roma 12:10: "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."

Renungkan :

- Dalam bidang apa dalam hidup Anda, Anda telah membiarkan fokus Anda beralih dari Yesus? Perubahan praktis apa yang dapat Anda lakukan untuk mengembalikan fokus Anda kepada-Nya?


- Apa artinya mengasihi seseorang dengan kasih yang tulus, seperti yang dikatakan Roma 12:10 ?


- Kasih adalah sebuah pilihan. Apa satu cara yang dapat Anda lakukan untuk memilih mengasihi pasangan Anda atau orang lain dalam hidup Anda minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 13-15; Efesus 5

Nyalakanlah kembali kasih yang telah pudar dengan mengingat, kembali, bertobat dan mengulangi kasih mula - mula.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
*How to Rekindle Lost Love*
By Rick Warren

*“Love each other with genuine affection, and take delight in honoring each other.”* Romans 12:10 (NLT)
-------------------
It’s easier to fall in love than it is to stay in love. So what do you do when the spark has gone out, when the feelings aren’t there? How do you rekindle lost love?

You do what Jesus told the church in Laodicea in the book of Revelation to do. He said to them, “The love you had it first is gone” (Revelation 2:4 GW). And then he goes on to tell them how to regain that love: “Remember how far you have fallen. Return to me and change the way you think and act, and do what you did at first” (Revelation 2:5 GW).

He told them to remember, return, repent, and repeat. And that’s how you can rekindle love in your marriage, too.

First, you need to remember. To get love back, you need to start by remembering why you fell in love in the first place. God gave you the ability to remember. Use it to think about how good the early days were and that feeling of being in love.

Second, you need to return. You need to remember your love—but then you need to return to Jesus. It’s easy to let your focus slip to your problems and pressures. But Jesus wants you to return your focus to him.

Third, you need to repent. In other words, change the way you think and act. Love is not a feeling; it’s a choice. It’s a commitment that says, “I’m going to put your interests over my own.” It’s true that you can’t force a feeling. But you can choose to love. So repent of the ways you haven’t chosen to love and change the ways you think and act.

Fourth, repeat. Jesus says, “Do what you did at first” (Revelation 2:5 GW). In other words, act the way you used to act. Do the things you did when you first fell in love. Feelings follow actions. So when you choose to act in a loving way, the feelings are likely to come back.

The greatest enemy of romance isn’t adultery or anger or bitterness. It’s busyness. Nobody is going to make time for your marriage except you. Your boss isn’t going to say, “Go home and spend more time with your spouse.” No, you have to make time for them. Nobody else is going to do it. Your marriage is what you make it.

So start today doing what Romans 12:10 says: “Love each other with genuine affection, and take delight in honoring each other” (NLT).


Rabu, 30 September 2026

Imner Dialog

*Inner dialog / percakapan internal* yang ada dalam diri anda.....

Inner dialog yg *negatif* : 
* Saya tidak layak
* Saya tidak bisa
* Saya kuatir
* Saya takut
* Hidup semakin sulit
* Kenapa nasibku kok begini
* Kapan penderitaan ku lalu dariku
* Mengapa ini harus terjadi padaku
* Ngeluh, ngomel, bersungut-sungut 

Inner dialog *positif*
* Aku anak Raja
* Allah adalah Bapaku
* Aku berharga di mata Tuhan
* Aku sudah diterima dan dilayakan Tuhan
* Aku biji mata Allah
* Aku manusia baru
* Aku ciptaan baru didalam Tuhan
* Aku aman bersama Tuhan
* Aku selalu diberkati dan beruntung karena Tuhan yg memberkati dan menyertaiku
* Aku selalu berhasil, karena Tuhan yg membuat aku berhasil
* Aku diberkati
* Aku disayang Tuhan 
* Allah adalah Allah Imanuel
* Tuhan adalah gembala ku yang baik
* Tuhan berperang di depanku
* Aku lebih dari pemenang 

Inner dialog out comenya adalah *Belief System / Sistim kepercayaan*

Ada 2 golongan sistim kepercayaan : 
*1. Sistim kepercayaan palsu / salah*
*2. Sistim kepercayaan asli / benar*

Hidup anda saat ini, merupakan hasil dari sistim kepercayaan yg anda pegang


Uploaded Image

Kasih Berarti Melakukan Penyesuaian

01 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 3:18 "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran"
-------------------
Dalam setiap hubungan jangka panjang, Anda harus terus melakukan penyesuaian. Hal ini terutama berlaku dalam pernikahan Anda.

Selama bertahun-tahun, Anda akan menghadapi banyak kesempatan untuk melakukan penyesuaian. Anak-anak akan bertumbuh. Anda akan pindah tempat tinggal. Pekerjaan Anda akan berubah. Seseorang akan jatuh sakit. Karena keadaan terus berubah, Anda harus terus menyesuaikan diri. Dan melakukan penyesuaian membutuhkan sikap tidak mementingkan diri sendiri.

Belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri adalah salah satu pelajaran terbesar dalam hidup dan mungkin merupakan pelajaran nomor satu yang ingin Allah ajarkan kepada Anda melalui pernikahan Anda. Alkitab memberi tahu seperti apa seharusnya hal itu: "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran" (1 Yohanes 3:18).

Menyesuaikan diri demi pasangan Anda berarti banyak hal. Salah satunya adalah memikirkan kebutuhan mereka, bukan hanya mempertimbangkan kebutuhan Anda sendiri. Alkitab berkata, "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga" (Filipi 2:4). Semakin lama kita menikah, semakin kita cenderung kurang memikirkan kebutuhan satu sama lain. Tetapi hal itu berlawanan dengan kehendak ideal Allah bagi hubungan Anda.

Menyesuaikan diri juga berarti apa yang Alkitab sebut sebagai saling tunduk. Anda masing-masing melepaskan sebagian dari hak Anda sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Alkitab berkata, "dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus." (Efesus 5:21).

Ada banyak penyesuaian besar yang harus kita lakukan sepanjang hidup, tetapi terkadang penyesuaian yang paling sulit adalah hal-hal kecil. Menyesuaikan diri dengan hal-hal kecil mungkin berarti tidur sedikit lebih larut atau lebih awal atau memilih restoran yang ingin didatangi pasangan Anda. Itu mungkin berarti mendengarkan ketika orang lain membutuhkan Anda, bukan hanya ketika Anda ingin melakukannya.

Dalam keputusan-keputusan kecil setiap hari untuk memenuhi kebutuhan satu sama lainlah kasih yang nyata dan tulus dinyatakan.

Ujian dari kasih yang nyata bukanlah apa yang Anda katakan tentang saling mengasihi. Ujian itu adalah bagaimana Anda bertindak. Anda ingin keharmonisan yang lebih besar di rumah Anda? Perlakukan pasangan Anda seperti Yesus memperlakukannya. Satu keputusan itu akan mengubah segalanya. Ketika Anda memperlakukan pasangan Anda seperti Yesus memperlakukannya, Anda akan menjadi lebih sabar terhadap hal-hal yang mengganggu dan lebih mudah mengampuni kesalahan. Anda akan mencari apa yang terbaik bagi orang lain.

Alkitab berkata, "Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus" (Roma 15:5).

Renungkan :

- Apa satu penyesuaian kecil yang pernah Anda lakukan dalam sebuah hubungan? Apa penyesuaian yang pernah dilakukan orang lain untuk Anda? Bagaimana Allah menghormati penyesuaian-penyesuaian tersebut?

- Kasih dinyatakan melalui tindakan. Apa satu tindakan yang perlu Anda lakukan dalam kasih minggu ini?

- Dalam hubungan apa Anda perlu meminta Yesus menolong Anda memiliki sikap-Nya terhadap orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 10-12; Efesus 4:17-32
_____________
Memiliki sikap seperti Yesus akan membantu Anda melakukan penyesuaian yang diperlukan agar pernikahan Anda terus bertumbuh.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Love Means Making Adjustments
By Rick Warren

“Our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action.” 1 John 3:18 (GNT)
---------------------
In every long-term relationship, you have to keep making adjustments. This is especially true in your marriage.

Over the years, you’re going to face a lot of opportunities to make adjustments. The kids will grow up. You’re going to move. Your job will change. Someone will get sick. Because circumstances keep changing, you’ll have to keep adjusting. And adjusting requires unselfishness.

Learning to be unselfish is one of the greatest lessons in life, and it may be the number one lesson God wants to teach you through your marriage. The Bible tells what that should look like: “Our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action” (1 John 3:18 GNT).

Adjusting for your spouse means many things. One of those is thinking about their needs instead of just considering your own. The Bible says, “Look out for one another’s interests, not just for your own” (Philippians 2:4 GNT). The longer we’re married, the less we tend to think about each other’s needs. But that’s the opposite of God’s ideal for your relationship.

Adjusting also means what the Bible calls submitting to each other. You each give up some of your own rights in order to meet the other person’s needs. The Living Bible paraphrase says, “Honor Christ by submitting to each other” (Ephesians 5:21).

There are many big adjustments we have to make throughout life, but sometimes the hardest adjustments are the little ones. Adjusting to the little things might look like going to bed a little later or earlier, or choosing the restaurant your spouse wants to go to. It might mean listening when the other person needs you, not just when you feel like it.

It’s in those little daily decisions to meet each other’s needs that real genuine love is expressed.

The test of real love isn’t what you say about loving each other. It’s how you act. You want greater harmony in your home? Treat your spouse as Jesus would. That one decision will change everything. When you treat your spouse as Jesus does, you’ll become more patient with annoyances and more forgiving of mistakes. You’ll seek what’s best for the other person.

The Bible says, “May the God who gives endurance and encouragement give you the same attitude of mind toward each other that Christ Jesus had” (Romans 15:5 NIV). Having the attitude of Jesus will help you make the adjustments needed to keep your marriage growing.