Minggu, 31 Mei 2026

Apakah Anda Akan Bosan di Surga?

01 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 16:10-11 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?"
--------------------
Jika Anda berpikir bahwa Anda akan bosan di surga, pikirkan lagi.

Anda tidak akan duduk di atas awan tanpa melakukan apa pun di surga. Allah menciptakan Anda dan mengetahui apa yang menjadi minat Anda. Semua hobi, keterampilan, dan talenta Anda berasal dari-Nya. Ia membentuk Anda dengan karunia rohani, hati, kemampuan, kepribadian dan pengalaman Anda. Allah tidak menjadikan Anda begitu unik hanya untuk kehidupan di bumi. Ia akan memakai "bentukan" diri Anda itu dalam kekekalan.

Anda akan bekerja di surga. Tetapi inilah perbedaan antara pekerjaan di surga dan pekerjaan di bumi: Di surga, Anda pasti menikmati pekerjaan Anda. Anda tidak akan mengalami kepedihan atau tekanan karena pekerjaan Anda. Pekerjaan itu akan selalu bermakna, menyenangkan dan memuaskan. Anda akan memiliki pekerjaan impian Anda untuk selamanya!

Saya tidak tahu secara spesifik apa peran atau tanggung jawab Anda di surga nanti. Tetapi saya tahu bahwa semuanya akan didasarkan pada seberapa setia Anda menjalankan peran dan tanggung jawab yang Allah berikan kepada Anda di bumi.

Allah memperhatikan Anda dan Ia sedang menguji Anda. Hidup adalah penugasan sementara dan Allah ingin melihat seberapa bertanggung jawab, setia dan dapat dipercayanya Anda terhadap tanggung jawab yang Anda miliki sekarang.

Apa yang Anda lakukan dengan apa yang telah diberikan kepada Anda? Jika Anda memaksimalkan apa yang telah diberikan kepada Anda, maka Allah akan memberikan lebih banyak lagi di surga. Anda masuk surga karena kasih karunia Allah, tetapi upah dan tanggung jawab Anda setelah tiba di sana akan didasarkan pada seberapa setia Anda melayani Allah di bumi.

Alkitab menjelaskan: "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?" (Lukas 16:10-11).

Allah memperhatikan bagaimana Anda mengelola keuangan, waktu, hubungan, kesehatan dan kesempatan-kesempatan yang Anda miliki.

Cara Anda mengelola uang adalah ujian kesetiaan Anda dan hal itu akan membantu menentukan apa yang akan Anda lakukan di surga. Jika Allah tidak dapat mempercayakan kekayaan duniawi kepada Anda—Anda selalu berutang, tidak mampu memberi persepuluhan dan tidak murah hati—lalu menurut Anda apa yang akan Ia percayakan kepada Anda dalam kekekalan?

Allah juga memperhatikan bagaimana Anda menjalankan tanggung jawab Anda—bukan karena Ia ingin membuat Anda merasa bersalah, tetapi karena Ia ingin Anda menikmati semua hal luar biasa yang ditawarkan surga.

Renungkan:

- Apa bedanya ketika Anda memandang pekerjaan Anda sebagai ujian kesetiaan?

- Menurut Anda, apa yang Allah ingin Anda lakukan ketika pekerjaan Anda terasa tidak memuaskan atau tidak bermakna?

- Bagaimana Anda dapat memilih untuk setia dalam pekerjaan Anda hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 13-14; Yohanes 12:1-26
_____________
Ketika Anda memilih untuk setia dalam segala sesuatu yang Allah percayakan kepada Anda di bumi, maka Anda akan dipercayakan lebih banyak lagi di surga.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Will You Be Bored in Heaven? - Daily Hope with Rick Warren - June 01, 2026

“If you are faithful in little things, you will be faithful in large ones. But if you are dishonest in little things, you won’t be honest with greater responsibilities. And if you are untrustworthy about worldly wealth, who will trust you with the true riches of heaven?” Luke 16:10-11 (NLT)
-----------------------
If you think you’re going to be bored in heaven, think again.

You’re not going to sit around on a cloud doing nothing in heaven. God wired you and knows what you’re interested in. All your hobbies, skills, and talents come from him. He shaped you with your spiritual gifts, heart, abilities, personality, and experiences. God didn’t make you extraordinarily unique just for earth. He’s going to use your shape in eternity.

You will have work in heaven. But here’s the difference between work in heaven and work on earth: In heaven, you’re guaranteed to enjoy your work. You won’t experience any heartache or stress over your work. It will be meaningful, enjoyable, and fulfilling all the time. You’ll have your dream job forever!

I don’t know what your specific roles or responsibilities will be in heaven. But I do know that they will be based on how faithful you are with the roles and responsibilities God has given you on earth.

God is watching you, and he’s testing you. Life is a temporary assignment, and God wants to see how responsible, faithful, and trustworthy you are with the responsibilities you have now.

What are you doing with what you’ve been given? If you make the most of what you’ve been given, then God is going to give you more in heaven. You’ll make it into heaven because of God’s grace, but your rewards and responsibilities once you get there will be based on how faithfully you served God on earth.

The Bible explains: “If you are faithful in little things, you will be faithful in large ones. But if you are dishonest in little things, you won’t be honest with greater responsibilities. And if you are untrustworthy about worldly wealth, who will trust you with the true riches of heaven?” (Luke 16:10-11 NLT).

God is watching to see how you manage your finances, your time, your relationships, your health, and your opportunities.

The way you manage your money is a test of your faithfulness, and it’s going to help determine what you do in heaven. If God can’t trust you with worldly wealth—you’re always in debt, you can’t afford to tithe, and you’re not generous—then what do you think he’s going to trust you with in eternity?

God is watching how you handle your responsibilities too—not because he wants to make you feel guilty but because he wants you to enjoy all the wonderful things heaven has to offer.

When you choose faithfulness in everything God has entrusted to you on earth, then you will be entrusted with much more in heaven.


Sabtu, 30 Mei 2026

Lima Hal yang Tidak Akan Ada di Surga

31 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Ayub 11:7-9 "Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit--apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati--apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera."
--------------------
Ketika saya masih kecil, kami pergi ke Disneyland untuk liburan keluarga. Dalam perjalanan ke sana, ayah saya menjelaskan kepada saya seperti apa tempat itu nantinya. Tetapi sekeras apa pun ia mencoba menjelaskannya, tidak mungkin saya benar-benar memahami betapa luar biasanya tempat itu sampai saya masuk ke taman tersebut untuk pertama kalinya. Tempat itu jauh melampaui apa pun yang pernah saya bayangkan!

Alkitab berkata, "Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit--apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati--apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera." (Ayub 11:7-9).

Surga adalah sebuah misteri yang tidak akan sepenuhnya Anda pahami sampai Anda tiba di sana. Tetapi Alkitab memberikan informasi penting tentang kekekalan, termasuk lima hal yang tidak akan ada di surga.

Di surga, tidak akan ada penyakit. Alkitab berkata,"Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan." (1 Korintus 15:42-43). Tidak akan ada penyakit karena Anda akan menerima tubuh yang baru dan sempurna.

Di surga, tidak akan ada kesedihan. Allah "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka" (Wahyu 21:4). Allah mencatat setiap air mata dan rasa sakit Anda karena Ia peduli kepada Anda. Tetapi ketika Anda tiba di surga, tidak akan ada lagi patah hati, penolakan, kesepian, dukacita, atau kepedihan.

Di surga, tidak akan ada penderitaan. Alkitab berkata, "Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi." (Wahyu 7:16). Setiap kebutuhan Anda akan dipenuhi di surga.

Di surga, tidak akan ada dosa. "Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya" (Yudas 1:24). Yesus Kristus mati di kayu salib dan menanggung seluruh dosa Anda sehingga ketika Anda melihat-Nya muka dengan muka, karakter Anda akan langsung diubahkan menjadi seperti Dia.

Di surga, tidak akan ada kematian. "dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita " (Wahyu 21:4). Surga mulia dalam banyak hal, tetapi hal terbaiknya adalah Anda dapat berada dalam hadirat Allah—selamanya.

Alkitab berkata, "Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna...Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." (1 Korintus 13:9, 12).

Renungkan:

- Apakah janji Allah untuk menghapus semua penderitaan, penyakit, dan kesedihan di surga sudah cukup bagi Anda, meskipun sekarang Anda masih harus mengalaminya? Mengapa atau mengapa tidak?

- Apa yang paling Anda nantikan tentang surga?

- Dalam hal apa saja Anda dapat menjadi semakin serupa dengan Kristus selama masih hidup di bumi? Mengapa hal itu penting?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 10-12; Yohanes 11: 30-57
____________
Suatu hari nanti semuanya akan menjadi jelas. Semuanya akan masuk akal. Anda akan dapat berkata, “Jadi itulah sebabnya Allah mengizinkan hal itu terjadi dalam hidup saya!” Sampai saat itu tiba, Allah ingin Anda percaya kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
*Five Things That Won’t Be in Heaven* - Daily Hope with Rick Warren - May 31, 2026

“Can you understand the mysteries surrounding God All-Powerful? They are higher than the heavens and deeper than the grave. So what can you do when you know so little, and these mysteries outreach the earth and the ocean?” Job 11:7-9 (CEV)
------------------
When I was a little boy, we traveled to Disneyland for a family vacation. On the way there, my dad explained to me what it was going to be like. But no matter how he tried, there was no way for me to understand just how amazing that place was until I walked into the park for the first time. It far surpassed anything I had imagined it to be!

The Bible says, “Can you understand the mysteries surrounding God All-Powerful? They are higher than the heavens and deeper than the grave. So what can you do when you know so little, and these mysteries outreach the earth and the ocean?” (Job 11:7-9 CEV).

Heaven is a mystery that you will not fully understand until you arrive there. But the Bible does give important information about eternity, including five things that will not be in heaven.

In heaven, there will be no sickness. The Bible says, “This is how it will be when the dead are raised to life. When the body is buried . . . it is ugly and weak; when raised, it will be beautiful and strong” (1 Corinthians 15:42-43 GNT). There won’t be any sickness because you’re going to get a new, perfect body.

In heaven, there will be no sadness. God “will wipe every tear from their eyes” (Revelation 21:4 NIV). God has kept a record of your tears and pain because he cares about you. But when you get to heaven, there will be no more broken hearts, rejection, loneliness, grief, or heartache.

In heaven, there will be no suffering. The Bible says, “‘Never again will they hunger; never again will they thirst. The sun will not beat down on them,’ nor any scorching heat” (Revelation 7:16 NIV). Every one of your needs will be satisfied in heaven.

In heaven, there will be no sin. “God . . . will bring you with great joy into his glorious presence without a single fault” (Jude 1:24 NLT). Jesus Christ died on the cross and paid for all your sin so that when you see him face to face, your character will be instantly changed to be like him.

In heaven, there will be no death. “There will be no more death or sorrow or crying or pain. All these things are gone forever” (Revelation 21:4 NLT). Heaven is glorious in a lot of ways, but the best thing is that you get to be in God’s presence—forever.

The Bible says, “We don’t know everything, and our prophecies are not complete. . . . Now all we can see of God is like a cloudy picture in a mirror. Later we will see him face to face. We don’t know everything, but then we will, just as God completely understands us” (1 Corinthians 13:9, 12 CEV).

One day it’s all going to be clear. It’s all going to make sense. You’re going to be able to say, “So that’s why God allowed that in my life!” Until then, God wants you to trust him.


Di Mana Anda Ingin Menerima Upah Anda?

30 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 6:35 "Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi"
----------------------
Surga mungkin sudah terdengar sangat indah bagi Anda. Tetapi tahukah Anda bahwa akan ada upah di surga?

Anda akan menerima upah untuk setiap hal yang Anda lakukan dalam ketaatan kepada Yesus selama hidup di dunia ini.

Allah memperhatikan segala sesuatu dalam hidup Anda. Anda akan menerima upah di surga atas tindakan, perkataan, dan pikiran Anda yang baik; atas karakter dan keputusan-keputusan baik Anda; serta atas kemurahan hati dan pengorbanan Anda. Anda juga akan menerima upah karena mengasihi musuh-musuh Anda dan karena tidak menyerah ketika sulit melakukan hal yang benar.

Anda akan menerima upah karena membawa orang lain kepada Yesus Kristus. (Apakah ada seseorang yang akan berada di surga karena Anda?)

Anda juga akan menerima upah karena menanggung kritik akibat menjadi orang Kristen dan karena mengalami penganiayaan sebagai orang percaya. Itulah sebabnya Yesus berkata, "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Matius 5:11-12).

Allah memperhatikan semuanya dan akan memberikan upah untuk semuanya.

Upah-upah ini tidak ada hubungannya dengan keselamatan Anda. Satu-satunya jalan masuk ke surga adalah melalui iman kepada apa yang telah Yesus Kristus lakukan bagi Anda. Anda tidak dapat masuk surga melalui perbuatan baik Anda. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa ketika Anda tiba di surga, Anda akan menerima upah sesuai dengan perbuatan baik Anda.

Ada banyak ayat tentang hal ini. Matius 10:42 berkata, "Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." Memberi secangkir air atau berbagi makanan tampaknya adalah hal yang sederhana. Tetapi setiap kali Anda melakukannya, seolah-olah Allah berkata, "Aku mencatat itu. Semuanya tercatat."

Anda dapat memilih di mana Anda ingin menerima upah Anda. Apakah Anda ingin menerimanya dalam hidup ini, atau dalam kehidupan yang akan datang?

Yesus berkata, "Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi" (Lukas 6:35).

Jika Anda memilih upah dunia ini—seperti popularitas, kekayaan, ketenaran, kesuksesan dan kenyamanan—maka Anda hanya akan menikmatinya sekitar 80 tahun atau lebih. Tetapi jika Anda mengumpulkan upah di surga, Anda akan menikmatinya untuk selama-lamanya.

Renungkan:

- Ungkapan "Apa yang akan Yesus lakukan?" mungkin terdengar terlalu sering digunakan dalam budaya Kristen, tetapi bagaimana pertanyaan itu membantu Anda membuat pilihan yang akan mendapat upah di surga?

- Mengapa menurut Anda Allah ingin memberi upah atas ketaatan Anda?

- Dalam hal apa saja Anda sedang bekerja untuk memperoleh upah di bumi? Dalam hal apa saja Anda sedang bekerja untuk memperoleh upah di surga?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 7-9; Yohanes 11:1-29
______________
Jangan puas dengan upah yang ditawarkan dunia ini. Sebagai anak Allah, ada jauh lebih banyak hal indah yang menanti Anda!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
Where Do You Want Your Rewards? - Daily Hope with Rick Warren - May 30, 2026

“Love your enemies! Do good to them. Lend to them without expecting to be repaid. Then your reward from heaven will be very great.” Luke 6:35 (NLT)
---------------------
Heaven probably already sounds pretty good to you. But did you know there are going to be rewards in heaven?

You will be rewarded for everything you did in obedience to Jesus while on this earth.

God is watching everything in your life. You will be rewarded in heaven for your good actions, speech, and thoughts; for your character and good decisions; and for your generosity and sacrifices. You’ll be rewarded for loving your enemies and for not giving up when it was difficult to do the right thing.

You will be rewarded for bringing other people to Jesus Christ. (Is anybody going to be in heaven because of you?)

You will be rewarded for putting up with criticism for being a Christian and for being persecuted as a believer. That’s why Jesus said, “Blessed are you when people insult you, persecute you and falsely say all kinds of evil against you because of me. Rejoice and be glad, because great is your reward in heaven, for in the same way they persecuted the prophets who were before you” (Matthew 5:11-12 NIV).

God is watching it all and is going to reward it all.

These rewards have nothing to do with your salvation. The only way you get into heaven is by faith in what Jesus Christ has already done for you. You can’t get into heaven by your good works. But the Bible says that when you get to heaven, you will be rewarded according to your good works.

There are all kinds of verses about this. Matthew 10:42 says, “If you give even a cup of cold water to one of the least of my followers, you will surely be rewarded” (NLT). It seems like such a simple thing to give a cup of water to someone or to share a meal. But every time you do that, it’s like God says, “I’m writing that one down. I’ve got them all recorded.”

You get to decide where you want your rewards. Do you want them in this life, or do you want them in the next life?

Jesus said, “Love your enemies! Do good to them. Lend to them without expecting to be repaid. Then your reward from heaven will be very great” (Luke 6:35 NLT).

If you choose this life’s rewards—like popularity, wealth, fame, success, and comfort—then you will enjoy them for only 80 years or so. But if you build up rewards in heaven, you’ll get to enjoy those rewards forever.

Don’t settle for the rewards this world has to offer. As a child of God, you have so much more to look forward to!


Jangan Salah Pilih

Jika tidak *MELIHAT* dengan mata kepala sendiri, maka tidak perlu _menggunakan_ *MULUT* untuk _membuktikannya_.

Untuk hal yang tidak *DIKETAHUI*, langsung katakan _tidak tahu_, itu adalah hal yang paling *MUDAH*.

Jika orang lain *MELEMPARI* kita dengan _batu_, jangan _melemparkan_ *balik*, sebaiknya
_Simpan_ dan _kumpulkan_ batu itu  untuk _membangun_ *PONDASI* _Kerajaan_ kita kemudian hari.

Yang bisa *DITAHAN*, _tahanlah_
Yang tidak bisa *DITAHAN*, _berubahlah_ !!!
Jika tidak bisa *BERUBAH*, maka _mengakulah_.

Hadapilah *MASALAH* secara perlahan.
Jangan *LUPA* utk _berhenti_ sejenak saat kita *berbicara*, maka segala hal akan menjadi lebih *JELAS*.

Setiap orang pasti punya *RAHASIA* yang tidak mau *DIBUKA*.
Jangan pernah *MEMAKSA* utk _membukanya_.

Banyak orang *mengerjakan* hal yang sama disaat kita tidak _melakukannya_
Itu tidak berarti kita *SALAH*, _kerjakanlah_ hal yg menurut kita lebih *BERGUNA* n *COCOK*.

Jika kita *menyadari* bahwa kita *SALAH*, maka sebenarnya kita sudah _bertindak_ *BENAR*.

Jangan _menganggap_ diri kita selalu *SALAH*, jangan juga _menganggap_ diri kita selalu *BENAR*.

Kita tidak bisa _menentukan_ *baik buruknya* seseorang
Namun kita pasti bisa _menjadi_ orang yang *BAIK*.

Jangan pernah *MEMBOHONGI* orang, karena orang yang bisa kita *bohongi* sesungguhnya adalah orang yang *PERCAYA* pada kita.

Hati orang yang *dipenuhi* dengan _pemikiran_ dan _pendapat_ diri sendiri, selamanya tidak pernah mau mendengar *NASEHAT* orang lain.

Orang yang *MENGERTI* kita, belum tentu adalah orang yang *perhatian* pada kita
Mungkin dia hanyalah orang yang *PINTAR* mengambil *hati* kita.

Mereka yang *menyakiti* kita, jika bukan lebih *KUAT* dari kita, maka dia lebih *LEMAH* dari kita.

- untuk orang yang lebih *lemah* dari kita, _maafkanlah_ mereka.

- untuk orang yang lebih *kuat* dari kita, _maafkanlah_ diri kita sendiri.

Jadi orang harus *percaya diri*, namun jangan _berlebihan_ sehingga menjadi *AROGAN*.
Jadi orang harus *rendah hati*, namun jangan _berlebihan_ hingga _kehilangan_ *KEPERCAYAAN* diri.

Hidup di dunia ini sangat _melelahkan_, karena banyak orang yang ingin *memamerkan* hal yang sebenarnya tidak dia *MILIKI*.

Hal yang *sederhana* tidak perlu _diributkan_, hal yang *RUMIT* tidak usah _dikhawatirkan_, saat *EMOSI* janganlah _berbicara_, saat *MARAH* janganlah membuat _keputusan_.

Jika *SALAH* _pilih_ *barang*, akan *RUGI* sesaat.
Jika *SALAH* _pilih_ *teman* /*sahabat*, akan _menyesal_ selamanya

*Selamat pagi*


Foto dari deka

Guys, Purbaya baru mengungkap sesuatu yang menurut gue paling mengejutkan sekaligus paling mengungkapkan siapa yang sebenarnya berkuasa di negeri ini.

Dia membawa data ke makan siang bersama Prabowo. 
Hasil pengecekan acak terhadap 10 perusahaan sawit besar. 
Dan temuannya mengerikan.

Satu perusahaan mengekspor CPO dari Indonesia dengan harga Rp2.600 per kilogram. 
Di Amerika dicatat sebagai impor dengan harga Rp4.200. Selisih 57%.

Perusahaan lain: 
ekspor dari Indonesia Rp1.000. 
Di Amerika dicatat Rp4.400. Selisih 200%.

Dan ini bukan satu atau dua perusahaan. 
Dari 10 perusahaan sawit terbesar yang Purbaya periksa secara acak semuanya seperti itu.

"10 besar semuanya seperti itu."

Dan ini yang paling penting untuk dipahami:
Ini bukan kejahatan kecil.
ini bukan penyelundupan dalam arti konvensional.

Ini adalah manipulasi sistematis yang berlangsung selama puluhan tahun dengan cara yang sangat canggih dan sangat terencana.

Perusahaan membuat entitas di luar negeri di British Virgin Islands, di Singapura, di tempat-tempat dengan pajak rendah. 

Lalu menjual dari Indonesia ke entitas mereka sendiri di luar negeri dengan harga sangat murah. 
Entitas luar negeri itu yang menjual ke pembeli akhir dengan harga riil. 

Selisihnya yang bisa mencapai 200% parkir di rekening luar negeri. 
Tidak kena pajak Indonesia. 
Tidak masuk devisa Indonesia. Hilang.

Dan Bea Cukai yang seharusnya mencegat ini selama 34 tahun membiarkan atau bahkan memfasilitasinya.

Dan sekarang buka data kekayaan para raja sawit Indonesia:

Keluarga Widjaja — Rp140 triliun.
Anthoni Salim — Rp122,7 triliun. 
Susilo Wonowidjojo — Rp69,3 triliun.
 Bachtiar Karim — Rp50,5 triliun. 
Theodore Rachmat — Rp49,1 triliun. 
Martua Sitorus — Rp39 triliun. 
Peter Sondakh — Rp28,9 triliun. 
Sukanto Tanoto — Rp27,4 triliun. 
Ciliandra Fangiono — Rp26,4 triliun. 
Putera Sampoerna — Rp26 triliun.

Dan di urutan paling bawah dari daftar konglomerat Indonesia ada dua nama yang sangat menarik perhatian:

Arini Subianto — Rp14,1 triliun.

Hashim Djojohadikusumo — Rp9,9 triliun.

Arini Subianto adalah putri mendiang Benny Subianto yang merupakan paman dari Prabowo Subianto. Keluarga Subianto punya kepentingan bisnis di sektor perkebunan dan tambang.

Hashim Djojohadikusumo adalah adik kandung Prabowo Subianto.

Dan ini pertanyaan yang tidak bisa dihindari:

Prabowo baru pidato lantang soal under invoicing. Soal penipuan ekspor selama 34 tahun. Soal bagaimana negara dirugikan triliunan rupiah.

Tapi di antara 10 perusahaan sawit besar yang Purbaya sebut semuanya melakukan under invoicing ada ekosistem bisnis yang terhubung langsung dengan keluarga presiden.

Apakah nama-nama itu termasuk dalam 10 yang diperiksa Purbaya? Purbaya tidak mau menyebut namanya. "Tidak boleh."

Tapi Purbaya bilang: "Lebih dari 10 lah." Artinya bukan hanya 10.

Dan kalau semua 10 besar melakukan ini berapa besar kemungkinan bahwa konglomerat-konglomerat yang namanya ada di daftar kekayaan terbesar Indonesia tidak termasuk?

Dan ini yang paling mengerikan:

Prabowo adalah presiden yang sedang berteriak soal under invoicing. Yang mengumumkan ekspor satu pintu melalui Danantara untuk menghentikan praktik ini.

Tapi adik kandungnya Hashim adalah salah satu konglomerat dengan kepentingan bisnis di sektor yang sama. 

Dan keluarga besarnya terhubung dengan bisnis perkebunan yang masuk dalam ekosistem yang selama ini beroperasi di bawah sistem yang Prabowo sendiri sebut sebagai penipuan selama 34 tahun.

Ini bukan tuduhan bahwa Hashim atau Arini melakukan under invoicing. 
Proses hukum yang harus membuktikan itu.

Ini adalah pertanyaan yang jauh lebih fundamental: apakah Prabowo berani menegakkan aturan yang sama kepada orang-orang yang paling dekat dengannya?

Karena itulah yang membedakan reformasi sungguhan dari sekadar pertunjukan.

Dan ini yang Mahfud MD sudah peringatkan:

"Autocratic legalism hukum dibuat untuk melegalkan sesuatu yang salah. 

Orang yang tepat dalam posisi yang tepat untuk memastikan kesalahan itu tidak tersentuh."

Kalau 10 perusahaan terbesar semuanya melakukan under invoicing dan tidak ada satupun namanya yang boleh disebutkan dan reformasi Bea Cukai dipimpin oleh Dirjen yang sedang diduga korupsi dan badan ekspor baru yang harusnya menyelesaikan masalah ini tidak punya laporan keuangan yang transparan —

Maka ini bukan reformasi. 
Ini adalah pengumuman reformasi yang tidak pernah dimaksudkan untuk benar-benar terjadi.

Dan ini yang paling mematikan dari seluruh cerita ini:
Purbaya bilang kalau dia tarik data ke belakang beberapa tahun "saya bisa panen berapa."

Artinya: datanya ada. 
Kapal per kapal bisa dilacak. 
Selisihnya bisa dihitung. Kerugian negaranya bisa dikalkulasi.

Tapi selama 34 tahun tidak ada yang mau melihat data itu.

Atau lebih tepatnya: ada yang melihat. 
Tapi tidak ada yang berani atau tidak ada yang diizinkan untuk bertindak.

Dan sekarang datanya ada. Selisihnya sampai 200%. Perusahaannya jelas. Kapalnya bisa dilacak.

Pertanyaannya cuma satu: 
apakah kali ini ada yang cukup berani untuk bertindak termasuk ketika nama yang muncul terhubung dengan lingkaran paling dalam dari kekuasaan?

Jawabannya akan sangat jelas dalam beberapa bulan ke depan. Bukan dari pidato. 
Bukan dari pengumuman. 
Tapi dari apakah ada nama yang akhirnya disebutkan dan dihukum atau tidak.. Bagaimana prabowo menyikapi tentang para koruptor tersebut, termasuk menyeret keluarga besarnya. Apakah prabowo berani menindak tegas ⁉️⁉️⁉️

Under Invoicing Sawit

 
Lampiran foto: IMG-20260529-WA0022.jpg

Guys, Purbaya baru mengungkap sesuatu yang menurut gue paling mengejutkan sekaligus paling mengungkapkan siapa yang sebenarnya berkuasa di negeri ini. Dia membawa data ke makan siang bersama Prabowo. Hasil pengecekan acak terhadap 10 perusahaan sawit besar. Dan temuannya mengerikan. Satu perusahaan mengekspor CPO dari Indonesia dengan harga Rp2.600 per kilogram. Di Amerika dicatat sebagai impor dengan harga Rp4.200. Selisih 57%. Perusahaan lain: ekspor dari Indonesia Rp1.000. Di Amerika dicatat Rp4.400. Selisih 200%. Dan ini bukan satu atau dua perusahaan. Dari 10 perusahaan sawit terbesar yang Purbaya periksa secara acak semuanya seperti itu. "10 besar semuanya seperti itu." Dan ini yang paling penting untuk dipahami: Ini bukan kejahatan kecil. ini bukan penyelundupan dalam arti konvensional. Ini adalah manipulasi sistematis yang berlangsung selama puluhan tahun dengan cara yang sangat canggih dan sangat terencana. Perusahaan membuat entitas di luar negeri di British Virgin Islands, di Singapura, di tempat-tempat dengan pajak rendah. Lalu menjual dari Indonesia ke entitas mereka sendiri di luar negeri dengan harga sangat murah. Entitas luar negeri itu yang menjual ke pembeli akhir dengan harga riil. Selisihnya yang bisa mencapai 200% parkir di rekening luar negeri. Tidak kena pajak Indonesia. Tidak masuk devisa Indonesia. Hilang. Dan Bea Cukai yang seharusnya mencegat ini selama 34 tahun membiarkan atau bahkan memfasilitasinya. Dan sekarang buka data kekayaan para raja sawit Indonesia: Keluarga Widjaja — Rp140 triliun. Anthoni Salim — Rp122,7 triliun. Susilo Wonowidjojo — Rp69,3 triliun. Bachtiar Karim — Rp50,5 triliun. Theodore Rachmat — Rp49,1 triliun. Martua Sitorus — Rp39 triliun. Peter Sondakh — Rp28,9 triliun. Sukanto Tanoto — Rp27,4 triliun. Ciliandra Fangiono — Rp26,4 triliun. Putera Sampoerna — Rp26 triliun. Dan di urutan paling bawah dari daftar konglomerat Indonesia ada dua nama yang sangat menarik perhatian: Arini Subianto — Rp14,1 triliun. Hashim Djojohadikusumo — Rp9,9 triliun. Arini Subianto adalah putri mendiang Benny Subianto yang merupakan paman dari Prabowo Subianto. Keluarga Subianto punya kepentingan bisnis di sektor perkebunan dan tambang. Hashim Djojohadikusumo adalah adik kandung Prabowo Subianto. Dan ini pertanyaan yang tidak bisa dihindari: Prabowo baru pidato lantang soal under invoicing. Soal penipuan ekspor selama 34 tahun. Soal bagaimana negara dirugikan triliunan rupiah. Tapi di antara 10 perusahaan sawit besar yang Purbaya sebut semuanya melakukan under invoicing ada ekosistem bisnis yang terhubung langsung dengan keluarga presiden. Apakah nama-nama itu termasuk dalam 10 yang diperiksa Purbaya? Purbaya tidak mau menyebut namanya. "Tidak boleh." Tapi Purbaya bilang: "Lebih dari 10 lah." Artinya bukan hanya 10. Dan kalau semua 10 besar melakukan ini berapa besar kemungkinan bahwa konglomerat-konglomerat yang namanya ada di daftar kekayaan terbesar Indonesia tidak termasuk? Dan ini yang paling mengerikan: Prabowo adalah presiden yang sedang berteriak soal under invoicing. Yang mengumumkan ekspor satu pintu melalui Danantara untuk menghentikan praktik ini. Tapi adik kandungnya Hashim adalah salah satu konglomerat dengan kepentingan bisnis di sektor yang sama. Dan keluarga besarnya terhubung dengan bisnis perkebunan yang masuk dalam ekosistem yang selama ini beroperasi di bawah sistem yang Prabowo sendiri sebut sebagai penipuan selama 34 tahun. Ini bukan tuduhan bahwa Hashim atau Arini melakukan under invoicing. Proses hukum yang harus membuktikan itu. Ini adalah pertanyaan yang jauh lebih fundamental: apakah Prabowo berani menegakkan aturan yang sama kepada orang-orang yang paling dekat dengannya? Karena itulah yang membedakan reformasi sungguhan dari sekadar pertunjukan. Dan ini yang Mahfud MD sudah peringatkan: "Autocratic legalism hukum dibuat untuk melegalkan sesuatu yang salah. Orang yang tepat dalam posisi yang tepat untuk memastikan kesalahan itu tidak tersentuh." Kalau 10 perusahaan terbesar semuanya melakukan under invoicing dan tidak ada satupun namanya yang boleh disebutkan dan reformasi Bea Cukai dipimpin oleh Dirjen yang sedang diduga korupsi dan badan ekspor baru yang harusnya menyelesaikan masalah ini tidak punya laporan keuangan yang transparan — Maka ini bukan reformasi. Ini adalah pengumuman reformasi yang tidak pernah dimaksudkan untuk benar-benar terjadi. Dan ini yang paling mematikan dari seluruh cerita ini: Purbaya bilang kalau dia tarik data ke belakang beberapa tahun "saya bisa panen berapa." Artinya: datanya ada. Kapal per kapal bisa dilacak. Selisihnya bisa dihitung. Kerugian negaranya bisa dikalkulasi. Tapi selama 34 tahun tidak ada yang mau melihat data itu. Atau lebih tepatnya: ada yang melihat. Tapi tidak ada yang berani atau tidak ada yang diizinkan untuk bertindak. Dan sekarang datanya ada. Selisihnya sampai 200%. Perusahaannya jelas. Kapalnya bisa dilacak. Pertanyaannya cuma satu: apakah kali ini ada yang cukup berani untuk bertindak termasuk ketika nama yang muncul terhubung dengan lingkaran paling dalam dari kekuasaan? Jawabannya akan sangat jelas dalam beberapa bulan ke depan. Bukan dari pidato. Bukan dari pengumuman. Tapi dari apakah ada nama yang akhirnya disebutkan dan dihukum atau tidak.. Bagaimana prabowo menyikapi tentang para koruptor tersebut, termasuk menyeret keluarga besarnya. Apakah prabowo berani menindak tegas ⁉️⁉️⁉️

Uploaded Image

Kamis, 28 Mei 2026

Kenyataan Kekekalan tanpa Allah

29 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 5:13 "Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal"
------------------
Anda mungkin memiliki gambaran tertentu ketika memikirkan seperti apa neraka itu. Gambaran itu mungkin dipenuhi warna merah dan hitam, banyak api, dan mungkin Iblis yang tampak menguasai semuanya.

Dalam Alkitab, neraka digambarkan sebagai tempat siksaan. Matius 13:42 berkata bahwa itu adalah "Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api ; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Gambaran itu terdengar mengerikan, tetapi tahukah Anda bagian terburuk dari neraka? Neraka adalah keterpisahan total dari Allah, yang berarti neraka adalah kebalikan dari segala sesuatu yang Allah adalah.

Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 4:18, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan" Lawan dari kasih adalah ketakutan. Hidup tanpa kasih berarti hidup dalam ketakutan terus-menerus.

Allah adalah kasih, jadi tidak ada kasih di neraka. Allah adalah terang, jadi neraka adalah kegelapan total. Allah adalah baik, jadi tidak ada sedikit pun kebaikan di neraka. Allah adalah hidup, jadi neraka berarti kematian kekal. Allah penuh kasih karunia, jadi tidak ada kasih karunia di neraka.

Bayangkan seperti apa kekekalan tanpa sukacita mengenal Allah dan dikasihi oleh-Nya—kekekalan tanpa sukacita sama sekali.

Itu akan sangat mengerikan—bahkan sulit dibayangkan. Tetapi itulah kenyataan bagi siapa pun yang tidak memilih untuk mengasihi dan mengikuti Yesus dalam hidup ini. Alkitab berkata, "Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia." (1 Korintus 16:22).

Jika sepanjang hidup Anda berkata, "Saya tidak ingin Allah ada dalam hidup saya," maka itu berarti Anda juga akan menghabiskan kekekalan tanpa Allah. Apa pun yang Anda pilih di bumi menjadi pilihan kekal Anda.

Namun ada kabar baik! Ada jalan bagi Anda untuk benar-benar yakin bahwa Anda akan masuk surga dan bukan neraka. Alkitab memberi tahu bagaimana memastikan tujuan kekal Anda: "Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal" (1 Yohanes 5:13).

Anda tidak perlu menebak-nebak atau merasa ragu tentang sesuatu yang pasti akan terjadi dan bisa datang kapan saja. Anda dapat mengetahui dengan pasti hari ini bahwa ketika Anda meninggal, Anda akan menghabiskan kekekalan dalam hadirat Allah. Jangan menundanya lagi.

Renungkan:

- Mengapa menurut Anda banyak orang menunda mengambil keputusan yang begitu penting padahal mereka tahu kematian bisa datang kapan saja?

- Apa yang akan Anda katakan kepada seseorang yang berpikir bahwa dirinya sudah cukup baik untuk masuk surga?

- Bagaimana Anda hidup secara berbeda karena Anda yakin tentang tempat di mana Anda akan menghabiskan kekekalan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 4-6; Yohanes 10:24-42
____________
Pastikan masa depan kekal Anda hari ini.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Reality of Eternity without God - Daily Hope with Rick Warren - May 29, 2026

“I have written this to you who believe in the name of the Son of God, so that you may know you have eternal life.” 1 John 5:13 (NLT)
---------------------
You probably have a picture that comes to mind when you think about what hell must be like. Your image likely has some red and black tones in it, a lot of fire, and maybe the devil looming over everything.

Hell is described in the Bible as a place of torment. Matthew 13:42 says it is a “blazing furnace, where the people will cry and grind their teeth with pain” (NCV).

That description sounds terrible, but do you know what the worst part of hell is? Hell is total separation from God, which means hell is the exact opposite of everything God is.

The Bible says in 1 John 4:18, “There is no fear in love. But perfect love drives out fear” (NIV). The opposite of love is fear. Living without love means you’re scared to death all the time.

God is love, so there is no love in hell. God is light, so hell is complete darkness. God is good, so there is absolutely nothing good in hell. God is life, so that means hell is eternal death. God is gracious, so that means there’s no grace in hell.

Just think what eternity would be like without the joy of knowing God and being loved by him—an eternity without any joy at all.

It would be terrible—unthinkable, really. But that is the reality for anyone who does not choose to love and follow Jesus in this life. The Bible says, “If anyone does not love the Lord, let him be separated from God—lost forever!” (1 Corinthians 16:22 NCV).

If you go through your entire life saying, “I don’t want God in my life,” then that means you will also spend eternity without God. Whatever you choose on earth is your forever choice.

But there is good news! There is a way for you to be absolutely certain you’re going to heaven and not hell. The Bible tells you how to settle your destiny: “I have written this to you who believe in the name of the Son of God, so that you may know you have eternal life” (1 John 5:13 NLT).

You don’t have to guess or wonder about something that is inevitable and could happen at any moment. You can know for certain today that when you die, you will spend eternity in God’s presence. Don’t put it off any longer.


Tuhan Telah Membuat Jalan Ke Sorga

28 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:8 "tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan"
------------------
Kita telah membahas tentang kenyataan kekal supaya Anda dapat melihat dengan jelas mengapa Anda perlu memilih surga. Namun masih ada satu kenyataan kekal lagi yang perlu Anda ketahui: Tidak ada kesempatan kedua setelah Anda meninggal.

Anda dapat memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. Tetapi Anda harus memilih sekarang, selagi Anda masih hidup, bukan setelah Anda meninggal. Tidak ada jalan kembali! Allah memberi Anda seluruh hidup untuk membuat keputusan yang benar. Jika Anda terus menundanya, maka tidak akan ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya setelah Anda meninggal.

Alkitab berbicara tentang apa yang terjadi ketika kita meninggalkan tubuh duniawi kita—"kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2 Korintus 5:8). Tidak ada tempat perantara antara surga dan neraka. Tidak ada keadaan sementara. Tidak ada limbo.

Anda mungkin pernah mendengar istilah "api penyucian" (purgatory). Meskipun gagasan itu berkembang dalam sejarah gereja, hal tersebut tidak diajarkan secara jelas dalam Alkitab.

Ketika Yesus sedang sekarat di kayu salib, ada seorang pria di samping-Nya yang sepanjang hidupnya adalah seorang penjahat. Pada detik-detik terakhir hidupnya, pria itu menyerahkan hidupnya kepada Yesus dan berkata, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (Lukas 23:42). Semua yang ia ketahui tentang keselamatan hanyalah bahwa Yesus dapat menyelamatkannya. Ia tidak memahami semua doktrin atau teologi. Ia tidak mengetahui semua kata-kata yang "benar." Ia hanya berkata "ya" kepada Yesus.

Karena iman pria itu, Yesus berkata kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43).

Untuk masuk surga, yang perlu Anda lakukan hanyalah berkata “ya” kepada Yesus Kristus. Itu saja! Janjinya adalah bahwa Anda akan langsung bersama Allah ketika Anda meninggal dan menghabiskan kekekalan dalam sukacita hadirat-Nya.

Tetapi Anda hanya memiliki satu kehidupan untuk membuat keputusan mengikuti Yesus. Dan Allah telah melakukan segala sesuatu agar Anda dapat masuk surga. Sekarang Anda hanya perlu menerima janji-Nya.

Renungkan:

- Mengapa menurut Anda banyak orang percaya bahwa mereka dapat menunda keputusan untuk menjadi orang Kristen atau tidak?

- Bagaimana kisah penjahat di kayu salib di samping Yesus memberi Anda pengharapan?

- Minggu ini, kepada siapa Anda akan berbicara tentang pentingnya segera mengambil keputusan untuk mengikuti Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 1-3; Yohanes 10:1-23
_____________
Hari ini, Anda memiliki kesempatan untuk memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. Jangan menundanya!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Has Made a Way to Heaven - Daily Hope with Rick Warren - May 28, 2026

“For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life.” John 3:16 (NIV)
-------------
Over the years, I’ve encountered people who want to deny the existence of evil. They think that people are basically good and by nature unselfish, and that they naturally put the needs of others before their own.

I always wonder if those people have ever read the news! You don’t have to look far to see that the world is filled with broken relationships, broken promises, and sin. Evil is all around you—from world politics to local conflicts, you can see hatred, bitterness, and corruption.

And because sin and evil exist, hell also exists.

What was true in Noah’s day is still true today: “The LORD observed the extent of human wickedness . . . and he saw that everything they thought or imagined was consistently and totally evil. So the LORD was sorry he had ever made them and put them on the earth. It broke his heart” (Genesis 6:5-6 NLT).

When God looks at all the wrong, evil things that are done in the world, it breaks his heart—because he loves everyone and wants us to learn to love each other.

But God is also holy and just. He is perfect and cannot sin. So one day he will settle the score and right the wrongs: “He is coming to judge the earth. He will judge the world with justice, and the nations with his truth” (Psalm 96:13 NLT).

Until then, God has given you free will so that you can choose to love him—and love involves a choice. That’s why this world is still broken by sin. But in heaven, there is no sin. It’s a completely perfect place.

If heaven is a perfect place, then that means only perfect people get to go there. Of course, that’s a problem—because you’re not perfect, and neither am I. No one is perfect!

If you’re made to last forever and you’re not perfect, you can't go to a perfect place like heaven. So where will you go? The Bible says hell.

But thank God! He has made a way—through Jesus Christ, his Son—for you to join him in heaven: “For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life. For God did not send his Son into the world to condemn the world, but to save the world through him. Whoever believes in him is not condemned, but whoever does not believe stands condemned already because they have not believed in the name of God’s one and only Son” (John 3:16-18 NIV).

Hell is real. So is heaven. Choose Christ, and there is no condemnation. The choice is yours!


Selasa, 26 Mei 2026

Jangan Menunda Memilih Kekekalan Anda

27 Mei 2026

Bacaan Hari ini:

2 Korintus 5:8 "tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan"
--------------------
Kita telah membahas tentang kenyataan kekal supaya Anda dapat melihat dengan jelas mengapa Anda perlu memilih surga. Namun masih ada satu kenyataan kekal lagi yang perlu Anda ketahui: Tidak ada kesempatan kedua setelah Anda meninggal.

Anda dapat memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. Tetapi Anda harus memilih sekarang, selagi Anda masih hidup, bukan setelah Anda meninggal. Tidak ada jalan kembali! Allah memberi Anda seluruh hidup untuk membuat keputusan yang benar. Jika Anda terus menundanya, maka tidak akan ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya setelah Anda meninggal.

Alkitab berbicara tentang apa yang terjadi ketika kita meninggalkan tubuh duniawi kita—"kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2 Korintus 5:8). Tidak ada tempat perantara antara surga dan neraka. Tidak ada keadaan sementara. Tidak ada limbo.

Anda mungkin pernah mendengar istilah "api penyucian" (purgatory). Meskipun gagasan itu berkembang dalam sejarah gereja, hal tersebut tidak diajarkan secara jelas dalam Alkitab.

Ketika Yesus sedang sekarat di kayu salib, ada seorang pria di samping-Nya yang sepanjang hidupnya adalah seorang penjahat. Pada detik-detik terakhir hidupnya, pria itu menyerahkan hidupnya kepada Yesus dan berkata, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (Lukas 23:42). Semua yang ia ketahui tentang keselamatan hanyalah bahwa Yesus dapat menyelamatkannya. Ia tidak memahami semua doktrin atau teologi. Ia tidak mengetahui semua kata-kata yang "benar." Ia hanya berkata "ya" kepada Yesus.

Karena iman pria itu, Yesus berkata kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43).

Untuk masuk surga, yang perlu Anda lakukan hanyalah berkata “ya” kepada Yesus Kristus. Itu saja! Janjinya adalah bahwa Anda akan langsung bersama Allah ketika Anda meninggal dan menghabiskan kekekalan dalam sukacita hadirat-Nya.

Tetapi Anda hanya memiliki satu kehidupan untuk membuat keputusan mengikuti Yesus. Dan Allah telah melakukan segala sesuatu agar Anda dapat masuk surga. Sekarang Anda hanya perlu menerima janji-Nya.

Renungkan:

- Mengapa menurut Anda banyak orang percaya bahwa mereka dapat menunda keputusan untuk menjadi orang Kristen atau tidak?

- Bagaimana kisah penjahat di kayu salib di samping Yesus memberi Anda pengharapan?

- Minggu ini, kepada siapa Anda akan berbicara tentang pentingnya segera mengambil keputusan untuk mengikuti Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 28-29; Yohanes 9:24-41
______________
Hari ini, Anda memiliki kesempatan untuk memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. Jangan menundanya!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Don’t Put Off Choosing Your Eternity - Daily Hope with Rick Warren - May 27, 2026

“We are fully confident, and we would rather be away from these earthly bodies, for then we will be at home with the Lord.” 2 Corinthians 5:8 (NKJV)
--------------------
We’ve been talking about eternal realities so that you can clearly see why you need to choose heaven. But there’s one more eternal reality you need to know: There’s no second chance after you die.

You get to choose where you’re going to spend eternity. But you have to choose now while you’re alive, not after you’re dead. There’s no going back! God gives you an entire lifetime to make the right decision. If you keep putting it off, then there will be no second chance to get it right once you’ve died.

The Bible talks about what happens when we’re away from our earthly bodies—“for then we will be at home with the Lord” (2 Corinthians 5:8 NLT). There is no halfway house between heaven and hell. There’s no intermediate state. There’s no limbo.

You may have heard the term “purgatory.” While the idea developed over time in church history, it is not clearly taught in Scripture.

When Jesus was dying on the cross, there was a man next to him who had been a criminal his entire life. In his last seconds, the man surrendered his life to Jesus and said, “Lord, remember me when You come into Your kingdom” (Luke 23:42 NKJV). All he knew about salvation was that Jesus could save him. He didn’t know all the doctrines or theology. He didn’t know all the “right” words. He just said “yes” to Jesus.

Because of the man’s faith, Jesus said to him, “Today you will be with me in paradise” (Luke 23:43 NIV).

To get into heaven, all it takes on your part is saying “yes” to Jesus Christ. That’s it! The promise is that you are then guaranteed to be with God instantly when you die and to spend eternity in the joy of his presence.

But you have only one life to make the choice to follow Jesus. And God has done everything to make sure you can get into heaven. Now you just need to receive his promise.

Today, you have the opportunity to choose where you’ll spend eternity. Don’t put it off!


Senin, 25 Mei 2026

Pilihan Terpenting yang Akan Pernah Anda Buat

26 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 3:11 "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka."
-------------------
Surga dan neraka itu nyata. Allah ingin Anda memahami kenyataan kekal ini, bersama dengan kenyataan hidup yang ditemukan dalam firman-Nya.

Kenyataan pertama dalam hidup adalah bahwa Allah menciptakan Anda untuk mengasihi Anda, dan Ia ingin Anda belajar mengasihi-Nya kembali. Hukum yang terutama berkata, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Matius 22:37).

Kenyataan kedua dalam hidup adalah ini: Anda diciptakan untuk hidup selamanya. Pengkhotbah 3:11 berkata, "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.". Tidak peduli seberapa baik kehidupan di dunia ini, pada suatu titik Anda akan berpikir, "Pasti ada sesuatu yang lebih daripada ini"

Dan memang ada! Anda akan menghabiskan jauh lebih banyak waktu di seberang kematian daripada di sisi kehidupan sekarang ini. Kehidupan ini adalah persiapan bagi kehidupan kekal Anda.

Karena itu, ada kenyataan ketiga dalam hidup: Allah telah mempersiapkan dua tempat kekal, yaitu surga dan neraka.

Allah telah mempersiapkan surga sejak dunia dijadikan. Yesus berkata dalam Matius 25:34, "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.". Anda tidak harus tinggal selamanya di dunia yang telah dirusak oleh dosa. Anda dapat memilih untuk pergi ke tempat yang sempurna dan hidup dalam hadirat Allah selamanya.

Tetapi neraka juga adalah tempat yang nyata. Yesus melanjutkan dengan berkata,"Kemudian Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya, "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya" (Matius 25:41). Neraka dipersiapkan bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya yang memberontak terhadap Allah. Namun sekarang, neraka menjadi kenyataan bagi siapa pun yang memilih untuk memberontak terhadap Allah.

Ketika saya berbicara tentang kenyataan neraka, itu bukan karena saya ingin Anda takut atau putus asa. Saya ingin Anda memahami kebenaran tentang neraka supaya Anda dapat sepenuhnya menerima kenyataan keempat dalam hidup: Anda dapat memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan.

Ulangan 30:19 berkata, "pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu"

Allah ingin Anda memilih hidup dan menghabiskan kekekalan bersama-Nya. Ia telah membuka jalan menuju surga melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Yesus berjanji, "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum" (Markus 16:16).

Renungkan:

- Mengapa menurut Anda Allah memberi Anda pilihan untuk mengasihi-Nya atau tidak?

- Bagaimana memahami kenyataan tentang neraka membantu Anda lebih memahami kasih Allah?

- Dalam hal apa saja Allah sedang mempersiapkan Anda sekarang untuk kekekalan?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 25-27; Yohanes 9:1-23
__________
Ketika Anda memilih untuk percaya kepada Yesus, Anda dijamin memperoleh hidup kekal bersama Allah di surga. Betapa luar biasanya janji itu!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
The Most Important Choice You’ll Ever Make - Daily Hope with Rick Warren - May 26, 2026

“He has planted eternity in the human heart.” Ecclesiastes 3:11 (NLT)
--------------------
Heaven and hell are real. God wants you to understand this eternal reality, along with the realities of life that are found in his Word.

The first reality of life is that God made you to love you, and he wants you to learn to love him back. The Great Commandment says, “Love the Lord your God with all your heart and with all your soul and with all your mind” (Matthew 22:37 NIV).

The second reality of life is this: You were made to last forever. Ecclesiastes 3:11 says, “He has planted eternity in the human heart” (NLT). No matter how good things are on this planet, at some point in your life you’ll think, “There’s got to be more than this.”

And there is! You’re going to spend far more time on the other side of death than on this side. This life is preparation for your life in eternity.

Because of that, you have the third reality of life: God has prepared two eternal places, heaven and hell.

God has been preparing heaven since the foundation of the world. Jesus says in Matthew 25:34, “Come, you who are blessed by my Father, inherit the Kingdom prepared for you from the creation of the world” (NLT). You don’t have to stay forever on a planet broken by sin. You can choose to go to a place of perfection and be in God’s presence forever.

But hell is also a real place. Jesus goes on to say, “Then the King will turn to those on the left and say, ‘Away with you, you cursed ones, into the eternal fire prepared for the devil and his demons’” (Matthew 25:41 NLT). Hell was prepared for the devil and his angels, who rebelled against God. But now it is a reality for anyone who chooses to rebel against God.

When I spend time talking about the reality of hell, it’s not because I want you to be scared and depressed. I want you to understand the truth about hell so that you can fully embrace the fourth reality of life: You get to choose where you’ll spend eternity.

Deuteronomy 30:19 says, “I am now giving you the choice between life and death, between God’s blessing and God’s curse, and I call heaven and earth to witness the choice you make. Choose life” (GNT).

God wants you to choose life, and to spend eternity with him. He’s opened the door to heaven through his Son, Jesus Christ. Jesus promised, “Anyone who believes me and is baptized will be saved. But anyone who refuses to believe me will be condemned” (Mark 16:16 CEV).

When you choose to believe in Jesus, you’re guaranteed everlasting life with God in heaven. What a promise!


Minggu, 24 Mei 2026

5 Kebenaran yang Mengubah Masa Kini dan Masa Depan Anda

25 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."
-----------------
Segala sesuatu yang Anda lihat di sekitar Anda bersifat sementara. Justru hal-hal yang tidak dapat Anda lihatlah yang akan bertahan selamanya.

Dan kenyataan rohani yang kekal itulah yang benar-benar penting.

Kebenarannya adalah, realitas rohani sama nyatanya dengan realitas fisik. Dan Anda perlu memastikan bahwa Anda berfokus pada hal-hal rohani—karena semuanya adalah bagian dari kenyataan hidup. Berikut adalah lima kenyataan rohani yang perlu Anda pahami:

1. Allah menciptakan Anda untuk mengasihi Anda. Yeremia 31:3 berkata, "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal". Allah menciptakan Anda untuk mengasihi Anda, dan Ia ingin Anda belajar mengasihi-Nya kembali. Inilah kenyataan hidup yang paling penting.

2.Anda diciptakan untuk hidup selamanya. Alkitab berkata, "a telah . . . menaruh kekekalan dalam hati manusia" (Pengkhotbah 3:11). Penginjil Billy Graham pernah berbicara tentang kematian seperti ini: "Suatu hari nanti Anda akan membaca atau mendengar bahwa Billy Graham telah meninggal. Jangan percaya sepatah kata pun. Saya akan lebih hidup daripada sekarang. Saya hanya berpindah alamat. Saya akan masuk ke hadirat Allah." Dan sekarang ia memang berada di hadirat Allah.

3. Allah telah mempersiapkan dua tempat kekal. Surga dan neraka adalah tempat yang nyata dan benar-benar ada. Keduanya bukan sekadar "keadaan keberadaan."

4. Anda dapat memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. Anda tidak akan secara tidak sengaja berada di surga atau neraka suatu hari nanti. Anda akan berada di sana karena pilihan yang Anda buat. Jika Anda memilih menjadikan Yesus sebagai pemimpin hidup Anda, Anda akan hidup kekal bersama-Nya di surga. Jika Anda memilih menolak-Nya, Anda akan berada dalam neraka untuk selama-lamanya. Tidak ada pilihan lain.

5. Anda tidak mendapat kesempatan kedua untuk membuat pilihan itu. Pilihan Anda memiliki batas waktu. Anda memiliki seluruh hidup Anda untuk memutuskan di mana Anda akan menghabiskan kekekalan, tetapi Anda tidak dapat mengubah keputusan itu setelah kematian.

Apa yang Anda lakukan terhadap lima kebenaran ini akan memengaruhi tujuan kekal Anda dan mengubah cara Anda menjalani hidup di dunia ini.

Hidup di dunia selalu penuh ketidakpastian, jadi jika Anda belum mengambil keputusan untuk mengikuti Yesus, lakukanlah hari ini. Jika Anda siap menyerahkan hidup Anda kepada Yesus, Anda dapat berdoa seperti ini:

"Tuhan Yesus, Engkau telah berjanji bahwa jika saya percaya kepada-Mu, semua kesalahan saya akan diampuni, saya akan mengetahui tujuan hidup saya dan suatu hari nanti Engkau akan menerima saya ke rumah-Mu yang kekal di surga."

"Saya mengakui dosa saya, dan saya percaya bahwa Engkau adalah Allah, Juruselamat saya. Saya menerima Engkau ke dalam hidup saya sebagai Tuhan atas hidup saya. Hari ini saya menyerahkan setiap bagian hidup saya ke dalam pimpinan-Mu. Engkau berhak menentukan arah hidup saya."

"Yesus, saya ingin beristirahat dalam kasih-Mu. Terima kasih karena saya tidak perlu mendapatkan kasih-Mu dengan usaha sendiri, tidak perlu layak menerimanya, dan tidak perlu bekerja untuk itu. Saya ingin menggunakan sisa hidup saya untuk melayani-Mu dan bukan melayani diri sendiri. Dengan rendah hati saya menyerahkan hidup saya kepada-Mu, dan saya memohon agar Engkau menyelamatkan saya dan menerima saya ke dalam keluarga-Mu. Dalam nama Yesus saya berdoa. Amin."

Renungkan:

- Mengapa penting untuk memusatkan pikiran pada hal-hal yang tidak dapat dilihat?

- Kenyataan rohani tak terlihat apa yang telah Allah tolong Anda sadari secara khusus?

- Mengapa menurut Anda Allah memberi Anda seluruh hidup untuk mengambil keputusan tentang Yesus, tetapi tidak memberikan kesempatan kedua setelah kematian?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 22-24; Yohanes 8:28-59
____________
Segala sesuatu yang Anda lihat di sekitar Anda bersifat sementara. Justru hal-hal yang tidak dapat Anda lihatlah yang akan bertahan selamanya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
5 Truths to Transform Your Present and Your Future - Daily Hope with Rick Warren - May 25, 2026

“Things that are seen don’t last forever, but things that are not seen are eternal. This is why we keep our minds on the things that cannot be seen.” 2 Corinthians 4:18 (CEV)
------------------
Everything you see around you is temporary. It’s what you can’t see that will last forever.
And those eternal, spiritual realities are what truly matter.

The truth is, spiritual realities are just as real as physical realities. And you need to be sure to focus on the spiritual ones—because they are part of reality. Here are five spiritual realities you need to understand:

God made you to love you. Jeremiah 31:3 says, “I have loved you with an everlasting love” (NIV). God created you to love you, and he wants you to learn to love him back. This is the most important reality of life.

You were made to last forever. The Bible says, “He has . . . set eternity in the human heart (Ecclesiastes 3:11 NIV). The evangelist Billy Graham talked about death this way: “Someday you will read or hear that Billy Graham is dead. Don’t you believe a word of it. I shall be more alive than I am now. I will just have changed my address. I will have gone into the presence of God.” He is in the presence of God now.

God has prepared two eternal places. Both heaven and hell are real, literal places. They’re not just “states of being.”

You get to choose where you’ll spend eternity. You won’t accidentally find yourself in heaven or hell one day. You’ll be where you are because of a choice you made. If you choose to make Jesus the boss of your life, you’ll spend eternity with him in heaven. If you choose to reject him, you’ll spend forever in hell. There are no other options.

You get no second chance to make your choice. Your choice has a time limit. You have your entire life to make the decision about where you’ll spend eternity, but you can’t change your mind after death.

What you do with these five truths will affect your eternal destiny and transform how you live on this side of eternity.

Life on earth is always uncertain, so if you haven’t already made the choice for Jesus, go ahead and do it today. If you’re ready to commit your life to Jesus, then pray this prayer:

“Dear Jesus, you have promised that if I believe in you, everything I’ve ever done wrong will be forgiven, I will learn the purpose of my life, and you will accept me into your eternal home in heaven one day.

“I confess my sin, and I believe that you are God, my Savior. I receive you into my life as my Lord. Today, I’m turning over every part of my life to your management. You have the right to call the shots in my life.

“Jesus, I want to relax in your love. Thank you that I don’t have to earn it, deserve it, or work for it. I want to use the rest of my life to serve you instead of serving myself. I humbly commit my life to you, and I ask you to save me and accept me into your family. In Jesus’ name I pray. Amen.”


Investasi Terbaik yang Pernah Anda Buat

24 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:17 "Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu"
--------------------
Setiap kali Anda bermurah hati, Anda sedang berinvestasi untuk rumah kekal Anda.

Yesus menyebut prinsip ini sebagai "mengumpulkan harta di surga." Ia bahkan menggunakan ungkapan ini enam kali dalam Alkitab! Ketika Yesus mengatakan sesuatu sampai enam kali, Anda sebaiknya memperhatikannya. Jika tidak, Anda akan kehilangan berkat yang ingin Ia tunjukkan.

Dalam Matius 6:19-20, Yesus berkata, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."

Kebanyakan orang hidup kurang dari 100 tahun di dunia ini. Dan ketika Anda meninggalkan dunia, Anda meninggalkan semua harta duniawi. Tetapi Anda akan menikmati harta surgawi Anda untuk selama-lamanya.

Lalu bagaimana Anda mengumpulkan harta di surga? Bagaimana Anda “mengirimkannya” lebih dahulu ke sana? Salah satu cara terbaik adalah dengan berinvestasi dalam hidup orang lain. Dan saya tidak sedang berbicara tentang memperoleh keselamatan, karena keselamatan sudah dijamin oleh Yesus.

Allah ingin Anda berinvestasi dalam hidup orang lain karena investasi itu memiliki dampak dan upah kekal. Hanya ada dua hal yang akan bertahan selamanya: firman Allah dan manusia. Manusia akan menghabiskan kekekalan di surga atau di neraka, dan investasi Anda dalam hidup seseorang dapat membuat perbedaan yang besar.

Filipi 4:17 berkata "Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu"

Paulus menulis kepada jemaat Filipi untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan mereka. Tetapi ia mengatakan bahwa yang paling berarti baginya—yang paling memberinya sukacita—adalah mengetahui bahwa pengorbanan dan kemurahan hati mereka menghasilkan harta di surga bagi mereka. Mereka berinvestasi dalam pelayanan Paulus, tetapi mereka juga berinvestasi dalam rumah kekal mereka sendiri.

Anda akan menerima upah untuk setiap hal yang Anda berikan. Apakah Anda memberikan waktu Anda? Anda akan menerima upah di surga. Apakah Anda memberikan tenaga Anda? Anda akan menerima upah di surga. Apakah Anda memberikan uang Anda? Anda akan menerima upah di surga.

Renungkan:

- Dalam hal apa saja Anda menggunakan waktu, tenaga, dan uang Anda untuk berinvestasi dalam hidup orang lain?

- Apakah paling sulit bagi Anda untuk bermurah hati dengan waktu, tenaga, atau uang Anda? Mintalah kepada Allah iman untuk bermurah hati dalam area tersebut agar Anda dapat mengalami berkat-Nya.

- Bagaimana Anda dapat membangun gaya hidup yang berfokus pada mengumpulkan harta di surga daripada di bumi?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 19-21; Yohanes 8:1-27
___________
Ada banyak kesempatan di sekitar Anda untuk bermurah hati dan berinvestasi bagi rumah kekal Anda. Jangan sampai melewatkannya!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Best Investment You’ll Ever Make - Daily Hope with Rick Warren - May 24, 2026

“Though I appreciate your gifts, what makes me happiest is the well-earned reward you will have because of your kindness.” Philippians 4:17 (TLB)
-------------------
Every time you’re generous, you invest in your eternal home.

Jesus called this principle “storing up treasure in heaven.” He actually used this phrase six times in the Bible! When Jesus says something six times, you better pay attention. If you don’t, you’re going to miss seeing the blessing.

In Matthew 6:19-20, Jesus said, “Don’t store up treasures here on earth, where moths eat them and rust destroys them, and where thieves break in and steal. Store your treasures in heaven, where moths and rust cannot destroy, and thieves do not break in and steal” (NLT).

Most people get less than 100 years on this planet. And when you leave, you leave all earthly treasure behind. But you will get to enjoy your heavenly treasure for eternity.

So how do you store up treasure in heaven? How do you send it on ahead? One of the best ways to do that is by investing in people. And I’m not talking about earning your salvation, because that’s already been secured by Jesus.

God wants you to invest in people because those investments have eternal effects and rewards. There are only two things that will last forever: the Word of God and people. People will spend eternity in either heaven or hell, and your investment in someone could make all the difference.

Philippians 4:17 says in The Living Bible paraphrase, “Though I appreciate your gifts, what makes me happiest is the well-earned reward you will have because of your kindness.”

Paul wrote to the Philippians to express his appreciation for their support. But he said what meant the most—what brought him the most joy—was knowing that their sacrifice and generosity gave them treasure in heaven. They invested in him, but they also invested in their eternal home.

You will be rewarded for everything you’ve given away. Are you giving away your time? You’re going to be rewarded in heaven. Are you giving away your energy? You’re going to be rewarded in heaven. Are you giving away your money? You’re going to be rewarded in heaven.

There are opportunities all around you to be generous and invest in your eternal home. Don’t miss them!


Jumat, 22 Mei 2026

Jangan Khawatir. Berdoalah!

23 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:32 "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"
----------------------
Setiap kali saya membutuhkan sesuatu ketika masih kecil, saya akan berbicara kepada ayah saya. Terkadang apa yang saya butuhkan cukup mahal, tetapi tidak pernah sekali pun saya khawatir dari mana ayah saya akan mendapatkan uang untuk itu. Itu bukan tugas saya! Tugas ayah saya adalah memikirkan dari mana uang itu akan datang. Tugas saya sebagai anak hanyalah meminta.

Demikian juga, bukan tugas Anda untuk memikirkan bagaimana Allah akan menyediakan kebutuhan Anda. Tugas Anda adalah meminta.

Ketika Anda khawatir daripada meminta, Anda bertindak seperti seorang ateis, seperti seseorang yang percaya bahwa ia tidak memiliki Bapa di surga. Kekhawatiran adalah ateisme praktis. Itu berarti menjalani hidup seolah-olah Allah tidak ada atau tidak dapat dipercaya.

Alkitab dengan jelasnya mengatakan bahwa Allah ingin Anda datang kepada-Nya dalam doa mengenai segala sesuatu. Yakobus 4:2 berkata,"Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa."

Seperti yang dikatakan Filipi 4:6, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. "

Apakah Anda memperhatikannya? Allah ingin Anda datang kepada-Nya dalam setiap keadaan. Anda dapat berbicara kepada-Nya tentang segala hal—tidak peduli seberapa besar atau kecil hal itu menurut Anda.

Roma 8:32 berkata, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"

Allah sudah menyelesaikan masalah terbesar Anda—yaitu dosa Anda—dan dibandingkan dengan itu, semua masalah lainnya jauh lebih kecil.

Jika Allah begitu mengasihi Anda sampai mengutus Yesus untuk mati bagi dosa-dosa Anda, tidakkah Anda percaya bahwa Ia juga cukup mengasihi Anda untuk menolong masalah keuangan Anda? Tidakkah Anda percaya bahwa Ia cukup mengasihi Anda untuk menolong kesehatan Anda? Hubungan Anda? Keputusan karier Anda? Tenggat waktu Anda?

Allah peduli pada setiap bagian kehidupan Anda. Bahkan, Ia sudah mengetahui apa yang Anda butuhkan. Tetapi Ia tetap ingin Anda memintanya kepada-Nya.

Apakah Anda siap mengurangi stres dalam hidup Anda? Allah sedang menunggu Anda datang kepada-Nya dengan segala kebutuhan Anda. Pilihlah untuk tidak mengkhawatirkan apa pun—dan berdoalah tentang segala sesuatu.

Renungkan:

- Jika Allah sudah mengetahui semua kebutuhan Anda, mengapa menurut Anda Ia tetap ingin Anda meminta kepada-Nya?

- Apa yang menghalangi Anda untuk meminta kepada Allah mengenai kebutuhan-kebutuhan Anda?

- Pikirkan satu waktu ketika Allah dengan jelas menjawab doa Anda. Bagaimana jawaban doa tersebut mendorong Anda untuk terus berdoa mengenai kebutuhan lain dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53
___________
Kurangilah kekhawatiran dan lebih banyaklah meminta. Daripada khawatir, berdoalah tentang segala sesuatu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Don’t Worry about It. Pray! - Daily Hope with Rick Warren - May 23, 2026

“Since he did not spare even his own Son but gave him up for us all, won’t he also give us everything else?” Romans 8:32 (NLT)
-----------------
Anytime I needed something when I was a kid, I’d talk to my dad. Sometimes what I needed was expensive, but not once did I worry about where my father was going to get the money for it. That wasn’t my job! It was my dad’s job to figure out where the money would come from. It was my job as a kid to simply ask.

In the same way, it’s not your job to figure out how God’s going to provide. It’s your job to ask.

When you worry instead of asking, you’re acting like an atheist, like someone who believes they don’t have a heavenly Father. Worry is practical atheism. It’s living your life like God doesn’t exist or can’t be trusted.

The Bible is clear: God wants you to come to him in prayer about everything. James 4:2 says, “You do not have because you do not ask God” (NIV).

Worry less and ask more. Instead of worrying, pray about everything.

As Philippians 4:6 says, “Never worry about anything. But in every situation let God know what you need in prayers and requests” (GW). 

Did you catch that? God wants you to come to him in every situation. You can talk to him about everything—no matter how big or small it seems to you.

Romans 8:32 says, “Since he did not spare even his own Son but gave him up for us all, won’t he also give us everything else?” (NLT).

God has solved your biggest problem—your sin—and everything else is small by comparison.

If God loved you enough to send Jesus to die for your sins, don’t you think he loves you enough to help you with your finances? Don’t you think he loves you enough to help you with your health? With your relationships? With career decisions? With your deadline?

God is interested in every single area of your life. In fact, he already knows what you need. But he still wants you to ask him for it.

Are you ready to reduce the stress in your life? God is waiting for you to come to him with your needs. Choose to worry about nothing—and pray about everything.


Empat Alasan Mengapa Kekhawatiran Itu Tidak Berguna

22 Mei 2026

Bacaan Hari ini:

Filipi 4:6 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga"
-----------------
Pekerjaan bukanlah yang membuat Anda terjaga di malam hari. Kekhawatiranlah yang melakukannya.

Dalam Alkitab, Allah memberikan petunjuk yang jelas tentang peran kekhawatiran dalam hidup Anda. Filipi 4:6 berkata, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga"

Mengapa Anda perlu melepaskan kekhawatiran Anda?

Kekhawatiran itu tidak masuk akal. Ada beberapa alasan mengapa hal ini benar. Pertama, kekhawatiran membesar-besarkan masalah. Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika seseorang mengatakan sesuatu yang buruk tentang Anda, semakin Anda memikirkannya, semakin besar masalah itu terasa? Kedua, kekhawatiran tidak menyelesaikan apa pun. Mengkhawatirkan sesuatu yang tidak dapat Anda ubah adalah sia-sia. Dan mengkhawatirkan sesuatu yang sebenarnya dapat Anda ubah hanyalah membuang waktu. Lakukan saja perubahan itu!

Kekhawatiran itu tidak alami. Tidak ada orang yang terlahir sebagai pengkhawatir. Anda mungkin berpikir bahwa Anda memang seperti itu, tetapi sebenarnya tidak. Kekhawatiran adalah sesuatu yang dipelajari. Karena kekhawatiran tidak alami, kekhawatiran juga tidak sehat. Tubuh Anda tidak dirancang untuk menanggung kekhawatiran terus-menerus. Ketika orang berkata, "Saya sampai sakit karena khawatir," itu benar adanya. Banyak dokter mengatakan bahwa banyak orang sebenarnya bisa keluar dari rumah sakit jika mereka tahu cara melepaskan rasa bersalah, kepahitan, dan kekhawatiran. Dan Amsal 14:30 berkata, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh"

Kekhawatiran itu tidak membantu. Kekhawatiran tidak dapat mengubah masa lalu, dan kekhawatiran juga tidak dapat mengendalikan masa depan. Yang dilakukannya hanyalah merusak hari ini. Satu-satunya hal yang diubah oleh kekhawatiran adalah diri Anda sendiri. Kekhawatiran membuat Anda sengsara! Kekhawatiran tidak pernah menyelesaikan satu pun masalah.

Kekhawatiran itu tidak perlu. Allah menciptakan Anda, menyelamatkan Anda, dan menempatkan Roh-Nya di dalam Anda. Tidakkah Anda percaya bahwa Ia juga akan memelihara kebutuhan Anda? Tidak ada alasan untuk khawatir.

Apakah Anda ingin belajar mengelola stres dengan lebih baik? Langkah pertama yang sangat baik adalah menolak untuk mengkhawatirkan apa pun. Mengapa? Karena kekhawatiran itu tidak masuk akal, tidak alami, tidak membantu, dan tidak perlu.

Alkitab berkata, "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5:7).

Renungkan:

- Apa yang ditunjukkan oleh tingkat kekhawatiran Anda saat ini tentang seberapa besar Anda mempercayai Allah?

- Apa yang sedang Anda khawatirkan saat ini? Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengubah situasi tersebut atau melepaskan kekhawatiran itu?

- Dengan cara praktis apa Anda dapat menyerahkan semua kekhawatiran Anda kepada Allah (1 Petrus 5:7)?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 13-15; Yohanes 7:1-27
_____________
Allah secara pribadi peduli kepada Anda dan kebutuhan Anda. Jadi apa yang seharusnya Anda lakukan dengan semua hal yang membuat Anda stres, cemas dan khawatir? Lepaskan semuanya. Serahkan kepada Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Four Reasons Worry Is Worthless - Daily Hope with Rick Warren - May 22, 2026

“Don’t worry about anything.” Philippians 4:6 (NLT)
-------------------
Work doesn’t keep you up at night. Worry does.

In the Bible, God gives clear direction about the role worry should play in your life. Philippians 4:6 says, “Don’t worry about anything” (NLT).

Why do you need to let go of your worry?

Worry is unreasonable. Here are a couple of reasons why that’s true. First, worry exaggerates the problem. Have you noticed that, if somebody says something bad about you, the more you think about it, the bigger it gets? Second, worry doesn’t work. To worry about something you can’t change is useless. And to worry about something you can change is a waste of time. Just go change it!

Worry is unnatural. No one is a born worrier. You might think you are, but you’re not. Worry is something you learned. Since worry is unnatural, it’s also unhealthy. Your body wasn’t designed to handle worry. When people say, “I’m worried sick,” they’re telling the truth. Doctors say that a lot of people could leave the hospital today if they knew how to get rid of guilt, resentment, and worry. And Proverbs 14:30 says, “A peaceful heart leads to a healthy body” (NLT).

Worry is unhelpful. Worry cannot change the past, and worry cannot control the future. All it does is mess up today. The only thing that worry changes is you. It makes you miserable! It’s never solved a problem.

Worry is unnecessary. God made you, he created you, he saved you, and he put his Spirit in you. Don’t you think he’s going to take care of your needs? There’s no need to worry.

Do you want to learn to better manage your stress? A great first step is to refuse to worry about anything. Why? Because worry is unreasonable, unnatural, unhelpful, and unnecessary.

The Bible says, “Leave all your worries with him, because he cares for you” (1 Peter 5:7 GNT).

God personally cares about you and for your needs. So what should you do with all those things you’re stressed, anxious, and worried about? Let them go. Give them to God.