Senin, 31 Maret 2025

Mengasihi seperti Yesus

01 April 2025

Bacaan Hari ini:
Roma 15: 2 "Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya."
------------------
Seandainya Anda sedang mengemudi di jalan bebas hambatan dan tiba-tiba ban mobil Anda kempes, lalu kebetulan ada mobil rombongan selebriti terkenal lewat, tentu tak ada seorang pun yang akan berharap mereka akan berhenti dan membantu Anda mengganti ban kempes Anda. Mereka mungkin terlalu sibuk atau terlalu penting untuk membantu Anda.

Namun itu bukanlah nilai-nilai kerajaan sorga—itu adalah nilai-nilai duniawi. Yesus mengajarkan bila Anda ingin menjadi orang yang besar, maka Anda harus menjadi "pelayan." Semakin Anda memberikan diri Anda sebagai seorang hamba dan melayani orang lain, semakin Anda menjadi yang terbesar dalam kerajaan sorga.

Beberapa tahun lalu, istri saya memberikan khotbah di empat acara besar dalam jangka waktu yang berdekatan. Begitu ia menyelesaikan misi pelayanannya, ia benar-benar kelelahan. Tapi yang ia lakukan ialah segera pergi ke dapur dan mulai memasak untuk satu keluarga di lingkungan kami yang sedang mengalami pergumulan berat. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri. Dia mengesampingkan kelelahannya itu supaya ia bisa membantu orang lain. Dia telah melakukan ini berulang kali karena dia ingin menjadi semakin seperti Yesus. Dia ingin melayani.

Seperti apakah mengasihi seperti Yesus? "Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya" (Roma 15: 2).

Salah satu cara untuk melayani seperti Yesus ialah dengan melayani orang lain seolah-olah Anda melayani Yesus sendiri. Yesus mungkin menyamar sebagai orang yang terluka di sekeliling Anda. Dia mungkin seseorang yang berpapasan dengan Anda di Senin pagi yang sibuk. Dia mungkin seseorang yang duduk di sebelah Anda saat menonton pertandingan sepak bola. Dia mungkin seseorang yang mengantre di belakang Anda di kasir supermarket. Dia mungkin seseorang yang paling sulit Anda kasihi yang sebenarnya sedang terluka teramat dalam.

Roma 12:13 mengatakan, "Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!"

Ada banyak orang di gereja, lingkungan, dan bahkan di keluarga Anda yang merupakan ibu tunggal yang bekerja mencari nafkah untuk keluarga mereka, ada para janda yang kesepian di rumah mereka yang hampa, ada seorang siswa yang kesulitan belajar.

Hari ini, apa yang dapat Anda lakukan untuk mengasihi mereka seperti Yesus?

Renungkan hal ini:

- Bagaimana Yesus memberi teladan apa artinya menjadi seorang hamba?

- Kapan seseorang pernah menunjukkan kasih Yesus kepada Anda dengan cara melayani Anda?

- Pikirkan seseorang dalam hidup Anda yang sedang terluka. Apa satu hal yang dapat Anda lakukan hari ini untuk mengasihi orang tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 11-12; Lukas 6:1-26
____________
Jika Anda ingin melayani Yesus, mulailah dengan mendatangi orang-orang di sekitar Anda yang tengah terluka hatinya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Love like Jesus
By Rick Warren

"Each one of us needs to look after the good of the people around us, asking ourselves, 'How can I help?'" Romans 15:2 (MSG)
-------------------
If you're driving and get a flat tire, and a well-known celebrity drives by, nobody expects them to stop and help you. They're likely too busy or too important to help you with your problems.

But those aren't kingdom values—those are worldly values. Jesus said that, if you want to be great, you must be the servant of all. The more you give of yourself and serve other people, the greater you are in God's kingdom.

A few years back, my wife had four major speaking engagements in a short time period. She got home from one trip and was totally wiped out. But she went immediately to the kitchen and started cooking a meal for neighbors who were going through a major struggle. She didn't think she was too important. She put her exhaustion aside so she could help others. She has done this over and over again—because she wants to be like Jesus. She wants to serve.

What does it mean to love like Jesus? The Message paraphrase says, "Each one of us needs to look after the good of the people around us, asking ourselves, 'How can I help?'" (Romans 15:2 MSG).

In fact, one way to serve like Jesus is by serving others as if you're serving Jesus himself. Look for how Jesus might, in a way, be disguised as a hurting person in your neighborhood. He might be at the coffee station on Monday morning. He might be at the soccer game. He might be behind you in line at the grocery store. He might be the most unlovable person you know who is carrying a deep hurt. If you want to serve Jesus, then start by showing up for the hurting people around you.

The Living Bible paraphrase says, "When God's children are in need, you be the one to help them out. And get into the habit of inviting guests home for dinner or, if they need lodging, for the night" (Romans 12:13).

Many people in your church, neighborhood, and even family are single parents working to put food on the table, widows who are lonely in their empty houses, or students who are overwhelmed.

How can you love them like Jesus loves them?

Minggu, 30 Maret 2025

Sembuh dari Rasa Sakit Anda dengan Membantu Orang Lain

31 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 4:1 "Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah."
--------------
Ketika Anda menderita, siapa seseorang yang paling Anda pikirkan? Diri Anda!

Mementingkan diri sendiri adalah sifat dasar manusia. Ketika Anda menderita, Anda ingin dihibur. Ketika Anda sakit, Anda ingin dipedulikan. Ketika Anda sedih, Anda ingin dipeluk. Rasa sakit membuat Anda mementingkan diri sendiri.

Namun, Allah berfirman bahwa, jika Anda ingin belajar mengasihi sebagaimana Dia mengasihi, maka Anda harus memerhatikan penderitaan orang lain, bahkan ketika Anda sedang menderita sekalipun.

Yesus adalah teladan terbaik kita dalam hal ini. Saat Ia berada di kayu salib, Ia mengalami penderitaan fisik, emosional, dan spiritual yang luar biasa. Ia menanggung semua dosa dunia! Namun, di saat-saat terakhir-Nya sekalipun, Ia peduli dengan penderitaan orang lain.

Yesus berdoa, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lihat Lukas 23:34). Dan Ia berkata kepada penjahat di sebelah-Nya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43). Ia juga memastikan bahwa ibu-Nya akan dirawat setelah Ia tiada. Ia tidak memikirkan diri-Nya sendiri, bahkan saat Ia sedang sekarat.

Firman Tuhan mengatakan bahwa Anda harus memiliki sikap yang sama seperti Yesus (Filipi 2:5). Itu artinya, ketika Anda sengsara, Anda tetap harus melihat sekeliling Anda dan melihat siapa yang sedang menderita. Anda harus memikirkan orang lain, bahkan ketika Anda memedulikan diri Anda sendiri.

Ini sebuah pertanyaan yang sulit: Bagaimana Anda memandang penderitaan orang lain saat Anda sendiri juga sedang menderita?

Dikatakan dalam 1 Petrus 4:1-2: "Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah."

Dengan kasih karunia Allah, Anda akan mampu mengesampingkan penderitaan Anda sendiri. Ketika Anda melakukannya, dosa akan kehilangan kuasanya dan Anda menjadi semakin seperti Yesus.

Ini terjadi kepada keluarga saya. Berkat kasih karunia Allah, kami mampu membantu orang lain yang sedang menderita, bahkan saat kami sendiri sedang menanggung luka yang dalam. Allah memberi kami tujuan di tengah penderitaan kami dan memampukan kami untuk membantu banyak orang.

Renungkan hal ini:

- Menurut Anda, pengalaman menyakitkan apa dalam hidup Anda yang dapat Tuhan gunakan untuk membantu orang lain yang mengalami hal yang sama?

- Apa saja cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat diri Anda sendiri yang akan membantu Anda untuk lebih peduli kepada orang lain?

- Menurut Anda, mengapa membantu orang lain dapat menyembuhkan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 9-10; Lukas 5:17-39
___________
Tuhan juga dapat menggunakan penderitaan Anda untuk membantu orang lain yang tengah berjuang melawan penderitaan mereka.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You Heal from Pain by Helping Others
By Rick Warren

"Since Christ suffered and underwent pain, you must have the same attitude he did; you must be ready to suffer, too. For remember, when your body suffers, sin loses its power." 1 Peter 4:1 (TLB)
-----------------
When you're in pain, who's the person you're thinking of the most? You!

It's your nature to be self-centered—because you're human. When you're suffering, you want to be comforted. When you're sick, you want to be cared for. When you're sad, you want to be held. Pain makes you self-centered.

But God says that, if you're going to learn how to love like he does, you've got to try to see other people's pain, even when you're in pain.

Jesus is our greatest example of this. When he was hanging on the cross, he was in enormous physical, emotional, and spiritual pain. He was carrying all the sin of the world! But in his dying moments, he noticed the pain of others.

He prayed, "Father, forgive them. They don't know what they're doing" (Luke 23:34 GW). And he said to the guy next to him, "Today you will be with me in paradise" (Luke 23:43 GW). He also made sure his mother would be cared for. He wasn't thinking about himself, even when he was in agony.

God's Word says you should have the same attitude as Jesus (Philippians 2:5). That means, when you're in pain, you should look around and see who else is in pain. You should think of others, even as you care for yourself.

That's a hard one. How do you look at the pain of others while you're in pain?

The Living Bible paraphrase teaches, "Since Christ suffered and underwent pain, you must have the same attitude he did; you must be ready to suffer, too. For remember, when your body suffers, sin loses its power" (1 Peter 4:1).

With God's grace, you can look past your own pain. And when you do, sin loses its power and you become more like Jesus.

This has been true for my family. With God's grace, we've been able to help others who are in pain, even as we carry our own deep hurt. Because of this, God has given us purpose in our pain and helped many people to move forward in healing.

God can use your pain, too, to help others struggling with theirs.


Sabtu, 29 Maret 2025

Rawatlah Keluarga Rohani Anda

30 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
1 Timotius 5: 1-2 "Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian."
-------------------
Jika Anda adalah murid Yesus, maka Anda tidak boleh hanya peduli pada keluarga Anda saja. Anda juga harus peduli dengan keluarga Allah — keluarga rohani Anda.

Siapakah keluarga rohani Anda? Mereka adalah saudara saudari Anda di dalam keluarga Allah.

Yesus berkata, "Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku" (Matius 12:50). Itu artinya jika Anda ikut Yesus, maka Anda dan saya saling bersaudara! Kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus mempersatukan kita sebagai sebuah keluarga. Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan lama ini, "Darah lebih kental daripada air." Itu benar! Namun, kasih karunia Allah lebih kental daripada ikatan darah.

Surat dari Paulus kepada jemaat Kristen mula-mula berbunyi, "Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian" (1 Timotius 5: 1-2). Tuhan ingin Anda menganggap orang-orang di dalam tubuh Kristus (gereja) sebagai ayah, ibu, saudara, dan saudari rohani Anda.

Alkitab memberi tahu kita bahwa Yesus memiliki keluarga biologis, termasuk anak-anak Maria dan Yusuf lainnya. Mereka muncul berkali-kali dalam Kitab Suci, menyaksikan Yesus melakukan mukjizat. Salah satu saudara Yesus, Yakobus, menulis kitab Yakobus dalam Perjanjian Baru.

Akan tetapi, ketika Yesus sekarat, Dia tidak menyerahkan ibu-Nya kepada saudara saudari-Nya. Melainkan, Dia memercayakan Maria kepada Yohanes, murid-Nya yang Ia kasihi. Mengapa demikian? Yohanes 7: 5 mengatakan bahwa pada saat itu, belum ada satu pun dari saudara dan saudari Yesus yang menjadi orang percaya. Mereka termasuk di antara banyak orang yang tidak mengakui Yesus sebagai Anak Allah hingga setelah Kebangkitan-Nya. Barulah kemudian, setelah Yakobus menjadi salah satu pemimpin gereja di Yerusalem.

Yesus menyerahkan ibu-Nya untuk dirawat oleh Yohanes karena Yohanes sudah menjadi orang percaya dewasa. Yohanes ialah keluarga rohani-Nya yang memiliki ikatan yang lebih dekat di dalam ikatan kasih karunia, dibandingkan ikatan darah dengan keluarga biologis-Nya.

Sama halnya, Allah sudah merancang agar Anda menjadi keluarga rohani-Nya. Anda bisa memiliki ikatan yang lebih dekat dengan saudara-saudari Kristen Anda ketimbang, mungkin, dengan keluarga Anda sendiri. Dan hubungan yang erat ini akan menuntun Anda untuk merawat keluarga rohani Anda dengan baik.

Galatia 6:10 mengatakan, "Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."

Renungkan hal ini:

- Apa yang seandainya bisa berubah dari cara Anda memperlakukan dan berinteraksi dengan orang percaya lainnya jika saja Anda menganggap mereka bagian dari keluarga Anda?

- Siapa saja dalam keluarga rohani Anda yang membutuhkan bantuan atau perhatian Anda sekarang? Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk merawat mereka?

- Jika Anda belum menjadi bagian dari keluarga Kristus, apa yang sedang menghalangi Anda untuk memercayakan hidup Anda kepada Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16
_________
Selalu lakukan apa pun yang Anda bisa untuk membantu mereka yang membutuhkan. Namun, berikan perhatian khusus kepada mereka yang ada di dalam keluarga rohani Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Take Care of Your Spiritual Family
By Rick Warren

"Do not rebuke an older man harshly, but exhort him as if he were your father. Treat younger men as brothers, older women as mothers, and younger women as sisters, with absolute purity." 1 Timothy 5:1-2 (NIV)
--------------------
If you follow Jesus, you can't just care about your own family. You must also care about God's family—your spiritual family.

Jesus said, "Whoever does the will of my Father in heaven is my brother and sister and mother" (Matthew 12:50 NIV). That means that, if you follow Jesus, you and I are related! God's grace through Jesus Christ bonds us together as family.

A letter to some of the first Christians says, "Do not rebuke an older man harshly, but exhort him as if he were your father. Treat younger men as brothers, older women as mothers, and younger women as sisters, with absolute purity" (1 Timothy 5:1-2 NIV). God wants you to see other people in the body of Christ as your spiritual fathers, mothers, brothers, and sisters.

The Bible tells us Jesus had a biological family, including Mary and Joseph's other children. They show up many times in Scripture, watching Jesus do miracles and trying to talk him out of doing certain things. One of Jesus' half brothers, James, actually wrote the New Testament book of James.

But, as Jesus was dying, he did not entrust the care of his mother to any of his siblings. He entrusted her to John, his beloved disciple. Why is that? John 7:5 says that none of Jesus' brothers had become believers yet. They were among the many people who didn't recognize Jesus as the Son of God until after the resurrection. It wasn't until later that James became a leader of the church in Jerusalem.

Jesus entrusted his mom to John because John was already a mature believer. John was his spiritual family, with closer ties through the bonds of grace than even his biological family.

God designed his family of faith to be the same for you. You can have closer bonds with fellow Christians than you might even have with your own family. And those close bonds should lead you to take particularly good care of your spiritual family.

Galatians 6:10 says, "Whenever we have the opportunity, we should do good to everyone—especially to those in the family of faith" (NLT).

Always do whatever you can to help people in need. But pay special attention to those within your own spiritual family.


Jumat, 28 Maret 2025

Memaafkan dan Melupakan?

29 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
---------------
Anda mungkin sudah mendengar ungkapan ini berulang kali: "Memaafkan dan melupakan." Hanya saja, ada satu masalah dengan ungkapan ini: Anda tidak akan bisa melakukannya. Itu mustahil!

Anda tak bisa melupakan rasa sakit dalam hidup Anda. Bahkan, Anda tidak bisa walaupun mencoba melupakannya. Setiap kali Anda mencoba untuk melupakan, pada akhirnya Anda hanya fokus pada hal yang sangat ingin Anda lupakan.

Sesungguhnya, Tuhan tidak ingin Anda melupakan. Sebaliknya, Dia ingin Anda percaya kepada-Nya dan melihat bagaimana Dia dapat mendatangkan kebaikan dari luka tersebut. Itu lebih penting daripada melupakan. Ketika Anda melihat Tuhan mendatangkan kebaikan dari situasi yang buruk, Anda akan mampu mengucap syukur kepada-Nya atasnya. Namun sebaliknya, Anda tidak akan pernah bisa bersyukur kepada Tuhan atas hal-hal yang sudah Anda lupakan.

Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
Ayat ini tidak mengatakan bahwa segala perkara adalah baik— sebab tidak semua hal adalah baik adanya. Penyakit itu tidak baik. Hubungan yang rusak itu tidak baik. Perang itu tidak baik. Perlakuan kejam itu tidak baik.

Ada banyak hal dalam hidup ini yang jahat. Tidak semua perkara yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan.
Akan tetapi, Tuhan berfirman bahwa Dia akan turut bekerja dalam segala sesuatu dalam hidup Anda untuk mendatangkan kebaikan apabila Anda percaya kepada-Nya. Datanglah ke hadirat-Nya dan berserulah, "Tuhan, aku memberikan setiap bagian hidupku."
Tuhan akan mengambil alih setiap kepingan tersebut dan memberikan Anda damai sejahtera.

Anda tak perlu melupakan kesalahan yang pernah dilakukan seseorang terhadap Anda. Anda tidak akan pernah bisa meskipun Anda mencobanya! Tapi sebaliknya, Tuhan berkata Anda tidak perlu melupakannya. Anda hanya perlu mengampuni dan kemudian melihat bagaimana Dia bekerja mendatangkan kebaikan dari luka Anda tersebut.

Renungkan hal ini:

- Siapa yang belum Anda maafkan karena Anda tidak ingin melupakan atau melepaskan apa yang telah mereka lakukan kepada Anda?

- Apa yang perlu Anda lakukan hari ini untuk mengampuni orang-orang tersebut dan melanjutkan hidup Anda? Bagaimana dengan mengetahui kebenaran firman bahwa Tuhan tidak mengharapkan Anda untuk melupakan rasa sakit Anda bisa membantu Anda?

- Bagaimana selama ini Anda melihat Tuhan bekerja dengan baik dalam hidup Anda di tengah situasi yang sulit?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 4-6; Lukas 4:31-44
___________
Damai sejahtera ini akan datang ketika Anda menyadari bahwa Anda dapat mengampuni sekalipun Anda tidak memahami maksud dari rasa sakit di dalam hidup Anda sebab Anda tahu Tuhan akan menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Forgive and Forget?
By Rick Warren

"And we know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose." Romans 8:28 (NIV)
-------------------
You've heard this phrase over and over: "Forgive and forget." There's only one problem with it: You can't do it. It's impossible!

You really can't forget a hurt in your life. In fact, there's really no use in even trying to forget. Because when you try to forget, you end up focusing on the very thing you want to forget.

And the truth is, God doesn't want you to forget. Instead, he wants you to trust him and see how he can bring good out of the hurt. That's more important than forgetting. When you see God bring good out of a bad situation, you can thank him for that good work. You can't thank God for things you forget.

Romans 8:28 says, "And we know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose" (NIV).

It doesn't say that all things are good—because all things are not good. Disease is not good. A broken relationship is not good. War is not good. Abuse is not good.

There are a lot of things in life that are evil. Not everything that happens in this world is God's will.

But God says he will work good out of the bad things in life if you will trust him. You can go to him and say, "God, I give you all the pieces of my life."

He will take your pieces and instead give you peace in your heart. This peace will come when you realize you can forgive, even if you don't understand the hurt in your life, because you know God will use that pain for good.

You don't have to forget the wrong thing someone did to you. You couldn't forget even if you tried! But God says there's no need to forget it. You just have to forgive and then see how God will bring good out of the hurt.


Kamis, 27 Maret 2025

Pilihlah Keselamatan Anda Hari Ini

28 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Lukas 23:43 "Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
----------------
Ketika salah seorang penjahat yang disalibkan di samping Yesus meminta Dia untuk mengingatnya, Yesus menjawab, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43). Lewat jawaban-Nya itu, Yesus memberi tahu empat hal tentang janji keselamatan-Nya yang bisa Anda pegang dan percaya.

Pertama, keselamatan-Nya diberikan seketika. Yesus berkata "hari ini juga." Begitu Anda mati, Anda langsung datang ke hadirat Allah, atau sebaliknya, langsung terpisah dari Allah. Keselamatan dari-Nya diberikan seketika itu juga. Oleh karena itu, saat Anda meminta Yesus Kristus untuk menyelamatkan Anda, maka itu akan terjadi.

Kedua, keselamatan-Nya kekal. Dia berkata, "Engkau akan." Dia tidak berkata, "Engkau mungkin akan." atau "Semoga engkau," apalagi berkata, "Aku pikir-pikir dulu."

Yesus berkata, "Engkau akan." Ketika Anda menerima Kristus, maka Anda bisa yakin dan percaya akan keselamatan Anda.

Ketiga, keselamatan-Nya adalah hubungan. Yesus berkata, "Engkau akan ada bersama-sama dengan Aku." Keselamatan-Nya bukanlah sebuah agama. Pun itu bukan aturan atau regulasi atau ritual. Keselamatan-Nya adalah suatu hubungan. Dan hubungan Anda dengan Allah tidak dimulai saat Anda masuk surga. Hubungan itu dimulai di sini, di Bumi. Yesus Kristus ingin menjadi sahabat terbaik Anda. Dia ingin berbicara dengan Anda sepanjang waktu. Allah menciptakan Anda untuk menjalin hubungan dengan-Nya!

Keempat, keselamatan-Nya menuntun Anda pada suatu tempat yang nyata. Yesus berkata, "Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Surga adalah tempat yang nyata dan kekal selamanya.

Dua penjahat yang disalibkan bersama Yesus, di kedua sisi-Nya, diberikan pilihan keselamatan oleh Yesus, dan Dia pun memberikan Anda pilihan yang sama. Dia tidak akan memaksa Anda untuk mencintai-Nya. Dia tidak akan memaksa Anda untuk percaya pada-Nya atau berada di surga bersama-Nya.

Salah satu dari dua penjahat tersebut menolak Yesus. Sementara yang lainnya berpaling kepada-Nya di dalam iman. Demikian pula Anda diberikan pilihan yang sama.

Roma 10:13 mengatakan, "Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan." Apakah Anda percaya akan kebenaran keselamatan ini? Apakah Anda siap untuk memanggil nama-Nya?

Alkitab mengatakan, "Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu" (lihat 2 Korintus 6: 2).

Renungkan hal ini:

- Ketika Anda tiada, Anda akan langsung berada dalam hadirat Allah, atau sebaliknya langsung terpisah dari-Nya. Apakah kebenaran ini mendorong Anda, atau malah menakut-nakuti Anda? Apa yang dikatakan Alkitab tentang kebutuhan Anda akan keselamatan?

- Apakah Anda memandang keselamatan lebih sebagai suatu agama, atau sebuah hubungan dengan Allah? Apa langkah yang dapat bisa ambil hari ini untuk mempererat hubungan Anda dengan Yesus?

- Apakah Anda telah menerima keselamatan Kristus? Jika belum, apa yang sedang menahan Anda untuk berseru meminta keselamatan dari-Nya hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 1-3; Lukas 4:1-30
__________$
Pilihlah keselamatan Anda hari ini. Percayalah pada janji keselamatan Yesus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Settle Your Salvation Today
By Rick Warren

"I assure you, today you will be with me in paradise." Luke 23:43 (NLT)
----------------
When the criminal hanging next to Jesus on the cross asked Jesus to remember him, Jesus replied, "I assure you, today you will be with me in paradise" (Luke 23:43 NLT). With his response, Jesus gave four characteristics of salvation that you, too, can trust and believe in.

First, salvation is immediate. Jesus said, "Today." When you die, you either go straight into the presence of God or you go straight into separation from God. And salvation is immediate too. The moment you ask Jesus Christ to save you, it's done.

Second, salvation is certain. Jesus said, "Today you will." He didn't say, "You might" or "I hope." His answer wasn't, "Let me think about it." He said, "You will." When you accept Christ, you can be certain of your salvation.

Third, salvation is a relationship. Jesus said, "You will be with me." Salvation is not a religion. It's not rules or regulations or rituals. It's a relationship. That relationship doesn't begin when you get to heaven. It begins here on earth. Jesus Christ wants to be your best friend; he wants to talk with you all the time. God made you for a relationship with him!

Fourth, salvation leads to a real place. Jesus said, "Today you will be with me in paradise." Heaven is a real place, and it's forever.

Two criminals were crucified with Jesus, one on either side. Jesus gave them the choice of salvation, and he gives you the same choice. He won't force you to love him. He's not going to force you to trust him or accept heaven either. The choice is yours.

One of the two criminals rejected Jesus. The other turned to him in faith. You have the same choice.

Romans 10:13 says, "Everyone who calls on the name of the Lord will be saved" (NIV). Do you believe these truths about salvation? Are you ready to call on the name of the Lord?

The Bible says, "This is the hour to receive God's favor; today is the day to be saved!" (2 Corinthians 6:2 GNT).

Choose to settle the issue of your eternal destiny today. Trust Jesus' promise of salvation.


Rabu, 26 Maret 2025

Bagaimana Saya Tahu Saya Telah Diselamatkan

27 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Efesus 2: 8-9 "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."
------------
Dalam Lukas 23:42, dikatakan salah satu penjahat yang disalibkan di samping Yesus berdoa, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

Saat itu, Yesus dikenal karena melakukan mujizat. Tetapi perhatikan, pria ini tidak meminta Yesus untuk menghentikan rasa sakitnya meskipun dia tengah mengalami rasa sakit yang menyiksa. Dia pun tidak meminta Yesus untuk menyelamatkannya dari kematian.

Pria itu hanya berkata, "Yesus, ingatlah akan aku." Mengapa? Karena dia tahu yang paling ia butuhkan ialah keselamatan atas dosa yang telah dibuatnya dan rumah di surga. Dan dia percaya Yesus bisa menyediakannya.

Alkitab mengatakan dalam Kisah Para Rasul 16:31, "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."

Lalu bagaimana Anda tahu pasti bahwa Anda telah diselamatkan dari dosa? Bagaimana Anda tahu bahwa Anda akan ke surga begitu Anda tiada? Bagaimana Anda bisa yakin? Bagaimana caranya Anda bisa menghilangkan keraguan itu?

Lalu apa yang bisa memastikan keselamatan Anda? Janji firman Allah. Jika Allah telah berfirman akan memberikan keselamatan, maka itu akan terjadi, sebab Allah tidak berdusta. Peganglah janji-Nya itu. Anda dapat beristirahat di dalam keselamatan-Nya.

Jawab Yesus kepada penjahat itu, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43). Itulah jaminan keselamatan buat Anda: Allah telah berjanji bahwa Anda akan berada di surga bersama-Nya kelak apabila Anda percaya kepada-Nya di dalam iman.

Renungkan hal ini:

- Bagaimana Anda tahu bahwa Anda bisa berpegang pada Alkitab serta janji Allah?

- Sudahkah Anda percaya pada janji keselamatan dari Allah? Jika belum, apakah Anda siap melakukannya hari ini?

- Jika Anda telah menjadikan Yesus Juruselamat Anda, bagaimana Anda menjalani hidup yang berbeda oleh karena jaminan keselamatan melalui Kristus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 22-24; Lukas 3
___________
Jaminan keselamatan Anda tidak berdasarkan pada perbuatan Anda karena Anda tidak bisa memperoleh keselamatan dengan usaha Anda sendiri. Keselamatan bukan bergantung dari perasaan Anda sebab perasaan bisa datang dan pergi.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How Do I Know I'm Saved?
By Rick Warren

"It is by grace you have been saved, through faith—and this is not from yourselves, it is the gift of God—not by works, so that no one can boast." Ephesians 2:8-9 (NIV)
--------------------
In Luke 23:42, one of the criminals hanging next to Jesus on the cross prayed, "Jesus, remember me when you come into your kingdom" (NIV).

By that time, Jesus was famous for doing miracles. But notice the man didn't ask Jesus to stop his pain, even though he would have been in excruciating pain. He didn't ask Jesus to save him from death either.

He said, "Jesus, remember me." Why? Because he knew his deepest need was salvation from sin and a home in heaven. And he believed Jesus could provide it.

The Bible says in Acts 16:31, "Believe in the Lord Jesus, and you will be saved" (NIV).

So how do you know for sure that you're saved from sin? How do you know you're going to heaven when you die? How can you be certain? How can you eliminate your doubt?

Your assurance of salvation doesn't come from what you do, because you can't earn your salvation. It's not from your feelings, because feelings come and go.

So what can make you sure of your salvation? The promise of God's Word. If God says it, that settles it—because God cannot lie. You can trust the promise of God's Word. You can rest in it.

Jesus replied to the criminal hanging on the cross, "I assure you, today you will be with me in paradise" (Luke 23:43 NLT). And you can have the same assurance of salvation: If you "believe in the Lord Jesus," God promises that you will be in heaven with him one day.


Selasa, 25 Maret 2025

Bagaimana Caranya Mengampuni?

26 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:19 "Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."
-----------
Di bulan Januari 1956, lima misionaris Amerika pergi ke hutan Amazon timur di Ekuador. Itulah kunjungan kedua mereka ke suku Huaorani, yang menurut para antropolog merupakan kelompok masyarakat paling kejam dan paling brutal di muka bumi. Mereka punya budaya membunuh, dan penelitian menunjukkan bahwa 60 persen dari penduduk suku tersebut mati karena dibunuh.
Benar saja, begitu para misionaris tersebut turun dari pesawat, mereka langsung ditombak mati oleh para anggota suku. Pembunuhan brutal itu menjadi berita utama di seluruh dunia dan menjadi sampul majalah Life, Time, dan Newsweek. Banyak surat kabar memberitakan tentang kematian para misionaris ini, dua di antaranya adalah misionaris Nate Saint dan Jim Elliot.

Beberapa tahun kemudian, Elisabeth dan Valerie, istri dan putri dari Jim Elliot, dan Rachel Saint, saudari perempuan dari Nate Saint, pindah ke desa Huaorani untuk menunjukkan apa yang dinamakan kasih dan pengampunan serta pelayanan kepada orang-orang yang telah membunuh anggota keluarga mereka tersebut. Dan pada akhirnya, pemimpin suku tersebut serta orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan kelima misionaris ini diubahkan dan menjadi orang Kristen.
Jenis pengampunan yang dicontohkan oleh Elisabeth Elliot, Valerie Elliot, dan Rachel Saint memang sulit untuk dimengerti, kecuali Anda telah diampuni oleh Allah. Maka, setelah Anda menerima pengampunan dari Allah, bagaimana seharusnya Anda mengampuni sesama? Lakukanlah empat hal yang dilakukan oleh para wanita ini:

Lepaskan hak Anda untuk membalas dendam. Roma 12:19 berkata, "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." Serahkanlah itu pada Tuhan. Dia yang akan mengurusnya, dan Dia akan melakukannya dengan cara yang jauh lebih baik ketimbang Anda.

Respons kejahatan dengan kebaikan. Bagaimana Anda bisa tahu bahwa Anda telah sepenuhnya mengampuni seseorang? Berdoalah kepada Tuhan, minta Dia untuk memberkati orang yang menyakiti Anda. Alkitab mengatakan, "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu" (Lukas 6: 27-28).
Beri pengampunan terus-menerus. Petrus pernah bertanya kepada Yesus dalam Matius 18:21, "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus menjawab, "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali" (Matius 18:22). Pengampunan harus diberikan tanpa henti.

Selamatkan orang lain lewat Kabar Baik tentang pengampunan dari Allah. Alkitab mengatakan dalam 2 Korintus 5: 18-20, "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah." Karena Anda telah diampuni oleh Allah, maka Dia ingin Anda mengampuni orang lain juga.

Renungkan hal ini:

- Apa yang Anda pelajari dari cara Elisabeth, Valerie Elliot, dan Rachel Saint merespons pembunuhan anggota keluarga mereka?

- Pernahkah Anda berada di tengah situasi di mana Anda harus mengampuni seseorang "bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali," seperti yang dikatakan dalam Matius 18? Apa yang memberi Anda kekuatan untuk melakukannya?

- Siapa seseorang dalam hidup Anda yang harus mendengar Kabar Baik tentang pengampunan, damai sejahtera, dan keselamatan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 19-21; Lukas 2:25-52
____________
Tuhan akan membantu Anda menyembuhkan rasa sakit Anda dan memampukan Anda untuk mengampuni mereka yang telah menyakiti Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How Do You Forgive?
By Rick Warren

"What we mean is that God was in Christ, offering peace and forgiveness to the people of this world. And he has given us the work of sharing his message about peace." 2 Corinthians 5:19 (CEV)
----------------
In January 1956, five American missionaries headed to Ecuador's rainforest. They were visiting the Huaorani tribe, which anthropologists said was the most vicious, violent society on earth. As soon as the missionaries exited their plane, they were speared to death. The brutal murders of these men, who included Nate Saint and Jim Elliot, made news around the world.

A couple years later, Elisabeth and Valerie Elliot (wife and daughter of Jim Elliot), and Rachel Saint (sister of Nate Saint), moved into the Huaorani village to minister and show love and forgiveness. Eventually, the tribe's leader and other men who participated in the missionary murders became Christians.

The forgiveness Elisabeth Elliot, Valerie Elliot, and Rachel Saint modeled only makes sense when you have been forgiven by God. So, once you've experienced God's forgiveness, how do you forgive? You do the four things these women did:

Relinquish your right to get even. This is the heart of forgiveness. Romans 12:19 says, "Don't try to get even. Let God take revenge" (CEV). Even if you think you deserve to retaliate, don't. Trust God to take care of any repayment.

Respond to evil with good. How can you tell when you've completely forgiven someone? When you can pray for God to bless the person who hurt you. The Bible says. "Do good to those who hate you, bless those who curse you, pray for those who mistreat you" (Luke 6:27-28 NIV).

Repeat these steps as long as necessary. Peter asked Jesus in Matthew 18:21, "How many times should I forgive someone who does something wrong to me? Is seven times enough?" (CEV). Jesus replied, "Not just 7 times, but 77 times!" (Matthew 18:22 CEV). Sometimes forgiveness has to be continual.

Rescue others with the Good News of God's forgiveness. Once you forgive the people who've hurt you, you're free to share the Good News of God's forgiveness with them and with others. The apostle Paul invited people to accept God's forgiveness this way: "God was in Christ, offering peace and forgiveness to the people of this world. . . . We speak for Christ and sincerely ask you to make peace with God" (2 Corinthians 5:19-20 CEV).

If you've been holding on to pain caused by someone else, don't sit another day in your resentment. Ask God to help you work through your hurt and forgive those who've hurt you. Then you can move on to the life you were created to live!


Senin, 24 Maret 2025

Kebencian Lebih Menyakiti Anda Daripada Orang Lain

25 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Ayub 5: 2 "Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati."
---------------
Jika Anda terus memendam kebencian, itu akan selalu menyakiti Anda lebih dari orang lain.

Kebencian hanya akan merusak diri Anda sendiri.

Kebencian itu tidak masuk akal.

Jika hanya ada satu orang yang punya alasan yang tepat untuk marah, dia adalah Ayub. Dia adalah seorang pria saleh yang memiliki apa pun yang ia inginkan — kekayaan, ketenaran, dan keluarga yang hebat. Namun pada suatu hari, dia kehilangan itu semua. Ada dua bangsa musuh yang merampas dan membunuh semua ternaknya. Semua anaknya meninggal akibat angin ribut yang memporak porandakan rumah mereka. Ayub pun kemudian menderita penyakit yang parah.
Dia benar-benar telah kehilangan semua yang dimilikinya, kecuali istrinya. Tapi kemudian di saat-saat terberatnya, istrinya itu berkata kepadanya, "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" (Ayub 2:9).

Ditambah lagi ada sekelompok temannya yang datang dan berkata, "Ayub, ini semua salahmu."

Namun, di tengah-tengah banyaknya nasihat yang buruk, salah seorang temannya membagikan kata-kata bijak. Ia menegaskan bahwa menyimpan kebencian adalah ide yang buruk. Ia berkata kepada Ayub, "Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati"(Ayub 5:2).

Teman Ayub itu bijaksana. Ia tahu—bahkan di tengah-tengah sakit hati dan luka yang begitu hebat—kebencian tidak akan membantu. Justru sebaliknya, itu hanya akan memperburuk keadaan.

Jika Anda mengingat kembali pengalaman hidup Anda, Anda mungkin akan setuju dengan nasihat teman Ayub itu. Pernahkah Anda melakukan hal-hal yang Anda sesali saat terjebak dalam kebencian? Mungkin Anda pernah berkata sesuatu seperti, "Aku akan membalasnya!" kemudian Anda melakukan sesuatu yang bodoh.

Ketika Anda menyerah pada kebencian, pada akhirnya Anda bertindak dengan cara yang merusak diri Anda sendiri. Tapi ketahuilah, Anda hanya akan lebih menyakiti diri sendiri daripada orang-orang yang Anda benci.

Jadi, mengapa harus menyimpan kebencian? Lepaskanlah kebencian itu hari ini. Pilihlah untuk mengampuni dan nikmatilah hidup dalam kemerdekaan yang diberikan oleh pengampunan.

Renungkan hal ini:

- Bagaimana selama ini Anda telah melihat kebencian menyakiti Anda atau seseorang yang Anda sayangi?

- Bagaimana hidup Anda berubah menjadi lebih baik ketika Anda melepaskan rasa sakit daripada menyimpan dendam?

- Rasa sakit masa lalu apa yang perlu Anda ampuni agar bisa melepaskan kebencian yang masih tersimpan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 16-18; Lukas 2:1-24
___________
Kebencian akan membuat Anda sengsara dan itu tidak akan pernah berakhir dengan Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=============
Resentment Hurts You More than Anyone Else
By Rick Warren

"To worry yourself to death with resentment would be a foolish, senseless thing to do." Job 5:2 (GNT)
------------------
When you hang on to resentment, it always hurts you more than anyone else. Resentment is self-destructive and counterproductive.

Resentment just makes no sense.

If anyone ever had a reason to be resentful, it was Job. He was a godly man who had everything he could ever want—wealth, fame, and a great family. One day, he lost it all. Enemy nations killed his livestock. All of his children died in a horrific storm. He got a terrible disease.

He literally lost everything he had, except for his wife, but then in his darkest moment, she said to him, "Why don't you curse God and die?" (Job 2:9 GNT).

Then a group of his friends came along and said, "Job, it's all your fault."

But right in the middle of a lot of bad advice-giving, one of his friends shared a word of wisdom. He insisted that growing resentful was a bad idea. He said to Job, "To worry yourself to death with resentment would be a foolish, senseless thing to do" (Job 5:2 GNT).

Job's friend was wise. He knew—even in the midst of such great heartache—resentment wouldn't help. In fact, it would just make things worse.

If you think back through experiences in your own life, you'll probably agree. Have you ever done things you regret when you were caught up in resentment? Maybe you said something like, "I'm going to get him back!" Then you did something foolish to get even.

When you give in to resentment, you end up acting in self-destructive ways. You hurt yourself much more than those you're holding grudges against. Resentment makes you miserable. And it never ends with you getting what you want.

So why hold on to your resentment for one more minute? Let go of resentment today. Choose to forgive and enjoy living in the freedom that forgiveness brings.


Minggu, 23 Maret 2025

Ampunilah Sebab Tuhan Telah Mengampuni Anda

24 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Efesus 4:32 "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."
---------------
Kita semua akan terluka dalam hidup ini. Dan banyak dari rasa sakit itu ditimbulkan karena kesengajaan—sering kali karena perkataan orang lain atau oleh perlakuan orang lain kepada kita. Bahkan, setiap kali kita membaca kata "pengampunan," kita langsung teringat akan sakit hati, kepedihan, dan masalah kita di masa lalu. Memori-memori itu masih terasa segar di ingatan karena kita telah terluka teramat dalam.

Karena betapa dalamnya luka itu, sering kali kita sulit untuk mengampuni para pelaku. Akan tetapi Alkitab memberi kita satu alasan yang sangat penting untuk mengampuni.

Kita harus mengampuni sebab Allah telah terlebih dahulu mengampuni kita.

Alkitab mengatakan dalam Efesus 4:32, "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." Ketika Anda merenungkan betapa besar Allah telah mengampuni Anda, itu akan membantu Anda untuk lebih dapat mengampuni mereka yang telah menyakiti Anda.

Begitu pula sebaliknya. Apabila Anda tidak merasa telah diampuni oleh Allah, maka Anda akan kesulitan untuk mengampuni orang lain. Jika Anda sering kali punya pergumulan dalam mengampuni orang lain, Anda mungkin juga belum benar-benar mengampuni diri Anda sendiri.

Berpikirlah seperti ini: Allah telah sepenuhnya menghapus catatan dosa Anda berkat pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Segala hukuman yang sebenarnya pantas Anda tanggung telah dibersihkan karena Allah telah mengampuni Anda. Ketika Anda menerima kebenaran firman ini, seharusnya Anda akan merasa semakin sulit untuk menyimpan luka terhadap orang lain.

Memendam kemarahan dan kepahitan, yang biasanya terjadi ketika Anda menolak untuk mengampuni orang lain, akan menimbulkan stres dan rasa lelah yang begitu besar dalam hidup Anda. Tetapi ketika Anda mengampuni karena Anda telah memahami bahwa Anda telah lebih dulu diampuni oleh Allah, maka luka dan rasa sakit Anda akan digantikan dengan damai sejahtera dan kelegaan dari Dia.

Renungkan hal ini:

- Saat mendengar kata "pengampunan," siapa yang muncul di benak Anda? Jika itu adalah seseorang yang perlu Anda ampuni, langkah apa yang akan Anda lakukan untuk mengampuninya hari ini?

- Apakah mengampuni berarti Anda harus melupakan apa yang telah terjadi pada Anda? Mengapa atau mengapa tidak?

- Bagaimana Anda dapat mengungkapkan rasa syukur Anda kepada Allah hari ini atas pengampunan-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 13-15; Lukas 1:57-80
___________
Ingatlah hal ini: Apa pun yang pernah orang lain lakukan terhadap Anda, Anda tidak akan pernah mengalami beratnya pengorbanan yang Allah telah lakukan untuk mengampuni Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Forgive Because God Forgave You
By Rick Warren

"Be kind and compassionate to one another, forgiving each other, just as in Christ God forgave you." Ephesians 4:32 (NIV)
---------------
You will, inevitably, be hurt in this life. And many of those hurts will be intentional—the direct result of what people say about you or do to you. In fact, any time you read the word "forgiveness," you might call to mind certain heartaches, hurts, and problems from your past. The memories still feel fresh because you've been hurt deeply.

When you're hurt, it's often hard to consider forgiving the perpetrators. But the Bible gives one very important reason you need to forgive: You forgive others because God forgave you.

The Bible says in Ephesians 4:32, "Be kind and compassionate to one another, forgiving each other, just as in Christ God forgave you" (NIV).

Thinking about how much God has forgiven you will help you be more forgiving of those who have hurt you.

The opposite is also true. If you don't believe and accept in faith that you've been forgiven by God, you'll likely have a hard time forgiving others. If you struggle to forgive other people, consider whether you truly believe God has forgiven you. You can talk to him about any doubts you have.

Look at it this way: God has completely wiped your slate clean of sin because of what Jesus did on the cross. Everything you deserve to be punished for has been cleared away because God has forgiven you. When you accept this truth, it becomes increasingly difficult to hold a grudge against someone else.

Remembering God's forgiveness toward you can make it easier to let go and forgive others—and he has forgiven you. That's a promise.


Sabtu, 22 Maret 2025

Tuhan Melihat Anda sebagai Orang yang Dapat Diampuni

23 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Efesus 1:4 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."
------------------
Efesus 1:4 mengatakan, "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." Sebelum Allah menciptakan Anda, Ia tahu setiap kesalahan dan dosa yang akan Anda perbuat—bahkan pada saat-saat terburuk Anda sekali pun. Namun, Allah tetap memilih untuk menciptakan Anda agar dapat mengasihi dan mengampuni Anda, dan untuk menjadikan Anda "tanpa bercacat di hadapan-Nya."

Itulah kabar baik tentang kasih karunia: Jika Anda menerima Kristus, maka dosa-dosa Anda akan dihapuskan. Namun, kebanyakan dari kita merasa sulit untuk mempercayainya. Mengapa? Sebab kita sering berpikir bahwa Allah sedang marah kepada kita. Ketika sesuatu yang salah terjadi dalam hidup kita, kita bertanya, "Mengapa Aku, Tuhan?" Kemudian kita membayangkan Dia menjawab, "Karena engkau telah membuat Aku marah!" Namun, bukan begitu cara Allah bekerja.

Yesaya 43:25 mengatakan, "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu."

Tidak seperti kita, Allah tidak menyimpan dendam.

Roma 8:1 menegaskan, "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus."

Jika Anda telah menyerahkan hidup Anda kepada Kristus, berikut ini perubahan yang Anda alami:

Banyak orang membayangkan sebuah antrean panjang di gerbang surga, dengan orang-orang yang berharap masuk ke dalam. Namun saat Anda menerima Yesus, semuanya berubah. Anda tidak perlu lagi mengantre. Anda memiliki akses cepat. Anda sudah menjadi bagian dari keluarga Allah, dan dosa-dosa Anda telah dihapuskan.

Inilah sebabnya Yesus datang ke dunia—untuk menyelamatkan Anda dari penghakiman dan untuk mengamankan tempat Anda dalam keluarga Allah. Anda tidak sedang menunggu pengampunan; itu sudah menjadi milik Anda.

Tarik napas dalam-dalam dan katakan, "Terima kasih, Tuhan, bahwa saya telah diampuni oleh karena Yesus."

Renungkan hal ini:

- Apakah Anda biasanya menganggap diri Anda sebagai seseorang yang "dapat diampuni"? Mengapa atau mengapa tidak?

- Jika Anda telah menyerahkan hidup Anda kepada Kristus, Anda telah diampuni. Bagaimana dengan mengetahui bahwa Anda telah diampuni melalui Kristus membentuk cara Anda berinteraksi dengan Tuhan dalam doa dan kehidupan sehari-hari?

- Tuhan telah mengampuni Anda. Apakah ada seseorang yang perlu Anda ampuni?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 10-12; Lukas 1:39-56
____________
Allah tidak mengingat-ingat dosa-dosa Anda. Ia menghapusnya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Sees You as Forgivable
By Rick Warren

"Even before he made the world, God loved us and chose us in Christ to be holy and without fault in his eyes." Ephesians 1:4 (NLT)
-------------------
Forgiven. It's a word that's easy to overlook. If you've been in church or around Christians for very long, you may have heard it so many times that you don't even stop to think about it. But today I want you to take a few minutes to think about what it really means to be forgiven—and to be "forgivable."

Ephesians 1:4 says, "Even before he made the world, God loved us and chose us in Christ to be holy and without fault in his eyes" (NLT). Before God created you, he knew every mistake you'd make and sin you'd commit—even your worst moments. But he still chose to make you, to love you, and to forgive you—to make you "without fault in his eyes."

That's the good news of grace: If you receive Christ, your sins are erased. Yet most of us struggle to believe it. Why? Because we often think God is mad at us. When something goes wrong in our lives, we ask, "Why me, God?" And we imagine God responding, "Because you made me angry!" But that's not how God operates.

Isaiah 43:25 says, "I am the God who forgives your sins, and I do this because of who I am. I will not hold your sins against you" (GNT). Unlike us, God doesn't hold grudges.

Romans 8:1 confirms, "There is now no condemnation for those who are in Christ Jesus" (NIV). God doesn't replay your sins. He erases them.

If you've committed your life to Christ, here's what has changed for you:

Many people picture a long line at the gates of heaven, with people hoping to get in. But the moment you accepted Jesus, everything shifted. You don't have to wait in line. You have a fast pass. You're already part of God's family, and your sins are gone.

This is why Jesus came—to save you from judgment and to secure your place in God's family. You're not waiting for forgiveness; it's already yours.

Take a deep breath and say, "Thank You, God, that I'm forgiven because of Jesus."


Jumat, 21 Maret 2025

Tuhan Melihat Anda sebagai Orang yang Layak Dikasihi

22 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
-------------
Allah tidak hanya melihat Anda sebagai pribadi yang dapat diterima dan berharga—Ia juga melihat Anda sebagai pribadi yang sangat layak dikasihi. Yohanes 3:16 mengatakan, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).

Ayat tersebut tidak mengatakan bahwa Allah hanya mengasihi orang-orang yang cantik, yang cerdas, atau yang sempurna. Ayat tersebut mengatakan bahwa Allah mengasihi dunia ini—kita semua. Itu termasuk Anda dan saya. Intinya Yesus berkata, "Lebih baik Aku mati daripada hidup tanpamu." Begitulah besarnya kasih Allah kepada Anda.

Yesaya 54:10 mengatakan, "Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau."

Kasih Allah memiliki dua karakteristik utama yang tidak boleh Anda lupakan:

Kasih Allah konsisten. Allah tidak pernah berubah-ubah atau plin-plan. Kasih-Nya tidak bergantung pada hari-hari baik atau buruk. Seorang wanita pernah bercerita bagaimana suasana hati ibunya yang yang tak menentu membuatnya kebingungan—di satu hari ibunya memeluknya, di hari berikutnya, ibunya mengabaikannya. Kasih Allah tidak seperti itu. Dia mengasihi Anda dengan kasih sayang yang tak akan pernah berubah dan mutlak setiap hari.

Kasih Allah tanpa bersyarat. Kasih Allah tidak berkata, "Aku mengasihimu jika . . . " atau "Aku mengasihimu karena . . . " Sebaliknya, kasih Allah berkata, "Aku mengasihimu. Titik." Kasih-Nya tidak didasarkan pada perbuatan baik Anda; kasih-Nya didasarkan pada karakter-Nya. Kasih Allah berkata, "Engkau milikku. Aku menciptakanmu. Aku menyelamatkanmu. Aku menebusmu. Aku ingin engkau bersama-Ku selamanya." Kasih Allah itu mutlak dan tidak akan pernah berubah. Anda tidak harus berusaha mendapatkannya.

Meragukan kasih Allah akan mendatangkan masalah. Setiap kali Anda melakukan dosa, itu karena Anda meragukan kasih-Nya dan menganggap Anda lebih tahu daripada Dia. Misalnya, ketika Tuhan berfirman untuk tidak berzinah tanpa adanya pernikahan, itu bukan karena Dia membatasi Anda—itu karena Dia begitu mengasihi Anda dan tahu apa yang terbaik buat Anda. Akan tetapi, ketika Anda memilih untuk keluar dari rencana-Nya dan mengikuti jalan Anda sendiri, itu berarti Anda meragukan kasih-Nya dan sering kali mengalami konsekuensi menyakitkan dari dosa Anda.

Renungkan hal ini:

- Kapan Anda pernah mengalami cinta yang dan tidak konsisten? Bagaimana hal itu memengaruhi pemahaman Anda tentang kasih Allah?

- Kapan Anda pernah meragukan kasih Allah dan mengikuti jalan Anda sendiri, bukan jalan-Nya? Apa hasilnya?

- Allah mengasihi Anda secara konsisten dan tanpa syarat. Apa perbedaan yang Anda rasakan dari kasih tersebut dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 7-9; Lukas 1:21-38
____________
Anda dapat membangun hidup Anda di atas dua kebenaran ini: Tuhan mengasihi Anda secara konsisten dan Dia mengasihi Anda dengan tulus tanpa syarat. Dia tak akan pernah berhenti mengasihi Anda, apa pun yang terjadi. Itulah fondasi yang bisa Anda andalkan selamanya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========°
God Sees You as Lovable
By Rick Warren

"For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life." John 3:16 (NIV)
------------------
Not only does God see you as acceptable and valuable—he also sees you as deeply lovable. John 3:16 says, "For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life" (John 3:16 NIV).

The verse doesn't say God loves only beautiful, intelligent, or perfect people. It says God loves the world—all of us. That includes you. Jesus essentially said, "I'd rather die than live without you." That's how much God loves you.

Isaiah 54:10 says, "'The mountains and hills may crumble, but my love for you will never end. . . . ' So says the LORD who loves you" (GNT).

God's love has two key characteristics you must never forget:

God's love is consistent. God isn't moody or fickle. His love doesn't depend on good or bad days. A woman once shared how her mother's moods kept her guessing—one day she'd get a hug from her, the next she'd be ignored or worse. God's love isn't like that. He loves you with unchanging, steady affection every single day.

God's love is unconditional. God's love doesn't say, "I love you if . . . " or "I love you because . . . " Instead, God's love says, "I love you. Period." His love isn't based on your performance; it's based on his character. God's love says, "You're mine. I made you. I saved you. I redeemed you. I want you with me forever." God's love is absolute and doesn't change. You'll never need to earn it.

Doubting God's love leads to trouble. In fact, every time you sin, it's because you doubt his love and think you know better than he does. For example, when God says to keep sex within marriage, it's not because he's restrictive—it's because he loves you and knows what's best. But when you choose to step out of his plan and follow your own way instead, you doubt his love and often experience the painful consequences of your sin.

You can build your life on these two truths: God loves you consistently, and he loves you unconditionally. He will never stop loving you, no matter what. That's a foundation you can trust forever.


Kamis, 20 Maret 2025

Tuhan Melihat Anda sebagai Orang yang Berharga

21 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Lukas 12:24 "Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!"
----------------
Tuhan tidak hanya melihat Anda sebagai orang yang dapat diterima; Dia melihat Anda sebagai orang yang berharga. Jika Anda hendak melihat diri Anda sendiri sebagaimana Tuhan melihat Anda, maka Anda harus mengenali nilai Anda.

Lukas 12:24 mengatakan, "Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!" Tuhan menghargai setiap burung yang terbang di langit—dan Dia jauh lebih menghargai Anda!

Jadi, menurut Anda seberapa berharganya Anda? Bukan kekayaan bersih Anda, tetapi harga diri Anda. Nilai Anda tidak terikat pada kekayaan Anda. Jika demikian, Anda bisa kehilangan dalam sekejap. Nilai-nilai ini berasal dari dua hal.

1. Siapa pemiliknya? Kepemilikan menentukan nilai suatu benda. Barang-barang biasa milik seorang selebriti bisa jadi bernilai luar biasa hanya karena siapa pemiliknya. Sepatu kets milik atlet terkenal jauh lebih berharga daripada milik Anda.

Siapa pemilik Anda? Alkitab mengatakan, "Kamu berasal dari Allah" (Lihat 1 Yohanes 4:4). Anda telah diciptakan, diselamatkan, dan ditebus oleh-Nya. Itulah yang menjadikan Anda sangat berharga.

2. Berapa harga yang bersedia dibayar oleh seseorang? Nilai ditentukan oleh harga yang bersedia dibayarkan oleh seseorang. Rumah, kartu bisbol, atau karya seni hanya akan bernilai sesuai dengan harga bersedia dibayarkan.

Berapa harga Anda? Alkitab mengatakan, "Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia" (1 Korintus 7:23). Harga terbesar yang pernah dibayarkan telah dibayarkan untuk Anda. Allah telah menukarkan nyawa Anak-Nya sendiri untuk menebus Anda. Bahkan, seandainya Anda adalah satu-satunya orang di bumi, Yesus tetap bersedia mati untuk Anda. Begitulah berharganya Anda bagi Dia.

Salib Kristus membuktikan nilai Anda. Allah tidak menciptakan sampah, dan Anda bukanlah sampah. Orang-orang yang mengatakan Anda tidak berharga adalah pendusta. Perkataan mereka tidak mendefinisikan diri Anda. Pernyataan Tuhanlah yang mendefinisikan Anda: Anda diterima dan Anda berharga.

Jika Tuhan berkata Anda memiliki nilai yang tak terhingga, maka tidak ada perkataan orang lain yang bisa menguranginya. Beristirahatlah dalam kebenaran ini: Anda sangat dikasihi, dihargai tanpa batas, dan selamanya berarti bagi Tuhan.

Renungkan hal ini:

- Siapa atau apa yang telah Anda izinkan untuk mendefinisikan nilai Anda? Bagaimana Anda melihat diri Anda secara berbeda ketika Anda menyadari bahwa Allah telah membayar harga yang mahal untuk Anda?

- 1 Yohanes 4:4 berjanji, "Kamu berasal dari Allah." Perbedaan praktis apa yang dibuat oleh kebenaran ini dalam kehidupan Anda?

- Anda sangat berharga bagi Allah—dan begitu pula setiap orang yang akan Anda temui hari ini. Siapa yang perlu Anda perlakukan berbeda hari ini karena betapa tingginya Tuhan menghargai mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 4-6; Lukas 1:1-20
__________
Ketika Tuhan melihat Anda, Dia melihat seseorang yang layak menerima penebusan terbesar yang pernah dibayarkan. Itulah kebenaran tentang betapa berharganya Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
God sees you as a valuable person

March 21, 2025

Today's reading:
Luke 12:24 "Pay attention to the crows that do not sow and do not reap and do not have a warehouse or barn, but so fed by God. How far you exceed the birds!"
---------------
God does not only see you as an acceptable person; He sees you as a valuable person. If you want to see yourself as God sees you, then you must recognize your values.

Luke 12:24 said, "Pay attention to the crow birds that do not sow and do not reap and do not have a warehouse or barn, but so fed by God. How far you exceed the birds!" God appreciates every bird flying in the sky - and He is much more respectful of you!

So, do you think how valuable are you? Not your net wealth, but your pride. Your value is not bound to your wealth. If so, you can lose in an instant. These values ​​come from two things.

1. Who is the owner? Ownership determines the value of an object. Ordinary items belonging to a celebrity can be extraordinary value just because of who the owner is. The famous athlete's sneakers are far more valuable than yours.

Who is your owner? The Bible says, "You come from God" (see 1 John 4: 4). You have been created, saved, and redeemed by Him. That's what makes you very valuable.

2. What is the price that is willing to be paid by someone? The value is determined by the price that is willing to be paid by someone. Houses, baseball cards, or artwork will only be valued according to the price willing to be paid.

How much are you? The Bible says, "You have been purchased and the price has been paid in fullTherefore do not be human servants "(1 Corinthians 7:23). The biggest price ever paid has been paid for you. God has exchanged his own life to redeem you. In fact, if you are the only person on earth, Jesus will still be willing to die for youThat's your valuable for him.

The cross of Christ proves your value. God does not create garbage, and you are not trash. People who say you are worthless are liars. Their words do not define yourself. God's statement is what defines you: You are accepted and you are valuable.

If God says you have an infinite value, then there are no other people's words that can reduce it. Rest in this truth: you are very loved, valued without limits, and forever means to God.

Contemplate this:

- Who or what have you allowed to define your value? How do you see yourself differently when you realize that God has paid an expensive price for you?

- 1 John 4: 4 promised, "You come from God." What practical differences are made by this truth in your life?

Rabu, 19 Maret 2025

Tuhan melihat Anda sebagai Orang yang dapat Diterima

20 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Titus 3:7 *"Supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita."
-----------------
Penolakan adalah luka yang terdalam dalam kehidupan. Baik itu dari orang tua, pasangan, guru, atau teman, penolakan menusuk hingga ke sanubari. Untuk menghindarinya, kita menghabiskan sebagian besar hidup kita untuk mendapatkan penerimaan dari orang lain—berusaha menyenangkan orang tua, teman sebaya, tetangga, dan bahkan orang yang tidak kita sukai.

Kita membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan untuk mengesankan orang yang bahkan tidak kita kenal. Dorongan untuk diterima ini memengaruhi pilihan kita: pakaian yang kita kenakan, karier yang kita kejar, dan kehidupan yang kita jalani.

Mari kita ingat kembali masa kanak-kanak. Seberapa sering Anda melakukan sesuatu yang konyol atau yang tidak masuk akal hanya supaya diterima oleh orang banyak? Keinginan untuk diakui ini tidak akan memudar seiring bertambahnya usia, sebaliknya keinginan itu justru menjadi semakin rumit.

Ada satu mitos tentang kaitan antara kesempurnaan dengan penerimaan: Jika saya bisa menjadi sempurna, pasti semua orang akan menerima saya.

Berkaitan dengan kesempurnaan dan penerimaan, ada tiga hal yang benar adanya: Pertama, tidak seorang pun percaya bahwa Anda sempurna. Kedua, Anda tidak akan pernah sempurna. Ketiga, meskipun Anda sempurna, tidak semua orang akan menerima Anda; bahkan Yesus—yang sempurna—dihina dan ditolak.

Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk membuat semua orang menerima Anda. Namun, kita tentunya tetap ingin diterima, kita ingin dicintai, dan kita ingin orang lain melihat betapa berharganya kita.

Sesungguhnya Allah telah menyelesaikan masalah ini sejak lama: "Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita" (Titus 3:5–7).

Bila Anda telah mengundang Yesus ke dalam hidup Anda, maka Allah melihat Anda sebagai orang yang dapat diterima, terlepas dari apa pun yang telah Anda lakukan. Itu bukan karena pencapaian Anda, melainkan karena kasih karunia-Nya.

1 Petrus 2:9 mengingatkan kita, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib." itu sungguh suatu kebenaran yang mengubah hidup!

Allah telah memilih Anda untuk hidup bersama-Nya selamanya. Dari situlah nilai Anda berasal—bukan dari persetujuan atau penerimaan orang lain. Ada 8 miliar manusia di bumi ini; tidak apa-apa jika beberapa orang tidak menyukai Anda.

Biarkan kebenaran ini memerdekakan Anda: Allah tidak hanya mengasihi Anda, tetapi Dia juga sayang pada Anda. Jika Dia tahu semua kekurangan Anda dan tetap menerima Anda, mengapa Anda harus mengejar persetujuan orang lain? Mazmur 27:10 mengatakan, "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku."

Renungkan hal ini:

- Kapan Anda pernah melakukan sesuatu yang bodoh karena Anda mencoba untuk mendapatkan penerimaan dari seseorang?

- Jika Anda telah mengundang Yesus masuk ke dalam hidup Anda, maka Allah memandang Anda sebagai seseorang yang diterima. Apa satu perbedaan nyata yang didatangkan oleh kebenaran firman itu dalam hidup Anda?

- Apakah ada cara-cara kecil yang Anda coba lakukan untuk mendapatkan persetujuan orang lain hari ini? Perubahan apa yang perlu Anda buat untuk mencerminkan kebenaran bahwa Anda telah diterima oleh Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 1-3; Markus 16
____________
Ada sebuah kabar baik: Anda dapat menemukan penerimaan itu di dalam Allah melalui Yesus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Sees You as Acceptable
By Rick Warren

"Jesus treated us much better than we deserve. He made us acceptable to God and gave us the hope of eternal life." Titus 3:7 (CEV)
-------------------
Rejection is the deepest hurt in life. Whether it's from a parent, spouse, teacher, or friend, rejection cuts to the core. To avoid it, we spend much of life chasing acceptance—trying to please parents, peers, neighbors, and even people we don't like.

We buy things we don't need with money we don't have to impress people we don't even know. This drive to be accepted influences our choices: the clothes we wear, the careers we pursue, and the lives we live.

Think back to childhood. How many times did you do something silly or foolish just to be accepted by the crowd? This desire for approval doesn't fade with age—it only becomes more sophisticated.

Yet there's a myth about the relationship between perfection and acceptance: If I can be perfect, then everyone will accept me. But this just isn't true.

When it comes to perfection and acceptance, there are three things that absolutely are true: One, no one believes you're perfect. Two, you'll never be perfect. Three, even if you were perfect, not everyone would accept you; even Jesus—who was perfect—was despised and rejected.

There is nothing you can do that will make everyone accept you. But we still want to be accepted, we want to be loved, and we want people to see our value.

And there's good news: You can find that acceptance in God through Jesus.

God settled the issue long ago: "He saved us because of his mercy, and not because of any good things that we have done. God washed us by the power of the Holy Spirit. He gave us new birth and a fresh beginning. God sent Jesus Christ our Savior to give us his Spirit. Jesus treated us much better than we deserve. He made us acceptable to God and gave us the hope of eternal life" (Titus 3:5-7 CEV).

If you've invited Jesus into your life, God sees you as acceptable, no matter what you've done. It's not because of your achievements, but because of his grace.

1 Peter 2:9 reminds us, "But you are God's chosen and special people" (CEV). That's a life-changing truth!

God chose you to live with him forever. That's where your value comes from—not from others' approval. There are 8 billion people on earth; it's okay if a few people don't like you.

Let this truth free you: God not only loves you, but he likes you, too. If he knows all your flaws and still accepts you, why chase the approval of others? Psalm 27:10 says, "Though my father and mother forsake me, the LORD will receive me" (NIV).


Selasa, 18 Maret 2025

Lima Cara Tuhan Menggunakan Masalah Anda

19 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
Mazmur 119:71–72 "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak."
--------------
Hidup ini adalah serangkaian kesempatan untuk menyelesaikan masalah. Masalah-masalah yang Anda hadapi akan mengalahkan Anda atau mendewasakan Anda, tergantung bagaimana Anda menanggapinya.

Ketika kebanyakan orang menemui kesulitan, mereka bereaksi secara impulsif atau menjadi marah. Mereka tidak mau berhenti sejenak untuk merenungkan pelajaran apa yang akan didapat dari masalah mereka. Akibatnya, mereka tidak pernah melihat bagaimana Tuhan ingin menggunakan masalah untuk kebaikan dalam hidup mereka.

Ada lima cara utama bagaimana Tuhan menggunakan masalah dalam hidup Anda. Saya ingin Anda memahami apa itu semua sehingga lain kali ketika Anda menghadapi kesulitan, Anda dapat mencari tahu bagaimana cara kerja Tuhan.

Tuhan menggunakan masalah untuk MENUNTUN Anda. Terkadang Tuhan menyalakan api untuk membuat Anda terus maju. Masalah dapat menuntun Anda ke arah yang baru dan mendorong Anda untuk berubah. Apakah Tuhan mencoba menarik perhatian Anda? Seperti yang dikatakan Amsal 20:30, "Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati."

Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI Anda. Manusia ibarat kantong teh: Jika Anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, masukkan saja ke dalam air panas! Pernahkah Tuhan menguji iman Anda dengan suatu masalah? Apa yang disingkapkan oleh masalah itu tentang diri Anda? Yakobus 1:2-3 mengatakan, "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan."

Tuhan menggunakan masalah untuk MEMPERBAIKI Anda. Beberapa pelajaran hanya bisa kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Waktu kecil, orang tua Anda mungkin menyuruh Anda untuk tidak menyentuh kompor yang panas. Tapi Anda mungkin tidak benar-benar mengerti sampai Anda mengabaikan instruksi mereka dan membuat jari Anda terbakar. Terkadang kita baru benar-benar belajar akan sesuatu—seperti soal kesehatan, uang, atau hubungan—setelah kita melewatkannya atau kehilangannya. Mazmur 119 berbunyi: "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak" (Mazmur 119:71–72).

Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI Anda. Masalah bisa menjadi berkat terselubung apabila itu mencegah Anda dari kehilangan atau akibat yang lebih serius. Beberapa tahun lalu, seorang teman saya dipecat karena menolak melakukan sesuatu yang tidak etis yang diminta oleh atasannya. Kehilangan pekerjaan memang menimbulkan masalah di hidupnya, tetapi itu menyelamatkan dia dari hukuman penjara setahun kemudian ketika tindak-tanduk atasannya itu terbongkar. Dia mampu berkata seperti yang dikatakan Yusuf, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar" (Kejadian 50:20).

Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN Anda. Masalah, apabila direspons dengan benar, akan membangun karakter manusia: "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan" (Roma 5:3-4). Tuhan jauh lebih tertarik pada karakter Anda daripada kenyamanan Anda. Hubungan Anda dengan Tuhan dan karakter Anda adalah dua hal yang akan Anda bawa ke dalam kekekalan.

Renungkan hal ini:

- Apa saja yang telah Anda pelajari tentang diri Anda lewat masa-masa sulit dalam hidup Anda?

- Apa hal berharga yang telah Anda pelajari melalui kesalahan atau pengalaman menyakitkan dalam hidup Anda?

- Menurut Anda, mengapa ujian dan pencobaan dapat membuat Anda lebih kuat dan lebih baik dalam jangka panjang?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 32-34; Markus 15:26-47
__________
Anda akan menghadapi kesulitan. Semua orang pasti akan mengalaminya. Ketika Anda mengalaminya, ingatlah bahwa Anda punya pilihan. Anda dapat membiarkan kesulitan-kesulitan itu menaklukkan Anda. Atau, Anda dapat memilih untuk membiarkan Tuhan menuntun, menguji, memperbaiki, melindungi, dan menyempurnakan Anda melalui kesulitan-kesulitan itu!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Five Ways God Uses Your Problems
By Rick Warren

"My suffering was good for me, for it taught me to pay attention to your decrees. Your instructions are more valuable to me than millions in gold and silver." Psalm 119:71-72 (NLT)
-----------------
Life is a series of problem-solving opportunities. The problems you face will either defeat you or develop you, depending on how you respond to them. 

When most people encounter difficulty, they react impulsively or become resentful. They don't pause to consider what benefit their problems might bring. As a result, they never see how God wants to use problems for good in their lives.

There are five main ways that God uses the problems in your life. I want you to understand what they are so that, next time you face difficulty, you can be on the lookout for how God is working.

God uses problems to DIRECT you. Sometimes God lights a fire under you to get you moving. Problems can point you in a new direction and motivate you to change. Is God trying to get your attention? As Proverbs 20:30 says, "Sometimes it takes a painful experience to make us change our ways" (GNT).

God uses problems to INSPECT you. People are like teabags: If you want to know what's inside them, just drop them into hot water! Has God ever tested your faith with a problem? What did that problem reveal about you? James 1:2-3 says, "When you have many kinds of troubles, you should be full of joy, because you know that these troubles test your faith, and this will give you patience" (NCV).

God uses problems to CORRECT you. Some lessons we learn only through pain and failure. When you were a child, your parents likely told you not to touch a hot stove. But you probably didn't actually learn the lesson until you ignored their instruction and were burned. Sometimes we only learn the value of something—like health, money, or a relationship—by losing it. That was true for the author of Psalm 119: "My suffering was good for me, for it taught me to pay attention to your decrees. Your instructions are more valuable to me than millions in gold and silver" (Psalm 119:71-72 NLT).

God uses problems to PROTECT you. A problem can be a blessing in disguise if it prevents you from being harmed by something more serious. A few years ago, a friend of mine was fired for refusing to do something unethical that his boss asked him to do. His unemployment was a problem—but it saved him from being convicted and sent to prison a year later when his boss's actions were uncovered. He was able to say like Joseph did, "You intended to harm me, but God intended it for good" (Genesis 50:20 NIV).

God uses problems to PERFECT you. Problems, when responded to correctly, are character builders: "We know that they help us develop endurance. And endurance develops strength of character" (Romans 5:3-4 NLT). God is far more interested in your character than your comfort. Your relationship to God and your character are the only two things you're going to take with you into eternity.

You're going to experience difficulties. Everyone does. When you do, remember that you have a choice. You can let those difficulties defeat you. Or you can choose to let God direct, inspect, correct, protect, and perfect you through them!

Senin, 17 Maret 2025

Tuhan Menggunakan Pencobaan untuk Mendatangkan Kebaikan

18 Maret 2025

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 1: 6-7 "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya."
-------------------
Kehidupan bukanlah serangkaian peristiwa yang aneh dan kebetulan. Kehidupan tidak sepenuhnya tidak terencana. Kehidupan bukanlah tanpa makna. Tuhan tahu apa pun yang sedang terjadi.

Saat ini Tuhan tengah menganyam permadani kehidupan Anda menggunakan benang-benang berwarna terang dan gelap — di saat suka dan duka— untuk menghasilkan kemegahan, tekstur, dan warna yang indah. Tidak ada satu hal pun yang datang ke dalam kehidupan anak Tuhan yang tanpa seizin Tuhan. Semuanya telah melalui filter Bapa.

Jangan salah paham. Saya tidak mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada hidup Anda adalah kehendak Tuhan. Itu tidak benar. Ada banyak hal yang bukan merupakan kehendak Tuhan. Apabila Anda berbuat dosa, itu bukan kehendak Tuhan. Jika seseorang berbuat dosa kepada Anda, itu pun bukan kehendak Tuhan.

Namun, Tuhan memang memiliki kehendak permisif, yaitu kehendak yang Ia izinkan terjadi dalam hidup Anda. Jika saya makan berlebihan, maka saya akan merasakan konsekuensinya. Jika saya merusak tubuh saya, maka saya akan merasakan konsekuensinya. Tuhan tidak mendatangkan kejahatan; Tuhan juga tidak menyebabkan penderitaan. Tetapi Dia membolehkan hal itu terjadi sebab setiap peristiwa memiliki tujuan. Tuhan mengizinkan, dan kemudian Dia menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan buat Anda.

Allah ahli dalam hal mendatangkan yang baik dari dalam keburukan. Dia bisa saja membebaskan Paulus dari dalam penjara, tetapi sebaliknya Dia membuat Paulus tetap terkurung di sana supaya kepala sipir penjara menjadi orang percaya. Allah bisa saja mencegah Yesus disalibkan, tetapi Ia membiarkan Yesus melewatinya. Ia membiarkan Putra-Nya sendiri menderita dan mati. Apakah Allah mendatangkan kebaikan dari peristiwa ini? Ya, tentu saja.

Allah gemar mengubah penyaliban menjadi kebangkitan. Dia ingin menggunakan problematika Anda untuk kebaikan dalam hidup Anda. Ada sesuatu yang lebih penting ketimbang rasa sakit Anda, yaitu pelajaran yang bisa Anda petik melalui rasa sakit Anda. Allah memegang kendali atas hidup Anda.

Jadi, bagaimana kita seharusnya merespons situasi yang menyakitkan atau yang sulit? Rasul Paulus berkata, "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami" (2 Korintus 4: 16-17).

Renungkan hal ini:

- Tantangan-tantangan apa dalam hidup Anda yang terasa seperti "benang-benang gelap," dan bagaimana tantangan-tantangan itu dapat membentuk karakter Anda atau menumbuhkan iman Anda?

- "Kebangkitan" apa yang telah Anda lihat dalam hidup Anda sendiri—saat-saat ketika sesuatu yang Anda pikir telah sirna atau tidak ada harapan berubah menjadi berkat?

- Bagaimana Anda dapat melihat melampaui rasa sakit Anda dalam pergumulan Anda saat ini dan fokus pada pelajaran atau pertumbuhan yang dibawanya ke dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 30-31; Markus 15:1-25
______________
Hal-hal yang paling ingin Anda lenyapkan dari hidup Anda sering kali merupakan hal-hal yang Dia pakai untuk membentuk Anda dan menjadikan Anda orang percaya yang seturut dengan kehendak-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
God Uses It All for Your Good
By Rick Warren

"There is wonderful joy ahead, even though you must endure many trials for a little while. . . . When your faith remains strong through many trials, it will bring you much praise and glory and honor on the day when Jesus Christ is revealed to the whole world." 1 Peter 1:6-7 (NLT)
-----------------
Life is not a series of random accidents. Life isn't unplanned. It isn't without meaning. God knows what's going on. In fact, he's using every part of your life—the happy times and the difficult ones—to weave your story into a beautiful tapestry.

If you're a child of God, nothing can come into your life without God's permission.  Everything is Father‑filtered. 

Don't misunderstand. I'm not saying that everything that happens to you is God's perfect will. That's just not true. When you sin, that's not God's will. When somebody sins against you, that's not God's perfect will either.

But God does have a permissive will. In other words, he allows some things without causing them. For example, if I overeat, I may become unhealthy and not feel well. God does not cause that, but he does allow it. In the same way, God does not cause evil and God does not cause suffering. But he does allow them—and then he uses them.

How does God use evil and suffering? He's an expert at bringing good out of bad! He could have kept Paul out of prison in Philippi, but instead he let Paul go to prison and the jailer became a believer as a result. God could have kept Jesus from the cross, but he let him suffer and die—and because of that, the gift of salvation is available to all who believe! 

God loves to turn crucifixions into resurrections.  The things you most wish were removed from your life are often the very things that God is using to shape you into who he wants you to be. 

The Bible promises, "There is wonderful joy ahead, even though you must endure many trials for a little while. . . . When your faith remains strong through many trials, it will bring you much praise and glory and honor on the day when Jesus Christ is revealed to the whole world" (1 Peter 1:6-7 NLT).

God wants to use your biggest problem for your greatest good. Even when you're in pain, you can look beyond it and trust that God is in control.

The apostle Paul said it like this, "That is why we never give up. Though our bodies are dying, our spirits are being renewed every day. For our present troubles are small and won't last very long. Yet they produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever!" (2 Corinthians 4:16-17 NLT).