Selasa, 10 Maret 2026

Menggunakan Ponsel Anda untuk Menjangkau Bangsa-Bangsa

11 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:18 "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. "
---------------
Anda mungkin dapat menemukan saya di media sosial. Namun Anda mungkin tidak akan melihat saya mengunggah tentang minuman kopi yang saya pesan atau pendapat saya tentang acara televisi terbaru.

Ketika saya mulai menggunakan Twitter, Facebook, dan Instagram beberapa tahun yang lalu, saya memutuskan untuk memakainya sebagai sarana untuk menguatkan orang lain dan mengajarkan mereka bagaimana mengikuti Yesus. Itu jauh lebih bermanfaat daripada sekadar membagikan hal-hal kecil tentang kehidupan sehari-hari.

Alkitab berkata: "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. " (2 Korintus 5:18)

Tidak ada yang salah dengan menggunakan media sosial untuk membagikan foto keluarga atau pengalaman menyenangkan yang Anda alami. Namun jika Anda tidak pernah menggunakan media sosial untuk memberitakan tentang damai sejahtera yang dapat dimiliki seseorang melalui Tuhan, Anda sebenarnya melewatkan kesempatan yang sangat besar untuk menjalankan tujuan hidup Anda.

Tuhan telah memberikan kepada kita tugas yang sangat penting, yaitu memberitakan keselamatan melalui Yesus Kristus kepada orang lain. Ketika Yesus memerintahkan untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, perintah itu juga ditujukan kepada Anda.

Selama hampir dua ribu tahun, menjangkau seluruh dunia berarti seseorang harus berlayar dengan kapal atau terbang dengan pesawat untuk pergi ke berbagai tempat. Namun sekarang, Anda dapat menjangkau orang di seluruh dunia tanpa meninggalkan rumah.

Anda bahkan dapat duduk di kamar Anda dan membagikan pesan tentang Tuhan, dan dalam hitungan detik pesan itu dapat dibaca oleh orang-orang dari berbagai negara. Ini adalah kesempatan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya. Namun kesempatan ini juga membawa tanggung jawab yang besar, yaitu menggunakan teknologi ini untuk memberitakan Injil kepada dunia.

Alkitab berkata: "Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa"(1 Tawarikh 16:24)

Renungkan :

- Apa ketakutan yang Anda rasakan ketika memikirkan untuk berbicara tentang Yesus di media sosial?

- Bagaimana media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk memberitakan Injil?

- Selain media sosial, kesempatan apa lagi yang Tuhan berikan kepada Anda untuk menceritakan keselamatan melalui Yesus kepada orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 11-13; Markus 12:1-27
____________
Hari ini Anda memiliki kesempatan untuk memberitakan kepada orang-orang dari berbagai bangsa tentang hal-hal luar biasa yang Tuhan telah lakukan dalam hidup Anda. Kesempatan itu ada tepat di tangan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
How to Use Your Phone to Reach the Nations - Daily Hope with Rick Warren - March 11, 2026

"Through Christ, God made peace between us and himself, and God gave us the work of telling everyone about the peace we can have with him." 2 Corinthians 5:18 (NCV)
------------------
You can find me on social media. But you probably won't see me posting about what flavor latte I had or what I thought of the most recent episode of The Voice.

When I signed up for Twitter and Facebook and Instagram years ago, I decided I was going to use them as a tool to encourage people and teach them how to follow Jesus. That's a much better use of social media then posting about my favorite coffee.

"Through Christ, God made peace between us and himself, and God gave us the work of telling everyone about the peace we can have with him" (2 Corinthians 5:18 NCV).

There's nothing wrong with using Instagram to share photos of your kids or the amazing meal you had at your favorite restaurant. But if you're not using social media to also tell people about the peace they can have with God, then you're missing a huge opportunity to fulfill your purpose.

God has given us the most important work on the planet: telling others about salvation through Jesus Christ. When Jesus said to go and make disciples of every nation, he was talking to you! For almost 2,000 years, going to the whole world meant getting on a ship or, more recently, a plane to get to the ends of the earth.

Today you don't have to leave your home to reach the other side of the globe. You can sit in your bedroom in your pajamas and share a good word about the Lord—and in seconds it can reach people around the world. That's an incredible blessing that no other generation of Christians has ever had. And with that opportunity comes a great responsibility: to use this tool to take the gospel to the nations.

The Bible says in 1 Chronicles 16:24, "Publish his glorious deeds among the nations. Tell everyone about the amazing things he does" (NLT).

You have the opportunity today to tell people from all over the world the amazing things God has done for you. It's right at your fingertips.


Senin, 09 Maret 2026

Hanya Ada Satu Persetujuan yang Benar-Benar Anda Perlukan

10 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 7:21 "Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang"
-----------------
Pernahkah Anda mengunggah sesuatu di media sosial lalu meninggalkannya begitu saja tanpa memikirkan bagaimana orang lain akan bereaksi? Bagi kebanyakan orang, hal itu sulit dibayangkan.

Apa yang membuat media sosial begitu membuat ketagihan? Mengapa setelah mengunggah sebuah foto Anda ingin memeriksanya berulang kali? Mengapa Anda terus mengecek ponsel Anda?

Setiap orang pada dasarnya ingin diterima dan disukai. Ketika Anda mendengar bunyi notifikasi, otak melepaskan dopamin yang memberi rasa senang. Setiap notifikasi seolah-olah memuaskan kebutuhan akan pengakuan, sehingga Anda ingin mendapatkannya lagi dan lagi.

Namun Alkitab mengingatkan : "Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka." (Yakobus 2:1)
Artinya, pendapat umum tidak seharusnya menentukan bagaimana Anda hidup dalam iman. Jangan biarkan opini orang lain menentukan apa yang Anda percaya, rasakan, atau lakukan. Berapa pun jumlah "like" atau notifikasi yang Anda terima, hal itu tidak akan membawa Anda semakin dekat kepada Kristus.

Alkitab juga berkata: "Janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang" (Pengkhotbah 7:21)
Bahkan jika Anda membuat unggahan yang baik dan membangun, selalu ada kemungkinan seseorang memberi komentar yang tidak menyenangkan. Jika Anda mengunggah sesuatu dengan harapan mendapatkan banyak "like" agar merasa lebih baik tentang diri Anda, Anda mungkin akan merasa kecewa.

Namun ketika Anda tidak hidup untuk mencari persetujuan manusia, komentar seseorang di media sosial tidak akan menentukan kebahagiaan Anda. Ketika Anda dapat mengunggah sesuatu tanpa takut pada reaksi orang lain, maka kebahagiaan Anda tidak lagi bergantung pada jumlah "like".

Semua orang memang menginginkan penerimaan dari orang lain. Tetapi ketika fokus Anda benar, seperti Yesus, Anda hanya berusaha menyenangkan Bapa di surga.
Yesus berkata: "Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku." (Yohanes 5:30)

Ketika Anda hidup untuk menyenangkan Satu Pribadi saja—yaitu Tuhan—Anda akan lebih mudah menggunakan media sosial dengan bijaksana.

Renungkan :

- Apa motivasi Anda ketika mengunggah sesuatu di media sosial?

- Bagaimana waktu yang Anda habiskan dengan ponsel menunjukkan siapa yang sebenarnya Anda ingin senangkan?

- Dalam hal apa saja Anda pernah membiarkan pendapat orang lain memengaruhi apa yang Anda percaya atau lakukan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 8-10; Markus 11:19-33
_______________
Media sosial akan menjadi alat yang berguna, bukan sesuatu yang Anda andalkan untuk mencari pengakuan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
There's Only One 'Like' You Really Need - Daily Hope with Rick Warren - March 10, 2026

"Don't pay attention to everything people say." Ecclesiastes 7:21 (GNT)
------------------
Have you ever posted something online and then walked away, not caring what anyone thought or how people reacted to it? Most people can't imagine that!

What makes social media so addictive? Why do you have to go back and check a picture 50 times after you post it? Why are you constantly checking your phone?

Everybody wants the approval of others. People desperately need to be liked! When you hear the "ding" of a notification, dopamine is released in your brain, and it's extremely satisfying. Every "ding" feeds your need for approval, and it feels like you can't get enough.

But the Bible says, "Dear friends, don't let public opinion influence how you live out our glorious, Christ-originated faith" (James 2:1 MSG).

The truth is that public opinion doesn't have anything to do with your faith. So don't let public opinion decide what you believe, feel, or do. No matter how many likes or notifications you get, it will never lead you in the direction of Jesus Christ.

The Bible also says in Ecclesiastes 7:21, "Don't pay attention to everything people say" (GNT).

Even when you make the wisest, happiest, most encouraging social media post, some people will still post comments that won't meet your expectations or may be just downright mean. If you create a post because you need a certain number of likes to feel better about yourself, then you're going to be disappointed.

But when you don't live for the approval of others, what one person says on social media is not going to make or break you. When you can say something online without worrying about how people will react to it, then your happiness is not determined by how many like the post.

Everyone wants the approval of others. But when you have the right focus, like Jesus did, you're only concerned about pleasing your heavenly Father. Jesus said, "I try to please the One who sent me" (John 5:30 NCV). When you live for the approval of One, it'll become easier to use social media as a useful tool and not a crutch.


Beginilah Rasanya Kalah Telak... Israel Hapus Semua Minyak Iran

https://youtube.com/watch?v=SEei-tmG4SA&si=gpjE51UgKHqadDcu

Minggu, 08 Maret 2026

CEPAT TAPI TIDAK TEPAT!

Ada sebuah ARTIKEL PENDEK sungguh TAJAM dan DALAM.


"Bukan soal seberapa CEPAT MELANGKAH, tetapi seberapa TEPAT MEMILIH ARAH. Kadang TIDAK PENTING seberapa CEPAT MELANGKAH maju, yang LEBIH PENTING adalah BAGAIMANA MELANGKAH dengan BENAR. "

ARTINYA: CEPAT tapi SALAH ARAH adalah sesuatu yang TIDAK ADA GUNANYA, bahkan justru membuat kita SEMAKIN JAUH dari TUJUAN yang BENAR.

Sayangnya, kita INGINNYA CEPAT saja, bahkan TIDAK MENCERMATI APAKAH kita sudah di JALAN yang BENAR atau BELUM.

Baru, setelah kita TERSESAT dan HILANG ARAH, kita jadi KELABAKAN sendiri.

WAKTU yang DIBUTUHKAN untuk KEMBALI ke JALAN yang BENAR menjadi LEBIH LAMA jika dibandingkan kita DARI AWAL BERTINDAK HATI-HATI dan TIDAK TERGESA-GESA.

Ketika MENGENDARAI MOBIL, kita harus berada di JALUR yang TEPAT.

jika ingin BELOK ke KIRI, kita harus ambil LAJUR KIRI.

Jika ingin LURUS, harus mengambil LAJUR di TENGAH.

Jika hendak BELOK ke KANAN, kita harus mengambil LAJUR KANAN.

Karena TERBURU-BURU dan INGIN CEPAT tiba di tujuan, saya ambil JALUR yang SALAH hanya gara-gara ANTREAN mobilnya SANGAT SEDIKIT dibandingkan JALUR saya yang SEHARUSNYA.

INGIN CEPAT, tapi malah MOLOR SANGAT LAMA karena ternyata polisi MEMBERHENTIKAN saya.

Sudah MOLOR LAMA, masih harus BAYAR DENDA karena tilang!

BENAR DULU, BARU CEPAT.

JANGAN DIBALIK!

"TANPA PENGETAHUAN KERAJINAN pun TIDAK BAIK; orang yang TERGESA-GESA akan SALAH LANGKAH."

TERGESA-GESA hanya menambah MASALAH saja.

INGINNYA CEPAT, tapi malah SEMAKIN LAMBAT.

Hal ini BERLAKU dalam BIDANG APAPUN, termasuk dalam hal KEUANGAN.

Banyak orang INGIN CEPAT KAYA.

TERGESA-GESA untuk KAYA, justru membuatnya semakin BERKEKURANGAN.

JANGAN menjadi TIDAK SABARAN.

JANGAN TERGESA-GESA.

JANGAN menginginkan yang SERBA INSTAN.

Kalau SALAH ARAH, itu BAHAYA!

*TETAP SEMANGAT,PANTANG MENYERAH & HANYA BERHARAP KEPADA TUHAN*.   Selamat Pagi. Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBUπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


Bagikan Kegagalan Anda, Bukan Hanya Keberhasilan Anda

09 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 6:1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga."
--------------------
Suatu kali saya melihat sebuah foto di media sosial: seorang wanita lanjut usia berada di tengah sekelompok anak muda yang semuanya mengangkat ponsel untuk merekam apa yang ada di depan mereka. Wanita itu satu-satunya yang tidak memegang ponsel. Wajahnya tampak tenang dan ia tersenyum, seolah-olah benar-benar menikmati momen tersebut.

Anda tidak dapat sungguh-sungguh menikmati suatu momen jika Anda terlalu sibuk berusaha merekamnya.

Sebagai contoh, Anda tidak akan pernah melihat foto saya saat sedang berdoa secara pribadi. Mengapa? Karena jika saya sibuk mengambil gambar untuk dipublikasikan, maka waktu saya bersama Tuhan tidak lagi murni. Motivasi saya akan berubah. Waktu teduh seharusnya menjadi pertemuan pribadi antara Anda dan Tuhan, bukan untuk dipamerkan.

Yesus berkata dalam Khotbah di Bukit:"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga." (Matius 6:1)

Artinya, jika Anda melakukan sesuatu yang baik lalu mempublikasikannya hanya untuk mendapatkan pujian, maka pujian itulah satu-satunya "upah" yang akan Anda terima.

Media sosial sangat mudah mendorong orang untuk menonjolkan diri. Namun sikap pamer tidak membangun hubungan yang sejati. Sebaliknya, hal itu menciptakan jarak dan perbandingan.

Jika Anda ingin membangun kedekatan yang nyata, lakukan hal yang berbeda: bagikan juga pergumulan yang sedang Tuhan tolong Anda lewati. Tunjukkan bahwa Anda juga manusia biasa. Jangan hanya menampilkan momen-momen terbaik, tetapi beranilah membagikan proses pertumbuhan Anda. Sikap yang tulus seperti ini dapat mendorong orang lain untuk datang kepada Tuhan dengan⁴ masalah mereka sendiri.

Alkitab berkata: "Rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya." (1 Petrus 5:6)
4
Tidak perlu khawatir jika orang lain berusaha mempromosikan diri mereka sendiri. Ketika Anda berhenti berpura-pura menjadi orang lain, Anda akan mengalami damai sejahtera sebagai pribadi yang Tuhan ciptakan.

Dan pada saat itulah, Anda benar-benar dapat menikmati setiap momen.

Renungkan :

- Apakah sulit bagi Anda untuk merasa cukup dengan perkenanan Tuhan tanpa mencari pujian manusia? Mengapa?

- Mengapa sikap pamer dapat menghalangi terbentuknya hubungan yang mendalam dan tulus?

- Bagaimana unggahan "momen terbaik" orang lain di media sosial memengaruhi perasaan Anda terhadap hidup Anda sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 5-7; Markus 11:1-18
___________
Jika Anda adalah anak Tuhan, Ia sendiri yang akan meninggikan Anda pada waktu yang tepat.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Share Your Bloopers, Not Just Your Highlight Reel - Daily Hope with Rick Warren - March 09, 2026

"Watch out! Don't do your good deeds publicly, to be admired by others, for you will lose the reward from your Father in heaven." Matthew 6:1 (NLT)
----------------
I once saw a photo online of an elderly woman in a group of young people who all had their phones up, trying to record whatever was in front of them. The woman was the only one who wasn't trying to capture the moment on her phone. In fact, she had the most serene look on her face and was smiling, as if she were truly relishing the moment.

You can't be in the moment while you're trying to capture the moment.

Here's an example: You'll never see a photo of me during my quiet time. Why? If I'm trying to get a great picture for Instagram, my time with God won't be real. I wouldn't have the right motivations. You need to spend time with God every day, but that time should be between you and him.

Jesus says in the Sermon on the Mount, "Watch out! Don't do your good deeds publicly, to be admired by others, for you will lose the reward from your Father in heaven" (Matthew 6:1 NLT). In other words, if you take the good you've done and brag about it online just so other people will give you recognition, then that's all the reward you're going to get.

Social media makes it really tempting to show off. But when you show off, it builds barriers. It doesn't build fellowship. It doesn't draw you closer to anybody.

If you want to draw closer to people, then do the opposite: Share the problems Jesus is helping you through. Be real! Give people a look at your bloopers and not just your highlight reel. They will be encouraged to ask God to help them with their problems too.

"Humble yourselves, then, under God's mighty hand, so that he will lift you up in his own good time" (1 Peter 5:6 GNT).

Don't worry when others use social media to promote themselves. If you're a child of God, then he will promote you at the right time. When you stop pretending to be somebody you're not, you'll be at peace just being who God made you to be, right where he meant for you to be.

Then you can really enjoy the moment.


Israel Berhasil Menyingkirkan Pemimpin Tertinggi Baru Iran - YouTube

https://www.youtube.com/watch?v=OUoLpY-Jmk4

Sabtu, 07 Maret 2026

TERKU4K FAKTA BARU !! Dunia Harus Tahu, Bongkar Sisi Gelap Iran Ali Kham...

https://youtube.com/watch?v=QLtphwMTfFg&si=k5JhmCBafGF0fyg0

Keluarga Pdt.Mugiyono

Keluarga sangat sederhana Nama-nama: 1. Mugiyono 2. Yanti 3. Frederiko Eldad Mugiyono 4. Giovanna Aletha Mugiyono
=============

Minggu, 8 Maret 2026

Sebuah Tinjauan Eksegetis Yeremia 49:35–39

Pendahuluan
Salah satu bahaya dalam penafsiran Alkitab adalah praktik eisegesis, yaitu memasukkan ide atau peristiwa masa kini ke dalam teks Alkitab*. Seperti yang dilakukan oleh seorang pendeta dalam khotbahnya di youtube yang mencoba mencocokkan nubuat Alkitab dengan peristiwa geopolitik modern. Salah satu contoh yang muncul adalah klaim bahwa "Elam dalam Yeremia 49:35–39 sama dengan negara Iran saat ini."

Sekilas pernyataan ini tampak masuk akal karena wilayah Elam kuno memang berada di kawasan yang sekarang termasuk wilayah Iran barat daya. Namun secara eksegetis dan historis, menyamakan Elam secara langsung dengan Iran modern adalah sebuah penyederhanaan yang berbahaya dan berpotensi menjadi eisegesis.

Tulisan ini akan meninjau Yeremia 49:35–39 berdasarkan konteks sejarah dan bahasa Ibrani untuk menunjukkan apa yang sebenarnya dimaksud oleh penulis kitab Yeremia.

1. Konteks Historis Nubuat Tentang Elam
Yeremia 49:34 membuka nubuat ini dengan kalimat:
"Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia mengenai Elam, pada permulaan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda." Dalam teks aslinya tertulis "beresit lanjut sidqiyyahu" artinya pada awalnya pemerintahan Zedekia.

Secara historis ini menunjuk pada sekitar 597 SM, suatu periode ketika Babilonia sedang memperluas kekuasaannya di kawasan Timur Dekat. Nubuat ini termasuk dalam bagian nubuat terhadap bangsa-bangsa (Yer. 46-51) yang menguatkan penghukuman Tuhan atas berbagai bangsa di sekitar Yehuda.

Dengan demikian, sejak awal teks sudah menunjukkan bahwa nubuat ini berbicara mengenai bangsa Elam yang hidup pada zaman Yeremia, bukan tentang negara modern ribuan tahun kemudian.

2. Identitas Elam dalam Dunia Kuno
Dalam sejarah Timur Dekat kuno, Elam adalah sebuah kerajaan kuno yang terletak di sebelah timur Babilonia, dengan pusat kota di Susa. Wilayahnya memang berada di daerah yang sekarang *termasuk Iran barat daya*, tetapi Elam bukanlah Iran modern. Elam adalah bangsa kuno dengan budaya, bahasa, dan kerajaan tersendiri yang kemudian diserap ke dalam kekaisaran Persia. 

Karena itu, secara historis, *Elam tidak sama dengan Iran modern*. Alam hanyalah *salah satu wilayah kuno yang kemudian menjadi bagian dari Persia*. *Mengabaikan fakta sejarah* ini akan membawa Penafsir pada kesalahan hermeneutik.

*3. Eksegesis Yeremia 49:35–37*

Frasa "Aku mematahkan busur Elam" dalam Yeremia 49:35 Dalam bahasa aslinya tertulis "hinneni sober 'et-qeset 'elam."* Kata "qeset" artinya busur panah. Dalam dunia kuno, busur adalah simbol kekuatan militer. Elam terkenal sebagai bangsa pemanah yang kuat (bsk. Yes. 22:6).

Artinya nubuat ini menyatakan bahwa kekuatan militer Elam akan dihancurkan oleh Tuhan. Di sini, tidak ada indikasi bahwa kata ini menunjuk pada senjata modern, misil, atau nuklir. Menafsirkan "busur" sebagai teknologi militer modern jelas merupakan contoh eisegesis modern.

Lalu frasa "Aku akan menyerakkan mereka ke segala penjuru" Yeremia 49:36, dalam bahasa aslinya "'arba' ruhot hassamayim" artinya empat angin dari langit. Ungkapan ini adalah idiom Ibrani yang berarti penyebaran ke segala arah. Ini menggambarkan diaspora akibat perang atau penaklukan.

Ini adalah gambaran umum *tentang penghancuran bangsa dalam konteks peperangan kuno*, bukan deskripsi migrasi global abad modern.

Kemudian frasa "Aku akan menaruh takhta-Ku di Elam" Yeremia 49:38 Dalam teks aslinya berbunyi "wesamti kis'i be'elam" secara teologis berarti Allah menyatakan kedaulatan-Nya melalui penghakiman atas bangsa itu. Ini bukan berarti Tuhan secara literal memindahkan takhta ke negara tertentu di masa depan, tetapi merupakan bahasa penghakiman ilahi yang umum dalam kitab para nabi.

Dan frasa "Tetapi di kemudian hari Aku akan memulihkan keadaan Elam" (Yer. 49:39), dalam bahasa aslinya "be'aharit  hayyamim" artinya pada hari-hari kemudian. Ungkapan ini tidak selalu berarti akhir zaman eskatologis. Dalam banyak teks Perjanjian Lama, frasa ini bisa berarti masa depan setelah masa penghukuman.

Menariknya, dalam Kisah Para Rasul 2:9 disebutkan bahwa orang Elam hadir pada peristiwa Pentakosta, menunjukkan bahwa bangsa ini tidak punah. Ini kemungkinan menjadi indikasi awal penggenapan pemulihan tersebut.

Jadi, mengidentikkan Elam dengan Iran modern sering dilakukan dengan langkah berikut:
• Mengambil nama Elam.
• Menariknya langsung ke peta modern.
• Mencocokkannya dengan peristiwa politik masa kini.
Metode ini tidak mengikuti prinsip hermeneutika historis-gramatikal, melainkan eisegesis, yaitu memasukkan ide modern ke dalam teks kuno.

Padahal prinsip dasar eksegese adalah Teks harus dimengerti terlebih dahulu dalam konteks sejarah dan bahasa penulis aslinya.

Kesimpulan
Berdasarkan eksegesis Yeremia 49:35–39, dapat disimpulkan bahwa:
Nubuat ini diberikan sekitar tahun 597 SM pada masa pemerintahan Zedekia.
Elam adalah bangsa kuno di Timur Dekat, bukan negara Iran modern.
"Busur Elam" merujuk pada kekuatan militer pemanah Elam, bukan senjata modern.
• Nubuat ini berbicara tentang penghakiman Allah atas Elam dalam sejarah, disertai janji pemulihan di masa depan.
• Menyamakan Elam secara langsung dengan Iran modern adalah bentuk eisegesis, bukan hasil eksegese yang bertanggung jawab.

Karena itu, orang percaya perlu berhati-hati agar tidak menggunakan Alkitab untuk mencocokkan peristiwa politik masa kini. Tugas penafsir firman Tuhan bukanlah memasukkan berita dunia ke dalam Alkitab, melainkan mendengarkan apa yang benar-benar dikatakan oleh teks Alkitab itu sendiri. All truth is God's truth, Soli Deo Gloria, ❗❗πŸ€”πŸŒ➡️πŸ“–


Inggris Imbau Warganya Siapkan Persediaan Darurat dan Obat-obatan

https://travel.detik.com/travel-news/d-8387068/inggris-imbau-warganya-siapkan-persediaan-darurat-dan-obat-obatan

Tetap Rendah Hati Saat Beraktivitas di Dunia Online

08 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 26:4 *"Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia."*
---------------------
Saat ini, ada banyak hal negatif di dunia online. Media sosial membuat orang sangat mudah terpengaruh oleh komentar negatif dan terlibat dalam perdebatan yang tidak membangun. Sering kali Anda mungkin tergoda untuk meluruskan atau membela diri.

Namun, Alkitab berkata : "Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka."(Titus 3:9)

Tuhan tidak menghendaki Anda terlibat dalam perdebatan yang sia-sia, termasuk di dunia online. Banyak orang memang sengaja mencari perdebatan. Mereka ingin bertengkar, bukan mencari kebenaran. Apa pun yang Anda katakan sering kali tidak akan mengubah sikap mereka.

Alkitab juga berkata: "Seperti arang untuk bara menyala dan kayu untuk api, demikianlah orang yang suka bertengkar untuk panasnya perbantahan." (Amsal 26:21)

Karena itu, jangan menambah "bahan bakar" pada pertengkaran. Firman Tuhan mengingatkan :"Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia." (Amsal 26:4)
Jangan biarkan diri Anda terpancing.

Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda seharusnya tidak menentukan kebahagiaan Anda. Sebaliknya, perhatikan apa yang Yesus katakan: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman" (Matius 12:36)

Suatu hari nanti, Anda akan mempertanggungjawabkan setiap kata yang Anda tulis atau ucapkan, termasuk di media sosial. Kesadaran ini seharusnya membuat Anda lebih berhati-hati sebelum berbicara atau menulis sesuatu.

Alkitab juga mengajarkan bahwa kesombongan sering kali menjadi penyebab pertengkaran (Amsal 13:10). Ketika kesombongan bertemu dengan kesombongan, konflik pun terjadi.
Karena itu, sebelum Anda beraktivitas di dunia online, mintalah Tuhan memberikan Anda kerendahan hati.

Renungkan :

- Perubahan apa yang dapat Anda lakukan agar media sosial Anda menjadi sarana yang membangun, bukan merusak?

- Pernahkah Anda mengatakan sesuatu secara online yang tidak akan Anda katakan secara langsung? Mengapa hal itu bisa terjadi?

- Bagaimana Tuhan menghendaki Anda merespons orang yang tidak sependapat dengan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 3-4; Markus 10:32-52
___________
Kerendahan hati akan menolong Anda memilih untuk berbicara dengan kasih, bukan dengan kemarahan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Take Humility with You Online - Daily Hope with Rick Warren - March 08, 2026

"Don't answer fools when they speak foolishly, or you will be just like them." Proverbs 26:4 (NCV)
-----------------
There's a lot of negative stuff online. It's never been easier to take to heart the negativity you read on social media and get drawn into unproductive arguments. It's tempting to want to set people straight!

But the Bible says, "Stay away from those who have foolish arguments and talk about useless family histories and argue and quarrel about the law. Those things are worth nothing and will not help anyone" (Titus 3:9 NCV).

God doesn't want you to get involved in useless arguments—that includes those online. There are plenty of people just waiting for someone to challenge them. They even go looking for arguments. But those folks use motivated reasoning, which means no matter what you say, it's not going to change anything. The Bible has something to say about people who live for the fight: "Just as charcoal and wood keep a fire going, a quarrelsome person keeps an argument going" (Proverbs 26:21 NCV).

Don't add fuel to the fire. "Don't answer fools when they speak foolishly, or you will be just like them" (Proverbs 26:4 NCV). Don't let them hook you!

What people think about you should not concern you and does not have any degree of influence on your happiness. Instead, here's what Jesus says you should be worrying about: "And I tell you that on the Judgment Day people will be responsible for every careless thing they have said" (Matthew 12:36 NCV).

One day, we're going to give an account of every word we used online or our phones. That ought to give anyone pause before they post anything.

The Bible says that pride always causes conflict (Proverbs 13:10). Anywhere you find conflict, ego is involved. When my pride hits your pride, that causes conflict.

Before you go online, ask God to give you a good dose of humility. You'll need it as you face the fire and make the right choice to speak in love.


Israel Lakukan Hal Mengejutkan, Petinggi Iran Jadi Korban!

https://youtube.com/watch?v=8f25iLKiqAM&si=rfiIe8nYKQQbjrR8

Jumat, 06 Maret 2026

Pdt. Dr. Esra Soru: "ISRAEL & IRAN" Dari Masa Ke Masa (Tinjauan Historis...

https://youtube.com/watch?v=p16bezLZ9W0&si=P1wpz-xl7HQiMchN

Situasi Terkini Perang Iran VS Israel-AS | 4 Maret 2026

https://youtube.com/watch?v=X9rE6ai9Eyk&si=iPpwPutICnjxIXbv

Sadarilah dalam Setiap Percakapan yang Terjadi, Ini Bukan Tentang Anda

07 Maret 2026

Bacaan Hari ini:

Efesus 4:29 "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."
---------------
Dalam setiap percakapan, penting untuk mengingat kebenaran yang juga berlaku dalam seluruh aspek kehidupan Anda: ini bukan tentang Anda.

Apa yang akan terjadi jika Anda memulai setiap percakapan dengan kepentingan pribadi, luka hati, keluhan atau masalah Anda sendiri? Percakapan tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan tidak akan membawa hasil yang membangun.

Sebagian besar percakapan seharusnya dimulai dengan memahami kebutuhan orang lain. Apa yang sedang mereka rasakan? Apa yang menjadi kekhawatiran mereka? Apa yang mereka butuhkan? Apa masalah yang sedang mereka hadapi?

Alkitab berkata: "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia." (Efesus 4:29)

Ayat ini mengajarkan empat prinsip penting:

- Katakan hanya hal-hal yang membangun.

- Bangun dan kuatkan orang lain.

- Perhatikan kebutuhan orang lain.

- Berikan manfaat bagi orang yang mendengar.

Tidak satu pun dari prinsip ini berfokus pada diri Anda sendiri.

Akan ada waktunya bagi Anda untuk berbicara tentang perasaan, kebutuhan atau pendapat Anda. Namun, jangan memulai percakapan dengan hal tersebut.

Sebaliknya, mulailah dengan memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbicara terlebih dahulu. Dengarkan mereka tanpa menyela. Jangan langsung mengoreksi, mempertanyakan atau membantah. Dengarkan dengan penuh perhatian. Hal ini menunjukkan bahwa Anda peduli dan menghargai mereka.

Cara lain untuk menunjukkan perhatian adalah dengan merangkum apa yang mereka katakan. Anda bisa berkata,
"Izinkan saya mengulangi apa yang saya pahami dari yang Anda katakan."

Dengan cara ini, mereka dapat memastikan bahwa Anda benar-benar memahami mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Anda sungguh-sungguh mendengarkan dan menghargai perasaan mereka. Ini adalah cara yang sangat kuat untuk menunjukkan kasih dalam hubungan.

Renungkan :

- Bagaimana Anda ingin diperlakukan ketika berbicara dengan orang lain? Apakah Anda sudah memperlakukan orang lain dengan cara yang sama?

- Cobalah minggu ini untuk mengulangi kembali apa yang Anda dengar dari seseorang. Perhatikan bagaimana reaksi mereka.

- Apa saja cara nonverbal yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar memperhatikan lawan bicara Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 1-2; Markus 10:1-31
_______________
Secara alami, manusia cenderung berfokus pada dirinya sendiri. Namun, tanda seorang komunikator yang baik adalah kerendahan hati untuk memusatkan perhatian pada orang lain, sehingga mereka merasa didengar, dipahami dan dihargai.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
Even in Your Conversations, It's Not about You - Daily Hope with Rick Warren - March 07, 2026

"Do not let any unwholesome talk come out of your mouths, but only what is helpful for building others up according to their needs, that it may benefit those who listen." Ephesians 4:29 (NIV)
--------------------
It's important to remember in your conversations the same truth that applies to every other area of your life: It's not about you.

What do you think will happen if you start every conversation with your agenda, your hurt, your complaint, or your problem? You're not going to get very far!

Most conversations should start by empathizing with the needs of the other person. What are their hurts? What are their interests? What are their fears? What are their problems?

"Do not let any unwholesome talk come out of your mouths, but only what is helpful for building others up according to their needs, that it may benefit those who listen" (Ephesians 4:29 NIV).

There are four commands in this verse: Speak only what is helpful, build others up, defer to others' needs, and benefit others. None of those commands are about you.

You'll get your turn at some point. You'll have your chance to share your frustration or fear or need or opinion—but don't start there.

Here's how to start: When you sit down to a conversation with someone, encourage them to talk first. Then let them speak without any interruption. Don't ask questions. Don't ask for clarification. Don't challenge. Just let them speak. That shows you're aware. That shows you're paying attention. That shows you care.

There's another way to show you care: Summarize what they've said. Try saying, "Let me repeat back to you what I think I heard you say." You paraphrase what you heard them say so they can affirm or correct you and maintain healthy communication. This shows you cared enough to listen and to also make sure they were understood. It's a powerful way to show love in any relationship.

It's human nature to want to focus on yourself. But the sign of a master communicator is having enough humility to make the other person the focus of the conversation, helping them feel heard and understood.


Manfaat Lidah Buaya untuk Rambut Sehat Anti Rontok!

https://www.halodoc.com/artikel/manfaat-lidah-buaya-untuk-rambut-sehat-anti-rontok

Pengebom B-2 AS Menjatuhkan Bom Penembus Bunker 2.000 lb ke Iran

https://youtube.com/watch?v=NBeMC7iiXgw&si=_noiS0ZBCuxV-wwM

Kamis, 05 Maret 2026

Mengapa Mengajukan Pertanyaan yang Baik Membuat Anda Menjadi Pendengar yang Baik

06 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 20:5 "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya."
--------------
Salah satu tanda paling jelas dari seorang pendengar yang baik adalah kemampuannya mengajukan pertanyaan terbuka.

Untuk benar-benar terlibat dalam percakapan dengan seseorang, Anda perlu berhenti mengajukan pertanyaan yang hanya dapat dijawab dengan "ya" atau "tidak". Pertanyaan seperti itu tidak akan membawa percakapan menjadi lebih dalam. Sebaliknya, ajukan pertanyaan terbuka yang memberi kesempatan bagi seseorang untuk menjelaskan lebih banyak.

Sebagai contoh, daripada bertanya, "Apakah Anda menikmati konser itu?", Anda bisa bertanya, "Bagian mana dari konser itu yang paling Anda sukai?" Perubahan ini mungkin tampak sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Pertanyaan seperti ini membantu orang merasa lebih nyaman untuk terbuka dan melanjutkan percakapan.

Jika Anda ingin memiliki hubungan yang lebih dalam dan memahami anak, pasangan, atau teman Anda dengan lebih baik, Anda perlu memperhatikan cara Anda mengajukan pertanyaan.

Alkitab berkata: "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya." (Amsal 20:5)

Ada satu kalimat sederhana yang dapat membuat Anda menjadi pendengar yang sangat baik, yaitu: "Ceritakan lebih lanjut."

Gunakan kalimat ini berulang kali dalam percakapan Anda. Ketika seseorang mulai terbuka, jangan biarkan percakapan berhenti terlalu cepat. Setelah mereka selesai berbicara, katakan, "Ceritakan lebih lanjut." Setelah beberapa saat, katakan lagi, "Ceritakan lebih lanjut." Dengan cara ini, Anda memberi mereka kesempatan untuk mengungkapkan lebih banyak isi hati mereka.

Setiap kali Anda meminta mereka untuk melanjutkan, Anda sedang membantu mereka membuka diri lebih dalam.

Anda mungkin mengatakan bahwa Anda peduli pada apa yang mereka sampaikan, tetapi cara terbaik untuk menunjukkannya adalah dengan memberi perhatian dan mengajak mereka berbicara lebih jauh. Hal ini menunjukkan bahwa Anda sungguh-sungguh tertarik, memperhatikan dan menghargai mereka. Ketika Anda mengajukan pertanyaan yang terbuka, Anda menunjukkan bahwa Anda bersedia memberikan waktu, perhatian, dan kasih Anda agar mereka merasa didengar dan dimengerti.

Belajarlah untuk menimba dari "sumur yang dalam". Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan Anda dalam mendengarkan dan berkomunikasi, tetapi juga akan memperdalam hubungan Anda dengan orang lain.

Renungkan

- Apa yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk menjadi pendengar yang lebih baik?

- Mengapa orang sering ragu untuk berkata, "Ceritakan lebih lanjut," dalam percakapan sehari-hari?

- Bagaimana memberi perhatian kepada seseorang menunjukkan bahwa Anda mengasihi mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 34-36; Markus 9:30-50
____________
Memberi perhatian adalah bentuk kasih.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Why Asking Great Questions Makes You a Great Listener - Daily Hope with Rick Warren - March 06, 2026

"A person's thoughts are like water in a deep well, but someone with insight can draw them out." Proverbs 20:5 (GNT)
-----------------
One of the clearest signs of a great listener is when someone knows how to ask open-ended questions.

To really engage someone in conversation, you have to stop asking questions that only require a "yes" or "no" answer. Those questions won't get you anywhere! Instead, you have to start asking open-ended questions that allow someone to really share beyond a one-word answer.

For example, instead of asking, "Did you enjoy the concert?" you could say, "What was your favorite part of the concert?" It may seem like a subtle change, but it makes all the difference in how someone opens up to you and continues the conversation.

If you really want to go deeper in your relationships and better understand your kids, spouse, and friends, then you need to put some more thought into how you phrase your questions.

Proverbs 20:5 says, "A person's thoughts are like water in a deep well, but someone with insight can draw them out" (GNT).

There's one phrase that can make you a master listener: "Tell me more." You'll need to use it over and over again as you interact with all kinds of people throughout your life.

When people open up to you, don't let them stop after two or three sentences. When they finish, say, "Tell me more." Then, after they've talked a few more minutes: "Tell me more." Then, just when they think you're done listening: "Tell me more."

Every time you ask for more, you're going deeper and allowing them to express more of themselves.

You may tell people that you really care about what they have to say, but the best way to show them is to ask for more. It tells them you're interested. It proves you're paying attention. And attention is love! Asking open-ended questions shows people you're willing to give them your time, your focus, and your love so they can be heard and understood.

Draw deep from the well. Doing so doesn't just improve your listening skills and conversations. It also transforms your relationships.


AS Batal Serang Iran, Trump Ciut? | AKIM tvOne

https://youtube.com/watch?v=EbivH2DBE_E&si=9uC1Oq7h-08zCX4H

Rabu, 04 Maret 2026

Dengarkan Luka di Balik Kata-Kata

05 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 3:8 "Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati"
-------------------
Apa yang diucapkan seseorang dalam percakapan sering kali tidak sepenting apa yang sebenarnya ia rasakan. Banyak orang mengatakan satu hal, tetapi merasakan hal yang berbeda di dalam hatinya.

Jika Anda ingin menjadi pendengar yang baik, Anda perlu belajar melihat melampaui kata-kata, bahkan ketika kata-kata itu terdengar menyakitkan atau menyinggung. Orang yang terluka sering kali melukai orang lain. Kata-kata dapat menjadi senjata ketika seseorang merasa takut, tidak aman atau frustrasi. Ketika seseorang bersikap defensif atau marah, sering kali itu merupakan tanda bahwa ia sedang mengalami luka batin.

Ketika Anda memahami hal ini, Anda akan lebih mudah untuk fokus pada apa yang sebenarnya ingin disampaikan, bukan hanya pada kata-kata yang diucapkan. Akan jauh lebih sulit untuk bersimpati jika Anda menganggap mereka bersikap kasar hanya karena niat buruk, padahal sebenarnya mereka sedang terluka.

Kata-kata tidak selalu menunjukkan keseluruhan keadaan. Anda perlu mencoba memahami pengalaman yang mereka alami. Tanyakan dalam hati Anda: Mengapa hal ini begitu penting bagi mereka? Dengarkan luka yang mungkin tersembunyi. Sadari bahwa terkadang luka tersebut tidak ada hubungannya dengan Anda. Ada luka yang begitu dalam sehingga memengaruhi semua interaksi seseorang. Kata-kata yang diucapkan bisa jadi hanya merupakan penutup dari rasa sakit yang sebenarnya.

Alkitab berkata: "Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati" (1 Petrus 3:8)

Ketika Anda rendah hati, Anda terbuka untuk memahami orang lain. Ketika Anda mengasihi dan bersimpati, Anda tidak membalas dengan kemarahan. Sebaliknya, Anda berusaha memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan. Anda mungkin bertanya dalam hati:
"Apa yang mereka takutkan?"
"Apa yang membuat mereka cemas?"
"Apa yang telah melukai mereka?"

Memang, Anda tidak selalu dapat memahami sepenuhnya apa yang sedang dialami seseorang. Anda mungkin tidak mengetahui semua perasaan mereka. Dalam keadaan seperti itu, Anda perlu memilih untuk bersikap baik dan rendah hati. Berikanlah pengertian, bukan perlawanan. Pilihlah kasih, bukan keinginan untuk menang dalam perdebatan.

Bahkan ketika menghadapi kata-kata yang menyakitkan, pendengar yang baik selalu memilih untuk merespons dengan kasih.

Renungkan

- Apa perbedaan antara simpati dan empati? Mana yang lebih sulit Anda lakukan?

- Sikap apa yang perlu Anda kembangkan agar dapat memahami perasaan seseorang, bukan hanya kata-katanya?

- Apa artinya memberi orang lain kesempatan dan tidak langsung menghakimi mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 31-33; Markus 9:1-29
___________
Belajar mendengarkan dengan kasih berarti melihat melampaui kata-kata dan memahami perasaan yang ada di baliknya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Hear the Hurt Behind the Words - Daily Hope with Rick Warren - March 05, 2026

"Sympathize with each other. Love each other as brothers and sisters. Be tenderhearted, and keep a humble attitude." 1 Peter 3:8 (NLT)
--------------------
What people say in a conversation is not nearly as important as what they are feeling. Many times, someone is saying one thing and feeling another.

If you're going to be a great listener, then you need to look past people's words, even when what they're saying is offensive. Hurt people hurt people, and words are an effective weapon. When people lash out or get defensive, it's often because they're afraid, insecure, or frustrated.

Once you recognize that, it becomes much easier to focus on listening to what they're really trying to say. It's much harder to be sympathetic when you think they're being unkind just because they're spiteful or mean.

Words don't always give you the whole picture. You sometimes have to look for the open nerve. You have to look at what the person has experienced. You have to ask why this issue may be a big deal to them. You listen for the pain, understanding that sometimes the pain doesn't have anything to do with you. Some pain is so deep it clouds every interaction someone has. The words may just be a mask for pain.

Learning to listen with love means looking past the things people are saying to what they might be feeling.

"Sympathize with each other. Love each other as brothers and sisters. Be tenderhearted, and keep a humble attitude" (1 Peter 3:8 NLT).

When you're humble, you're open to new ideas. When you're loving and sympathetic, you don't bite back. If people get angry with you, you know to look past their anger and ask, "What are they afraid of? What are they anxious or fearful about? What has hurt them?"

You won't always know people well enough to understand exactly what's pressing on their nerves. You may not be able to figure out what's going on with their emotions. When that happens, you just have to give them the benefit of the doubt. You have to choose humility and kindness over getting the last word. You have to give people grace instead of getting even or making your point.

Even when faced with harsh words, a great listener always chooses love.

If you're going to be a great listener, then you need to look past people's words, even when what they're saying is offensive. Hurt people hurt people, and words are an effective weapon. When people lash out or get defensive, it's often because they're afraid, insecure, or frustrated.

Once you recognize that, it becomes much easier to focus on listening to what they're really trying to say. It's much harder to be sympathetic when you think they're being unkind just because they're spiteful or mean.

Words don't always give you the whole picture. You sometimes have to look for the open nerve. You have to look at what the person has experienced. You have to ask why this issue may be a big deal to them. You listen for the pain, understanding that sometimes the pain doesn't have anything to do with you. Some pain is so deep it clouds every interaction someone has. The words may just be a mask for pain.

Learning to listen with love means looking past the things people are saying to what they might be feeling.

"Sympathize with each other. Love each other as brothers and sisters. Be tenderhearted, and keep a humble attitude" (1 Peter 3:8 NLT).

When you're humble, you're open to new ideas. When you're loving and sympathetic, you don't bite back. If people get angry with you, you know to look past their anger and ask, "What are they afraid of? What are they anxious or fearful about? What has hurt them?"

You won't always know people well enough to understand exactly what's pressing on their nerves. You may not be able to figure out what's going on with their emotions. When that happens, you just have to give them the benefit of the doubt. You have to choose humility and kindness over getting the last word. You have to give people grace instead of getting even or making your point.

Even when faced with harsh words, a great listener always chooses love.


AS-Israel serang Iran, di mana Rusia dan China? - BBC News Indonesia

https://www.bbc.com/indonesia/articles/cy0d9pvvr5vo

Apa Yang Hilang Dari Manusia



Akibat  KETIDAKTAATAN Adam, maka lahir lah Dosa, dan akibat dosa itulah maka  manusia kehilangan : *1. Zoe ( Kehidupan Ilahi)* *2. Terang Ilahi* *3. Gambar Allah* *4.  Kuasa & Otoritas atas Bumi* *5. Persekutuan dgn Allah* *6. Kodrat Ilahi*  *7. Pemeliharaan Allah* Kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus sebagai Adam ke 2,  telah mengembalikan ke 7 hal diatas itu kepada manusia yg mau menerima dan percaya kepadaNYA. Jadi , Yesus sebagai Adam ke Dua dan anda sebagai anggota tubuhNYA, mempunyai akses langsung kepada Bapa. Meskipun proses pemulihan kodrat Ilahi itu *seketika*, tapi ada proses lain yang harus anda jalani seumur hidup anda yaitu *Transformasi Hati*, dimana sebagai *out come* nya adalah *Perubahan Hidup* Jadi, hidup Kekristenan anda saat ini harus menuju / mengarah kpd  perubahan hidup itu sendiri caranya adalah : * Membiarkan Hidup yg dipimpin oleh Roh Kudus * Mulai belajar Taat melakukan Hukum, Perintah, Arahan dan  Nasehat Firman Tuhan * Mulai memprioritaskan/ mendahulukan Misi Bapa diatas kepentingan pribadi Selamat berproses πŸ™

Beruang Teddy


Presiden Amerika ke-27, Theodore Roosevelt, dikenal jujur dan sportif. Ia gemar berburu beruang. Suatu hari ia tak memperoleh buruan. Penguasa setempat tidak ingin presiden malu dan pulang dengan tangan hampa. Ia memerintahkan untuk mengikat seekor beruang di dekat pohon sehingga siap untuk ditembak. Roosevelt menolak. Insiden tersebut membuat dirinya kian dikenal dan dihargai. Untuk menghormati sikap kepala negara, seorang pencipta mainan anak-anak membuat boneka beruang dan menamainya "Teddy" -- Beruang Teddy.

Aha! Peluang emas! Orang yang bikin hidupnya susah dan menghendaki kematiannya sedang lengah. Ia sedang buang hajat! Menikamnya dari belakang pada saat seperti itu bukan perkara sukar. Anak buahnya membujuk agar kesempatan emas itu jangan dilewatkan. Tetapi Daud menolak. Ia masih punya nurani yang berfungsi, masih bisa "berdebar-debar" memberinya sinyal untuk membedakan yang benar dari yang salah (1 Sam. 24:6). Membunuh orang yang diurapi Tuhan, apalagi dengan cara yang tidak ksatria, bukanlah pilihannya.

Saudaraku, sikap ksatria dan sportivitas dewasa ini merosot drastis. Atlet menggunakan dopping. Petinju menggigit bagian tubuh lawan. Pendukung tim sepakbola mengamuk dan menjadi anarkis. Berpolitik dengan kampanye hitam. Beli pendukung. Tak mau mengakui kekalahan, dan sebagainya. Padahal sportivitas dan sikap ksatrialah yang justru dikenang dan dihargai dalam jangka waktu yang panjang. Marilah kita kembali mengasah nurani bersama firman Tuhan agar tak menjadi tumpul digerus zaman. 
"Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi, siapa saja yang hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah." (Yakobus 4:4)
Bac: 1 Samuel 24:1-8
(Gbu!)

Selasa, 03 Maret 2026

Dengarkan Terlebih Dahulu Sebelum Memberi Solusi

04 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 18:13 "Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya."
------------------
Salah satu kecenderungan manusia adalah ingin segera memperbaiki masalah. Ketika melihat suatu persoalan, Anda mungkin langsung ingin menemukan solusi agar masalah itu cepat selesai. Namun, Tuhan ingin Anda terlebih dahulu merasakan apa yang dirasakan orang lain sebelum mencoba memperbaiki keadaannya. Ia ingin Anda memahami perasaan seseorang sebelum menawarkan solusi.

Alkitab berkata:
"Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya." (Amsal 18:13)

Sering kali, bahkan sebelum seseorang selesai berbicara, Anda mungkin sudah berpikir, "Saya tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah ini." Tetapi sikap seperti itu belum tentu menunjukkan kasih. Orang lain tidak membutuhkan solusi Anda terlebih dahulu—mereka membutuhkan perhatian Anda. Mereka ingin didengarkan, dikasihi, dan dipahami.

Ada pemulihan ketika seseorang dapat membagikan pergumulannya. Telinga Anda dapat menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk membawa penghiburan, jika Anda bersedia mendengarkan tanpa terburu-buru memberikan solusi.

Dalam Yohanes pasal 11, ketika Yesus mendengar bahwa sahabat-Nya, Lazarus, sakit, Ia tidak segera datang. Ia tiba setelah Lazarus meninggal dunia. Saudara-saudara Lazarus sangat berduka dan berkata bahwa Lazarus tidak akan mati jika Yesus datang lebih awal.

Mungkin tampaknya Yesus tidak peduli, tetapi Ia memiliki rencana. Ia tidak hanya ingin menyembuhkan Lazarus, tetapi membangkitkannya, untuk menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Allah. Yesus sudah mengetahui solusi bahkan sebelum Lazarus sakit.

Namun perhatikan respons Yesus: "Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" Maka menangislah Yesus." (Yohanes 11:33–35)

Yesus mengetahui solusi, tetapi Ia tetap ikut merasakan kesedihan mereka. Ia tidak langsung memberikan jawaban. Ia terlebih dahulu menunjukkan empati dan kasih.

Demikian juga, meskipun Anda mungkin mengetahui solusi bagi masalah seseorang, Anda perlu bersabar. Dengarkan perasaan mereka. Hadir bersama mereka dalam pergumulan mereka.
Renungkan :

- Bagaimana kehadiran dan empati Anda dapat membantu seseorang mengalami pemulihan?

- Kapan waktu yang tepat untuk memberikan solusi kepada seseorang yang sedang berduka atau mengalami kesulitan?

- Bagaimana Anda dapat melatih kesabaran untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 28-30; Markus 8:22-38
____________
Mendengarkan dengan penuh empati adalah salah satu bentuk kasih yang paling nyata.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Listen Before You Fix - Daily Hope with Rick Warren - March 04, 2026

"The one who gives an answer before he listens—this is foolishness and disgrace for him." Proverbs 18:13 (CSB)
----------------
One of the problems with humans is that we like to fix things. When we see a problem, we want to quickly jump to how we can solve it so we can move on. But God wants you to be a feeler before you're a fixer. He wants you to feel someone's pain before you try to solve the problem.

"The one who gives an answer before he listens—this is foolishness and disgrace for him" (Proverbs 18:13 CSB).         

You may be barely into a conversation before you think, "I know how to fix this." But that's not loving. People don't care what you know until they know that you care. They want to feel heard. They want to feel loved. They want to feel understood.

There is healing in sharing. Your ear is a healing tool God can use if you'll learn to listen without trying to fix anything.

In John 11, when Jesus heard that his friend Lazarus was sick, he delayed and took three days to travel what should have taken less than a day. By the time Jesus arrived, Lazarus had died. His sisters were grieving and told Jesus that if he had come sooner, Lazarus would not have died.

Jesus' delay might seem callous, but he had a plan: He didn't want to heal Lazarus. He wanted to raise him from the dead to show that he, Jesus, was the Son of God. He already knew the solution before Lazarus even got sick.  

"Jesus saw her weeping, and he saw how the people with her were weeping also; his heart was touched, and he was deeply moved. 'Where have you buried him?' he asked them. 'Come and see, Lord,' they answered. Jesus wept" (John 11:33-35 GNT).

Jesus was not unconcerned about their pain. When he saw everybody around him grieving, he mirrored it. He enteredinto it. Jesus knew the solution, but it didn't keep him from sharing their grief. He shared their feelings, not his solution.

You may know the solution to someone's problem, but you need to hold off. If you're going to be a great listener, you've got to listen to their feelings and enter into their pain.


Senin, 02 Maret 2026

Puasa yang sebenarnya | puasa | Ramadhan | syaiful karim #syaifulkarim #puasaramadhan #puasa - YouTube

https://www.youtube.com/watch?v=WDFUGLe_ttU

Keponakan Khamenei Sambut Kematian Pemimpin Tertinggi Iran - Sinpo.id

https://sinpo.id/detail/detail/115793/keponakan-khamenei-sambut-kematian-pemimpin-tertinggi-iran

Sinarsih Sedang Berjemur Pagi & Belajar Duduk


[2/3 17.59] deka: Met sore Bu Anis. Istri saya Bu Sinarsih sejak tgl.3 Feb kena serangan stroke  Di rawat 2 minggu di RS Bethsaida. Tgl. 23 Feb mulai dirawat di rumah. Tolong bantu doa ya Bu Anis. Terimakasih. JBU
[2/3 18.27] Colorado-Bu Anis: Aduh, pak Petrus! Terima kasih banyak pak Petrlus bagi permohan doa yg penting ini. Kami berdoa untuk isterimu yg sangat dikasihi, bu Sinarsih, Pak Petrus. 
Kami berdoa dgn penuh Iman bahwa tuhan juga tahu keadaan setiap sel di otak dan seluruh tubuh dia. Dia mengasihi ibu dan bapak juga dan kami berdoa kehadirantTuhan Yesus akan menghibur kalian setiap hari. Kami berjanji mau berdoa terus menerus dalam Nama dan kuasa Yesus..
[2/3 18.32] deka: Amin. Terimakasih banyak Bu.Anis doanya.

Pdt. Greg, Bu.Anis, Bu.Mawar & Raffi


[28/2 07.50] Colorado-Bu Anis: Terima kasihPak Petrus! Kami perlu keluar negara minggi depan sebab VOA [visa on arrival] no.or dua habis. Peraturan pemerintah harus pergi, terus boleh masuk lagi bayar VOA baru untuk 30 hari lagi! Jadi kami ke Manila mau menengok anak sulung kami Treisi, suaminya, Jess,  dan anak mereka yg bungsu,  Elliot yang SMA kelas 3, minggu depan. Tolong berdoa supaya kami boleh menghibur mereka. Mereka melayani di sekolah untuk anak2 misi, orangtuanya meayani di south east Asia. Mereka mengajar di SMA, dan juga melayani sebagai bapak/ibuasrama untuk 17 murid, kebanyakan dari Korea dan Cina.
[28/2 07.53] Colorado-Bu Anis: Juga tolong mendokan saya, kurang sehat sejak hari Rabu, sakit tengorokan dan batuk yang mengganggu sekali. Saya sedih sekali kalau saya membawa virus ini ke famili atau anak asrama dan kelas2 mereka.😟
[1/3 03.15] deka: Tangan cinta kasih Tuhan Yesus yg penuh dgn mukjizat penyembuhan akan menjamah tubuh bu Anis sehingga dapat mengunjungi Treisi di Manila dgn tubuh yg sehat. Tuhan Yesus juga akan melindungi perjalanan Bu.Anis dan Pdt.Greg tiba ditujuan dgn selamat.
[2/3 07.09] Colorado-Bu Anis: Terima kasih banyak pak Petrus. Pagi ini merasa membaik sedikit. Masih merasa sakit batuk,tapi tidak separah. Pujilah Tuhan. Thank you for praying. 
Juga terima kasih atas pelayanan yg setia dan penting sekali bagi pak Greg dan saya melalui renungan2 yg sangat memberkati. Sekarang saya juga mulai "share" dgn teman2 kami,  suami isteri, orang Indonesia  yg melayani lintas budaya dgn suku Bugis di Makassar.
[2/3 07.14] Colorado-Bu Anis: Tolong medoskan mereka.Hari ini bu mawar akan periksa di praktek dokter kanker sebab dia punya 2 benjolen payudarah yg kiri. Berdoa supaya dia merasa damai dari Tujhan. Anak2 mereka hanya 4 tahun dan 2 tahun. Suaminya namanya Raffi. Mereka mengalami banyak tantangan.
[2/3 17.51] deka: Dalam Tuhan tidak ada yg mustahil krn Allah kita memiliki kuasa diatas segala kuasa. Tidak ada yg dpt menghalangi jika DIA menginginkan Bu Mawar sembuh. Tugas  kita *ORA et Labora.* dan memanfaatkan nafas kehidupan yg DIA msh berikan hanya utk kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus akan menjamah Bu Mawar dgn tanganNya yg penuh dgn mukjizat penyembuhan.
[2/3 18.29] Colorado-Bu Anis: Banyak terima kasih atas berdoa bagi teman kami  Mawar. Ketika ada kabar kami pasti kirim ke pak Petrus juga. Boleh saya share WA bapak dgn Mawar dan suaminya Raffi??
[2/3 18.34] deka: Ya Bu Anis sampaikan salam saya utk Bu.Mawar. Tuhan Yesus memelihara dan melindungi seluruh keluarga Bu.Mawar.
[2/3 18.35] Colorado-Bu Anis: Terima kasih banyak pak petrus.


Bagaimana Anda Dapat Menjadi Berhasil

03 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Kolose 2:9–10 "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa."
---------------
Sebagian besar orang tidak benar-benar memahami apa arti keberhasilan yang sesungguhnya. Ada yang menganggap keberhasilan berarti memiliki banyak uang. Namun seseorang dapat memiliki kekayaan besar tetapi tetap gagal dalam hidupnya. Ada juga yang menganggap keberhasilan berarti menjadi terkenal. Namun seseorang dapat terkenal tetapi tetap kehilangan tujuan hidup yang sebenarnya.

Jadi, apakah keberhasilan yang sejati?

Alkitab mengajarkan bahwa keberhasilan sejati adalah menjadi pribadi sebagaimana Tuhan menciptakan Anda. Keberhasilan berarti Anda tidak berusaha menjadi orang lain atau memenuhi harapan manusia semata. Anda hanya akan mengalami keberhasilan yang sejati ketika Anda menjalani hidup sebagai pribadi yang Tuhan kehendaki sejak semula.

Jika Anda mencoba menjadi orang lain, Anda pasti akan mengalami kegagalan, karena Anda hanya dapat menjadi diri Anda sendiri. Jadilah pribadi yang Tuhan ciptakan. Jadilah diri Anda di dalam Kristus.

Alkitab berkata: "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa." (Kolose 2:9–10)

Tuhan datang ke dunia dalam wujud manusia supaya Anda dapat menjadi utuh di dalam Kristus. Artinya, melalui otoritas dan kuasa Yesus, Anda telah memiliki segala sesuatu yang Anda perlukan.

Mungkin Anda menyadari bahwa Anda tidak memiliki talenta, kemampuan atau kesempatan yang sama seperti orang lain. Hal ini dapat membuat Anda merasa tidak puas jika Anda mengukur keberhasilan berdasarkan standar dunia.

Namun ketika Anda memahami bahwa keberhasilan sejati adalah menjadi pribadi yang Tuhan ciptakan, Anda akan melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui hidup Anda dengan cara yang luar biasa.

Anda tidak kekurangan apa pun untuk menjadi berhasil, karena keberhasilan berarti menjadi diri Anda sendiri sesuai dengan rencana Tuhan. Jangan terlalu memikirkan penilaian manusia. Sebaliknya, arahkan hidup Anda untuk menyenangkan Tuhan.

Alkitab menegaskan: "Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. " (2 Petrus 1:3)

Renungkan

- Bagaimana selama ini Anda mendefinisikan keberhasilan dalam hidup Anda?

- Apa yang akan terjadi jika Anda melepaskan standar keberhasilan menurut dunia dan menerima standar keberhasilan menurut Tuhan?

- Dalam hal apa saja Tuhan telah memperlengkapi Anda untuk menjalani hidup yang berhasil?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 28-30; Markus 8:22-38
____________
Tuhan telah membentuk Anda, memperlengkapi Anda dan di dalam Kristus memberikan segala sesuatu yang Anda perlukan untuk menjalani hidup yang berhasil.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
How You Can Be Successful - Daily Hope with Rick Warren - March 03, 2026

"For in Christ lives all the fullness of God in a human body. So you also are complete through your union with Christ, who is the head over every ruler and authority." Colossians 2:9-10 (NLT)
-------------------
Most people have no idea what success really is. Some people think it means you make a lot of money. But you can make a ton of money and be an absolute failure. Some people think it means being famous. But you can be famous and totally miss the point of life. So what is real success?

The Bible says real success is being who God made you to be. It means you're not trying to be somebody else or what your parents wanted you to be. You'll only find real success when you spend your life as the person God created you to be.

If you try to be somebody else in life, you are absolutely going to fail, because you can't be anybody but you. Be who God made you to be. Be who you are in Christ.

"For in Christ lives all the fullness of God in a human body. So you also are complete through your union with Christ, who is the head over every ruler and authority" (Colossians 2:9-10 NLT).

God came to earth in human form two thousand years ago so you could be made complete in Christ. That means you have everything you need through Jesus' authority and power.

If you look around, you're going to notice that you may not have the same gifts, talents, or opportunities as other people. That can be frustrating if you think success means being somebody else.

But when you understand that a successful life is being who God made you to be, then you will be amazed at the things God will do through you!

You lack nothing to be a success in life, because success is being you. In other words, being successful in life means you are being yourself, the person God made you to be. Don't get hung up on what other people think about you. Instead, focus on your audience of one: God.

God shaped you and equipped you and, in Christ, has given you everything you need to be successful. In fact, "His divine power has given us everything we need for a godly life through our knowledge of him who called us by his own glory and goodness" (2 Peter 1:3 NIV).


Ali Khamenei Meninggal dalam Serangan Udara di Teheran, Iran Umumkan Berkabung Nasional 40 Hari

https://s3pendsains.fmipa.unesa.ac.id/post/ali-khamenei-meninggal-dalam-serangan-udara-di-teheran-iran-umumkan-berkabung-nasional-40-hari

Ambillah Emas Perakku


Frances Ridley Havergal (1836-1879) mencipta banyak lagu rohani. Salah satunya adalah Take My Life and Let it Be (Ambillah Hidupku dan Pakailah). Sebelum lagu ini mengubahkan banyak orang, lebih dulu ia mengubah hidup penulisnya sendiri. Frances ingin mempersembahkan dirinya lebih banyak lagi kepada Tuhan. Ketika ia menulis, "ambillah suaraku dan pakailah aku untuk menyanyi ...", ia memutuskan untuk melepas kariernya sebagai solis konser, dan hanya menyanyi bagi Tuhan. Saat ia menulis, "ambillah emas dan perakku ...", ia memutuskan untuk menyumbangkan perhiasan kesayangannya untuk kepentingan misi. 

Hari ini kita membaca keputusan seorang pemimpin muda yang menghampiri Yesus. Ia bertanya, apa yang harus ia lakukan untuk mencapai hidup kekal. Menurutnya, ia sudah menaati segala perintah firman Tuhan. Tapi, sepertinya ia belum mengalami kepenuhan hidup—ia merasa masih ada perintah yang mungkin terlewat ia lakukan. Maka, Tuhan meminta ia menjual segala miliknya, membagi-bagikannya, dan mengikut Tuhan. Mendengar hal itu, beratlah hatinya dan undurlah dia—sebab sangat banyak hartanya, yang masih mengikatnya. 

Saudaraku, rasa cinta pada dunia ini dan segala isinya memang umum dijumpai dalam diri setiap orang. Namun hari ini, meski Tuhan tak meminta kita menjual segala harta benda, Tuhan meminta kita agar tak terikat kepadanya. Maka, bila ada saatnya Tuhan membutuhkan sebagian harta kita untuk suatu tujuan, kita punya hati yang bersedia merelakannya. Mari kita belajar melakukannya, dengan memandang kekekalan yang sedang kita tuju.
"'Juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.'" (Lukas 18:22)
Bac: Lukas 18:18-27
(Gbu!)

4 Golongan Ini Bebas Tak Lapor SPT Pajak, Anda Termasuk?

https://www.cnbcindonesia.com/news/20260302041208-4-714966/4-golongan-ini-bebas-tak-lapor-spt-pajak-anda-termasuk

Minggu, 01 Maret 2026

Anda Tidak Dapat Menghentikan Tuhan Mengasihi Anda

02 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:38–39 "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
-----------------------
Alkitab mengatakan dalam Efesus 1 bahwa sebelum Tuhan menciptakan dunia, Ia telah memilih Anda. Namun bukan hanya itu—Ia juga menetapkan kasih-Nya atas Anda. Tuhan menciptakan dunia karena Ia mengasihi Anda dan menghendaki sebuah tempat bagi keluarga-Nya.

Bahkan sebelum dunia dijadikan, Tuhan telah menjadikan Anda sebagai sasaran kasih-Nya. Mungkin Anda tidak selalu memusatkan perhatian kepada Tuhan. Namun Tuhan selalu memusatkan perhatian-Nya kepada Anda. Ia memperhatikan setiap saat dalam hidup Anda—setiap keberhasilan dan kegagalan, setiap sukacita dan kesedihan, setiap masa kuat dan masa lemah, setiap tawa dan setiap air mata.

Tuhan menciptakan Anda karena Ia mengasihi Anda, dan Ia tidak akan pernah berhenti mengasihi Anda.

Alkitab menegaskan:
"Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 8:38–39)

Tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan Anda dari kasih Tuhan. Mengapa? Karena kasih Tuhan bersifat kekal dan tanpa syarat.
Tuhan tidak berkata, "Aku mengasihi Anda jika…"
Ia juga tidak berkata, "Aku mengasihi Anda karena…"
Tuhan hanya berkata,"Aku mengasihi Anda."

Kasih Tuhan tidak bergantung pada apa yang Anda lakukan, melainkan pada siapa Dia. Kasih-Nya tidak didasarkan pada prestasi Anda, melainkan pada karakter-Nya.

Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk membuat Tuhan mengasihi Anda lebih sedikit. Dan tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk membuat Tuhan mengasihi Anda lebih banyak. Ia telah mengasihi Anda sejak semula. Ia mengasihi Anda sehingga menciptakan Anda. Ia mengasihi Anda sehingga ingin bersama Anda untuk selamanya. Ia bahkan mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan Anda.

Kasih yang lebih besar dari itu tidak akan pernah Anda temukan.

Renungkan :

- Bagaimana perasaan Anda mengetahui bahwa Tuhan selalu memperhatikan Anda dan mengasihi Anda?

- Pernahkah Anda merasa telah melakukan sesuatu yang membuat Tuhan kurang mengasihi Anda? Bagaimana Anda diyakinkan kembali akan kasih-Nya?

- Apa yang Anda ketahui tentang karakter Tuhan yang membuat Anda yakin akan kasih-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 23; Markus 7:14-37
____________
Anda bukan hanya dipilih. Anda juga dikasihi.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You Can't Stop God from Loving You - Daily Hope with Rick Warren - March 02, 2026

"For I am convinced that neither death nor life, neither angels nor demons, neither the present nor the future, nor any powers, neither height nor depth, nor anything else in all creation, will be able to separate us from the love of God that is in Christ Jesus our Lord." Romans 8:38-39 (NIV)
--------------------
The Bible says in Ephesians 1 that, before he laid down the earth's foundations, God chose you. But he didn't just chooseyou. He set his love on you. He made the world because he loves you and wanted a place for his family.

You're not only chosen. You're loved.

Before the earth was created, God settled on you as the focus of his love. You may rarely be focused on God. But God is focused on you all the time. In fact, God can focus on everybody at the same time. Why? Because he's God.

At every moment of your life, God is focused on you. He sees every high, every low, every good moment, every bad moment, every mountain, every valley, every joy, and every tear. God made you to love you, and he will never stop loving you.

"For I am convinced that neither death nor life, neither angels nor demons, neither the present nor the future, nor any powers, neither height nor depth, nor anything else in all creation, will be able to separate us from the love of God that is in Christ Jesus our Lord"  (Romans 8:38-39 NIV).

You can't be separated from God's love for two reasons: It's eternal, and it's unconditional. God never says, "I love you if. . ." He doesn't say, "I love you because . . ." God says, "I love you . . . period." God gives you an eternal, unconditional love because God is love.

God's love for you is not based on what you do but on who he is. It's not based on your performance. It's based on his character. You can spend your whole life trying to make God stop loving you, but you will fail.

There is nothing you can do to make God love you less. And there's nothing you can do to make God love you more. He loved you enough to create you and set his focus on you. He loved you enough to want to be with you forever, despite your sin against him. He loved you enough to send his Son to save you from your sin.

You'll never find a greater love.